Rekan-rekan jurnalis dari media cetak maupun elektronik merupakan teman seperjuangan Kontingen Garuda Indonesia di Lebanon Selatan. Kunjungan peliputan di daerah operasi Lebanon Selatan oleh tim jurnalis Indonesia telah dimulai sejak kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro ke Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) pada bulan Juni yang baru lalu. Diawali pada Jumat (25/06) dengan kehadiran Rahmat Yuniarto selaku Reporter Metro TV serta Alfi Apriyandi selaku Kameramen Metro TV sampai dengan yang terakhir ini, Jumat (09/07) yakni Agung Purwandono dari media cetak Harian Kedaulatan Rakyat serta Zainuri Arifin dari Koran Merapi Pembaruan Yogyakarta. Indobatt telah menerima kehadiran lima belas jurnalis yang datang baik dari Beirut ibukota Lebanon maupun dari Tanah Air Indonesia.
Menurut Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Letkol Inf Andi Perdana Kahar saat memimpin Rapat Evaluasi Indobatt, selama perjalanan Indobatt kali ini merupakan momen yang paling banyak menerima kunjungan peliputan oleh wartawan baik lokal setempat maupun dari Tanah Air. Dan ini merupakan berkah khusus yang tersendiri bagi Indonesia Battalion; sehingga pelaksanaan tugas yang diemban oleh pasukan Garuda dan yang telah dilakukan di negeri Lebanon Selatan dapat diketahui dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.
Sementara itu, dari pengamatan Pen satgas, sebagai rekan seperjuangan, tidaklah mudah bagi tim jurnalis untuk tiba di daerah operasi tanpa melalui prosedur perijinan yang berlapis-lapis. Hal ini nyata dalam kegiatan peliputan oleh Anna Susanti selaku reporter TV One serta Johan Wahyudi Sutrisno sebagai kameramen. Pihak KBRI yang berada di ibukota Beirut pun telah membantu dengan antusias sehingga kegiatan peliputan dapat berhasil tanpa kendala yang berarti.
Bekerjasama dengan para Public Information Officer atau Perwira Penerangan dari masing-masing satuan tugas yakni PIO (Papen) Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Kapten (WARA) Michiko Sanra Moningkey; PIO (Papen) Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (Sector East Military Police Unit: SEMPU) Lettu Laut Muhammad Dahlan; PIO (Papen) Satgas FHQSU (UNIFIL Force Headquarter Support Unit) Konga XXVI-B1/UNIFIL Lettu Laut Rully Ramadhiansyah; maka perjalanan rekan jurnalis tidak mengalami hambatan yang berarti. Semua ini pula tidak lepas dari perijinan yang dikeluarkan oleh Penasehat Militer PTRI yang berada di UN Head-Quarters New York. Padahal, seperti yang belum lama ini sering diberitakan, penggunaan kamera di wilayah operasi UNIFIL seringkali merupakan suatu hal yang sangat sensitif jika berhubungan dengan masyarakat lokal setempat. Sangat diperlukan ekstra kehati-hatian dalam hal ini; sesuai dengan Standard Operating Prosedures (SOP) yang dikeluarkan oleh UNIFIL.
Sehingga, dengan berbekal surat ijin serta Security Clearance baik dari UNIFIL maupun dari Lebanese Armed Forces (LAF) di Beirut, maka tim jurnalis ‘Red Zone’ TV One dalam beberapa hari kerja Minggu-Selasa (04,05,06/07) dengan didampingi Papen Indobatt, meliput beberapa pelaksanaan tugas Indobatt di Area Operation-nya seperti: kegiatan CIMIC (Civil Military Cooperation) yang dikoordinir oleh Mayor Inf Rois Nahruddin. Disinilah tim jurnalis dapat melihat secara langsung bagaimana kedekatan hubungan secara kekeluargaan yang telah terjalin diantara Indobatt dengan masyarakat setempat dalam kegiatan CIMIC Smart-Car. Demikian pula meliput kehidupan keseharian pasukan Garuda di masing-masing compound/ kesatriaanya. Dua Satgas yakni Satgas FHQSU (UNIFIL Force Headquarter Support Unit) Konga XXVI-B1/UNIFIL dan Satgas FPU XXVI-B/UNIFIL (Force Protection Unit UNIFIL) berkedudukan di kota Naqura UN Posn 4-7C di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL. Sedangkan Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (Sector East Military Police Unit: SEMPU) UN Posn 7-2 dan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) UN Posn 7-1 berkedudukan di daerah Marjayoun atau Sektor Timur UNIFIL.
Selanjutnya, mengambil gambar hidup pada saat kegiatan patroli oleh pasukan Baret-Biru Indobatt di Blue-Line, melihat dari dekat dan turut merasakan kehidupan seorang prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas selaku Peacekeeper di OP (Observation Post) yang mengawasi wilayah Area Operation selama 24 jam non-stop; mengunjungi makam yang terkenal di Libanon yakni Syekh Abba Tomb. Dimana saat ini, makam tersebut berada didalam pengawasan Kompi B Indobatt di desa Houlla. Terakhirnya, menyaksikan kegiatan peledakan ranjau oleh tim penjinak ranjau UNIFIL di Area Operation Kompi B Indobatt. Sedangkan, didalam kesatriaan Indobatt sendiri disajikan demo Mobile Command Post (MCP) oleh tim MCP yang bergerak cepat dengan hitungan menit serta penampilan Kolone Senapan oleh Kompi Bantuan (Support Coy) Indobatt.
Selain itu pula, jurnalis media cetak Harian Kedaulatan Rakyat Sdr. Agung Purwandono dan Koran Merapi Pembaruan Rakyat Sdr. Zainuri Arifin dari kota Gudeg Yogyakarta sempat mewawancarai masyarakat setempat, bahkan disambut dengan tradisi minum kopi ala Lebanese People yang terkenal dengan rasanya yang pahit bagi lidah orang Indonesia dalam cangkir yang mungil. Beda sekali aroma dan rasanya dengan Coffee Java yang terkenal seantero dunia ini.
Kehadiran mitra kerja jurnalis di daerah penugasan seperti UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) membawa suasana baru dan segar bagi pasukan Baret-Biru Kontingen Garuda Indonesia khususnya bagi Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt). Ada secercah harapan, bahwa kunjungan peliputan oleh rekan-rekan wartawan akan mengirimkan pesan perdamaian dari Libanon Selatan ke seluruh dunia. Lebih utama lagi, membawa pesan yang menyejukkan hati anggota keluarga yang berada di Tanah Air Indonesia bahwa pasukan Garuda Indonesia tetap eksis dan jaya didalam menunaikan tugas negara, bangsa dan dunia akan perdamaian. Demikian disampaikan oleh Komandan Indobatt dengan didampingi Wakil Komandan Indobatt Letkol Mar Guslin saat menyerahkan sebuah plakat Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) sebagai kenang-kenangan kepada Sdri. Anna Susanti mewakili pihak manajemen TV One dalam kegiatan peliputan kali ini di Libanon Selatan.
Wartawan elektronik lainnya yang sempat mengunjungi Indonesia Batalyon UN Posn 7-1 desa Adshit Al-Qusayr adalah TV Al-Jadeed Beirut serta Al-Manar TV Beirut dan dari Tanah Air Indonesia yakni stasiun televisi RCTI serta ANTV.





Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago