Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Puguh PAMUNGKAS

Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”

16 August 2008, 23:00 , by Puguh Pamungkas

 

May 2008, adalah awal menjalani kehidupan yang berwarna dan baru bagi seorang anak manusia yang bisa dikatakan masih bau kencur dalam belantara dunia peacekeeping. Khususnya bagi mereka yang mengawali karir bersama UNHAS dulunya. Saat kedua kaki ini menginjakkan benua yang konon katanya berlian hitam Afrika – tepatnya Sudan.

Dengan modal keberanian dan doa sang Bunda serta Alqa menguatkan semua tekad. Saya ingat dengan artikel berjudul: Manuver itu berawal dari langkah kecil, kata Kang Luigi

Tak terasa 3 bulan telah belalu, dengan semua aktivitas yang amat sangat menyibukkan, serta penuh dengan kejutan-kejutan, terutama saat bergabung dengan Unit yang namanya MovCon (Movement Control) ini.

Banyak hal baru yang didapat dan proses pembelajaran selain modal pengalaman sebelumnya yang dari UNHAS – diaplikasikan di tempat yang baru ini. Semua itu telah menjadi bekal dan pelajaran kedepan, namun entah apa kedepan rahasia Ilahi ini setelah episode Surat Cinta dari Darfur ini diterima.

Akhirnya si kencur ini menjadikan Khartoum, ibukota Sudan, sebagai duty station. Meski jauh dari ketegangan layaknya seperti diberitakan media, tapi coba lihat ketegangan apa dan yang mana dulu?. Tidak dipungkiri bahwa semua hal pasti tidak luput dari kendala. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang moda transportasi yang dirasa sangat vital.

Mungkin bagi sebagian staff yang memperoleh kendaraan (mobil) tiap kantor unit-nya namun banyak mereka lain-nya tidak sebegitu beruntung. bekerja di Khartoum, sebagai staff asing, tanpa dukungan kendaraan dinas kantor, juga di rasakan si kencur ini. Setiap harinya harus terus berurusan dengan Transport Dispatch Unit, sebuah Sub Unit pada UNAMID Transport Section yang mengatur antar-jemput para staff UNAMID yang berbasis/berkantor di Khartoum.

Agar dapat dijemput-antar oleh sopir dari si Dispatch Unit ini, layaknya pesan taxi Blue Bird di Jakarta, dimana kita harus melakukan pemesanan (booking) sehari sebelumnya. Pernah juga sih mengikuti jadwal bus yang rutenya melalui tempat tinggal, namun hal ini banyak molornya dan serba ga jelas. Jadi terlambatlah tiba di kantornya.

Dari pengalaman itu, kemudian dicobalah membooking, yang Alhamdullillah lumayan tepat waktu walau tidak jarang juga sering telat ato malah tidak datang sama sekali, meski sudah di hubungi – berjuta-macam aja alasanya sih.

Mas, ya mau ga mau harus Tagiga (sabar) – kata mereka. Atau langkah lain yaitu menggunakan Reksa (Tuktuk) ato Amjad yaitu sebuah bus kota persis Metromini ato Robur (Kendaraan taoun 70 yang digunakan semasa kuliah dulu).

Meski perasaan ini masih berasa seperti turis, namun kondisi penuh sesak dimana “bau menyengat yang sangit” dari jenis karakter bau-nya ini TIDAK akan ditemukan pada manusia Indonesia dengan kelek (Baca: Ketiak) tersangit sekalipun!

Nah, pengalaman naik Amjad Khartoum ini mengingatkan pada suatu kegembiraan ya ingat masa kuliah dulu sih, ya asik dan dibawa enjoy dan harus dinikmati perjalanan ke tempat tujuan dengan selamat. (eh bukan selamat keperjalanan menuju kantor atau kerumah aja dong yang pastinya dunia Akhirat Insya Allah selamat).

Perjalanan Amjad Khartoum nampaknya mempunyai kemiripan dengan perjalanan dalam hidup ini.

Semuanya terus berlanjut, paling tidak hari ini dan beberapa hari kedepan adalah bagian perjalanan yang menemani kehampaan hingga tiba saatnya waktu berlibur (ORB+Leave).

Menghitung hari…

Satu minggu berlalu sudah.. munggu berakhirnya si minggu berikutnya, hingga saatnya tiba untuk terbang mudik menemui keluarga tercinta di kampung halaman.

Bolehlah berbagi pengalaman, bila pernah menggunakan transportasi umum di negara di afrika atau mungkin dimana saja, bisa jadi serupa dengan yang ada disini. Until, then… Salam hangat dari Khartoum, Ibukota Sudan.

Puguh PAMUNGKAS Puguh PAMUNGKAS With extensive hands-on experience in Movement Control and Air Operation field, Puguh Pamungkas contributed a significant role under the flag of UNHAS – United Nations World Food Programme Humanitarian Air Service, based in Banda Aceh, Aceh province – Indonesia. His...

Detail Profile »

9  Comments

by Luigi Pralangga at 18 August 2008, 03:53

Dear Puguh,

Sudahpasti pengalaman unik yah bisa merasakan bagaimana rasanya naik kendaraan umum di Khartooum dengan bau yang sudah pasti gak akan lupa. Di Liberia, bus umum masih baru diperkenalkan selam ini hanya didukung oleh transportasi shared-taxi kuning nan-peyot itu.

Bersabarlah, hari-hari menuju cuti sudah dekat. :D Salam hangat dari Liberia.

by Donasion at 18 August 2008, 15:14

Mas Puguh,,,Mas puguh masih lumayan naik, apa namanya tuh?
Kalau saya di Harper,perbatasan Liberia, Pantai Gading,pernah naik ojek,,disini disebut Peng-Peng. Kayak motor bebek di tanah air. Mereknya TVS,,di pendakian,,saya harus turun karena si Peng-Peng gak kuat narik 2 penumpang.
Anyway,,,sabar ya,,,kan udh mau cuti.:D
Saya pulang mudik 7 September ini, mengitung hari nich.
Salam.

by Fina at 19 August 2008, 07:04

Puguh…
Ternyata baik2 aja dirimu d sana yak!! sukur deh :)

Salam dari aceh.
-Fina

by Yunita Dwiana P at 19 August 2008, 15:59

Mas Puguh, salut deh dengan tetap dijalankan tugasnya disana walaupun didera masalah alat transportasi sekalipun. Tapi yang namannya tugas ya tetap tugas kan mas, jadi harus tetap berjalan dengan cara apapun itu. Sabar deh mas kalau memang mau pulang kampung sebentar lagi .

by Mewal at 20 August 2008, 21:38

seng sabar ya nduk….

by wijaya at 23 August 2008, 10:44

wah itu photo duduknya siapa yang ngambil ya? berasa di terminal, jadi inget masa lalu..he..he….

by Kurniawan at 2 September 2008, 10:24

Wak, kapan cuti.. kami tunggu ko di Banda Aceh
btw, skype kok ga aktif2 seh.

by Kurniawan at 2 September 2008, 10:28

kaca mata nya keren tuh..
blh juga kalu nanti jadi oleh2

by Bella at 23 September 2008, 12:10

Dear Puguh,

Salam Kenal yah..
gmn pengalaman nya selama di darfur..
Saya boleh minta personal email nya?
Isnyaallah saya akan dikirim ke Darfur and i have no idea about sudan..kalo tidak keberatan saya mau tanya2 ttg Darfur/Sudan

Thanks,
Bella

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nurul Fitri Lubis Working in humanitarian has been her endeavor since she conducted a lecture task to design a proper house in slum area for poor people. Nurul Fitri Lubis was born on August 19th 1980 in Medan, a city which is still...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago