Komisi I DPR RI yang membidangi masalah pertahanan, dipimpin Drs. Theo Sambuaga mengunjungi Markas Pasukan Indonesia (Indobatt) di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan. Kunjungan Komisi I DPR ke Libanon adalah untuk meninjau kondisi Satgas, baik personil, alat peralatan, daerah operasi Libanon selatan dan pelaksanaan tugas Indobatt serta melihat dari dekat 32 panser VAB yang dibeli dari Perancis.

Kedatangan para wakil rakyat tersebut disambut oleh pasukan Garuda XXIII-A dengan jajar kehormatan. Anggota DPR yang tiba di pasukan pemelihara perdamaian Indonesia adalah Theo Sambuaga, Guntur Sasono, M.Si, Permadi, SH, H.A. Afifuddin Thaib dan Jeffrey Johannes Massie, menyalami anggota pasukan. Sanggota DPR, Permadi, SH pada kesempatan tersebut menanyakan beberapa hal seperti kegiatan LAF (Lebanon Armed Forced), masalah gaji dan fasilitas yang didapatkan pasukan Indonesia selama berada di Libanon. Beberapa pertanyaan yang bersifat humanispun di lontarkan oleh anggota DPR dari PDIP tersebut.
Suasana akrab tercipta dari awal kedatangan hingga sesi tanya jawab. Dimana pada kunjungan tersebut turut hadir dari Dephan RI yaitu; Ir. Roy Heru Trisnamurti, M.S. Staf Ahli Menhan Bidang Intek, Dr. Agus Brotosusilo, SH, MA, Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Idelogi Politik, Marsma TNI Mukhtar E. Lubis, M.Sc Dirada Ditjen Ranahan Dephan, dan Letkol CKU Teddy Hernayadi, Kasubbid Bia Lugri Bid Lakbia Pusku Dephan. Kedatangan rombongan anggota Dewan itu disertai pula Asops Kasum TNI Mayjen Bambang Darmono, dan Pabandya-3/Minlog OPP Sops Letkol CBA Asep Iwan Surtiwa.
Sedangkan masalah uang saku dan fasilitas tinggal yang diterima pasukan Indonesia di Libanon dari personel yang berpangkat Kolonel sampai dengan pangkat Prajurit Dua adalah sama. Pada acara tanya jawab Asops Kasum TNI, Mayjen Bambang Darmono turut memberikan penjelasan mengenai perpanjangan mandat PBB di Libanon. Dengan perpanjangan mandat PBB tersebut Indonesia akan melanjutkan kontribusinya dengan menyiapkan satu batalyon pengganti yang terdiri atas personel TNI AD, AL, AU. dan direncanakan mulai 15 Oktober 2007 nanti satuan yang akan menggantikan kontingen Garuda XXIII-A ini akan melakukan latihan pra tugas selama 21 hari yang selanjutnya pemberangkatan akan dilakukan dengan mekanisme sama seperti pemberangkatan sebelumnya.
Asops Kasum TNI Mayjen TNI Bambang Darmono juga menyampaikan tentang masalah Reimbursement kepada para anggota Dewan. Reimbursement adalah satu anggaran yang disiapkan oleh PBB yang diberikan kepada troop contribution country (TCC) melalui Angkatan bersenjatanya untuk mendukung kegiatan operasional satuan yang bertugas dibawah bendera PBB. Penjelasan tersebut difahami oleh anggota Dewan, hingga diskusi di ruangan itu pun berakhir. Selanjutnya anggota Komisi I berkeliling di Camp 7-1 ( Mako Indobatt ). Mereka melihat dari dekat berbagai peralatan pasukan merah putih. Mulai dari BTR 80, Panser VAB yang dibeli dari Perancis dan Panhard, termasuk juga jalur evakuasi melalui udara.
Acara kunjungan kehormatan tersebut diakhiri dengan makan siang dan penyerahan cinderamata dari pasukan Indobatt kepada anggota DPR RI, Dephan dan Mabes TNI.


Selamat atas perpanjangan mandat Indobatt di UNIFIL, semoga terus mengukir sukses citra bangsa kedepan.
Buat Mas Irawadi, rencana penugasan berikutnya akan kemana ?
Ohya, misi peacekeeping di Darfur dalam naungan United Nations African Union Mission in Darfur (UNAMID) segera digelar dan advanced deployment sudah dimulai melalui UNMIS, akankah Kontingen Garuda berjaya mengepak-kan sayap dan mendarat di Darfur? :-)
Semoga dengan keberhasilan UNIFIL di Lebanon, akan menambah kecemerlangan merah putih di mata dunia. Trus, kalo boleh RI bisa jadi TCC yang paling tidak bisa lebih besar daripada Bangladesh.
Garuda!!!!
Selamat bertugas kawan-kawan yg terhormat, jasa2mu mengharumkan Indonesia dan TNI. You r the pride of Us!!
tetaplah semangat karna kami smua mendoakanmu..
Ingin sekali bergabung menjadi kontingen Garuda..
Jayalah TNI demi NKRI tercinta!!!
Garuda!!!!