Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Puguh PAMUNGKAS

Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”

17 August 2008, 00:00 , by Puguh PAMUNGKAS

 

May 2008, adalah awal menjalani kehidupan yang berwarna dan baru bagi seorang anak manusia yang bisa dikatakan masih bau kencur dalam belantara dunia peacekeeping. Khususnya bagi mereka yang mengawali karir bersama UNHAS dulunya. Saat kedua kaki ini menginjakkan benua yang konon katanya berlian hitam Afrika – tepatnya Sudan.

Dengan modal keberanian dan doa sang Bunda serta Alqa menguatkan semua tekad. Saya ingat dengan artikel berjudul: Manuver itu berawal dari langkah kecil, kata Kang Luigi

Tak terasa 3 bulan telah belalu, dengan semua aktivitas yang amat sangat menyibukkan, serta penuh dengan kejutan-kejutan, terutama saat bergabung dengan Unit yang namanya MovCon (Movement Control) ini.

Banyak hal baru yang didapat dan proses pembelajaran selain modal pengalaman sebelumnya yang dari UNHAS – diaplikasikan di tempat yang baru ini. Semua itu telah menjadi bekal dan pelajaran kedepan, namun entah apa kedepan rahasia Ilahi ini setelah episode Surat Cinta dari Darfur ini diterima.

Akhirnya si kencur ini menjadikan Khartoum, ibukota Sudan, sebagai duty station. Meski jauh dari ketegangan layaknya seperti diberitakan media, tapi coba lihat ketegangan apa dan yang mana dulu?. Tidak dipungkiri bahwa semua hal pasti tidak luput dari kendala. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang moda transportasi yang dirasa sangat vital.

Mungkin bagi sebagian staff yang memperoleh kendaraan (mobil) tiap kantor unit-nya namun banyak mereka lain-nya tidak sebegitu beruntung. bekerja di Khartoum, sebagai staff asing, tanpa dukungan kendaraan dinas kantor, juga di rasakan si kencur ini. Setiap harinya harus terus berurusan dengan Transport Dispatch Unit, sebuah Sub Unit pada UNAMID Transport Section yang mengatur antar-jemput para staff UNAMID yang berbasis/berkantor di Khartoum.

Agar dapat dijemput-antar oleh sopir dari si Dispatch Unit ini, layaknya pesan taxi Blue Bird di Jakarta, dimana kita harus melakukan pemesanan (booking) sehari sebelumnya. Pernah juga sih mengikuti jadwal bus yang rutenya melalui tempat tinggal, namun hal ini banyak molornya dan serba ga jelas. Jadi terlambatlah tiba di kantornya.

Dari pengalaman itu, kemudian dicobalah membooking, yang Alhamdullillah lumayan tepat waktu walau tidak jarang juga sering telat ato malah tidak datang sama sekali, meski sudah di hubungi – berjuta-macam aja alasanya sih.

Mas, ya mau ga mau harus Tagiga (sabar) – kata mereka. Atau langkah lain yaitu menggunakan Reksa (Tuktuk) ato Amjad yaitu sebuah bus kota persis Metromini ato Robur (Kendaraan taoun 70 yang digunakan semasa kuliah dulu).

Meski perasaan ini masih berasa seperti turis, namun kondisi penuh sesak dimana “bau menyengat yang sangit” dari jenis karakter bau-nya ini TIDAK akan ditemukan pada manusia Indonesia dengan kelek (Baca: Ketiak) tersangit sekalipun!

Nah, pengalaman naik Amjad Khartoum ini mengingatkan pada suatu kegembiraan ya ingat masa kuliah dulu sih, ya asik dan dibawa enjoy dan harus dinikmati perjalanan ke tempat tujuan dengan selamat. (eh bukan selamat keperjalanan menuju kantor atau kerumah aja dong yang pastinya dunia Akhirat Insya Allah selamat).

Perjalanan Amjad Khartoum nampaknya mempunyai kemiripan dengan perjalanan dalam hidup ini.

Semuanya terus berlanjut, paling tidak hari ini dan beberapa hari kedepan adalah bagian perjalanan yang menemani kehampaan hingga tiba saatnya waktu berlibur (ORB+Leave).


Menghitung hari…

Satu minggu berlalu sudah.. munggu berakhirnya si minggu berikutnya, hingga saatnya tiba untuk terbang mudik menemui keluarga tercinta di kampung halaman.

Bolehlah berbagi pengalaman, bila pernah menggunakan transportasi umum di negara di afrika atau mungkin dimana saja, bisa jadi serupa dengan yang ada disini. Until, then… Salam hangat dari Khartoum, Ibukota Sudan.

Puguh PAMUNGKAS Puguh PAMUNGKAS With extensive hands-on experience in Movement Control and Air Operation field, Puguh Pamungkas contributed a significant role under the flag of UNHAS – United Nations World Food Programme Humanitarian Air Service, based in Banda Aceh, Aceh province – Indonesia. His...

Detail Profile »

9  Comments

by Luigi Pralangga at 18 August 2008, 04:53

Dear Puguh,

Sudahpasti pengalaman unik yah bisa merasakan bagaimana rasanya naik kendaraan umum di Khartooum dengan bau yang sudah pasti gak akan lupa. Di Liberia, bus umum masih baru diperkenalkan selam ini hanya didukung oleh transportasi shared-taxi kuning nan-peyot itu.

Bersabarlah, hari-hari menuju cuti sudah dekat. :D Salam hangat dari Liberia.

by Donasion at 18 August 2008, 16:14

Mas Puguh,,,Mas puguh masih lumayan naik, apa namanya tuh?
Kalau saya di Harper,perbatasan Liberia, Pantai Gading,pernah naik ojek,,disini disebut Peng-Peng. Kayak motor bebek di tanah air. Mereknya TVS,,di pendakian,,saya harus turun karena si Peng-Peng gak kuat narik 2 penumpang.
Anyway,,,sabar ya,,,kan udh mau cuti.:D
Saya pulang mudik 7 September ini, mengitung hari nich.
Salam.

by Fina at 19 August 2008, 08:04

Puguh…
Ternyata baik2 aja dirimu d sana yak!! sukur deh :)

Salam dari aceh.
-Fina

by Yunita Dwiana P at 19 August 2008, 16:59

Mas Puguh, salut deh dengan tetap dijalankan tugasnya disana walaupun didera masalah alat transportasi sekalipun. Tapi yang namannya tugas ya tetap tugas kan mas, jadi harus tetap berjalan dengan cara apapun itu. Sabar deh mas kalau memang mau pulang kampung sebentar lagi .

by Mewal at 20 August 2008, 22:38

seng sabar ya nduk….

by wijaya at 23 August 2008, 11:44

wah itu photo duduknya siapa yang ngambil ya? berasa di terminal, jadi inget masa lalu..he..he….

by Kurniawan at 2 September 2008, 11:24

Wak, kapan cuti.. kami tunggu ko di Banda Aceh
btw, skype kok ga aktif2 seh.

by Kurniawan at 2 September 2008, 11:28

kaca mata nya keren tuh..
blh juga kalu nanti jadi oleh2

by Bella at 23 September 2008, 13:10

Dear Puguh,

Salam Kenal yah..
gmn pengalaman nya selama di darfur..
Saya boleh minta personal email nya?
Isnyaallah saya akan dikirim ke Darfur and i have no idea about sudan..kalo tidak keberatan saya mau tanya2 ttg Darfur/Sudan

Thanks,
Bella

 

Commenting is closed for this article.

Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

442 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Donasion Donasion Having to conclude his initial assignment with the International Federation of Red Cross – IFRC, then successfully completed another at the British Red Cross during the Tsunami post-disaster rehabilitation in Aceh Province, Donasion further engaged into new challenges in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Partner

pralangga.blogspot.com
 

Recent Stories

Monuc tinjau pekerjaan PBB
Deputy Force Commander Monuc – Mayor Jenderal Andrian Foster melihat dari dekat pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian PBB di Dungu-Negara Republik Demokratis Kongo hari Kamis (2/7). Kunjungan... »
Leo Sugandi , 22 hours ago

Indobatt resmikan Taman Masyarakat di Lebanon
Sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia, pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL atau sering disebut dengan Indobatt ( Indonesian Battalion ) di Lebanon... »
Hari Mulyanto , 4 days ago

Jenderal Martinez tinjau KESIAPAN OPERASI INDOBATT
Komandan Sektor Timur UNIFIL ( United Nations Interim Force In Lebanon ) – Brigadir Jenderal Prieto Martinez meninjau langsung kesiapan operasi Batalyon Indonesia (Indobatt)/ Konga XXIII-C yang... »
Hari Mulyanto , 4 days ago

All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission
Memang pada pagi hari itu, si kampret ini tidak sempat menyisir dan mebaca email-email yang masuk. Sudah ad sekitar 50-an lebih masih berstatuskan unread dengan tulisan cetak tebal, beberapa diantaranya... »
Luigi PRALANGGA , 4 days ago

2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon kembali menunjukkan prestasinya dalam lomba menembak antar kontingen se UNIFIL ( United Nations Interim Force In Lebanon ) yang diselenggarakan oleh... »
Hari Mulyanto , 8 days ago

 

Recent Comments

hera sri m commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


dewi commented on Indobatt resmikan Taman Masyarakat di Lebanon
a few seconds ago


budhie commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


Edison Simanjuntak commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


Yudha PH commented on All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission
a few seconds ago