(Naqoura, 23/3). Tepat sudah UNIFIL (United Nations Interim Forces In Lebanon) memasuki usia ke-32 (tiga puluh dua) tahun beroperasi di wilayah Lebanon Selatan yang terhitung sejak tanggal 19 Maret 1978. Sejak saat itu, sudah banyak peacekeeper yang harus jatuh menjadi korban jiwa dari sebuah tugas mulia menciptakan dan memelihara perdamaian di sepanjang perbatasan yang dikenal dengan nama “Blue Line”. Demikian disampaikan oleh Panglima UNIFIL, Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas (Spanyol), dalam pembukaan sambutannya selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Berdirinya UNIFIL, beberapa waktu lalu di Markas Besar UNIFIL-Lebanon.
Upacara yang berjalan dengan khidmat tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara Markas Besar UNIFIL, Naqoura dan dihadiri oleh sejumlah tamu undangan beserta para pejabat Komandan Satuan jajaran UNIFIL, termasuk Komandan Satgas FHQSU Konga XXVI-B1/UNIFIL Kolonel Inf Restu Widiyantoro selaku Komandan Kontingen Indonesia, Komandan Satgas FPC Konga XXVI-B2/UNIFIL Letkol Inf Fulad, Komandan Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo, Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL Letkol Inf Andi Perdana Kahar serta beberapa perwira Kontingen Indonesia di Staff Officer UNIFIL.
Rangkaian kegiatan dalam upacara tersebut diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Inspektur Upacara (Irup), dilanjutkan dengan pengibaran bendera seluruh kontingen negara yang berada di UNIFIL, peletakan rangkaian bunga oleh Irup beserta perwakilan LAF (Angkatan Bersenjata Lebanon) di UNIFIL Peacekeeping Monument, penghormatan kepada pendahulu peacekeeper yang telah meletakkan dasar-dasar perjuangan UNIFIL serta amanat Irup.
Panglima UNIFIL dalam amanatnya menegaskan bahwa perkembangan dan dinamika tugas yang dihadapi oleh UNIFIL telah diwarnai dengan hal-hal menonjol yang menuntut profesionalisme peacekeeper untuk memelihara stabilitas keamanan di daerah tugas. Antara lain, terjadinya invasi kembali Israel ke dalam wilayah Lebanon pada tahun 1982 dan 2006, telah menuntut Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan mandat terbaru bagi UNIFIL sebagaimana tertuang dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomer 1701.
Seiring dengan perjalanan masa tugas UNIFIL, Panglima UNIFIL Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas menyampaikan sebuah pokok kebijakan beliau yaitu peningkatan kembali koordinasi secara ketat dengan LAF dalam rangka mendapatkan kepercayaan rakyat setempat terhadap eksistensi LAF sebagai suatu badan pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pertahanan negara Lebanon.
Di akhir sambutannya, Panglima UNIFIL memberikan penekanan kepada seluruh peacekeeper di wilayah Lebanon Selatan untuk melanjutkan misi pemeliharaan perdamaian dengan mengedepankan integritas, profesionalisme dan komitmen bersama demi tercapainya tugas pokok UNIFIL. SP-52/III/Konga XXIII-D/UNIFIL




Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago