Sabtu malam, 28 Februari 2009,Pukul 22.00, tiba-tiba seorang Tamtama Piket menghancurkan bunga-bunga mimpiku.
“Selamat malam Ton! Ijin diperintahkan menghadap bapak Cakra…..,” kata Ayodya Bandung.
“Busyet…malam-malam gini, ada apaan sich?”, kataku.
“Siap,tidak tahu Ton!”, tambahnya lagi.
Dengan langkah gontai akhirnya saya menghadap bapak Cakra. Tanpa basi-basi meluncurlah sebuah perintah tugas untuk berangkat ke daerah Kasindi besok pagi. Tanpa berpikir panjang lebar dan mata yang masih mengantuk, saya menerima perintah itu dengan sigap.
Sesampainya di barak, seribu satu macam omelan saya keluarkan. Sudah dua minggu ini saya tidak pernah libur karena harus melaksanakan dinas dalam. Setelah berpikir panjang akhirnya saya baru menyadari bahwa tugas ini sangatlah berat. Saya harus menyiapkan akomodasi untuk Presiden Joseph Kabila, orang nomor satu di daerah dimana saya sudah enam bulan ini bertugas di bawah bendera PBB. Saya berpikir bahwa inilah saatnya berbuat sesuatu yang berdampak baik bagi Kontingen Garuda XX-F dimata pemimpin negeri ini.
Hari pertama di bulan Maret 2009 kami berangkat dengan kekuatan 1 regu. Sebelumnya kami berkoordinasi dengan Walikota Beni untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang penempatan tenda nantinya. Tanpa diduga, ternyata wakil Walikota Beni berkenan untuk menemani perjalanan kami. Perjalanan kami tempuh selama 3 jam. Sesampainya di Kasindi tim langsung bertindak. Prajurit Garuda XX-F memang sudah terlatih dalam pendirian tenda karena sudah sering dilatihkan pada saat Pratugas di Pusdik Zeni AD.
Regu kita bagi menjadi 3 tim. Tim 1 bertugas untuk membangun rangka tenda. Tim 2 bertugas untuk menyiapkan peralatan di lapangan dan menggelar tenda. Sedangkan tim 3 bertugas untuk menyiapkan genset. Kami bekerja dengan sangat cekatan. Kurang lebih 1 jam semua pekerjaan telah selesai. Semua tim dapat bekerja dengan sangat profesional meskipun dibawah sengatan matahari.
Pada siang harinya kami mendapat kesempatan untuk bertemu dengan Menteri Pembangunan Republik Kongo, Bapak Norbert Mahali Kitsa. Pada kesempatan itu kami juga diundang makan siang bersama. Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kontingen Garuda XX-F atas bantuannya dalam menyiapkan kunjungan Presiden Joseph Kabila ke wilayah Kasindi.
Di akhir pertemuan beliau sempat meninjau sebuah jembatan penghubung antara negara Kongo dan negara Uganda. Jembatan itu adalah jembatan yang dibuat oleh Satgas Konga XX-E.

Jenis jembatan yang dibangun sekitar Bulan Agustus 2008 itu adalah Mabey Johnson buatan Inggris. Jembatan dengan panjang sekitar 20 m, lebar 4 m dengan pondasi cor kedua sisi masing-masing 8 m dan kedalaman 10 m pada pertengahan Mei 2008 telah ambruk akibat seringnya dilewati oleh kendaraan bermuatan melebihi tonase pada musim penghujan serta telah rapuh dimakan usia. Jembatan Kasindi adalah salah satu progres yang di prioritaskan, mengingat selain jembatan tersebut sebagai sarana transportasi umum yang dapat menghubungkan dan meningkatkan perekonomian serta perdagangan bagi kedua negara tersebut, juga merupakan satu-satunya sarana transportasi darat bagi UN untuk Distribusi Logistik MONUC baik untuk wilayah North Kivu maupun wilayah Ituri yang meliputi sektor Beni, Butembo, Bunia dan Dungu.
Pada pukul 14 00 waktu setempat, kami kembali ke markas kompi di Kota Beni. Selama perjalanan saya mengucap syukur kapada Allah Swt, karena semua tugas dapat berjalan dengan lancar. Saya berpikir inilah hal-hal yang kecil dan sederhana yang bisa kita berbuat namun insyaallah akan bermanfaat langsung bagi masyarakat Kongo. Semoga Allah selalu meridhoi setiap perjuangan kita. Amin. Semoga Kontingen Garuda XX-F tetap jaya.
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago