Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 4 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 82 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Dua Jenderal UNIFIL kunjungi KONTINGEN GARUDA XXIII B di Lebanon Selatan
60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
(Adshit Al Qusayr, 28/5) Mengiringi keberhasilan rekan-rekannya di Lomba Tembak “Australian Army Skill At Arms Meeting” (AASAM), Petembak Indonesia dari Kontingen Garuda (Konga) XXIII B meraih prestasi dalam Lomba Tembak Internasional tingkat UNIFIL bertajuk “Intercontingent Shooting Championship” yang diikuti oleh petembak dari 12 Negara antara lain Prancis, Belgia, Spanyol, Polandia, India, Italia, Ghana, Korea Selatan, Slovenia, Malaysia, Nepal dan Indonesia.
Pada Lomba Tembak kali ini, Kontingen Indonesia meraih Juara Umum ke-2 (Runner Up) setelah Kontingen India. Hasil ini diperoleh dari akumulasi nilai Lomba Tembak Senapan dan Pistol dimana pada masing-masing nomor, petembak Indonesia berhasil meraih medali perak. Pada nomor senapan, Kontingen Indonesia menurunkan Lettu Inf AA. Gede dan Kopda Asribi sementara Mayor Inf Fauzi dan Kopda (Marinir) Cecep pada nomor pistol.



Turnamen Menembak yang mengambil lokasi di lapangan tembak Ebel Es Saqi, Marjayoun, Lebanon Selatan menggunakan senjata sesuai standar negara masing-masing. Pada nomor senapan, yang digunakan ialah jenis light infantry riffle (senapan infanteri) dengan kaliber 5,56 mm sementara pistol menggunakan kaliber 9 mm. Di nomor senapan, para petembak diadu dalam 3 posisi menembak yaitu tiarap, duduk/berlutut dan berdiri pada jarak 100 m dari sasaran dimana setiap posisi hanya diberikan 10 butir peluru yang harus ditembakkan dalam waktu 30 detik. Nomor Pistol diadu dalam jarak 25 meter dengan 15 butir peluru dan jarak 15 meter dengan 5 butir peluru yang masing-masing harus ditembakkan dalam waktu 30 detik.
Dalam sambutannya pada saat penyerahan Trophy dan Medali kepada para pemenang di Markas Komando Sektor Timur “Miguel De Cervantes Base”, Komandan Sektor Timur Brigjen Garcia Sanchez dari Spanyol mengatakan bahwa pertandingan menembak ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan UNIFIL dalam rangka menjaga kemampuan menembak sebagai prajurit profesional sesuai standar Pasukan Perdamaian PBB sekaligus bertujuan untuk mempererat persahabatan dan kerja sama antar Kontingen yang bertugas di Lebanon Selatan, baik yang berada di Sektor Barat maupun Sektor Timur.

Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos seusai pengumuman peringkat pemenang dan penyerahan Trophy dan Medali menyampaikan terima kasih, penghargaan dan kebanggaannya serta mengucapkan selamat kepada para petembak, Mayor (Mar) Felix Pakpahan sebagai Komandan Tim dan seluruh official Tim Menembak lainnya atas keberhasilan yang dicapai. Menurut Dansatgas, dengan prestasi ini makin melengkapi prestasi yang telah diraih pada Lombak Tembak sebelumnya di tingkat Sektor Timur dan telah membuat nama Kontingen Indonesia semakin diperhitungkan oleh kontingen negara lain di setiap event turnamen yang diselenggarakan UNIFIL. Dansatgas juga menegaskan bahwa keberhasilan ini telah mengharumkan nama TNI, bahkan Indonesia di mata dunia Internasional mengingat pesertanya yang berasal dari 12 negara berbeda benua yaitu Eropa, Asia dan Afrika.
Hasil lengkap Lomba Tembak ”UNIFIL Intercontingent Shooting Championship” sebagai berikut : Pada Nomor Senapan, Medali Emas diraih Kontingen India, Medali Perak oleh Kontingen Indonesia dan Medali Perunggu oleh Kontingen Slovenia. Nomor Pistol, Medali Emas diraih oleh Kontingen Korea Selatan, Medali Perak oleh Kontingen Indonesia dan Medali Perunggu oleh Kontingen India. Dengan demikian, Kontingen India keluar sebagai Juara Umum ke-1 dan Kontingen Indonesia sebagai Juara Umum ke-2.
Selamat ya buat kontingen Indonesia.. top deh. btw, kalau boleh tau senapan dan pistol yang TNI gunakan produksi mana ya? Pindad kah?
Sekali lagi, selamat buat kontigen Garuda kita. Maju terus.. Kita bangga dengan kalian.
Salam hangat dari Sudan.
salut buat pasukan garuda
meski dpt medali perak but I proud of you……..
mas ajie I miss U……
selamat buat semua prajurit yang bertugas diLibanon. jaga nama baik Indonesia ALWAYS……..
« Dua Jenderal UNIFIL kunjungi KONTINGEN GARUDA XXIII B di Lebanon Selatan 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation »