Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 2 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 123 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Resepsi Pernikahan ala Sudan: Now I pronouce you.. (Alamaak!)
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
(Adshit Al Qusayr, 2/3) Membuka lembaran sejarah perjuangan bangsa, tercatat nama Jenderal Kohler seorang perwira tinggi Belanda yang dikalahkan pejuang Indonesia di Aceh yang bahkan mengakibatkan tewasnya jenderal tersebut dalam suatu pertempuran di depan masjid raya Baiturrahman pada tahun 1873.
Kini setelah 135 tahun berlalu, sejarah terulang lagi. Tentunya dengan pelaku, peristiwa dan kisah yang berbeda. Dalam “pertarungan” sengit di lapangan tembak Ebel Es Saqi, Marjayoun, Lebanon Selatan pada Sabtu sore (1/3) Indonesia kembali berhasil mengalahkan seorang Jenderal yang kali ini berasal dari Spanyol sekaligus mengalahkan para Komandan Kontingen PBB dalam pertandingan menembak antar Komandan Kontingen PBB yang bertugas di bawah Komando Sektor Timur UNIFIL.
Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Casimiro Sanjuan Martinez dari Spanyol “terpaksa” harus mengakui keunggulan Letnan Kolonel Inf A M Putranto, S.Sos Komandan Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B setelah diadu dalam 2 match menembak berturut-turut. Match pertama merupakan pertandingan menembak pistol kaliber 9 mm dengan jarak 25 meter. Match selanjutnya, menembak senapan kaliber 5,56 mm dengan jarak 100 meter. Selain Komandan Sektor, petembak yang mengikuti pertandingan ialah para Komandan dan Wakil Komandan Kontingen dari 5 negara yang berbeda yaitu : Malaysia, Spanyol, India, Nepal dan Indonesia sendiri. Mereka masing-masing dijadikan 1 tim sesuai dengan asal negaranya. Pada pertandingan tersebut, para petembak hanya diadu dalam 1 sikap menembak yaitu sikap berdiri dan diberikan 20 butir peluru yang harus ditembakkan ke sasaran tanpa dibatasi waktu. Pada pelaksanaannya, setiap match dibagi menjadi 2 sesi yang diatur sedemikian rupa sehingga berselang-seling antara Komandan dan Wakil Komandan Kontingen dimana setiap sesi menghabiskan 10 butir peluru.


Pada akhir pertandingan juri mengumumkan hasil skor yang diraih oleh tim petembak dalam nomor pistol dan senapan. Kali ini petembak dari negara serumpun Malaysia sama sekali tidak berkutik menghadapi keunggulan Kontingen Indonesia. Mereka nyaris berada di peringkat terakhir, yaitu peringkat ke-5 dari 6 tim peserta. Hasil selengkapnya ialah sebagai berikut : Peringkat ke-1 ditempati oleh tim Indonesia (Letkol Inf A M Putranto, S.Sos _dan _Letkol Mar Ipung Purwadi), kemudian tim Spanyol/ Markas Komando (Brigjen Sanjuan Martinez dan Kolonel Cantala Piedra) di peringkat ke-2, selanjutnya disusul tim India (Kolonel Gurpirpal Singh _dan _Letkol Sundhanwa Atre) di peringkat ke-3. Di peringkat ke-4, ditempati kembali oleh tim Kontingen Spanyol (Letkol Sanchez Tapia _dan _Mayor Leirma). Kemudian tim Malaysia (Kolonel Salim Ahmad dan Letkol Abdul Halim) berada di peringkat ke-5 dan peringkat terakhir ditempati oleh Nepal (Letkol Sanjog Samser _dan _Mayor S.Khumar Shah).
Mengakui kehebatan tim Petembak Indonesia, Brigjen Sanjuan berulang kali memuji Dansatgas Konga XXIII B di depan para Komandan Kontingen yang hadir dalam pertandingan tersebut, You’re the best, Colonel Putranto. Really, you’re perfect. For sure, your soldiers also the best shooters! demikian pujian yang dituturkan oleh jenderal bintang satu yang akan mengakhiri tugasnya pada akhir bulan ini. Bahkan karena penasaran dengan senjata SS-1 buatan Pindad yang digunakan oleh Letkol Inf A M Putranto, S.Sos dan Letkol Mar Ipung Purwadi, _Brigjen Sanjuan _kemudian memerintahkan agar dilaksanakan 1 match tambahan dimana masing-masing petembak saling bertukar senapan. Sanjuan sendiri memilih menggunakan SS-1 yang merupakan kebanggaan tentara Indonesia itu. Ternyata hasil tembakannya cukup lumayan dimana dari 5 butir yang ditembakkan, 3 butir diantaranya masuk tepat ditengah-tengah sasaran. Melihat hasil tersebut, giliran Dansatgas yang memuji, General, I’m proud of you. You’re also the real shooter. Even you use my riffle, SS-1, you got outstanding shoots, excellent!.

Pujian tersebut langsung disambut dengan senyuman dan pelukan hangat dari Brigjen Sanjuan. Sebuah momen yang langka dan bersejarah, tentunya.


Pada acara penyerahan hadiah yang berlangsung di Markas Komando Sektor Timur ”Miguel De Carvantes” Marjayoun – Lebanon Selatan, Kontingen Indonesia meraih beberapa penghargaan sekaligus yaitu sebagai berikut : Peringkat I Menembak Senapan dan Peringkat II Menembak Pistol diraih oleh Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos. Bahkan khusus untuk Dansatgas, karena perolehan nilainya yang jauh di atas peserta lainnya diberikan trophy spesial The Best Marksman at Riffle.
Selanjutnya, Peringkat III Menembak Senapan dan Peringkat IV Menembak Pistol diraih oleh Wadansatgas Letkol Mar Ipung Purwadi. Puncaknya, dari akumulasi beberapa penghargaan tersebut Kontingen Indonesia berhak menerima gelar dan hadiah sebagai Juara Umum Menembak yang diserahkan langsung oleh Dansektor Timur Brigjen Sanjuan Martinez di-iringi applaus meriah dari hadirin yang menyaksikan acara tersebut.
Pertandingan menembak ini merupakan kegiatan yang diprakarsai oleh Komando Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dalam rangka mempererat persahabatan dan kerja sama antar Kontingen di jajaran Sektor Timur, sekaligus juga bertujuan untuk menjaga kemampuan menembak sebagai prajurit profesional sesuai standar Pasukan Perdamaian PBB.

Kegiatan yang termasuk tugas tambahan ini tidak sedikit pun mengurangi tugas pokok kontingen UNIFIL, termasuk Kontingen Garuda XXIII-B yaitu untuk memelihara perdamaian di Lebanon Selatan sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 melalui pelaksanaan patroli, baik berjalan kaki maupun berkendaraan serta melakukan observasi secara terus menerus di Area Operasi sepanjang Blue Line yang memisahkan antara wilayah Lebanon dan Israel.
Hebat banget tentara Indonesia!
Senjata SS1 juga hebat! Bisa ngalahin senjata “modern” kaya G36! Salute!!
Jangan pernah berhenti untuk selalu berbangga terhadap negeri kita. Saya baru aja baca prestasi lain yang dirilis oleh: www.tniad.mil.id/new…
IMPARSIALITAS KONTINGEN GARUDA XXIII B DIPUJI OLEH PANGLIMA UNIFIL
(Adshit Al Qusayr, 28/2) Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon dinilai telah memenuhi standar pasukan PBB yang profesional. Bahkan lebih dari itu, para prajurit Garuda mendapatkan pujian karena kemampuannya mengaplikasikan prinsip imparsialitas dalam kegiatan dan pelaksanaan tugasnya sehari-hari.
Fakta ini dipaparkan Duta Besar RI untuk Lebanon R. Bagas Hapsoro, SH, MA dari hasil courtesy call ke Panglima (Force Commander) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano di Markas Besar UNIFIL di Naqoura, Lebanon Selatan beberapa hari yang lalu kepada para perwira Satgas Konga XXIII B saat pertemuan di Markas Kontingen Indonesia UN Posn 7-1, Adshit Al Qusayr, Rabu sore (27/2). Hadir juga dalam pertemuan tersebut Staf bidang Politik KBRI untuk Lebanon Anindita Axioma dan PBU Atase Pertahanan untuk Lebanon Mayor Sus M. Daryl Khaesory.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan akrab di ruangan kantor baru Satgas Konga XXIII-B, Dubes RI memaparkan beberapa poin penting yang disampaikan oleh Mayjen Graziano. Poin pertama, Graziano menyatakan adanya kecenderungan meningkatnya “tensi” regional yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap misi UNIFIL di Lebanon Selatan. Akan tetapi Graziano menegaskan, situasi dan kondisi tersebut tidak sedikit pun menggoyahkan UNIFIL untuk tetap menjalankan amanat resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 demi tercapainya perdamaian yang permanen di wilayah misi, termasuk didalamnya menjamin tidak adanya peredaran dan penggunaan senjata secara ilegal oleh pihak-pihak yang bertikai. Kedua, Kontingen Indonesia dinilai telah menunjukkan pada dunia Internasional bagaimana prinsip imparsialitas dapat diaplikasikan dengan cara yang khas dan unik sehingga kehadiran Kontingen Indonesia sebagai representasi UNIFIL dapat diterima
oleh kedua pihak yang bertikai, khususnya oleh Israel yang pada awalnya menolak keras bergabungnya Indonesia ke dalam UNIFIL. Poin terakhir, Graziano menyatakan kondisi politik negara Lebanon murni merupakan urusan dalam negeri Lebanon sendiri. Namun, beliau juga berharap agar krisis politik yang berlarut-larut saat ini dapat segera diakhiri karena bagaimana pun juga akan berdampak ke wilayah Lebanon Selatan yang merupakan daerah misi UNIFIL.
Lebih lanjut, Dubes RI merasa sangat “suprised” terhadap perhatian Mayjen Graziano terhadap Kontingen Garuda XXIII-B selama ini. Selain memuji prinsip imparsialitas yang dijunjung tinggi oleh seluruh prajurit Indonesia, ternyata Graziano amat memperhatikan kiprah yang dilakukan oleh Satgas ini setiap waktu. Jenderal bintang dua dari Italia ini dengan lancar dapat menyebut kegiatan-kegiatan apa saja yang selama ini dilakukan oleh Kontingen Indonesia seperti medical assistance (pelayanan kesehatan), smart car (mobil pintar), kursus komputer, kursus bahasa Inggris, pentas kesenian, renovasi pusat layanan kesehatan maupun sumbangan generator listrik untuk orang jompo. Kegiatan-kegiatan tersebut, tambah Graziano, merupakan hal yang sangat positip karena tujuan utamanya memberikan bantuan moril dan pelayanan terhadap masyarakat di sekitar area operasi namun di sisi lain ternyata juga membawa dampak positip yang signifikan terhadap UNIFIL. Cara-cara
pendekatan khas seperti yang dilakukan oleh Kontingen Indonesia dewasa ini maupun kontingen sebelumnya, diakui oleh Graziano ternyata sangat efektif dan dapat diterima oleh masyarakat Lebanon Selatan.
Seusai pertemuan dengan para perwira Satgas, Dubes RI didampingi oleh Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos berkesempatan mengunjungi “Rumah Persahabatan” yang merupakan pusat kegiatan sosial masyarakat di daerah Deir Siriane dimana renovasi rumah tersebut beberapa waktu sebelumnya dilakukan oleh Kontingen Indonesia sendiri secara swadaya atas permintaan masyarakat setempat. Dubes sangat terkesan dengan kreasi dan jerih payah prajurit Kontingen Garuda dan berjanji akan berupaya membantu pelaksanaan program “Rumah Persahabatan” ini agar lebih lancar dan lebih menarik.
Puas melihat-lihat “Rumah Persahabatan”, Dubes RI dan Dansatgas kembali ke UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr untuk menikmati hidangan makan malam bersama dengan seluruh perwira Satgas yang hadir. Usai acara makan malam, Dubes dan rombongan meninggalkan Markas Konga XXIII-B tepat pada pukul 20.30 waktu setempat. (Papen Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL)
Salut selalu buat Indonesia-Ku. Salam hangat dari tanah air buat para volunteer dari Indonesia yang tengah mengemban nama harum negeri ini. Cheers
« Resepsi Pernikahan ala Sudan: Now I pronouce you.. (Alamaak!) Berita Duka Cita: Seorang military observer (MILOBS) Indonesia gugur dalam kecelakaan helikopter di Nepal »