About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 9 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 394 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Juru Masak: Tulang Punggung SATGAS KONGA XXIII-A

Kopral Dua Syaiful, sebagai Danru masak satu, memiliki tugas memasak selama dua puluh empat jam, sedangkan hari berikutnya dilakukan oleh regu masak lain. Pria yang berasal dari Batalyon Perbekalan Angkutan 1 Kostrad menjadual menu yang akan dimasak setiap hari. Sop, kare, sayur tumis, opor dan lain-lain merupakan hasil olahannya sesuai dengan lidah Indonesia.


(Lebanon Selatan, 3/6) Penugasan di misi PBB, tersirat bahwa faktor logistik menjadi faktor yang dominan. Terutama makanan, karena terkait langsung dengan kemampuan personel. Perkembangan yang pesat dalam tata boga sehingga makanan menjadi faktor penentu kesiapan pasukan. Karena bekal makanan menjadi indikator kesiapan pasukan. Dalam komposisi perbekalan, bidang makanan merupakan bekal kelas I. Disebut bekal kelas I, karena makanan merupakan ration (persediaan) yang utama bagi personel militer.

Dalam buku Juklap (Petunjuk Lapangan) Batalyon dan Brigade Infateri tahun1985, menguraikan bahwa, setiap hari pasukan yang melaksanakan operasi tempur harus memperoleh makan hangat minimal sekali. Kondisi ini untuk meningkatkan moril dan semangat. Selain itu agar pasukan tidak mengalami stres dimedan operasi. Jabatan pemasak merupakan jabatan yang tidak dapat dipandang enteng dari pasukan, baik operasi militer untuk perang atau operasi militer selain perang.

Satgas Indonesia yang sedang bertugas di Lebanon mempunyai lima kompi dengan komposisi setiap kompi terdapat kru yang menangani dapur. Kompi bantuan, merupakan salah satu dari kompi-kompi yang ada dan sebagai unsur pelayan Mako (Markas Komando) Satgas. Dengan jumlah personel yang relatif lebih banyak dari kompi lain, maka dibentuk dua regu untuk mengelola makanan.

Kopral Dua Syaiful, sebagai Danru masak satu, memiliki tugas memasak selama dua puluh empat jam, sedangkan hari berikutnya dilakukan oleh regu masak lain. Pria yang berasal dari Batalyon Perbekalan Angkutan 1 Kostrad menjadual menu yang akan dimasak setiap hari. Sop, kare, sayur tumis, opor dan lain-lain merupakan hasil olahannya sesuai dengan lidah Indonesia. Bahan bumbu masak yang diterima dari PBB berbeda dengan bumbu Indonesia. Meskipun nama dan warnanya sama namun rasanya berbeda, ujar pria berputra satu ini. Contohnya, bawang putih yang diterima dari PBB sudah berbentuk bubuk, rasanya berbeda dengan bawang putih asli yang masih berbentuk umbi. Bentuk bubuk sudah tidak ada airnya, aromanya kurang sedap, ujar Syaiful.


by Muhamad Nour at 7 June 2007, 14:13
Mas Syaiful dan Mas Yusuf, sekali-kali kasih makan tiwul dan combro mas buat kontingen Indonesia yang di Libanon. Wong biasa nya kita cuma minum Scott emulsion dr hati ikan Cod, eh disana makannya blas pol ikan cod nya kabe..udah terbayang sehatnya mas..hati2 mas, ikan kod itu menambah bau kelek..

Semoga berkat masakan enak dari para chef, selalu membuat kontingen yang bertugas, fit dan ceria. Salam dari Surabaya.

by Wijaya at 7 June 2007, 21:37
Aduh coba di Sudan ada kontingen Indonesia, pasti seru lah, paling ngga bisa maka-makanan nusantara. maklum masih udik, kalau nggak makan sambal sama kuah kari kayaknya masih belum afdol.
Atau mungkin mas-mas yang di Libanon mau sharing resep nya? boleh juga tuh kan modifikasi lagi seru, kita di Sudan bisa belajar banyak mengenai olah guna pangan..
Peace
by Mercy Hutapea at 7 June 2007, 22:29
Bro,

Wah kayaknya seru juga neh bagi kegiatan food production di medan seperti itu....

Klo masalah row food material aku kira di jaman skrng ini ga terlalu susah, emang sih klo yg namanya bahan yg sdh jadi powder ga akan enak rasanya, karena nutrisi dari kandingan bahan nya sdh hilang bro..????
But, apa yg mo dibilang, semuannya harus menyesuiakan situasi.

BDW, thanks ya bro sdh selalu keep in touch and share. Aku blm sempet telp neh, karna di bulan ini aku msh sibuk bngt mempersiapkan aiudit ISO / HACCP dan 5 Star NOSA system di tempat pekerjaan disini.

Kapan blk ke indo bro?

Mercy M Hutapea
by Metty at 8 June 2007, 18:20
wah, ini nih sudut2 kehidupan anggota TNI yang blm pernah diangkat ke permukaan. boleh juga kalau diikutkan lomba super chef (cmiiaw) yg ada di indosiar. pasti menarik.

salam, dan tetap semangat! :)
by Sandy Latief at 9 June 2007, 22:34
Nah kalo ini mah betul2 berita yang paling vital dalam
kehidupan prajurit sehari-hari....
Buat prajurit, tugas apapun siap di tempuh selama
urusan perut ngak ada trouble. Very interesting Kang!.
Perlu kejelian nih utk mengulas masalah yg satu
ini..he..he. Bravo Konga UNIFIL.

Cheeers..

Sandy-NY
by richard_adam29 (aryo) at 13 June 2007, 02:00
Waduhh....asyik plus agak gimana ya... tapi semuanya pasti tetep semangat walau apapun yang terjadi. Jenis makanan bukanlah penghalang. justru itulah yang membuat kenangan manis...kangen dengan indonesia tercinta.

Tetep semangat...chayoo...

by didut at 13 June 2007, 22:25
Kayaknya kok ransum lebih berharga dari pada peluru yah? :)
Tp ngeliat perjuangannya memang koki prajurit gak kalah pentingnya sama yg bertugas di medan perang
by ayu at 23 June 2007, 03:37
Mas Budi&Mas Ali masaknya yang enak ya... Aduh ternyata ga cuma dirumah aja bisa masak tapi jauh dari rumah mereka juga bisa masak lho, paling ga besok klo pulang gantian aku yang dimasakin ya... :) buat mas ali yang aku sayang,tetap semangat ya jgn pernah jenuh dengan rutinitasnya, ga lama lagi pasti pulang. Buat Mas Budi nanti foto&artikel ini aku kasih ke Mba Lina, yang pasti Yola&Vivi bangga sama bapaknya! We proud to you. I miss you so much.Marinir! Chayoo...
by Lina at 24 June 2007, 02:59
sayangku kt bangga tetap semanggat, sabar, mengalah untuk menang, jaga trs prestasinya. pokoknya smangaaat ya... jgn lupa nanti plg masakin mama, vivi,yola, yg enak sekali2 boleh dong..gantian... kami sayang bpk! I LOVE YOU N MISS YOU MUUUAH :) ma2 tunggu di rmh sm anak2.