Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kontingen Indonesia bersih dari pelanggaran SEA

28 August 2009, 17:05 , by Leo Sugandi

 

MONUC Force Commander dalam lokakarya SEA (Sexual and Exploitation Abuse) yang dilangsungkan selama satu hari di Goma, Kamis (27/8) meminta seluruh kontingen yang tergabung dalam misi PBB di Kongo untuk mencontoh Kontingen Indonesia yang tidak pernah tersangkut masalah exploitasi dan penyalahgunaan seksual. Letnan Jenderal Babacar Gaye sebagai pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo memuji Kontingen Indonesia, Bangladesh dan Cina yang dinilai “bersih” dari pelanggaran SEA.

Sebagai misi PBB dengan jumlah pasukan penjaga perdamaian terbesar di dunia, MONUC juga memiliki kasus pelanggaran yang tidak sedikit. Oleh karena itu, tak henti-hentinya MONUC menyelenggarakan seminar SEA guna mencegah peningkatan pelanggaran, khususnya masalah eksploitasi dan penyalahgunaan seksual.

SEA Suasana Workshop SEA<sup class=1“ />

Dan pada hari Kamis kemaren seluruh komandan kontingen yang tergabung dalam MONUC mengikuti workshop yang khusus diadakan dengan mengundang pembicara Ms. Malcorra dari Departement of Field Support (DFS)-Markas Besar PBB di New York.

Perhatian yang sangat tinggi dari pimpinan PBB terhadap masalah SEA disampaikan oleh Ms. Malcorra karena the peacekeeper adalah simbol perwakilan tertinggi dari lembaga dunia United Nations. Oleh karena itu menurut Ms. Malorrca, perilaku peacekeeper harus setara dengan simbol yang sangat tinggi derajatnya tersebut.

Utusan PBB yang bermarkas di New York itu mengatakan; “Masyarakat dunia menaruh harapan besar kepada the peacekeeper akan terciptanya perdamaian di seluruh dunia.” Oleh sebab itu setiap personel pasukan penjaga perdamaian dunia memiliki tanggung jawab yang besar dipundaknya untuk menciptakan dunia yang lebih baik, demikian imbuh Ms. Malcorra. Lebih lanjut Ms. Malcorra menambahkan bahwa pimpinan PBB memahami kondisi the peacekeeper yang bertugas di dalam lingkungan dan situasi yang sangat sulit, namun mereka meminta agar seluruh personel pasukan penjaga perdamaian dunia tetap berpegang pada kebijakan Sekjen PBB tentang “zero tolerance policy” terhadap kasus SEA. Dimana PBB tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran SEA, khususnya di daerah misi. Oleh karenanya, PBB mengkategorikan pelanggaran SEA sebagai pelanggaran kategori 1 atau pelanggaran berat dengan sanksi yang berat pula.

05 SEA  Force Commander Memberikan Arahan<sup class=1“ />

Sementara itu, MONUC Force Commander sebagai pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo yang juga hadir dalam acara yang digelar di markas Eastern Integrated Headquarter-Goma menekankan dua hal penting dalam SEA workshop kali ini. Yang pertama, Letnan Jenderal Babacar Gaye mengajak seluruh Komandan Kontingen yang tergabung dalam MONUC untuk mengukuhkan kembali komitmen pasukan penjaga perdamaian dunia untuk menjunjung tinggi kebijakan “zero tolerance policy” terhadap pelanggaran SEA. Selanjutnya Jenderal Gaye berjanji akan merumuskan sebuah proposal yang akan digunakan untuk meningkatkan upaya penegakan aturan terhadap kasus SEA. Jenderal Gaye juga memuji kontingen Indonesia, Bangladesh dan Cina yang tidak memiliki daftar pelanggaran SEA. Bahkan Jenderal asal Senegal tersebut berpesan kepada seluruh komandan kontingen untuk saling bertukar pengalaman dengan kontingen lain dan belajar dari kontingen yang tidak pernah tersangkut masalah SEA, sehingga dapat menerapkan hal-hal yang baik tersebut kepada kontingen masing-masing.

02 SEA Komandan Kontingen yang Mengikuti Sea Workshop<sup class=1“ />

04 SEA Dansatgas Menyampaikan Tanggapan<sup class=1“ />

Konferensi SEA yang diadakan di Goma tersebut dihadiri oleh seluruh komandan kontingen yang tergabung dalam MONUC, termasuk diantaranya Komandan Satuan Tugas Kontingen Garuda XX-F Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo. SP-47/VIII/Konga XX-F/MONUC.

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

1  Comment

by bakulrujak at 29 August 2009, 00:00

selamat bapak-bapak..
nama harum bangsa indonesia akan senantiasa harum di seluruh antero dunia berkat sepak terjang anda sekalian.
bravo!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Destianto Nugroho Utomo Major Destianto Nugroho Utomo was born in East Java, Indonesia. After finished formal education at Taruna Nusantara High School Magelang in 1993, he joined the Indonesian Air Force Academy and graduated in 1996. Then in 1998, he graduated from the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago