Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kunjungan Panglima TNI ke Kontingen Garuda XXIII-B, Lebanon

27 July 2008, 00:58 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 12/7) Untuk pertama kalinya sejak bertugas di Lebanon Selatan 7 bulan silam, Satgas Yon Mekanis Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B mendapatkan kunjungan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso. Kunjungan ini dalam rangka melihat langsung posisi Base Camp, kondisi nyata personel dan peralatan yang dimiliki oleh Konga XXIII-B serta memberikan dukungan moril serta motivasi bagi prajurit-prajurit TNI yang sedang bertugas.

Panglima TNI datang dengan menggunakan helikopter Super Puma tipe AS 332 milik Kontingen Spanyol pada pukul 12.15 waktu setempat (9/7) bersama-sama dengan beberapa petinggi TNI, diantaranya Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Abikusno, Wa Asops Panglima TNI Marsma TNI B.S. Silaen, Ka PMPP Brigjen TNI Zahari Siregar, Penmil RI di PBB Laksma TNI Ir. I Putu Yuli Adnyana, Athan Indonesia di Kairo Kolonel (E) Sigit SS, Kolonel Adm Prayitno dan Korspri Panglima TNI Kolonel Inf Yudhi S. serta Dubes RI untuk Lebanon R. Bagas Hapsoro. Kunjungan ini tentu sangat menggembirakan bagi para prajurit TNI yang bertugas di Lebanon. Meskipun cuaca hari itu sangat panas dengan suhu sekitar 39oC namun kegembiraan tetap terpancar di wajah mereka saat menyambut kedatangan Panglima TNI.

Sesaat setelah mendarat di Helipad “Soekarno Base” UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Panglima TNI langsung disambut oleh Dansatgas Konga XXIII B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos. Kemudian Panglima menerima Jajar Kehormatatan dari Regu Jaga, dirangkaikan dengan penyambutan oleh seluruh perwira TNI yang bertugas dalam misi UNIFIL di sepanjang jalan Ksatrian “Soekarno Base”, tepatnya di dekat Camp Kompi Mekanis-D/ Dragon. Selanjutnya, Panglima TNI dan rombongan berkenan untuk melakukan penanaman pohon trembesi dalam rangka penghijauan di Indobatt Green Park.

Seusai penanaman pohon, Panglima menuju ke tempat parkir Panser VAB untuk menerima penjelasan singkat tentang kondisi terakhir kendaraan tempur tersebut yang rencananya akan digunakan oleh Kompi Force Protection dari Kontingen Indonesia yang akan datang ke Lebanon pada bulan September mendatang. Pada kesempatan itu, Panglima memberikan petunjuk kepada Aslog Mayjen TNI Abikusno untuk mencatat dan menindak lanjuti penemuan-penemuan atau kekurangan yang harus segera didukung oleh Mabes TNI. Selama kurang lebih 15 menit berada di tempat tersebut, acara dilanjutkan dengan kegiatan sholat Zuhur berjamaah dengan prajurit-prajurit Garuda XXIII B di mushola Kompi Mekanis “D” dipimpin oleh Perwira Bintal Kapten Caj Masri Banurea.

Acara kunjungan dilanjutkan dengan unjuk keterampilan Prajurit-prajurit Konga XXIII B di Aula Serba Guna Rubb Hall berupa bela diri Karate, Taekwondo, Silat Kera Sakti dan Silat Merpati Putih serta Debus.

Masing-masing kecabangan, menampilkan berbagai atraksi diantaranya demo pematahan balok kayu, pemecahan biji kemiri, pematahan kikir baja, pengisian bola lampu pijar dan pemecahan 12 lapis piring berturut-turut sebanyak 2 kali dengan menggunakan kepala. Untuk Debus menampilkan atraksi pemotongan kulit dengan silet dan menusuk jarum ke pipi, lidah dan kulit serta menusuk tangan dengan besi pemecah es balok. Saat menyaksikan acara ini, Panglima TNI dan rombongan terlihat kagum dengan kepiawaian para prajurit-prajurit Garuda ini dan sesekali memberikan applaus kepada mereka.

