Bulan Ramadhan tahun ini sungguh berbeda dalam pelaksanaannya. Bila pada tahun-tahun sebelumnya kami selalu bersama keluarga, kali ini kami melaksanakan puasa jauh dari keluarga. Kontingen Garuda Bhayangkara Polri yang terdiri dari 18 Perwira dan Bintara berada jauh dari keluarga masing-masing. Terpisah ribuan kilometer, namun tetap tabah dan sabar dalam melaksanakan tugas yang diemban, demi membawa harum nama bangsa dan Negara Indonesia.
Bila melihat jumlah personel Polri dalam misi UNMIS 2008 – 2009 yang melaksanakan puasa sebanyak 13 (tiga belas) orang. Namun penulis tidak dapat menggambarkan bagaimana pelaksanaan puasa di masing-masing tempat karena saling terpisah. Di wilayah Selatan Sudan (South Region) kami terdiri dari 8 (delapan) orang, tentu berbeda dengan rekan-rekan kami yang berada di wilayah Utara (North Region), sebanyak 10 (sepuluh) orang. Khusus di wilayah Juba (Region HQ dan Sector 1 Juba HQ) personel Polri terdiri dari 4 (empat) orang.
Melaksanakan puasa di wilayah Selatan yang mayoritas penduduknya adalah non Muslim, tentu sangat berbeda dengan di wilayah Utara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Namun apapun suasananya, puasa tetap puasa. Kewajiban sebagai seorang Muslim. Puasa dimulai sejak tanggal 22 Agustus lalu. Alhamdulillah, malamnya kami dapat melaksanakan shalat Taraweh dan Witir berjamaah dengan saudara-saudara kami dari Bangladesh Battalion (Banbat). Tempat yang sama juga kami melaksanakan shalat Jumat.
Puasa dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 6 pagi, karena Subuh di Juba jatuh pada pukul 06.20. Tidak ada patokan yang dapat kami pakai untuk memulai puasa (Imsak), karena tidak seperti kebiasaan di Negara kita, yang biasanya ditandai dengan sirine atau pengumuman di radio. Berbeda dengan saat berbuka. Buka puasa di Juba ditandai dengan sirine dari markas Banbat. Sirine itu berbunyi sekitar pukul 19.05. Tidak ada azan, penanda maghrib telah tiba. Namun berdasarkan sirine itulah kemudian kami membatalkan puasa kami.
Berbeda dengan rekan-rekan kami yang berdinas di wilayah Utara, yang selama bulan Ramadhan, awal jam kerja mereka mundur 1 jam dan jam selesai kerja lebih awal setengah jam. Mereka memulai tugas pada pukul 9 dan mengkhirinya pada pukul 15.30. Kami di Selatan tidak mengalaminya. Kami, di Selatan, bekerja seperti biasa, mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 16.00. Namun hal ini tidak membuat kami jadi kendor dalam bertugas. Suasana bulan Ramadhan tidak terasa sama sekali. Semua orang lalu lalang dengan kesibukannya seperti hari-hari biasa. Mereka yang merokok, mereka yang membawa gelas/mug kopi, mereka yang melaksanakan Lunch Break. Ini kami anggap tantangan. Untuk meminimalisir keluarnya energi, kami membatasi keluar dari kantor/container. Udara panas yang sangat menyengat membuat kami lebih baik tinggal di dalam kantor hingga selesainya jam tugas.
Menu berbuka puasa, kami coba untuk mendekati apa yang biasa kami buat di tanah air bersama keluarga. Penulis yang selalu membuat minuman dari buah kalengan (cocktail) yang bisa dibeli di PX Juba, AKBP Eko yang hebat membuat kolak ubi, yang dibuat dengan menggunakan gula putih dan buah kurma sebagai pemanisnya, AKP Artur yang hebat dalam membuat sayur sop dan selalu menyiapkan untuk kami walaupun dia tidak puasa, AKBP Maru yang selalu membuatkan kami juice alpukat, walaupun dia juga tidak puasa, sehingga kebutuhan vitamin tetap terjaga.
Semoga suasana puasa di negeri yang panas ini membawa keberkahan bagi kami, anggota Polri Kontingen Garuda Bhayangkara di UNMIS 2008-2009, dan dapat melaksanakan puasa hingga berakhirnya bulan Ramadhan nanti. Bagi anggota keluarga kami di tanah air dapat bersabar menunggu kami hingga selesai pelaksanaan tugas, yang sudah makin dekat ini. Insya Allah, Kontingen Garuda Bhayangkara 2 akan selesai melaksanakan tugasnya pada bulan November mendatang.


Tetap semangat bapak dan ibu Kontingen Garuda Bhayangkara Polri,semoga sehat selalu dan sukses selalu menyertai semangat untuk menjadi yang terbaik dalam setiap tugas..!!