Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 10 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 132 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Earthquake 7.4 R in Simeulue Island
Journey sans frontiers….finally: Zimbabwe! >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
(Adshit Al Qusayr, 10/2) Setelah seminggu lalu petembak Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B meraih prestasi di peringkat ke-2 dalam Turnamen Menembak antar Kontingen di Sektor Timur UNIFIL, maka pada event yang sama namun pada match yang berbeda, petembak Indonesia lagi-lagi berhasil mengukir prestasi. Tidak tanggung-tanggung, kali ini peringkat ke-1 pada nomor yang dipertandingkan yaitu Rapid Fire berhasil direbut dan bahkan secara telak berhasil mengalahkan petembak Olimpiade dari salah satu negara peserta.
Peringkat nama-nama petembak yang masuk 5 besar ialah sebagai berikut : Peringkat ke-1 ditempati oleh Petembak Indonesia (Kopda Asribi), kemudian Petembak dari Spanyol (Kapten Cidoncha) di peringkat ke-2, selanjutnya disusul petembak dari Spanyol lagi (Kopral Carruchon) di peringkat ke-3. Di peringkat ke-4, ditempati petembak dari India (Sersan Naleem Singh). Dan di peringkat ke-5, Indonesia kembali berprestasi melalui Sertu Ambo Asse.



Turnamen Menembak ini digelar pada hari Minggu (10/2) bertempat di lapangan tembak Ebel Es Saqi, Marjayoun, Lebanon Selatan mempertandingkan Rapid Fire match (Tembak Cepat) sebagai kelanjutan pertandingan pada hari Minggu (3/2) yang lalu. Total tim yang ikut berlomba ialah 5 tim dari negara yang berbeda-beda yaitu : Spanyol, Polandia, India, Nepal dan Indonesia. Setiap tim terdiri dari 3 petembak dengan menggunakan senjata sesuai standar negara masing-masing yang termasuk jenis light infantry riffle (senapan infanteri) dengan kaliber 5,56 mm. Pada nomor tembak cepat ini, para petembak diadu dalam 3 posisi menembak yaitu tiarap, duduk/berlutut dan berdiri dimana setiap posisi hanya diberikan 20 butir peluru yang harus ditembakkan ke sasaran dalam waktu 1,5 menit (90 detik).
Kopda Asribi (Brigif Linud 3/Kostrad), Sertu Ambo Asse (Brigif Linud 3/Kostrad) dan Kopda Mar Cecep (Den Jaka/TNI AL) menjadi petembak Kontingen Indonesia yang beruntung dapat mengikuti event internasional ini. Mereka adalah petembak-petembak terbaik yang merupakan hasil seleksi seluruh prajurit Konga XXIII-B beberapa waktu yang lalu. Terbukti, walaupun Kontingen Spanyol menurunkan petembak spesialis nomor Rapid Fire yang merupakan langganan juara pada pertandingan menembak di antara negara-negara NATO, yaitu Kapten Cidoncha namun hal itu tidak secuilpun menciutkan nyali dan konsentrasi para petembak Konga XXIII-B. Dengan memakai senjata SS1 V1 dan munisi 5,56 mm produksi dalam negeri (PT.Pindad) skor yang diraih petembak Indonesia langsung memimpin dari sejak awal pertandingan.
Tanda-tanda kejayaan para petembak Kontingen Indonesia sebenarnya sudah terlihat pada saat tembakan uji coba sebelum pertandingan dimulai. Dari 2 kali pelaksanaan uji coba, petembak Indonesia selalu meraih skor tertinggi. Kontan hasil tersebut membuat gentar para petembak lawan. “Aroma” gentar ini sangat terasa sekali pada saat pertandingan berjalan. Buktinya, setiap kali selesai menembak maka para petembak dari negara lain itu bukannya menuju ke target/sasaran masing-masing melainkan malah berbondong-bondong melihat hasil perkenaan tembakan petembak Indonesia terlebih dahulu !

Mengomentari prestasi petembak Indonesia, Koordinator Turnamen Menembak yaitu Letnan Ferrero dari Spanyol beberapa kali menyatakan kekagumannya, ”Indonesian soldier is the best!”. Menurutnya, hasil yang diraih oleh para petembak Indonesia sungguh luar biasa karena pada minggu lalu hampir mengalahkan Kopral Miranda, petembak Olimpiade spesialis nomor accuracy shooting, sekarang malah dapat menggungguli Kapten Cidoncha, yang selain merupakan jawara menembak nomor Rapid Fire di tingkat NATO, ia bahkan adalah ”guru sekaligus instruktur menembak seluruh tentara Spanyol yang selama ini sulit dikalahkan”.
Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos yang mengikuti jalannya pertandingan dari sejak awal, seusai pengumuman peringkat pemenang menyampaikan terima kasih, penghargaan dan kebanggaannya serta mengucapkan selamat kepada para petembak, official dan unsur pendukung lainnya atas keberhasilan yang dicapai. Menurut Dansatgas, prestasi ini telah mengharumkan nama Satgas Konga XXIII-B, TNI, bahkan Indonesia di mata dunia Internasional dan membuat nama Indonesia akan diperhitungkan oleh kontingen negara lain di setiap event turnamen yang diselenggarakan pada waktu mendatang.
LUAR BIASA!
Bravo tim Konga XXIII-B, saya cuma ikut bangga!
semoga prestasi ini bisa memotivasi penembak penembak lain di Indonesia untuk mengukir prestasi di dunia internasional.
Yohanes Hutu Yosea
P. O. Box 565, Park City
Utah 84060, USA
BRAVO!!!!! Bener2 ikut bangga. Jauh dari tanah air, tinggal di daerah penuh bahaya, masih bisa cetak prestasi luar biasa!
Numpang tanya sekalian, bagaimana saya bisa kontak email dengan Bang Sandy???? Ada keperluan urgent!!!
Bravo buat Indonesia…tetap berjaya….
by the way, akyu juga mo belajar nembak nanti pas balik ke jakarta, kira2 ada yang bisa kasih kontak ndak?
well done….Jayalah Indonesiaku…
Outstanding, keep up at the good work..estupendo tio…saludos a todos amigos de mio…
hebat euy .. kayak di pilem-pilem haha~
Hormat Grak !!!
mungkin secara teknologi kita kalah tapi kemampuan ??? jangan pernah ragukan kemampuan kita !!! hidup INDONESIA !!!
Hueeebat tenan!! Senjatanya itu loh..buatan dalam negeri! buatan Pindad! Bener2 pantas bangga kan? Kalo kehebatan individu tentara indonesia sih sudah sohor di kontingen pasukan PBB, sekarang ditambah senjata buatan anak bangsa terbukti tidak kalah hebatnya. Semoga kepercayaan dan dukungan terhadap industri pertahanan dalam negeri makin tinggi.
Selamat untuk petembak2 tangguh Indonesia
Wah hebat banget. Ternyata skill dan senjata orang Indonesia sama sekali gak kalah!
Senjata negara lain apa ya yg dipake? Dari fotonya kayanya M16, G36, Galil, dan AK-101. Hebat SS1 bisa menang!
Pertama turut berduka cita atas gugurnya anggota TNI pd kecelakaan heli, yg kedua tentu rasa bangga & hormat atas keberhasilan tim Indonesia sbg juara dalam event menembaknya. Bang, profil anggota2 tsb dong, dr mana kesatuannya dll
salam aja drpd www.aceh
« Earthquake 7.4 R in Simeulue Island Journey sans frontiers….finally: Zimbabwe! »