Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kawula PENGEMBARA

Kongo.. oh.. Kongo..

11 February 2009, 02:24 , by Kawula Pengembara

 

Kawan, aku punya cerita tentang Kongo…negara yang dulunya bernama Zaire dan presidennya Mobutu Sese Seko. Kisah ini bukan untuk menjelek-jelekkan atau bahkan mendiskriminasikan masyarakat disana. Sama sekali bukan… Cerita ini kukisahkan agar suatu saat siapa saja yang akan pergi ke Afrika, khususnya Kongo dapat memetik pengalaman berharga ini..

Tanggal 14 Januari, hari Rabu malam, dua orang teman kita yang sedang menjadi peacekeeper (Yudhi dan Beni) mengantar seorang military observer (Milobs) asal Malaysia (Kapten Azila) yang baru berkunjung ke camp mereka menuju Bunia airport menggunakan defender double cabin dengan bak belakang terbuka.

Selepas mengantar kowad manis asal Malaysia itu ke bandara, mereka pulang ke camp yang hanya berjarak + 10 km dari bandara. Dalam perjalanan pulang ke compound, seorang mutoto (anak Kongo) berusia sekitar 15 tahun melompat ke atas bak mobil tanpa sepengetahuan mereka. Kondisi jalan yang buruk (jalan tanah bergelombang tak beraspal) dan suasana gelap karena kurangnya penerangan jalan menyebabkan kedua teman kita tidak menyadari adanya tamu tak di undang di bak belakang Land Rover Defender mereka. Dengan leluasa sang maling kecil mempreteli baut yang mengikat ban cadangan Defender beserta peleknya. Tak berapa lama, akhirnya ban cadangan bisa dipreteli untuk kemudian dilempar keluar bak mobil dalam keadaan mobil masih berjalan. Namun karena kecepatan mobil masih cukup tinggi, si mutoto yang belakangan diketahui bernama Eri harus menunggu beberapa ratus meter sampai kendaraan melambat karena jalan menanjak, kemudian baru dia menyusul hasil jarahannya loncat keluar bak.

Keesokan paginya, kawan-kawan kita yang hanya berjumlah 7 orang sebagai tim yang mengurusi logistik bagi teman-teman lainnya di Dungu (+ 200 km dari lokasi) sadar kalau bannya dicuri orang. Kemudian mereka minta bantuan Kongole (inlander) yang sehari-hari membantu mereka bersih-bersih di camp untuk mencari pelaku pencurian. Dengan berbekal uang $1 US, sang kongole berangkat mencari si pencuri ban. Dan hal itu bukan pekerjaan yang sulit karena maling ban itu tak lain dan tak bukan adalah anak-anak yang sering nongkrong dijalan depan camp. Singkat cerita, pelaku ditangkap tanpa perlawanan untuk “ditanyai” oleh kedua kawan kita itu. Dari hasil interogasi diketahui bahwa ban serep mobil mereka telah diambil oleh orang lain saat dilempar keluar oleh si pencuri. Saat ditunjukkan kediaman sang penadah yang ternyata bukan satu gerombolan dengan si pencuri, sang penadah hanya “mengangkat bahu” sambil acuh tak acuh mengatakan tidak tahu-menahu soal ban defender ini.

Akhirnya tim “buser” dadakan itu melaporkan kejadian ke Polresta Bunia sebagai pihak berwenang yang memiliki yurisdiksi di wilayah tersebut. Sebetulnya ada terbersit keraguan saat melihat kantor Polres yang dindingnya terbuat dari tanah ditempelkan ke kayu-kayu yang disusun menyerupai tulangan kawat dan atapnya yang terbuat dari ilalang.

Polresta BUNIA
Foto POLRESTA Bunia – D. R. Congo

Namun demi tegaknya keadilan dan kembalinya ban yang susah dicari gantinya di negara yang kaya mineral namun miskin ekonomi itu, maka mereka meneruskan tekad melaporkan kejadian pencurian tersebut. Tak berapa lama, polisi dan tim buser dadakan pergi menjemput sang pencuri dan penadah menggunakan truk polisi dan bensin dari peacekeeper??. Kenapa bensin dari peacekeeper? Karena aparat kepolisian di Kongo tidak mampu membeli bensin untuk operasional kendaraannya…Atau mereka sengaja… who knows..?

Sampai ditempat, sang pencuri tidak menunjukkan rasa ketakutan ataupun berusaha untuk melarikan diri. Setelah menciduk si Pencuri kecil, polisi kemudian bergerak ke tempat sang penadah yang ternyata sudah lari tunggang-langgang duluan.

Polisi di DR Congo
Polisi di D.R. Congo

Hasil penyelidikan di kantor polisi menetapkan tersangka akan dituntut 6 bulan penjara dan hasil sidang akan diumumkan pada hari Senin. Menurut aparat penegak hukum Bunia tentang peraturan yang ada di Bunia dan mungkin di seluruh Kongo; pihak pemerintah hanya akan memberikan makan kepada terpidana di penjara 2 kali seminggu. Bayangkan! – Seorang manusia diberi makan hanya 2 kali seminggu. Dan di penjara Bunia dan penjara-penjara lain di Kongo, selain jatah makan dari pemerintah, terpidana harus diberi makan oleh keluarga atau kerabatnya.

Penjara di Bunia - DR Congo
Gedung Penjara di Bunia

Penjara di Bunia - DR Congo
Penjara Bunia: Jauh dari nyaman

Dan yang lebih parah, apabila sang terpidana tidak memiliki saudara, maka yang wajib bertanggung jawab memberi makan adalah orang yang menuntut atau yang melaporkan mereka ke polisi. Nah lho…?

Setelah menimbang dan memikirkan ulang, akhirnya kawan-kawan kita terpaksa harus mencabut tuntutannya daripada harus mengantar makanan setiap hari selama 6 bulan ke orang tak dikenal yang sudah berupaya mencuri property mereka. Hari Sabtunya, kawan-kawan kita mendatangi Kantor polisi yang seperti mau roboh itu dan menyatakan niat mereka untuk mencabut tuntutannya.

Polsek di Kongo
Kantor POLSEK di D.R. Congo

Dan lagi-lagi mereka harus terkejut karena ternyata selama 4 hari investigasi di kantor polisi, sang maling tidak diberi makan oleh aparat. Saat ditemui, sang maling sudah meringkuk gemetaran di pojok kantor polisi karena 4 hari tidak diberi makan. Anehnya lagi, saat diberi biskuit oleh kawan-kawan kita malah langsung direbut oleh polisi. Alasannya belum waktunya makan, padahal biskuit itu untuk mereka habisi sendiri.


Ini dia tampang si pencuri itu.

Atas dasar itu pulalah akhirnya kawan-kawan kita rela mencabut tuntutannya. Pihak Polresta Bunia setuju tuntutan dicabut dengan beberapa syarat, salah satunya pihak penuntut harus membayar $50 US.

Kaget campur heran dan takut menghadapi kenyataan bahwa mereka harus memberi makan ke orang tak dikenal selama 6 bulan penuh, akhirnya mereka nego soal tuntutan yang akhirnya disepakati angka $20 US plus biskuit setengah karung….

Kongo… oh… Kongo..

Kawula PENGEMBARA Kawula PENGEMBARA Kawula Pengembara is a new comer in peacekeeping system he happened to be in Africa for some reasons or another. He loves to travel and has lots of stories. He has a single seater flying background and he loves adventures...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 11 February 2009, 02:40

Mas, rangkuman dari cerita ini adalah : Ban, nggak ketemu (tetep hilang) dan mesti mbayar ‘nego’ sebesar US$20.00 yah? – Report pisan, euy jadinya.

Nggak ada sama sekali perikemanusiaan-nya itu tahanan gak di kasih makan sampai 4 hari, syukur masih gemeteran, coba kalau udah gak bergetar lagi (Baca: Mampus), bisa runyam urusan-nya ya?

Ck..ck..ck..! pantes kalau gitu judulnya: Kongo.. Oh.. Kongo!

by wita at 11 February 2009, 10:59

alhamdulillah, ternyata negara kita ternyata jauh lebih baik dari kehidupan kongo di cerita tadi (walo modus minta “uang bensin” di temen2 polisi juga masih belon ilang). kita patut bersyukur punya Republik Indonesia yang relatif sudah lebih baik daripada masa-masa sebelumnya. wita~penebar~aura~positif

by Endang Triastuti at 11 February 2009, 13:34

Lhaaa….? seru amat yah peraturannya….
Btw, saya terkesan dengan gambar ‘Kantor POLSEK di D.R. Congo’…

by benfa at 11 February 2009, 14:54

met pagi kpada kawan2 yg lg tugas nan jauh di negri orang.wau kacian bgt ya khidupan di D.R. Congo,kantor polisinya aj seperti itu,apa lgi tempt mereka tinggal, intinya kita harus bangga mjadi orang INDONESIA, semoga hukum di indonesia tidak akan meniru seperti contoh hukum di kongo.i lv u.

by Suherlan at 11 February 2009, 21:24

…ceritanya itu…maju kena mundur pun kena… alhamdulillah kita dilahirkan di negara yg lebih “beradab”….dengan banyaknya orang kita yg “merantau dan belajar” dari luar seharusnya negara kita itu cepat keluar dari krisis bangsa ya mas ?!…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sanra Michiko Moningkey Captain Air Force Sanra Michiko Moningkey was born in 1976 in Manado, having been graduated from the Indonesia’s Air Force Academy in 2002 is presently serving the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), as Indonesia’s Garuda Contingent – Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago