Every challenges remain exposing some degree of opportunity – begitulah istilahnya yang berlaku bagi banyak kelompok usaha yang senentiasa menjadi mitra rekanan misi-misi pemulihan perdamian PBB. Selama ini peranan mereka adalah penting bagi kebutuhan operasional dan dukungan logistik sebuah misi, apalagi saat misi PBB tersebut masih berada dalam tahap awal atau duikenal sebagai dengan istilah: Start-up mission dimana kebutuhan akan barang dan jasa, apapun itu jenis komoditinya amat sangat dibutuhkan oleh pihak misi demi keterlangsungan operasi, maka divisi pembelanjaan dan kontrak pada setiap misi PBB secara terpadu menggunakan anggaran yang dipercayakan kepadanya melalui proses tender internasional yang berlaku mengundang rekanan penyedia barang dan jasa untuk berpartisipasi dalam proyek pengadaan untuk dikirimkan ke daerah misi.
Satu unit kerja dalam divisi kantor pembelanjaan dan kontrak pada misi PBB di Liberia, adalah Support Unit yang salah satu tugasnya adalah meregulasi dan berkomunikasi dengan para perusahaan penyedia barang/jasa tersebut, umumnya dikenal dengan istilah ‘supplier’ yang menjadi lini kontak utama perihal pendaftaran perusahaan mereka kedalam sistem online procurement misi agar kemudian mengundang mereka pada proses tender dan pembeanjaan misi tersebut. Selain itu, unit kerja ini juga berkewajiban melalukan prakualifikasi dan suspensi atau pemutusan pendaftaran rekanan bila sang supplier yang bersangkutan melakukan pelanggaran atas kontrak penyediaan barang/jasa serta melakukan koordinasi atas manajemen rekanan yang notabene ratusan sampai ribuan perusahaan terdaftar dalam roster rekanan.
Seperti apa sih besaran pasar bisnis pada lingkup PBB?, seberapa besar tender yang bisa diikuti oleh sebuah rekanan?, bagaimana caranya sebuah perusahaan yang sudah lama di bidang jasa konstruksi bisa ikut berpartisipasi dalam tender proyek pembangunan pada misi PBB yang notabene berada di lahanpasca-konflik?, untuk memulai pendaftaran mesti kemana dan berbicara dengan siapa?, kalau ini bagaimana, mengenai itu-nya seperti apa prosedurnya?, dan segudang pertanyaan perihal menyiasati kesempatan bisnis pada misi PBB, bagi perusahaan yang berminat, bisa ditengok pada situs United Nations Global Markets
Situs UNGM ini dikelola oleh UNOPS dan diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan procurement & supply chain bagi 25 badan Khusus PBB dan United Nations Procurement Division yang membawahi kantor-kantor pembelanjaan & kontrak terhadap 20an lebih kantor pembelanjaan & kontrak setingkat Peacekeeping Operations (PKO) Mission’s office, sedianya saya bertugas ini.
Dalam upaya mengelola sebaik mungkin agar ‘berbisnis’ dengan PBB adalah salah satu pasar yang potensial bagi para rekanan dan terhadap kantor misi PKO sendiri, menjalin mitra rekanan yang andal dan mampu menjawab tantangan kebutuhan misi adalah salah satu upaya strategis guna memastikan dukungan operasional misi berjalan lancar dan dengan kualitas serta harga yang terbaik – sudah menjadi ketetapan yang mutlak. Hal ini juga didukung dengan hasil pertemuan Fifth Committee, yaitu komite anggaran pada markas besar/sekertariat PBB yang telah menekankan pentingnya keikutsertaan para pelaku usaha dari negara berkembang agar bisa aktif diberi kesempatan berpartisipasi dalam lonjakan anggaran pembelanjaan untuk keperluan operasi peacekeeping ini.
Berbekal keputusan Sidang Majelis Umum PBB, maka pihak manajemen di sekretariat PBB sejak lama dan kembali digalakkan adalah menjadikan mekanisme internal divisi yang mengelola pembelanjaan & kontrak ini agar secara maksimal mengelola anggaran pembelanjaan dan mengikutsertakan seluas mungkin para pemain disektor swasta agar bisa bersaing secara sehat menjadi mitra rekanan yang strategis bagi PBB, terutama para penyedia barang dan jasa untuk keperluan misi pemulihan perdamaian yang notabene tujuan pengirimannya adalah daerah pasca-konflik.
Salah satu kegiatan internal kita adalah melalui serangkaian training bagi para officers yang berkecimpung dalam pengembangan best practices untuk procurement, termasuk itu vendor registration and management. Berkesempatan untuk mewakili misi PBB di Liberia/UNMIL, saya terbang ke Entebbe, Uganda untuk sekalian berkunjung menengok fasilitas depo logistik PBB di Entebbe:
Perjalanan dinas ke Entebbe, juga utamanya menghadiri sebagai wakil dari UNMIL pada konferensi tingkat VRO (Vendor Registration Officer) seluruh misi peacekeeping PBB bertemu disana untuk merumuskan standar terpadu perihal manajemen rekanan dan membahas perihal vendor management yang menjadi isu krusial yang berdampak pada kebutuhan operasional. 30 wakil datang menghadiri konferensi tersebut, dimana mereka datang dari berbagai misi PBB seperti :
1. United Nations Mission in Sudan,
2. United Nations Hybrid Mission in Darfur,
3. United Nations Assistance Mission in Afghanistan,
4. Mission d’l ONU en RD Congo,
5. Mission des Nations Unies en République Centrafricaine et au Tchad / United Nations Mission in the Central African Republic and Chad,
6. United Nations Mission for the Referendum in Western Sahara.,
7. United Nations Mission in Kosovo,
8. United Nations Integrated Mission in Timor-Leste,
9. United Nations Assistance Mission in Iraq,
10. United Nations Logistics Base
11. United Nations Integrated Peace-Building in Sierra Leone
12. United Nations Procurement Division
13. United Nations Operations for Project Services
14. Opération des Nations Unies en Côte d’Ivoire
15. Bureau intégré des Nations Unies au Burundi
16. United Nations Mission in Liberia
17. United Nations Mission in Nepal
18. United Nations Interim Force in Lebanon
19. United Nations Truce Supervision Organization
Selama seminggu, jadwal padat selalu memenuhi keseharian para peserta, membahas, berdiskusi dan mengajukan argumen akan beberapa SOP (Standard Operating Procedures) yang mengatur manajemen rekanan pada misi PBB dan bagaimana kedepan integrasi dan implementasi sistem ERP PBB dimana berbagai lini unsur operasional dari mulai dari urusan personalia, keuangan, pembelanjaan, training, serta elemen substantive diluar back office operations bisa terintegrasi mulus dalam satu payung sistem operasi enterprise – kesemuanya benar-benar menguras pikiran dan diskusi acapkali berlanjut sampai jam makan siang dan jam pulang ke hotel terlewati.
Berikut beberapa jepretan akan suasana konferensi VRO tersebut dan lokasi ESB (Entebbe Support Base) PBB yang berperan menjadi depo logistik PBB mendukung 4 misi besar untuk regional afrika bagian timur, yaitu: African Union – United Nations Mission for Somalia (AMISOM), MINURCAT, MONUC, UNMIS, dan UNAMID.
Pentingnya manajemen vendor bagi aktivitas pembelanjaan dan kontrak bagi misi PBB dan sekretariat PBB adalah sebagai elemen pendukung yang memastikan ‘equal opportunity’ dan ‘competency & fair transparent practices’ menjadi standar yang seragam bagi setiap misi PBB yang menyangkut proses tender dan perihal pembelanjaan misi. Sebagai bahan referensi, silahkan melongok pada data informasi pembelanjaan sekretariat PBB khusus untuk pembelanjaan PKO pada tahun anggaran 2009 —-> disini, dimana diagram porsi kue pembelanjaan tersebut secara sepintas bisa ditengok sesuai dibawah:
Berbicara Indonesia dan posisinya pada tabel urutan negara yang mana baik perusahaan nasionalnya atau produk/jasanya menerima kontrak pembelian dari anggaran PKO ini hanya menikmati total pembelian sebesar $95,205 (berdasarkan laporan tahun 2009) http://www.un.org/Depts/ptd/09total.htm – nah, berdasarkan informasi itu, saya kembalikan kepada masing-masing individu, terutama yang berkecimpung dalam dunia usaha barang dan jasa: Kemana sajakah kalian? Keterwakilan pengusaha dan perusahaan Indonesia dalam pasar bisnis PBB/Misi PKO PBB ini masih nol-koma-nol-sekian persen dari total $1,411,132,862 anggaran yang dibelanjakan sekretariat PBB pada tahun 2009. bagaimanakah prestasi kalian ditahun 2010 ini?.
Sebagai ide dari pertanyaan typical yang sering saya dengar, yaitu: “Mas, barang dan jasa apa saja sih yang dibutuhin PBB?” – sebuah jawaban singkat dan menjelaskan semuanya adalah: “Kita butuh apa saja yang kalian bisa tawarkan..”, lalu kalau bertanya lagi: “Maksudnya apa saja, bagaimana?..” lalu saya jawab kembali: Silahkan merujuk pada daftar komoditi barang dan jasa disini.. – Mudah-mudahan dengan berbagi informasi ini, bisa kemudian membangunkan para pengusaha nasional yang berorientasi ekspor agar bisa bangun dari nyenyaknya mimpi mereka dan bersatu-padu meningkatkan daya saing agar tidak selalu menjadi perusahaan kesiangan yang komoditi unggulannya berujung menjadi mata dagangan yang dibeli dan didagangkan kepada PBB melalui pihak trader di Dubai atau perusahaan makelar di Singapore dan negara lain.
Singkatnya, ayo bantu kita memperluas kesempatan bisnis ini menjadi sebuah pemberdayaan bagi para pengusaha dan perusahaan merah-putih, agar tidak hanya menjadi ‘jago kandang’ dan berani menjawab tantangan pasar pasca-konflik dimana misi PBB beroperasi. Dengan demikian pejuang devisa kelas kakap bisa menjadi julukan selanjutnya yang selama ini ukuran secara individu-nya masih disandang oleh para TKI. Wahai para pengusaha, kesempatan bisnis disini terbuka lebar buatmu.. ayo kobarkan nyali dan persiapanmu agar bisa menjadi pemain global. Salam hangat dari afrika barat dan selamat datang pada PBB: Ini adalah juga duniamu.













This is a great kind of article. Somehow, some giant business opportunities go to those ghostly subjects if we consider our kampoeng business world. Personally, I am having migraine just to define which one is business-wise and official duties-wise…However…Success may come to those who are amphibians…Cheers
I was one of the participant & represent UNMIT. Workshop itu memang bagus dan yg bikin aku seneng adalah NY akhirnya bisa melihat dan tahu bagaimanakah dan apakah yg terjadi di field mission. Selama ini mereka hanya tahu apa2 yg terjadi di dunia mereka yg sempurna itu, NY, USA, dimana semua terjadi dengan gampang dan mudah. Tinggal menjentikkan jari, wuzz, semuanya dapat. Tapi mereka lupa bahwa misi2 PBB ini mostly adalah negara2 yg sedang konflik atau kacau balau dimana standard NY gak bisa diterapkan. Contohnya, such a headache to locate local vendors yg mau business dengan PBB. Kebanyakan dari mereka malah ‘jiper’ duluan dengan requirement yg kita kasih. Too bureaucratic and hey, masa warung tetangga sebelah yg kita identify utk jadi vendor kita dan undang tender harus kudu dan wajib sediain financial statement yg diaudit? Aduh, sukur2 mereka ngerti apa itu ‘audit’. Ini aja pendapatan mereka dapat apa adanya. Kl di NY sih gak ada warung kali ya makanya vendor gampang2 aja buat register.
Kalo dari Indonesia, such a pity karena di Timor-Leste ini sangat dekat sekali dgn Indonesia but only few Indonesian company registered as our vendors. Pdhl kita semua tau ada ribuan perusahaan Indonesia yg sangat2 qualify dan berkualitas gak kalah dari negara lain. Mungkin kita harus lebih menggencarkan lagi promosi utk supplier di Indo utk bergabung di PBB ini. Hard work, but possible.
Wuih, artikel yang sangat bagus banget. Jadi contoh yang sangat baik bagi saya yang baru belajar nulis….he..he….
Sukses selalu…….Mas Luigi
Mantappp bro…..
It’s cool article :-)
Thanx for sharing
Take care Kang Luigi
Best Regards,
Yessie Marisa
untuk menawarkan barang ke PBB bagaimana caranya?
saya berminat untuk memasok komoditi pertanian…
item apa saja yang bs kami export kesana?
tolong berikan penjelasan ttg syarat yang harus kami penuhi…
terimakasih….