Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

KRI Diponegoro-365: Hailing

3 May 2009, 21:59 , by I Wayan Suarjaya

 

Good Morning, Afternoon, Evening…
This is United Nations’ Warship operating in support of United Nation Security Council Resolution 1701 and 1832 .
I request your cooperation in answering following questions. I do not intend to impede or delay your passage, over.
What is your ship name, Flag, IMO Number, and…..
Thank you for your cooperation sir. Have a safe journey. This is United Nations Warship out.

Demikianlah percakapan yang sudah tidak asing lagi terdengar setiap hari ketika kita berada di anjungan kapal dan menemukan Perwira Jaga (Paga) sedang dilaksanakannya hailing terhadap kapal-kapal yang melintas di AMO (Area Maritime Operation) yang menjadi tugas dan tanggungjawab KRI Diponegoro-365

Kalau kita melihat kata Hailing di kamus sama dengan “berteriak”. Berteriak disini bukan sembarangan teriak tetapi melaksanakan komunikasi melalui voice/radio dengan kontak yang kita jumpai baik yang mencurigakan ataupun yang tidak yang melewati AMO yang dilaksanakan selama 24 jam. Inilah yang menjadi tugas utama KRI Diponegoro-365 yang akan dilaksanakan hingga pertengahan oktober mendatang dalam keikutsertaannya sebagai Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda XXVIII A-UNIFIL dalam rangka melaksanakan blokade laut untuk mencegah penyelundupan senjata dan material yang berhubungan dengan senjata dari, ke dan lewat laut Libanon, disamping memberikan pelatihan kepada LAF-N untuk meningkatkan kemampuannya sehingga mereka bisa menjaga keamanan perairannya secara mandiri.

KRI Diponegoro-365 dengan komandan Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah yang diawaki oleh 100 orang personel terdiri dari 29 Perwira, 41 Bintara dan 30 Tamtama telah bergabung dengan unsur-unsur MTF dari negara lain seperti Jerman, Italy, Turky, Belgia, Yunani, Perancis, Portugal sejak 19 April 2009 setelah melewati perjalanan dari Indonesia selama 1 bulan dengan route Surabaya-Jakarta-Belawan-Cochin-Salalah-Port Said-Beirut dengan menempuh jarak 6555 Nm.

Kehadiran KRI jenis Sigma Class buatan Vlisingen Belanda ini adalah merupakan suatu kebanggaan dan kepercayaan bagi Bangsa Indonesia karena untuk pertama kalinya sejak MTF berdiri tahun 2006, Indonesia satu-satunya Negara di Asia yang diminta untuk ikut berpartisipasi memperkuat unsur-unsur MTF yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh kapal-kapal dari Benua Eropa, Tentunya hal ini tidak terlepas dari prestasi yang ditorehkan oleh satgas-satgas darat yang telah lebih dahulu bertugas.

Setelah hampir 2 minggu bertugas di AMO, saat ini KRI yang mulai bertugas di TNI AL sejak 2 Juli 2007 lalu telah berhasil menghailing 45 kapal yang sebagian besar adalah kapal jenis kargo dan tanker. Hasil hailing dan bukti berupa foto kemuudian dilaporkan ke kapal MIO Comander yang saat ini dijabat oleh BNS Leopold (Kapal Perang Belgia) yang kemudian diteruskan ke Commander Task Force (CTF).


Kapal BNS Leopold I – dijaga oleh prajurit LAF

Dalam melaksanakan tugasnya KRI Diponegoro-365 berada di bawah CTF 448. Komandan MTF adalah Rear Admiral Jean Thiery Pinooy (Paling Kanan).

Dari 4 zone yang ada KRI Diponegoro mendapat AMO di zone 1 bersama kapal-kapal yang memiliki ukuran besar seperti Kapal perang Belgia. Namun kemudian karena keterbatasan unsur-unsur MTF sehingga menyesuaikan dengan jadwal yang diberikan, termasuk jadwal sandar dan layar. Sampai saat ini untuk sandar 2 hingga 3 hari sedangkan beroperasi/layar selama 1 minggu.

Yang tidak kalah pentingnya adalah keterlibatan helikopter yang juga onboard di KRI Diponegoro, BO 105 NV-414 yang melaksanakan tugas pengamatan AMO dari udara sebagai mata dan telinga dari KRI. Kombinasi kapal permukaan dan aset udara merupakan hal yang sangat vital guna mewujudkan tugas pokok. Dua kali dalam sehari, NV-414 melaksanakan operasi udara di zona yang ditentukan oleh MIO Cdr (Maritime Interdiction Operation Commander) untuk mengidentifikasi secara visual kontak yang terdeteksi radar dan mendokumentasikannya dalam bentuk foto dan video serta melaksanakan komunikasi radio (hailing) dengan kapal tersebut untuk mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan untuk dicocokkan dengan data AIS (Automatic Information System) dan data intel yang telah diterima. Sejauh ini baik KRI maupun Helikopter telah dapat melaksanakan tugas dengan baik.

Disela-sela melaksanakan tugasnya di daerah operasi, dilaksanakan pula berbagai latihan internal baik individu maupun kelompok dengan unsur-unsur MTF lainnya dan juga dengan angkatan laut Libanon (LAF-Navy) (GIE).

I Wayan Suarjaya Naval Captain (KH) I Wayan Suarjaya, born in Werdhi Agung (Northern Sulawesi) on 29 September 1972, graduated from PAPK (Perwira Prajurit Karir) in 1998, further assigned to Public Information Office of Indonesia’s Naval Headquarters assuming the responsibility as Naval...

Detail Profile »

4  Comments

by anbhar at 4 May 2009, 10:02

bangga dengan TNI (rock)
selamat bertugas dan semoga selalu lindungan-Nya

by Tedjo Sukmono at 6 May 2009, 19:50

Selamat dan sukses buat seluruh Prajurit KRI Diponegoro-365 sebagai pengawak KRI pertama yang mengawali tugas misi pemeliharaan perdamaian dunia. kita yakin bahwa keberadaan kapal TNI AL saat ini tidak lagi dipandang sebelah mata oleh dunia internasional. “JALES VEVA JAYA MAHE, JUSTRU DI LAUT BANGSA INDONESIA JAYA

by Tedjo Sukmono at 6 May 2009, 21:22

Keberhasilan misi perdamaian yang di emban TNI disejumlah mandala operasi PBB saat ini, merupakan bukti bahwa TNI semakin profesional menghadapi tantangan pasca perang dingin.
Kehadiran KRI Diponegoro-365 di perairan Lebanon dalam mengemban misi pemeliharaan perdamaian menunjukkan bahwa eksistensi TNI AL dalam melaksanakan Operasi Pemeliharaan Perdamaian saat ini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh dunia internasional.
Kita patut berbangga kepada seluruh Parjurit Pengawak KRI Diponegoro-365 sebagai duta bangsa pengawak KRI yang pertama kali mengawali Operasi Perdamaian Dunia.
“JALESVEVA JAYA MAHEJUSTRU DI LAUT BANGSA INDONESIA JAYA”

by Tini Adam Jazuli at 14 May 2009, 10:53

Saya bangga Indonesia bisa mengirimkan KRI Diponegoro 365 dalam misi perdamaian,semoga berhasil dan kembali dengan selamat, “Jalesveva Jaya Mahe”

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nilawaty Bahar Nilawaty BAHAR Having 9 years experience in HR functions: Human Resource Information System Development & Implementation, Personnel Administration Management, HR Development project with multinational companies, Nilawaty Bahar began her initial mission assignment under the United Nations Mission in Nepal (UNMIN) and absed...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago