Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 10 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 87 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Reminiscence: Port Sudan dalam kenangan
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
(Adshit Al Qusayr, 6/4) “Jauh di lubuk hatiku masih terukir namamu. Jauh di dasar jiwaku engkau masih kekasihku. Tak bisa kutahan laju angin. Untuk semua kenangan yang berlalu.

Hembuskan sepi, merobek hati…” demikian syair lagu “Kau Masih Kekasihku” yang melankolis romantis ini mengalun di tengah-tengah prajurit Indonesia. Tapi kali ini ada yang berbeda. Ya, penyanyi-nya. Seorang gadis cantik asli Lebanon menyanyikan lagu grup band Naff ini dengan lafal yang khas dan unik. Keruan saja peristiwa ini membuat heboh dan applaus meriah dari hadirin yang mendengar dan menyaksikan penampilannya.
Penampilan perdana Salma, demikian nama panggilan gadis ini, di Markas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B merupakan salah satu dari beberapa spontanitas yang ditampilkan pada saat acara ramah tamah dan syukuran dalam rangka kenaikan pangkat 131 personel Satgas Konga XXIII B pada 1 April lalu.
Peristiwa yang jarang terjadi ini terekam sewaktu Salma, 22 tahun, yang merupakan Interpreter (penerjemah) lokal bagi pasukan Garuda XXIII B didaulat untuk menyumbangkan lagu dalam acara ramah tamah tersebut. Awalnya ia menolak karena tidak ada persiapan dan pemberitahuan sebelumnya. Namun setelah dibujuk oleh pembawa acara saat itu, Ia pun bersedia. Tak tanggung-tanggung, ia menyanyikan 2 lagu berbahasa Indonesia sekaligus! Satu lagu lainnya, yaitu lagu berjudul “Cinta Kita” yang di tanah Air dinyanyikan oleh Reza Artamevia. Tentu saja para hadirin, khususnya para prajurit Kontingen Garuda yang menyaksikannya merasa surprised dan terheran-heran. Kapan dan dimana Salma belajar menyanyikan lagu-lagu tersebut? Demikian pertanyaan dan komentar yang terlontar dari sebagian prajurit Indonesia.

Rupanya tidak perlu lama-lama untuk menunggu jawabannya karena Salma sendiri yang menjelaskan kepada para hadirin seusai menyanyikan lagu-lagu tersebut. Ia mengatakan bahwa selama ini secara otodidak mempelajari beberapa kosa kata bahasa Indonesia, yang menurutnya unik dan simpel. Karena sehari-hari berkutat dengan prajurit Indonesia, ia mampu memahami beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia. Menurut pengakuannya, cara tercepat bagi dirinya untuk belajar suatu bahasa ialah melalui lagu-lagu yang didengar. Khusus untuk lagu Indonesia, Salma sudah mendengar dan mempelajarinya sejak kontingen terdahulu. Bahkan kepada Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII B Kapten Chb Sandy M. Prakasa, S.Ikom, Salma menuturkan bahwa lagu-lagu serta kosa kata bahasa Indonesia ini diajarkannya pula kepada saudara-saudara dan teman-temannya di daerah tempat tinggalnya Tripoli, kota kecil yang dekat dengan Beirut.

Terkait dengan acara kenaikan pangkat itu sendiri, pada hari yang sama sebelum pelaksanaan acara ramah tamah telah diadakan acara korps raport kenaikan pangkat di Lapangan “Soekarno Base” Markas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B, Adshit Al Qusayr UN Posn 7-1. Sejumlah 131 personel Satgas, terdiri dari 4 Perwira Menengah (dari Kapten ke Mayor), 12 Perwira Pertama (8 orang Lettu ke Kapten dan 4 orang Letda ke Lettu), serta 115 Bintara dan Tamtama.
Dansatgas dalam amanatnya pada acara tersebut mengatakan bahwa kenaikan pangkat yang diterima beberapa personel Satgas ini boleh dibilang luar biasa karena terjadi saat penugasan luar negeri di bawah bendera misi PBB. Kenaikan pangkat sendiri merupakan wujud penghargaan dan pengakuan dari pemerintah RI atas prestasi dan karya yang telah ditunjukkan dan didedikasikan kepada TNI pada khususnya, serta kepada bangsa dan negara pada umumnya. Dengan demikian, Dansatgas menilai kenaikan pangkat ini juga merupakan kepercayaan dan kehormatan untuk mengemban tugas yang lebih berat dan lebih kompleks, seiring dengan semakin berat dan kompleksnya tantangan tugas ke depan, terutama yang sedang dihadapi saat ini di dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon Selatan. Selain itu, Dansatgas menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan anugerah Yang Maha Kuasa karena tidak semua prajurit dapat mengalaminya sehingga sudah semestinya para prajurit yang mendapatkannya berdoa dan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan.

Moment lain yang cukup menonjol pada hari itu ialah hadirnya para tokoh masyarakat dari seluruh wilayah yang menjadi tanggung jawab Kontingen Garuda XXIII B. Dapat dikatakan, kesempatan ini amat langka terjadi karena bagi masyarakat Lebanon Selatan menghadiri suatu acara yang diadakan oleh warga asing (dalam hal ini Kontingen Indonesia) merupakan suatu bentuk pengakuan, penghormatan dan penghargaan kepada warga asing tersebut. Tidak banyak Kontingen negara lain yang mendapatkan perlakuan istimewa seperti halnya Kontingen Indonesia ini, bahkan boleh dikatakan hanya satu-satunya negara yang menerima penghormatan semacam ini di wilayah Sektor Timur UNIFIL dimana beberapa negara lainnya juga bertugas yaitu Spanyol, Nepal, India dan Malaysia.
wah keren juga ya mas! padahal saya aja tidak tau lagu tsb….:-)
Sukses selalu buat Contingent TNI di UNIFIL.
Bravo TNI
Salut!! (sambil 2 jari tangan menghormat singkat).
Saya tersenyum dan bangga setelah baca postingan ini. Keep moving forward, my country people.
Salam hangat dari Peacekeepers di Sudan . Peace!
God blessed Indonesia dan Kontingen Perdamaian Indonesia…..beritanya sangat baik Insya’Allah masih akan bertambah banyak artikel, berita-berita yang lebih baik lagi menyusul.
Ada 1 rekan Indonesian Field Service di MONUC (Pak Amin Harsono) akan retired Monday 21 April 2008 (bulan ini) dan repatriated ke NYC, USA sebelum kembali ke tanah air. Kalau saya masih menunggu 2 tahun lagi dan sejak 1978 saya selalu di UN missions (has served 9 UN peacekeeping missions) kalau harus bercerita, tentunya it’s really long story to tell ha……but someday I will….tanggal 23/04/2008 rencana United Nations Secertary General (Ban-ki, Moon) akan berkunjung ke ONUCI – Ivory Coast.
Nuhun and have a blessed weekend,
Santoso n.
Opération des Nations Unies en Côte d’Ivoire (ONUCI)
Abidjan – Ivory Coast
West Africa
Bravo buat Konga XXIII-B di UNIFIL, selain mengemban tugas perdamaian juga sebagai duta bangsa yang piawai, semoga akan lebih banyak lagi budaya luhur dan bahasa Indonesia yang bisa kemudian difahami oleh masyrakat sekitarnya.
Semoga program CIMIC – Konga XXIII-B ini bisa berlanjut terus dan menjembatani erat persahabatan Indonesia – Lebanon.
PS: Buka kursus bahasa Indonesia juga nggak disana? :D
duty, honor, country.
Indonesia, always be my number on at heart, by reading all this, gave me such pride being an Indonesian. To all of Indonesian troops out there, I always wish u all the best! Come home safely to your loved ones, we’ll be waiting! cheers!
Wah wah wah…. terbayang bagaimana rasanya mendengarkan orang asing menyanyikan lagu Indonesia, di tanah asing :)
Pastinya bikin kangen tanah air ya Capt….
Have a safe duty and take care.
Keren dechhh Salma…. salut ‘tuk otodidak nya !
2 thumbs up !
Buat Bapak2 yang naik pangkat, selamat atuh pak. Mudah2an bisa menjaga amanat Allah Swt dengan baik, dan sukses dalam menjalankan tugas.
Semoga lancar yah untuk semuanya….!
wah mas, bangga baca ni… ternyata negara kita ngirim pasukan dianggep juga ya? :-)
jarang2…
Congratulation untuk bapak2 yang bertugas diluar sana, and wish you all be blessed and can go back home safely…
Take care for all the peacekeeper & do the best for whole the world.
Semoga sukses selalu…
« Reminiscence: Port Sudan dalam kenangan Hanya Terjadi di Angola »