Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kemiskinan mengancam kelestarian hutan Liberia

9 July 2010, 11:21 , by Luigi Pralangga

 

Voinjama, Liberia — Wanita itu mendekati 6 bulan masa kehamilan, ditambah lagi dengan 2 anak kecil berusia 3 dan 5 tahun, sebut saja namanya Fatumata Warjineh. Bersama suaminya, mereka mencari nafkah dengan bertani, dan menjaga kelestarian hutan bukanlah menjadi prioritas utama bagi mereka saat ini. Waktu itu, kami dan rombongan dari staff UNMIL sedang berkunjung ke Voinjama dalam rangka kegiatan kebugaran pagi dan sekaligus juga kunjungan rutin ke sector pedalaman Liberia.

Terlihat jelas sekali kemanapun arah pandangan mata ini berputar, batang-batang pohon itu bergeletakan terbakar sudah dan tidak sedikit yang asapnya masih tersisa pada beberapa bagian batang yang tumbang itu. Akar-akar pohon yang tidak dapat dicabut, maka dibiarkannyalah terbakar menjadikannya sebagai arang yang masih membara dari hasil perambahan hutan dan dibakarnya lahan itu 3 hari lalu. Sementara Fatumata sibuk menebar benih jagung di daerah lahan yang sudah dibersihkannya. Itulah sebagian dari nasib lahan hutan hujan (Maksudnya: Rainforest) di Liberia.

Hiking 100 Hiking 108
Hiking 114 Hiking 133
Hiking 143 Hiking 144

Harus diakui bahwa bagi Fatumata dan kebanyakan penduduk di negeri ini, cara bercocok tanam yang mereka fahami benar adalah: Tebang-dan-bakar (Slash-and-burn). Sebuah metoda yang amat sangat merusak lingkungan. Saat ditanyakan pada Fatumata, dijawabnyalah dengan menghela nafas panjang:

“Andai saja saya punya pekerjaan lain untuk mencari nafkah, tentunya saya tidak akan membakar hutan macam begini – tahu bener sih ini (menebang dan membakar) memang merusak, dan hutan adalah penting buat kehidupan..”

Belum lama ia usai berbicara, ia menambahkannya lagi: “Sebenernya tanpa hutan ini, hidup kita bisa sengsara..”

Kita pasti faham benar dengan jargon yang diteriakkan oleh para pencinta lingkungan itu, bahwa hutan hujan sudah berada dalam ambang kondisi kritis dari kerusakan, dimana peranan hutan hujan sebagai paru-paru dunia adalah cara ampuh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim (Climate change) ini, termasuk didalamnya kekayaan hayati yang terkandung didalamnya – sementara adalah sebuah fakta (di Liberia): Kemiskinan adalah factor utama yang memaksa Ibu dari 2 anak kecil ini dan mereka lainnya untuk malah menghancurkannya.

Selanjang perjalanan cross-country ini, saya dan rombongan Wellness Program ini banyak disapa oleh penduduk yang sedang menikmati hari akhir pekan-nya. Dari mulai anak-anak kecil yang kemudian ikut menemani berjalan, sampai ke para nene-nene yang melambaikan tangannya dengan sapaan ramah: “Hello, White man.. – how are you?

Hiking 062

Hiking 069

Saat rombongan sudah mulai masuk daerah rawa dan berkurangnya pepohonan, anggota rombongan wanita mulai mendapatkan tantangan yang cukup berarti buat mereka: melewati parit/rawa melalui sebilah papan. Lihat saja bagaimana mereka mulai agak menari-nari saat melintas:

Hiking 095

Hawa asap yang masih kentara benar itu meski langkah perjalanan kami sudah mendekati kaki bukit. Kaki ini sudah mulai letih dan bukan sedikit dari kita yang sudah mulai tercecer dari rombongan, duduk diatas bebatuan berusaha mengejar nafas yangtersengal karena letih. Sementara saya dan beberapa kawan bergeser urutannya dari berada di depan kini sudah ditengah seiring dengan medan yang mulai menanjak.

Namun, sepertinya teman-teman Military Peacekeepers dari Pakbatt-12 (Pakistan Battalion) ini selalu menyemangati kita yang sudha mulai beranjak sangat lambat. “Come-on.. one more step.. you can do it..” begitu terus dia berkata. Dalam hati berkata: “Sampeyan enak, sudah terbiasa tiap hari patroli keluar masuk hutan macam begini.. sementara kita orang dari Monrovia, seharian penuh berada dibelakang meja.. begitu disuruh cross-country macam begini jelaslah —-> mampus!“.

Hiking 162 Hiking 180

Beginilah tipikal orang yang biasa hidup di kota dan kurang olahraga, begitu dicoba untuk mendaki bukit yang saat dilihat dari jauh, sempat dalam hati berujar; “Ah, saya bisa kok.. bukit kecil sepertinya” namun saat dijalani, ampun deh! – kok nggak nyampe-nyampe sih? . Sebelnya lagi, karena terus ditempel sama mamang brewok personil dari Pakistani Army ini, kesempatan ngaso (Baca: Istirahat mengejar nafas) diberikan sangat sebentar sekali, malah ditopanglah kedua tangan ini oleh pundak-nya dan badan ini terasa didongkrak menaiki bukit. Nyampur deh itu bau kelek sangitnya..

Hiking 189 Hiking 199
Hiking 202 Hiking 201

Dari foto diatas kelihatan jelas memang mereka adalah personil peacekeepers yang fit dan piawai dalam mengenal medan penugasan mereka dan mampu mengarunginya dengan sigap. Kebayang saja, mereka patroli keluar-masuk berjalan kaki, naik-turun bukit ini —> Tiap hari!

Pada saat tiba di puncak bukit Voinjama, tur melintas hutan lindung Voinjama usai sudah. Usai melakukan rehat sejenak dari pendakian bukit yang cukupmembuat nafas ini ngos-ngosan, kita berfoto bersama sebelum menuruni bukit dan kembali ke camp.

Hiking 228

Hutan Liberia menurut data dari situs Earthtrends hanya berkisar 42% saja, yang arealnya dimulai dari the Upper Guinean Rainforest – yaitu bagian terpisah yang dahulunya meliputi sebagian besar dari wilayah Afrika Barat, kini menyusut hingga tinggal 12 persen saja. Secara umum, penduduk Negara di bagian Afrika Barat ini, telah sebagian besar mengandalkan kelangsungan hidupnya pada hutan yang telah menjadi sumber pangan, obat-obatan bahkan menjadikan hutan sebagai daerah pengungsian mereka selama masa konflik bersenjata di tahun 1989 hingga 2003. Tidak sedikit pula masayarakat di pedalaman dan sekitar wilayah hutan lindung yang mengembangkan lahan pertanian kecil dan berburu satwa liar sebagai sumber pasokan protein hewani.

Merujuk data dari Badan Pengawasan Lingkungan Liberia (EPA – Environmental Protection Agency), dimana ancaraman pengrusakan hutan (Deforestation) ini sudah pada stadium akut, yaitu hamper 70% dari populasi di Liberia melakukanmetoda bercocok tanam dengan tebang-dan-bakar (Slash-and-burn). Hal ini dikatakan oleh Johansen Voker – the acting executive director of Liberia’s Environmental Protection Agency.

Metode sederhana dan sudah menjadi tradisi yang dipakai di berbagai tempat di dunia ini dalam merambah hutan adalah _ slash-and-burn _ dimana prosesnya menebang pohon dan membakar ranting-rantingnya agar abu yang kaya akan unsure hara bisa membantu meningkatkan untuk kemudian si lahan itu ditanami tanaman palawija dengan kurun waktu panen yang relative singkat: Jagung. Singkong dan Padi.

Buchanan Bushes

Meski memang badan PBB di bidang lingkungan; UNEP – United Nations Environmental Programme adalah badan khusus PBB yang berkepentingan mengurusi perihal ini, pihak misi pemulihan perdamaian PBB juga mendukukng kelestarian lingkungan melalui beberapa program bersama melibatkan masyarakat dan badan pemerintah setempat agar secara berkesinambungan mengembalikan fungsi hutan dan melestarikannya dengan pengarahan dan penyuluhan terpadu. Perjalanan ke pelosok voinjama tempo hari, juga sebagai rangkaian kunjungan kerja melihat kegiatan operasional misi di daerah. Perjalanan melewati hutan Voinjama tersebut juga didukung oleh personil pasukan khusus dari battalion Pakistan yang mendampingi rombongan dan faham akan medan hutan dan perbukitan disana.

Air Recce Coastal

Fakta di lapangan masih terasa benar bahwa pengerusakan hutan lindung di Liberia terus berjalan, termasuk itu kegiatan penebangan hutan dan penambangan emas secara liar, dan konsumsi kayu-kayu hutan itu sebagai bahan membuat kayu arang. Bahan bakar yang menghidupi mayoritas dapur penduduk di Liberia. Hal ini jelas menjadi sebuah ancaman nyata bagi punahnya hutan di Liberia.

Dari berbagai perbincangan saya selama lebih dari 6 tahun bertugas di Liberia, nampaknya ungkapan dibawah ini adalah benar:

It is poverty that drives people into burning charcoal as a source of fuel and it is poverty that drives people into the kind of unsustainable farming.

What they think about is how they can cut down a tree to produce charcoal and that charcoal will put a bowl of rice on their table.

Menurut data dari 2010 Report on Deforestation oleh badan pangan dan pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization), dimana benua Africa telah kehilangan sebanyak 3.4 juta hektar lahan hutan dalam kurun 1 dekade kebelakang , dimana angka ini adalah peringkat kedua setelah Amerika Selatan termasuk didalamnya wilayah hutan Amazon.

Wilayah hutan Afrika banyak dijumpai dan terkonsentrasi pada wilayah barat dan bagian pusat-nya dimana akibat konflik bersenjata yang terjadi pada banyak Negara di wilayah itu mengakibatkan kerusakan hutan yang parah melalui penyalahgunaan sumberdaya hutan dan tumpahnya populasi pengungsi yang mencari perlindungan dengan lari ke hutan.

Untuk wilayah West Africa, konflik bersenjata yangterjadi di Liberia dan Sierra Leone telah menciptakan lebih dari satu juta jiwa menjadi pengungsi yang tumpah-ruah dari daerah/wilayah perbatasan masing-masing dan masuk menghuni wilayah hutan Guinea dan wilayah hutan Ivory Coast, yaitu wilayah hutan dengan kekayaan hayati terbesar di dunia.

Konflik bersenjata, dan kemiskinan adalah salah satu musuh yang nyata bagi hutan lindung Liberia.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

1  Comment

by Sangulosquaw at 4 October 2011, 04:29

Gak nyangka! Kalo diliat dari foto-fotonya kang Luigi, (6 foto pertama), hutan Liberia adalah termasuk hutan hujan (Rainforest) di Afrika Barat. Sementara pengertian harafiah dari hutan hujan adalah hutan tropis yang banyak menerima hujan dan biasanya memiliki banyak sekali pohon-pohon besar, tanaman & hewan :-( Duhh, sayang banget yaa… skarang sudah seperti di foto-foto itu, bukan kayak hutan lagi melainkan seperti perkebunan. Padahal, kalo hutan itu dilestarikan, tetap dipertahankan kerimbunannya, maka Insya Allah akan memberikan manfaat bagi penduduk disekitarnya. Saya setuju, dengan melihat kenyataan ini, maka perang & kemiskinan adalah musuh utama kita semua…demi kelangsungan umat manusia. Saya yakin & masih percaya akan manfaat Hutan (selain juga saya di doktrin dari buku pelajaran sekolah sedari saya SD) manfaat hutan adalah sebagai pengatur tata air & penghasil oksigen (untuk rainforest adalah penghasil 40% oksigen dunia), maka orang-orang yang suka perang & yang suka menghabisi sumber daya hutan harus dicuci otak dulu kali yaa… Biar bener otaknya sehingga bisa berpikir jernih dan paham akan bencana apa yang akan kita hadapi nantinya kalo tidak ada hutan samsek.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Agung Kanigoro AKP Agung Kanigoro Nusantoro, SH , S.IK was born in Jakarta on june 6, 1978. He spent his childhood in Jakarta since 1978-1996.After graduated from SMAN 39 Cijantung in1996 he joined with Police Academy and graduated in 2000.He graduated from...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago