Correspondent Dody WIBOWO
Total 4 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 183 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Kontingan Garuda XX-E sumbangkan solusi transportasi udara
Embarking beyond home comfort to battle front: Indian FFPU in Monrovia >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Terus maju dengan menegakkan disiplin serta imparsialitas dalam mengemban tugas dibawah ...
by Luigi Pralangga in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
salut buat Tim Konga. sukses selalu di mana pun berada ...
by anbhar in Peralatan Pasukan GARUDA XXIII-B lulus standar pasukan PBB
duuh, akhir2 ini kok di kepala saya isinya congo melulu.. :( ...
by nadia in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Wow…two thumbs up for all of you guys there.
membuat anak2 ...
by aryo in Prajurit Garuda bangun Taman bermain untuk anak sekolah Lebanon
Itulah kenangan … yang pasti tdk akan pernah anda lupakan,pasti banyak ...
by Erfan Ahmad in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Sebuah langkah yang positive dalam membangun kerjasama dgn FARDC,hanya saja ...
by Erfan Ahmad in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Yakin, pasti pengalaman bertugas di Lebanon ini adalah merupakan pembuka mata ...
by Luigi Pralangga in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Saya membayangkan fotonya bakalan bersalju, ternyata tetep gersang juga yah, hehehe… ...
by silly in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Wahhh, hebat.
Selamat untuk keberhasilan pasukan garuda membantu membangun taman bermain ...
by silly in Prajurit Garuda bangun Taman bermain untuk anak sekolah Lebanon
Me and Luigi have been discussing about this volunteering things many ...
by silly in Volunteering: Voices from the field!
Lama saya tidak menulis untuk blog ini, dan kali ini saya terusik untuk menulis lagi (tapi juga karena ditagih juga hehehe…), menulis tentang Indonesia, menulis tentang perdamaian, dan menulis tentang diri kita sendiri.
Saya membaca lagi judul blog ini… “Our Peacekeeping Journey”, Apa sih peacekeeping itu? Kalo menurut Eyang Johan Galtung, dalam peacekeeping itu ada strategi-strategi yang tujuan utamanya mengintervensi suatu keadaan dimana kekerasan terjadi dan menjaga agar kekerasan yang lebih besar tidak terjadi. Eyang Galtung juga menjelaskan dua pendekatan lain, yaitu peacemaking dan peacebuilding. Peace-making itu strategi yang difokuskan pada penyelesaian masalah antara pihak-pihak yang bersengketa, sedagkan peacebuilding adalah strategi yang ditujukan untuk mengubah kondisi-kondisi yang memungkinkan untuk terjadinya konflik negatif atau kekerasan. Begitu pengertian sederhananya…
Nah sekarang, banyak wilayah di dunia ini yang masih berada dalam usaha untuk meng-keep perdamaian, dan terimakasih kepada saudara-saudara kita dari Indonesia yang ikut serta berpartisipasi dalam usaha-usaha itu… Terus kalau di Indonesia, kita ngapain ya?
Indonesia itu kalau di dalam strategi perdamaian yang disampaikan Eyang Galtung itu masuk dalam kategori yang mana ya? Peacekeeping, peacemaking, atau peacebuilding? Hmmm… itu sangat tergantung konteks ya… tapi saat ini banyak sekali kegiatan-kegiatan peacebuilding yang dilakukan di Indonesia. Coba saja lihat kegiatan-kegiatan NGO di Indonesia sekarang, banyak sekali yang fokusnya pada peacebuilding activities. Tapi kemudian kalau kita ingin ikut di dalam kegiatan peacebuilding itu, apakah kita kudu ikutan gabung ke NGO-NGO?. Nggak juga… Kita sebagai individu punya potensi untuk melakukan peace-buliding tanpa harus bekerja atau bergabung dengan institusi tertentu. Semua bisa kita lakukan untuk peacebuilding, dan bisa dimulai dari lingkungan terkecil kita terlebih dahulu.
Membahas lebih jauh tentang peacebuilding, kegiatan peacebuilding itu ditujukan untuk membangun dasar yang kuat dalam masyarakat agar kedepannya nanti masyarakat ini menjadi tangguh dalam menghadapi tantangan yang bisa mengarah pada terjadinya konflik negatif atau kekerasan. Strategi peacebuilding dilakukan dengan menyentuh beberapa hal penting dalam pembangunan suatu hubungan seperti mengurangi rasa takut, menghilangkan prasangka dan stereotype, membangun kepercayaan, dan membangun jaringan. Pada akhirnya nanti, strategi peacebuilding mencoba mewujudkan terbentuknya suatu “budaya damai,” yaitu budaya yang mengedepankan metode nir-kekerasan dalam penyelesaian konflik.
Yang dituntut dari kegiatan peacebuilding itu adalah kejelian dan kreativitas kita. Mari kita lihat di sekeliling kita, apa dan siapa yang dapat kita ajak dan bersama-sama mengembangkan kegiatan peacebuilding. Kelompok Ibu-ibu PKK, remaja Karang Taruna, perkumpulan pedagang di pasar tradisional, pelajar dan mahasiswa, anak jalanan, dan masih banyak kelompok masyarakat yang lain bisa kita libatkan dalam kegiatan peacebuilding. Ibu-ibu PKK, dalam pertemuan rutin mereka, bisa kita ajak untuk membicarakan tentang bagaimana mewujudkan keluarga yang damai, bagaimana mendidik anak agar besar menjadi anak yang tumbuh dengan nilai-nilai perdamaian. Pedagang di pasar kita ajak untuk membicarakan pengelolaan sampah di pasar (lingkungan yang bersih adalah bagian dari perdamaian lho..). Sekolah dan universitas menyampaikan kegiatan belajar mengajar yang mendukung terbentuknya generasi yang mengedepankan nilai-nilai perdamaian. Anak-anak jalanan diberi pelatihan ketrampilan yang membuat mereka bisa bekerja mandiri, dan masih banyak ide-ide lain yang bisa kita kembangkan…
20 Mei adalah hari diperingatinya kebangkitan nasional. Mari, kita bangsa Indonesia, bangkit untuk membangun perdamaian di Indonesia menurut kapasitas diri kita masing-masing.
mari kita bangkit dan jadiakan bangsa ini macan Asia, seperti keadaan bangsa kita saat di pimpin mbah Harto
Adalah benar bahwa setiap individu adalah seorang “peacekeeper” pada lingkungannya masing-masing. Dengan kapasitas dan kapabilitasnya masing-masing, setiap daripada kita mempunyai tanggung-jawab bersama dalam menciptakan perdamaian, memelihara dan melestarikannya.
sebenarnya bangkit dari apa nih?? Berarti kita pernah jaya dunk dulunya.. Sekarang harus bangkit dari penjajahan oleh bangsa sendiri kan???hehehehehehheehe
yang paling penting adalah, ubahlah diri sendiri sebelum mengubah orang lain, apalagi pemerintah.
Bosan saya mendengar kata2 dari pemuka agama, elit politik yang bilang “bangsa ini harus bangkit dari keterpurukan, rasa percaya diri, dll” menurut saya mereka bisa lebih konstruktif dengan berkaca apakah mereka sudah melakukannya atau belum. :)
« Kontingan Garuda XX-E sumbangkan solusi transportasi udara Embarking beyond home comfort to battle front: Indian FFPU in Monrovia »