Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 4 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 51 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Kontingen GARUDA XXIII-B hijaukan “SOEKARNO BASE” >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
(Adshit Al Qusayr, 29/6). “Memastikan wilayah di sekitar Blue Line sebagai wilayah yang bebas dari aktivitas bersenjata dan bebas dari personel, aset-aset dan persenjataan selain milik Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) dan UNIFIL”, demikian bunyi salah satu pasal dalam Resolusi DK PBB No.1701, sebuah resolusi yang menyudahi Perang antara Israel dan Milisi Bersenjata Lebanon pada tahun 2006.
Resolusi ini kemudian di-implementasikan oleh pasukan-pasukan yang di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dalam bentuk patroli, baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan (jalur darat dan udara) serta penempatan Pos Pengamatan Statis (Static Observation Post). Khususnya bagi Kontingen Indonesia, selama ini seluruh kegiatan taktis itu dapat dilaksanakan dengan baik. Termasuk saat Kontingen Indonesia melaksanakan patroli udara dengan menggunakan helikopter milik Kontingen Spanyol kemarin (28/6).
Kegiatan Patroli Pengintaran Udara (Air Patrol Recce) _yang dilaksanakan personel Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B ini merupakan kegiatan rutin untuk mendukung dan melengkapi hasil dari kegiatan taktis yang diperoleh dari patroli jalur darat maupun dari Pos Pengamatan. Sedangkan Patroli Udara yang dilakukan kali ini adalah yang ke-5 kalinya dilakukan oleh prajurit-prajurit Garuda di Lebanon, termasuk _Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos yang selalu ikut dalam kegiatan tersebut.

Helikopter Super Puma Tipe AS 332 milik Kontingen Spanyol yang digunakan dalam Patroli Udara itu mampu memuat sebanyak 16 personel, terdiri dari 12 personel dari Konga XXIII B dan 4 personel lainnya merupakan crew helikopter. Pelaksanaan Patroli Udara ini berlangsung selama 60 menit mulai pukul 9.00 sampai 10.00 waktu setempat. Rute atau wilayah yang dituju atau dijadikan sasaran pengintaian ialah wilayah sepanjang Blue Line yang menjadi tanggung jawab pasukan Indonesia, termasuk meninjau posisi Pos atau Base Camp Kontingen indonesia di Adshit Al Qusayr (UN Posn 7-1), El Aaddaise (UN Posn 9-63), Markabe (UN Posn 8-33) dan Az Ziqiyah (UN Posn 9-2).


Menurut Perwira Seksi Perencanaan Operasi (Operation Planing Officer) Satgas Konga XXIII B Kapten Burhanudin, wilayah Kontingen Indonesia merupakan wilayah yang cukup rawan dan kompleks karena berbatasan dengan wilayah operasi dari 4 negara (Prancis, Italia, Nepal dan Spanyol) sekaligus berbatasan langsung dengan Israel di sebelah Timur dan dengan Sungai Litani di sebelah Utara yang disinyalir saat ini dijadikan basis kekuatan milisi bersenjata Hizbullah setelah Perang “34 Hari” pada tahun 2006 lalu.


“_Dengan posisi seperti ini, setiap saat dapat terjadi perubahan situasi seketika_” imbuh Perwira Marinir alumni AAL tahun 1998 ini. Kapten Burhan, demikian ia biasa disapa menambahkan,”_Untuk mengantisipasi itu, Kontingen Indonesia secara rutin melaksanakan patroli darat sebanyak 50 kali sehari. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi di antara seluruh kontingen yang ada di UNIFIL. Dengan demikian, Patroli Udara ini jelas akan memberikan manfaat strategis dan gambaran yang lebih utuh tentang wilayah operasi UNIFIL di sepanjang Blue Line yang menjadi tanggung jawab Kontingen Indonesia_”, pungkas Kapten Burhan mengakhiri penjelasannya.


Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol Recce mission ini semoga menjadikan penginderaan lebih mantap dan sukses mengemban misi-nya. Salam hangat dari afrika barat!
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, kumaha mengantisipasinya.? apakah patroli jadi dikurangi?… teteb semangat PASUKAN GARUDA!!
Kesejahteraan prajurit TNI adalah berlatih, berlatih dan berlatih, Saya Bangga Indonesia Memiliki Prajurit setangguh TNI, mampu dan sanggup bertugas dimanapun berada,…..dan bisa mengambil hati rakyat walaupun di daerah super konflik termasuk Lebanon dan palestina, Bravo TNI – ku……terlahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat .
Sukses selalu untuk peacekeeper Indonesia. 50x/hari patroli darat? ke mana aja tuh :D
hehehe
« Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang Kontingen GARUDA XXIII-B hijaukan “SOEKARNO BASE” »