Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kunci sukses bebas dari stress: bersantap bersama kolega

12 January 2010, 18:25 , by Deden Lukman

 

Penat rasanya hari itu, kombinasi antara bosan stadium akut, dan rasa rindu kampung campur aduk menjadi satu. Kumaha sih kalau rasa hati kararesel teu pararuguh bari teu jelas keheul ka saha!?. Nah persis begitu! (Coba tolong diterjemahkan yang faham Sunda, please!). Bekerja di misi PBB yang notabene lokasi kerjanya itu di negara pasca-konflik, kalau giliran akhir pekan kadang suka bingung sendiri, kemana ada apa ya acaranya?. Mungkin kalau di tanah air, urusan kegiatan akhir pekan punya segudang pilihan. Mau pelesir ke Mal?, hayu!, mau jalan ke bioskop nonton bareng si do’?, bisa!. Mau main bowling, bilyard, dan segala macam, ada!. Mau ikut arisan keluarga?, banyak jadwalnya.. Nah, bagaimana dengan kita di Monrovia?. Buat para staff expatriates, termasuk kita para expat Indonesia, acara akhir pekan adalah – makan bersama!.

Alhamdulillah kemaren baru saja terima sangu tunjangan misi, jadi isi dompet itu sudah tidak memalukan lagi. Yang tadinya hanya berisikan selembar atau dua, dollar nominasi pecahan 20, kini terisi tebal banyak sekali lembaran Oom Benjamin Franklin dan beberapa lembar Oom Grant.

Indonesian Lunch

Maka, sepertinya mungkin untuk mengundang kawan kerabat staff Indonesia untuk kumpul acara makan siang bersama. Pada misi PBB di Liberia, staff Indonesia masih bisa terhitung dengan jari, selain Bang Dicky, ada Kang Luigi, lalu Bang Donasion, kemudian ada Mbak Vonny, Mbak Aisyah, dan Mbak Lika. Itulah keluarga besar Merah Putih di Liberia ini. Dalam upaya mempererat silaturahim keluarga besar ini, maka setelah koordinasi, akhirnya setujulah untuk mengadakan kumpul makan siang dadakan.

Makan siang bersama, nah bicara selera dan pilihan restoran yang cukup representative di Monrovia adalah bukan perkara gampang. Ibukota Liberia, saat ini hanya memiliki beberapa lokasi santap bersama yang dirasa enak dan harganya lumayan terjangkau serta bersih. Sisanya wah, kita-kita belum cukup percaya diri untuk bisa seenaknya makan sembarangan. Terjangkit typhus dan gangguan pencernaan adalah salah satu resikonya.

Setelah pilih-pilih dan berunding, akhirnya sepakat untuk memilih restoran Great Wall, restoran masakan china yang rasanya sudah bersahabat dengan lidah ini, dan pasukan kapal keruk ini bisa dijamu kenyang dengan harga yang nggak bakalan bikin bangkrut.. pertimbangan lain memilih restoran ini adalah, tersedianya fasilitas karaoke, sabodo amat kalau nanti para tamu restoran lain itu terpaksa mengungsi karena pekak telinga mereka dengan suara kacau-balau kita semua.

Oke, para mbakyu.. silahkan pilih menu masakan apa yang kalian idam-idamkan, tenang saja, jangan liat harganya.. kali ini semua ditanggung!..”

Indonesian Lunch

Maka seriuslah mereka semua membaca buku menu yang besarnya hampir selebar bentangan koran kompas itu. yakin sayah, mah kalau mereka hanya melihat gambar masakan yang ada di buku menu, sebab sisanya hanya tulisan dengan huruf china, yang si horeng ini pun nggak ngerti baca/bunyinya nama masakan itu.

Indonesian Lunch Indonesian Lunch

Indonesian Lunch Indonesian Lunch

Setelah para mbakyu itu berdiskusi, akhirnya pesanan sudah rampung ditentukan. Memanggil pelayan restoran untuk mencatat pesanan. “Mbak..mbak, kita pesan ini, yang gambarnya seperti ini tapi jangan ada Babi-nya ya!, bilang sama si engkoh tukang masak dibelakang, jangan pake babi sedikitpun”.

Indonesian Lunch

Memang pesan masakan di Liberia ini mesti benar-benar dijelaskan, kalau tidak bisa jadi piring saji itu menggunakan daging babi didalamnya.

Menjadi juragan acara makan siang waktu itu nampaknya terasa ngeunah pisan, euy!.

Indonesian Lunch

Obrolan santai mengalir dengan sendirinya, lupa urang teh ngobrolin apa aja, yang jelas mah kita keketawaan saja mendengar cerita – cerita masing-masing dan khususnya mengulang cerita saat masing-masing dari kita pertama kali tiba di negeri ini. Rasa waswas, kaget akanbudaya dan situasi orang-orang setempat dan perjuangan saat berada di penempatan jauh di pedalaman. Walah, nggak habislah diceritakan 7 hari-7malam…!.

Indonesian Lunch

Santap makan bersama dengan kawan-kawan seperjuangan, memang salah satu upaya membuat hari-hari selama penugasan berjalan sangat cepat dan berlalu dengan riang. Itulah salah satu kunci sukses lepas dari stress bekerja di misi. Kumaha cerita pengalaman rekan-rekan lainnya?. Sok atuh, cerita yah..

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

8  Comments

by jarwadi at 12 January 2010, 20:06

waaaah, jadi gambar gambar di buku menu sudah mewakili rasa ya

selamat bertugas akang, sukses merah putih berkibar

salam hangat dari kampung halaman

by Yudha PH at 12 January 2010, 21:08

Terjemahannya… harareudang, atau harerea, mungkin.

Senang liatnya. Makan dengan kolega sebangsa, mungkin seperti berada di tanah-air. Insya Allah, kalo saya dapet setumpukan oom Benyamin begitu, bolehlah saya traktir kang Lukman, dan semua berlima. Kalo kang Luigi ta’ suruh bayar sendiri ajah ya.

by Yohan Kurniawan at 13 January 2010, 05:08

makan ga makan sing penting kumpul

by Venorita De'Ark at 13 January 2010, 06:25

wuah…bener atuh Kang…asli..palagi kolega tu sebangsa n setanah air plus sso yg scr tak terduga adl kawan balita qt….hew hew hew….

Kang…how R U there Kang..?

by Chichi Gatot at 13 January 2010, 06:32

Ya sing sbr aja ya kang pkokx ttp smangat ..! Hidup kang lui…hahaha

by Chichi Gatot at 13 January 2010, 06:33

Ya sing sbr aja ya kang pkokx ttp smangat ..! Hidup kang Deden…hahaha

by Ibnu Permana at 14 January 2010, 01:34

Wah kang Deden hebat msh ingat basa wewengkon padahal keur lieur tugas diluar nageri,bisa nyempetkeun kumpul makan bareng ama rekan. smoga kang Deden saparakanca sing aya tina panangtayungan Allah SWT.

by dewi at 25 January 2010, 00:51

Dimanapun, apapun itu acaranya kalau rame-rame bersama kawan atau kolega memang terasa menyenangkan plus ada acara makan bersamanya. apalagi jika sedang jauh dari perantauan, bisa mengobati rindu keluarga dan kampung halaman.

Haiyaa…jadi woleh juga tuh, ada fled lais spesial pake telol juga enggak pak di menunya..? hehehe

Salam dan Selamat bertugas ya pak.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Puguh PAMUNGKAS Puguh PAMUNGKAS With extensive hands-on experience in Movement Control and Air Operation field, Puguh Pamungkas contributed a significant role under the flag of UNHAS – United Nations World Food Programme Humanitarian Air Service, based in Banda Aceh, Aceh province – Indonesia. His...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago