Kontingen Garuda XX-F yang saat ini bertugas di negara Republik Demokrasi Kongo meningkatkan kewaspadaan terkait situasi keamanan yang kurang kondusif di wilayah Timur Kongo, khususnya di kota Goma, ibukota provinsi North Kivu . Seperti diketahui, sejak seminggu terakhir situasi kota Goma mencekam setelah pasukan pemberontak pimpinan Jenderal Laurent Nkunda menyerang dan menduduki wilayah Rutshuru yang merupakan pintu gerbang menuju Goma dari arah Utara.
Setelah sebelumnya masyarakat kota Goma memprotes kehadiran pasukan PBB yang dianggap gagal memberikan jaminan kemanan bagi masyarakat sipil, pasukan pemerintah (FARDC) dibantu oleh Mai-Mai (kelompok milisi lokal) berusaha merebut kembali wilayah Rutshuru dari tangan pemberontak. Namun hingga saat ini upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.



Pasukan militer Pemerintah Kongo yang berada di garis depan di utara desa Kibati, sebelah utara Goma, eastern Congo, pada hari Minggu Nov. 9, 2008. berjaga dimana kontak senjata melawan para pemberontak telah mengakbatkan puluhan ribu pengungsi menderita dan benar-benar membutuhkan bantuan kemanusiaan internasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon beberapa waktu lalu telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mempertimbangkan kemungkinan penambahan 3000 pasukan penjaga perdamaian di Kongo. Permintaan penambahan pasukan tersebut meliputi 2 Batalyon Infanteri, 2 Kompi Pasukan Khusus, 18 Helikopter dan 2 buah pesawat Herkules. Rencananya sebagian besar pasukan tambahan tersebut akan ditempatkan di Goma guna mengamankan kota penting pusat perdagangan dan bisnis di wilayah Timur Kongo itu.
Foto dibawah adalah mayat seorang pengungsi yang menjadi korban akibat kontak senjata hebat di kawasan kamp pengungsi di Kibati, sebelahurata Goma – bagian Timur Kongo. Tidak jelas sebab musababnya apakah koraban meninggal akibat terkena tembakan atau meninggal normal.

Beberapa foto dari kamp Pengungsi di Kibati menggambarkan situasi akan bagaimana kehidupanpara pengungsi yang terjebak diantara 2 pihak yang bertikai.



Kontak senjata secara sporadis antara milisi dari jenderal Tutsi general Laurent Nkunda’ dan pasukan militer dari Pemerintah Kongo serta sekutunya yang terjadi di beberapa tempat di Utara Kivu.
Untuk mengantisipasi keadaan yang kurang kondusif tersebut, Kontingen Garuda XX-F sejumlah 175 orang yang tersebar di 3 wilayah berbeda (Dungu, Bunia dan Beni) semakin meningkatkan kewaspadaannya dengan mengadakan simulasi latihan terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Disamping tugas utamanya untuk memberikan bantuan Zeni kepada Monuc (Misi PBB di Kongo), pasukan TNI tetap mengutamakan faktor keamanan dengan tetap berpegang kepada MOU (Memorandum of Understanding) , SOP (Standard Operating Procedure) dan ROE (Rule of Engagement) yang telah ditetapkan PBB.

Saat ini, Kontingen Garuda XX-F dibawah pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo tengah melaksanakan pekerjaan pembuatan bandara Dungu, perbaikan bandara Mavivi di Beni dan pekerjaan pembuatan Lapangan Tembak bagi FARDC (Tentara Nasional Negara Republik Demokrasi Kongo) di wilayah Nyaleke. Kesemua wilayah tugas Kontingen Garuda tersebut berada di kawasan Timur Kongo yang dilanda konflik berkepanjangan. Beberapa kali pekerjaan terpaksa dihentikan karena adanya kontak senjata antara pasukan pemberontak dengan FARDC, khususnya di wilayah Dungu yang merupakan wilayah perbatasan Kongo dengan negara Sudan .
Untuk melaksanakan tugas-tugas Zeni tersebut, Kontingen Garuda XX-F/MONUC dibekali dengan alat-alat berat meliputi excavator, dozer, crane, grader, loader, walles, dump truck, fork lift dan alat berat lainnya. Kontingen Garuda XX-F merupakan kontingen ke-enam yang dikirim ke negara Kongo sejak misi Monuc dimulai tahun 2003 sebagai upaya PBB untuk menghentikan konflik di negara yang kaya akan sumber daya alam itu.
Wah Lagi panas Ya mas Semoga Kita selalu di lindngi Allah SWT amin
siapa sih sesungguhnya dibalik INI SEMUA ……. siapa sih Jend Laurent Nkunda ….. ach tak lebih hanya 1000 personal milisi sebetulnya kok susah yaaaaaaa untuk meredam nya.
semoga TNI kita dan lainnya akan senantiasa dilindungi Allah SWT amin.
salam EA Kinshasa
Mengerikan sekali. Semoga selalu dilindungi Allah SWT, dan semoga misi PBB sukses di Kongo agar perdamaian segera terwujud.
Pak mayor Ambar kok fotonya nampang terus ya di pralangga , saya minta alamat emailnya dong pak , mau berkoresponsi sama pak ambar , trims
salam hangat dari Tanah Air,
ada baiknya TNI meningkatkan operasi teritorial di wilayah konflik KONGO, dimana perang yang dijalankan pemberontak adalah perang gerilya. Tentu operasi teritorial yang dimaksud untuk mendukung tugas TNI bukan untuk tujuan lain, misalnya : – memberikan bantuan keamanan kepada penduduk disekitar markas kontingen TNI, pastikan bahwa zona TNI adalah zona aman – tingkatkan operasi intelijen tempur untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknnya
itung-itung konflik Kongo menjadi ajang latihan TNI di medan perang sesungguhnya
selamat bertempur
semoga perdamaian di kongo tercipta. sehingga tidak ada lagi korban yang berjatuhan. dan suasana menjadi aman dan menyenangkan.
salam damai