Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 0 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 339 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Rajin Cuci kaki sebelum Bobo’ atau dapetin Zziega, pilih mana hayoo... ?
Adaptasi Dengan Situasi Adalah Kunci Keberhasilan Pencapaian Tugas Pokok >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Kedatangan Chief Medical Officer (CMO) Unifil, Dr Koka Hara di kontingen Indonesia adalah yang pertama kalinya. Kunjungan yang juga bersama Force Medical Officer (FMO) Unifil Letkol Dr US Garg, untuk melihat kondisi rumah sakit lapangan tingkat 1 yang dipunyai Satgas Indonesia, dan sekaligus memperkenalkan diri sebagai pejabat baru dilingkungan Unifil.

Kedatangan dua orang pejabat kesehatan Unifil tersebut disambut oleh Dansatgas Kolonel Surawahadi di pos 7-1. Dalam paparan singkatnya Dansatgas memberikat ulasan tentang tugas, organisasi serta daerah tanggung jawab pasukan Indonesia. Setelah paparan oleh Kolonel Surawahadi, dilanjutkan oleh Dr. I Putu Arya. Penjelasan tentang unit medis yang dimiliki Indonesia antara lain mengenai kapasitas, kemampuan, perlengkapan serta dukungan obat yang dimiliki rumah sakit Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Dr Koka Hara yang berasal dari India, memberikan jaminan kepada Dansatgas tentang rumah sakit rujukan bila ada pasien dari pasukan Indonesia yang perlu mendapat penanganan yang lebih tinggi. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki dan usaha swadaya memanfaatkan bahan-bahan yang ada, sehingga mampu menyiapkan sarana rumah sakit yang memadai dan dianggap layak sebagai rumah sakit level 1.
Kedua dokter melihat secara langsung mulai dari ruang obsevasi, rawat inap dan juga memperhatikan tempat penyimpanan obat. Dr. Koka Hara mengungkapkan rasa apresiasinya atas usaha keras Unit Medis Indonesia. Diruang rawat inap, Dokter Hara mencoba tempat tidur (Velbed) yang ada dan juga didemontrasikan cara menggelar dari velbed tersebut. Hal lain yang menjadi perhatiannya adalah saat meninjau sistem pelaporan serta jalur evakuasi yang dimiliki kontingen Indonesia. Kedua dokter tersebut menyampaikan rasa bangga kepada Satgas Indonesia karena semua disusun secara baik. Beliau juga terkesan dengan sistem penyajian data dan standard prosedur yang ada di Rumkit kontingen Indonesia. Apresiasi tersebut akan menjadikan Rumkit Konga XXIII-A sebagai prototype di jajaran Rumkit level 1 di Unifil.
Untuk rencana kedepan Dr. Koka Hara sebagai penanggung jawab tertinggi bidang kesehatan Unifil menjanjikan akan menerbitkan guideline yang memungkinkan agar dokter spesialis yang ada di masing-masing kontingen (Batalyon) untuk mendapatkan kesempatan sebagai tenaga spesialis di rumah sakit level 2, agar tidak kehilangan skill yang dimiliki. Seperti halnya Dr. Arya yang seorang ahli bedah dapat tetap mempraktekan kemampuannya di Rumah sakit level 2 kontingen China dan Belgia.
Pada kesempatan itu CMO juga sangat terkesan akan Smart Car yang dimiliki oleh Satgas Indonesia, dan berkesempatan menerima penjelasan tentang kendaraan yang menjadi “andalan” kontingen Indonesia, dari Perwira Cimic (Civil Military Cooperation). Pada saat menutup paparannya diinformasikan juga oleh Dansatgas, bahwa akan ada resupply yang akan dikirim pemerintah Indonesia untuk melangkapi Rumkit Satgas Indonesia. Dan bila sesuai jadwal maka resupply obat-obatan dan perlengkapan Rumkit level 1 tersebut, akan tiba tanggal 6 Agustus 2007 dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU.
« Rajin Cuci kaki sebelum Bobo’ atau dapetin Zziega, pilih mana hayoo... ? Adaptasi Dengan Situasi Adalah Kunci Keberhasilan Pencapaian Tugas Pokok »