Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Czi Rendra

Kontingan Garuda XX-E sumbangkan solusi transportasi udara

19 May 2008, 21:41 , by Czi Rendra

 

Penulis tergerak untuk mengetukkan sepuluh jari di atas papan ketik ketika membaca beberapa komentar kawan2 pralangga terhadap minimnya info tentang KONTINGEN GARUDA XX-E yang tengah menjalankan tugas pemeliharaan perdamaian di Republik Demokratik Kongo, Afrika. Sebagian komentar itu bahkan terdengar setengah ’meragukan’ eksistensi kami.

Tapi tak mengapa, penulis sadar sepenuhnya mungkin itu juga sebagian dari kesalahan kami yang kurang nyaring ketika berteriak untuk menyapa teman2 se-tanah air yang tersebar di seluruh dunia.

Sebagai pengantar kami informasikan bahwa KONTINGEN GARUDA (KONGA) XX sejak dari A sampai E merupakan satu Kompi Zeni (engineer) TNI-AD yang tergabung di dalam misi PBB bertajuk MONUC, as mentioned above, di Republik Demokratik Kongo (DRC).

Khususnya KONGA XX-E, dipimpin oleh Komandan Satgas Letkol Czi T. Yoga Pranoto, telah berada di Kongo ini sejak Oktober 2007. Tugas pokok kami adalah memberikan bantuan teknis Zeni kepada Eastern Division, dan memberikan bantuan taktis Zeni kepada North Kivu Brigade yang merupakan satuan2 bawah dari MONUC Force Headquarter. Di Kongo ini KONGA XX-E terdistribusi dalam 3 detasemen di tiga kota berbeda, yaitu Beni, Bunia, dan Dungu.

Sementara cukup itu pengantar tentang KONGA XX-E. Sekarang penulis akan mencoba mengupas judul artikel ini.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan keberadaan MONUC di Kongo ini adalah dengan berupaya menarik sebanyak mungkin kelompok-kelompok milisi bersenjata agar menyerahkan diri dan bergabung dengan pemerintahan resmi DRC. Di antara sekian banyak kelompok milisi yang ada di DRC ini, LRA merupakan salah satu yang masih aktif bergerak dan beraktifitas. Kelompok ini sebenarnya merupakan milisi bersenjata dari Uganda yang menyeberang perbatasan dan beroperasi di sekitar Dungu Teritory, di bagian utara Kongo.

Demi menarik mereka agar mau menyerahkan diri, maka Eastern Division menempatkan satu Mobile Operation Base (MOB) dari Morroccan Battallion dilengkapi dengan dua detasemen Zeni Indonesia dan Uruguay di daerah Dungu untuk membangun infrastruktur transportasi udara berupa airstrip, beberapa helipads, dan beberapa pekerjaan tambahan seperti perbaikan jalan dan jembatan.

Proyek ini telah dimulai sejak bulan Juli 2007 (waktu itu masih KONGA XX-D) dan dilanjutkan oleh KONGA XX-E hingga sekarang. Dalam waktu kurang lebih hanya 6 bulan, dengan segala kemampuan dan batas kemampuan yang dimiliki, KONGA XX-D dan E berhasil menyulap daerah Dungu yang tadinya bisa dikatakan sebagai jungle menjadi suatu airport semi permanen yang cukup kokoh untuk dilandasi oleh pesawat fixed wing C-130, atau sering kita sebut Hercules. Perlu diketahui bahwa untuk menyiapkan areal yang cukup bagi fasilitas tersebut, KONGA XX-D yang kemudian dilanjutkan oleh KONGA XX-E telah membuka hutan belantara seluas lebih dari 30 Ha dengan menggunakan Dozer D-65.

Spesifikasi airstrip yang dibuat oleh kompi Zeni Indonesia ini adalah sepanjang 2,2 km dengan lebar 30 m, dilengkapi dengan apron seluas 150.000 m2 dan service road mengeliling sepanjang hampir 5km. Finishing pada airstrip adalah compacted limonite setebal 50-80cm yang merupakan standar tertinggi untuk pekerjaan infrastruktur transportasi oleh military engineer pada misi ini.


Kondisi awal Runway


Kondisi Runway saat ini

Airstrip tersebut hingga sekarang masih dalam tahap penyelesaian, namun pada tanggal 31 Januari 2008 lalu, telah dilaksanakan uji coba pendaratan pesawat Hercules, dan hasilnya luar biasa. Pesawat Hercules dengan beban kotor 34 ton tersebut berhasil mendarat mulus tanpa meninggalkan jejak roda sedikitpun di atas permukaan airstrip yang baru selesai lapisan pertama pada waktu itu.


Kondisi awal Runway


Kondisi Runway saat ini

Dan kini, walaupun belum selesai sepenuhnya, airstrip Dungu tersebut telah digunakan untuk regular flight bagi pesawat Antonov-240 yang merupakan pesawat kargo. Dengan pengoperasian pesawat kargo reguler ini telah mampu membantu MONUC memotong cost untuk transportasi kargo lewat udara hingga menjadi kurang dari seperlima dibanding sebelumnya ketika menggunakan helicopter MI-26. Dari informasi yang didengar penulis, MONUC harus merogoh pundi uangnya sebanyak US$ 16,000 untuk membayar sewa MI-26 selama satu jam. Sedangkan untuk menyewa Antonov-240 dengan durasi yang sama, cukup dengan US$3,000,000.

Percobaan pendaratan Pesawat C-130 (Hercules)

Czi Rendra Rendra Hasmoro Major. Czi. Rendra Hasmoro is currently serving under Mission de I´ONU en Congo (MONUC), the United Nations peacekeeping mission in the Democratic Republic of Congo as Staff Officer Engineer in Ituri Brigade under Indonesian Garuda Contingent XX-E. He’s been responsible of...

Detail Profile »

4  Bubuhkan komentarmu disini!s

by Imeza Saraswaty at 20 May 2008, 00:25

First of all, I would like to greet you, … welcome and join the club to Major Czi Rendra :) (This time I know what´s that mean hehehe). Posting pertama dan semoga akan menyusul posting2 berikutnya yang menceritakan ttg KONGA kita di Kongo,…
Thumbs up untuk KONGA XX-D & XX-E,… yang telah bekerja keras untuk “menyulap” hutan belantara menjadi airport semi permanent.
Keep up the good work and we are proud of you!

by rendra at 20 May 2008, 04:57

Maaf, ralat, angka terakhir adalah US$ 3,000 bukan US$ 3 juta.

by Bamby Cahyadi at 21 May 2008, 15:01

Artikel yang menarik dan menggugah rasa bangga. Selamat buat Team Konga Indonesia.
Foto-fotonya juga begitu mengesankan, tentu membuat run way adalah pekerjaan yang tidak segampang membalikan telapak tangan.

by Luigi Pralangga at 22 May 2008, 02:21

Selamat atas prestasi gemilang Konga XXE, terutama dalam sumbangsihnya mendukung proses perdamaian di DR Congo. Sebuah cerita pengalaman yang bernilai saat pensiun nanti diceritakan pada anak cucu.. dan kebanggan bangsa terhadap kontribusi perdamaian dunia. Keep it up! :-)

 

Commenting is closed for this article.

Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

442 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sigit SAKSONO Originating from the Infantry, Sigit Saksono has been exposed to various assignments. Attended several overseas military in India, Australia, and Singapore. Presently serving at MONUC – the United Nations Peacekeeping in Dem. Republic of Congo as COE Inspector. Sigit will...

Detail Profile »

View All ...»

 

Partner

pralangga.blogspot.com
 

Recent Stories

Satgas POM TNI hadiri Medal Parade Malaysia
“Terimakasih saya sampaikan kepada segenap prajurit Kompi Malaysia Sektor Barat (Malcoy West) yang telah mengabdikan dirinya sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia di Lebanon. Kalian telah memberikan sumbangsih yang cukup... »
Muhammad Soleh , 10 hours ago

Monuc tinjau pekerjaan PBB
Deputy Force Commander Monuc – Mayor Jenderal Andrian Foster melihat dari dekat pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian PBB di Dungu-Negara Republik Demokratis Kongo hari Kamis (2/7). Kunjungan... »
Leo Sugandi , 1 day ago

Indobatt resmikan Taman Masyarakat di Lebanon
Sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia, pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL atau sering disebut dengan Indobatt ( Indonesian Battalion ) di Lebanon... »
Hari Mulyanto , 4 days ago

Jenderal Martinez tinjau KESIAPAN OPERASI INDOBATT
Komandan Sektor Timur UNIFIL ( United Nations Interim Force In Lebanon ) – Brigadir Jenderal Prieto Martinez meninjau langsung kesiapan operasi Batalyon Indonesia (Indobatt)/ Konga XXIII-C yang... »
Hari Mulyanto , 4 days ago

All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission
Memang pada pagi hari itu, si kampret ini tidak sempat menyisir dan mebaca email-email yang masuk. Sudah ad sekitar 50-an lebih masih berstatuskan unread dengan tulisan cetak tebal, beberapa diantaranya... »
Luigi PRALANGGA , 5 days ago

 

Recent Comments

hera sri m commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


dewi commented on Indobatt resmikan Taman Masyarakat di Lebanon
a few seconds ago


budhie commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


Edison Simanjuntak commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


Yudha PH commented on All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission
a few seconds ago