Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 2 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 292 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Foto Tujuhbelasan di Lebanon >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Kegiatan Satgas XXIII-A pada bulan ramadhan tidak jauh berbeda dengan kegiatan yang dilaksanakan pada bulan sebelumnya. Aktifitas patroli yang dilakukan sebanyak empat puluh delapan kali dalam sehari, tidak berkurang. Bahkan perintah dari Komando Sektor Timur, untuk meningkatkan patroli dan pengawasan pada malam hari dan saat sahur.
Daerah tanggung jawab kontingen Indonesia adalah daerah yang penduduknya dominan muslim.

Sehingga suasana bulan suci tidak menjadi kendala bagi pasukan Indonesia. Berdasarkan budaya penduduk lokal, yang menempatkan bulan puasa sebagai bulan ibadah, membuat patroli diatur dengan baik. Patroli tetap dilaksanakan dengan menghormati suasana, sehingga kegiatan patroli berjalan dan hubungan dengan penduduk setempat berlangsung baik. Hal ini tertulis berdasarkan Frago (Fragmentated Order) yang dikeluarkan Unifil dan perintah ini berlaku bagi seluruh kontingen.
Awal Ramadhan yang diberlakukan serentak di Lebanon adalah mulai tanggal 13 September. Penggumunan ini berdasarkan keputusan pemerintah Lebanon. Meskipun Lebanon bukan negara Islam, namun untuk di daerah Selatan Lebanon merupakan mayoritas muslim. Nuasa bulan suci terlihat sama seperti di Indonesia saat bulan puasa. Pelaksanaan ibadah puasa yang dilaksanakan oleh personel TNI Konga XXIII-A, pada Ramadhan diawali sholat taraweh di mushola yang dimiliki Satgas. Sedangkan sahur dimulai pukul 3 pagi. Sedangkan untuk personel yang bertugas jaga, pelaksanaan sahur secara bergantian, sehingga ibadah dan tugas berjalan tanpa hambatan.
Suatu pagi selesai sahur, kompi A melaksanakan patroli dipimpin oleh Serka Rochmat menggunakan dua Ranpur (kendaraan tempur) VAB dengan personel 14 orang, menuju rute patroli. Desa Addaisse menjadi tujuan sesuai dengan jadwal patroli yang dibuat oleh Kepala Seksi Operasi. ”Menyenangkan patroli sehabis sahur, karena saya bisa melihat situasi dan kegiatan masyarakat saat tersebut”, ujar bintara dari Yonif 330 Kostrad ini. ”Ternyata tidak jauh berbeda seperti kita di Indonesia, karena selesai sahur biasanya ngobrol di beranda rumah menjelang sholat subuh. Ternyata mereka melakukan hal yang sama seperti kita”, paparnya.
Rute patroli yang dipertanggung jawabkan, tidak terlalu jauh untuk ditempuh oleh Ranpur, sehingga kecepatan Ranpur tidak lebih dari 10-15 km perjam. Selain untuk menghormati populasi yang berpuasa juga untuk benar-benar memonitor situasi. Selama ini kegiatan patroli yang dilaksanakan oleh Kontingen Indonesia, tidak pernah menimbulkan masalah dengan penduduk setempat. Karena kecepatan Ranpur, maksimal hanya 40 km perjam, itupun bila dijalan raya. Pertimbangan ini dibuat untuk menghargai pengguna kendaraan lain dan juga untuk mengamati situasi. Sehingga selama kontingen Indonesia bertugas di Lebanon, tidak pernah mendapat keluhan dari penduduk lokal terhadap aktifitas patroli tersebut.
Dari 850 Prajurit Kontingen Indonesia yang sedang tugas di Lebanon, tidak semuanya muslim. Terdapat pemeluk agama yang lainya, terdiri dari 55 orang Nasrani dan 19 orang Hindu. Praka Hasibuan, menceritakan bahwa dia sangat menghormati rekan-rekan yang berpuasa. Sehingga meskipun sudah waktunya makan pagi ataupun siang, Hasibuan berusaha untuk tidak makan didepan rekan-rekannya yang berpuasa. Sebuah ruangan disediakan untuk mereka yang tidak berpuasa. Hal ini sudah menjadi hal yang wajar di lingkungan tentara, untuk saling menghormati antar agama. Satu hal yang menarik adalah, meskipun puasa namun juru masaknya adalah muslim. Hal ini terkait dengan kemampuan yang dimiliki disesuaikan dengan jabatannya. ”Saya sangat menghormati rekan-rekan saya, ini yang membuat saya kalau perlu menahan untuk tidak makan”, ujar bapak dua putri ini. Hasibuan yang sebelum menjadi tentara adalah bekas sopir angkutan di Cililitan menyampaikan simpatinya. ”Biasanya bila bulan puasa saya lihat rekan-rekan saya di satuan (di Indonesia), berkumpul dengan keluarga, sholat taraweh, sahur dan ngabuburit dengan keluarga. Akan tetapi disini, saya juga merasakan walaupun saya Nasrani, saya yakin ada kerinduan untuk berpuasa dengan keluarga. Namun saya yakin, rekan-rekan yang muslim mengutamakan tugas untuk nama bangsa dan negara. Mudah-mudahan rekan-rekan saya yang berpuasa diberikan kekuatan iman dan ridho dari Tuhan YME untuk menyelesaikan misi di Lebanon ini, ujarnya.

Agar layaknya berpuasa ditanah air, juru masak dan petugas dapur mengolah bahan mentah yang diterima dari Unifil menjadi menu berbuka. Kolak pisang, bubur kacang hijau dan korma menjadi hidangan untuk ta’jil (berbuka). Keterbatasan santan kelapa dan gula merah tidak menjadi halangan bagi Kopral Armadi untuk mebuat menu tersebut enak disantap. Kopral yang berasal dari satuan Bekang (Perbekalan dan angkutan) Kostrad meramu bahan yang ada menjadi lezat. ”Kami menerima bahan, lebih banyak berbentuk bubuk kering. Karena di Lebanon semua bumbu dapur di import. Namun kami dapat mengolahnya menjadi hidangan saat berbuka sama seperti di Indonesia”, papar pria yang berasal dari Rangkas Bitung ini.
Kegiatan yang lain di Kontingen Indonesia adalah sholat taraweh yang dilaksanakan di mushola.

Setiap kompi memiliki musholanya masing-masing, terkait letaknya yang berjauhan. Sedangkan di Mako (Markas Komando) Satgas memiliki mushola dilantai tiga. Ruangan tersebut pada saat ramadhan dipenuhi kegiatan keagamaan, untuk meningkatkan semangat beribadah dibulan suci. Menjelang sholat taraweh, Letkol Munim, Kapten Ridwan dan Kapten Ali secara bergantian mengisi ceramah. Kultum (Kuliah Tujuh Menit) secara interaksi disampaikan sebagai siraman rohani dan menambah wawasan serta ketaqwaan agama Islam.
Insyallah semua dedikasi dan perjuangan para peacekeepers di Konga XXI-A di UNIFIL menjadikan pahala yang besar dan senantiasa mendekatkan setiap hamba Allah selalu menjalankan ibadahnya dengan khusyuk meski di medan penugasan.
Salam hangat dari peacekeepers di Liberia, Afrika Barat! :-)
Menarik juga membaca kegiatan para TNI yg ditugaskan di Lebanon. Selamat berpuasa, semoga selalu terlindungi dlm bertugas.