Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kecil namun berdampak besar

25 March 2009, 04:55 , by Dede Rusdiana

 

Sabtu malam, 28 Februari 2009,Pukul 22.00, tiba-tiba seorang Tamtama Piket menghancurkan bunga-bunga mimpiku.

“Selamat malam Ton! Ijin diperintahkan menghadap bapak Cakra…..,” kata Ayodya Bandung.

“Busyet…malam-malam gini, ada apaan sich?”, kataku.

“Siap,tidak tahu Ton!”, tambahnya lagi.

Dengan langkah gontai akhirnya saya menghadap bapak Cakra. Tanpa basi-basi meluncurlah sebuah perintah tugas untuk berangkat ke daerah Kasindi besok pagi. Tanpa berpikir panjang lebar dan mata yang masih mengantuk, saya menerima perintah itu dengan sigap.

Sesampainya di barak, seribu satu macam omelan saya keluarkan. Sudah dua minggu ini saya tidak pernah libur karena harus melaksanakan dinas dalam. Setelah berpikir panjang akhirnya saya baru menyadari bahwa tugas ini sangatlah berat. Saya harus menyiapkan akomodasi untuk Presiden Joseph Kabila, orang nomor satu di daerah dimana saya sudah enam bulan ini bertugas di bawah bendera PBB. Saya berpikir bahwa inilah saatnya berbuat sesuatu yang berdampak baik bagi Kontingen Garuda XX-F dimata pemimpin negeri ini.

Hari pertama di bulan Maret 2009 kami berangkat dengan kekuatan 1 regu. Sebelumnya kami berkoordinasi dengan Walikota Beni untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang penempatan tenda nantinya. Tanpa diduga, ternyata wakil Walikota Beni berkenan untuk menemani perjalanan kami. Perjalanan kami tempuh selama 3 jam. Sesampainya di Kasindi tim langsung bertindak. Prajurit Garuda XX-F memang sudah terlatih dalam pendirian tenda karena sudah sering dilatihkan pada saat Pratugas di Pusdik Zeni AD.

Regu kita bagi menjadi 3 tim. Tim 1 bertugas untuk membangun rangka tenda. Tim 2 bertugas untuk menyiapkan peralatan di lapangan dan menggelar tenda. Sedangkan tim 3 bertugas untuk menyiapkan genset. Kami bekerja dengan sangat cekatan. Kurang lebih 1 jam semua pekerjaan telah selesai. Semua tim dapat bekerja dengan sangat profesional meskipun dibawah sengatan matahari.

Pada siang harinya kami mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Menteri Pembangunan Republik Kongo, Bapak Norbert Mahali Kitsa. Pada kesempatan itu kami juga diundang makan siang bersama. Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kontingen Garuda XX-F atas bantuannya dalam menyiapkan kunjungan Presiden Joseph Kabila ke wilayah Kasindi.

Di akhir pertemuan beliau sempat meninjau sebuah jembatan penghubung antara negara Kongo dan negara Uganda. Jembatan itu adalah jembatan yang dibuat oleh Satgas Konga XX-E.

Jenis jembatan yang dibangun sekitar Bulan Agustus 2008 itu adalah Mabey Johnson buatan Inggris. Jembatan dengan panjang sekitar 20 m, lebar 4 m dengan pondasi cor kedua sisi masing-masing 8 m dan kedalaman 10 m pada pertengahan Mei 2008 telah ambruk akibat seringnya dilewati oleh kendaraan bermuatan melebihi tonase pada musim penghujan serta telah rapuh dimakan usia. Jembatan Kasindi adalah salah satu progres yang di prioritaskan, mengingat selain jembatan tersebut sebagai sarana transportasi umum yang dapat menghubungkan dan meningkatkan perekonomian serta perdagangan bagi kedua negara tersebut, juga merupakan satu-satunya sarana transportasi darat bagi UN untuk Distribusi Logistik MONUC baik untuk wilayah North Kivu maupun wilayah Ituri yang meliputi sektor Beni, Butembo, Bunia dan Dungu.

Pada pukul 14 00 waktu setempat, kami kembali ke markas kompi di Kota Beni. Selama perjalanan saya mengucap syukur kapada Allah Swt, karena semua tugas dapat berjalan dengan lancar. Saya berpikir inilah hal-hal yang kecil dan sederhana yang bisa kita berbuat namun insyaallah akan bermanfaat langsung bagi masyarakat Kongo. Semoga Allah selalu meridhoi setiap perjuangan kita. Amin. Semoga Kontingen Garuda XX-F tetap jaya.

Dede RUSDIANA First Lieutenant Dede Rusdiana was born in Kuningan, November 6, 1983. Graduated from Taruna Nusantara Senior High School in 2001 and then joined to Indonesian Military Academy in Magelang. After graduation in 2004, he continued with Basic Ordnance Officer Course...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Bryan Lee University student, Bryan Lee, was born on September 7th 1986 in Sydney, Australia and currently resides in Melbourne. He is currently undertaking his final honours year of Bachelor of Industrial Design at Monash University. For his yearlong final assignment he...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago