Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 6 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 507 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< HUT Kavaleri ke-57 Dirayakan di Lebanon
Valentine Anak Negeri. Spikolas. Truly World >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Penampilan kedua jenis kesenian Indonesia, baru pertama kali diperlihatkan diacara jamuan di kontingen Indonesia. Jenis tarian ini sudah dipersiapkan sebelum kontingen Indonesia berangkat menuju Lebanon.
(Lebanon Selatan 12/2) — Penampilan prajurit TNI membawakan tari Kecak dan tari Saman pada hari Sabtu (10/2), mengundang tepuk tangan. Didepan para tamu undangan dari kontingen Malaysia, Nepal dan Spanyol, sejumlah 80 prajurit TNI memperagakan tarian ini, dilapangan apel kontingen Indonesia.

Penampilan kedua jenis kesenian Indonesia, baru pertama kali diperlihatkan diacara jamuan di kontingen Indonesia. Jenis tarian ini sudah dipersiapkan sebelum kontingen Indonesia berangkat menuju Lebanon. Kontingen Indonesia memiliki 5 kompi dan setiap kompi memiliki kemampuan untuk membawakan kesenian tradisional. Inisiatif komandan kompi untuk menentukan kesenian tersebut. Rampak gendang dan tari perang Papua, juga akan disiapkan oleh kontingen Indonesia untuk menjamu kontingen lain di kesempatan mendatang.
Letkol Bachero, Dansatgas Spanyol, mengungkapkan kekagumanannya atas kemampuan para prajurit TNI. “Sungguh luar biasa, prajurit kami tidak memiliki kemampuan seperti ini”, ujarnya. “Kalau bisa, nanti pada saat parade di tempat kami, kami akan undang personel Indonesia”, kata perwira lulusan akademi militer Spanyol tahun 1986 tersebut.
Kolonel Dalib Basir, Dansatgas Malaysia, mengungkapkan, bahwa dia tidak menyangka, Indonesia sudah siap dalam segala hal. Tidak hanya kesiapan pasukan namun juga ketrampilan olah seni yang dimiliki Indonesia. “Prajurit kami tidak bisa menari dan belum mempersiapkan hal seperti ini”, lanjutnya. Demikian halnya Letkol Radju, Komandan kontingen Nepal, menyampaikan hal yang serupa. Radju memahami tarian kecak saat announcer menyampaikan latar belakang tari tersebut, berasal dari cerita Ramayana. Saat Hanoman dan Leak muncul, Radju tidak berkedip memperhatihan kemahiran para penari kecak tersebut. “Kami juga memiliki cerita Ramayana dan Mahabrata namun tarian ini membuat saya salut terhadap prajurit Indonesia”, urai perwira berperawankan kecil ini.
« HUT Kavaleri ke-57 Dirayakan di Lebanon Valentine Anak Negeri. Spikolas. Truly World »