Acara selanjutnya ialah pemberian penghargaan berupa medali dan sertifikat oleh Presiden Direktur American University Mr. Nobelski terhadap Prajurit-prajurit Garuda XXIII B yang telah berpartisipasi aktif dalam International Sports Festival di Beirut beberapa waktu yang lalu. Penyerahan medali ini menjadi istimewa karena Panglima TNI berkenan mengalungkan medali-medali tersebut secara langsung kepada para prajurit yang tergabung dalam Tim Karate untuk menerima penghargaan, termasuk diantaranya Wadan Satgas Letkol Marinir Ipung Purwadi sebagai Koordinator. Kepada Panglima TNI, pihak American University juga memberikan penghargaan berupa plakat. Pemberian penghargaan ini merupakan wujud apresiasi warga Lebanon terhadap Prajurit TNI yang tampil bukan sekedar untuk unjuk kebolehan semata namun juga bermakna pengabdian dalam misi Perdamaian PBB yang selama ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lebanon, khususnya di wilayah Selatan. Acara pemberian penghargaan ini kemudian ditutup dengan foto bersama.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan santap siang bersama Panglima TNI dan rombongan serta tamu undangan yang hadir yaitu Komandan Sektor Timur Brigjen Garcia Sanchez dan LO LAF Kolonel Milad. Setelah itu, Panglima TNI dan rombongan menuju ke Ruang Rapat Satgas Konga XXIII B untuk menerima Paparan Dansatgas tentang pelaksanaan tugas selama ini, termasuk kendala yang dihadapi dan upaya mengatasinya. Yang menarik, dalam paparan ini dikombinasikan dengan pemutaran video klip produksi Penerangan Satgas tentang berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan, baik di bidang Intelijen, Operasi, Personel, Logistik dan Cimic (Civil Military Cooperation) serta prestasi yang telah dicapai oleh prajurit TNI selama penugasan.

Setelah lebih dari 1 jam menerima paparan, Panglima mempersilahkan kepada rombongan untuk menanggapi terlebih dahulu secara berturut-turut mulai dari Aslog Mayjen TNI Abikusno, Wa Asops Marsma TNI BS. Silaen, Ka PMPP Brigjen TNI Zahari Siregar dan Penmil RI Laksma TNI Ir. I Putu Yuli Adyana. Setelah mendengar beberapa tanggapan tersebut barulah Panglima memberikan beberapa evaluasi dan masukan. Menurut Panglima, dari hasil analisanya maka kendala yang dihadapi oleh Konga XXIII B sebagian besar adalah masalah logistik. Oleh karena itu, Panglima memberikan petunjuk kepada staf terkait untuk segera menindak lanjuti kebutuhan tersebut demi keberhasilan pelaksanaan Satgas yang tinggal 5 bulan lagi. Selain itu, Beliau berpesan agar anggota Konga XXIII B juga ikut merawat aset, peralatan dan perlengkapan Satgas karena kemungkinan jangka waktu penugasan di Lebanon masih cukup lama. Di samping itu, Beliau menekankan supaya berpegang pada rumusan tugas yang diberikan dari Komando Atas yaitu UNIFIL.

“Tentukan Titik Berat atau Gravitasi Tugas Pokok yang harus dilaksanakan, jangan terlalu melebar yang berakibat pada tidak fokusnya sasaran yang akan dicapai”, tegas Beliau. Selesai acara paparan, Panglima TNI dan rombongan berfoto bersama dengan seluruh perwira Konga XXIII B. Seusai menulis pesan dan kesan untuk prajurit-prajurit Garuda, Panglima berkenan untuk menerima wawancara singkat dari beberapa media lokal Lebanon, yaitu Al Manar dan Al Jadid. Dalam wawancaranya, Panglima TNI menegaskan komitmen TNI untuk terus membantu menciptakan dan memelihara perdamaian bagi masyarakat Lebanon melalui penugasan di UNIFIL khususnya di Lebanon Selatan.

Panglima TNI selanjutnya memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Konga XXIII B di Rubb Hall. Dalam kesempatan itu, Panglima TNI menyatakan kebanggaannya atas hasil telah dicapai oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon. Beliau berpesan agar para prajurit benar-benar menyadari perannya sebagai Kekuatan Pertahanan Negara yang Militan, sebagai Kekuatan Moral dan Sebagai Kekuatan Kultural Bangsa atau yang disebut Beliau dengan istilah Tri Sula TNI.

Sebelum mengakhiri pengarahannya, Panglima membuka sesi tanya jawab kepada para prajurit Konga XXIII B. Masalah yang ditanyakan ialah kemungkinan Media Nasional dapat datang ke Lebanon dalam rangka meliput dan menyebarluaskan kegiatan dan hasil-hasil yang dicapai oleh Konga XXIII B, penambahan pasukan TNI dalam misi-misi PBB dan lain sebagainya. Semua pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Perwira Tinggi Bintang 4 ini. Menutup pengarahannya, Beliau memberikan bingkisan kepada perwakilan anggota pasukan Konga XXIII B. Kepada Dansatgas, Panglima TNI memberikan penghargaan berupa plakat bergambar simbol Mabes TNI dengan Empat Bintang di bawahnya berwarna emas. Spontan, seusai menerima penghargaan itu Dansatgas meneriakkan yel-yel “Garuda” sebanyak 3 kali yang disambut dengan teriakan yang sama secara antusias dan semangat oleh seluruh prajurit Garuda XXIII B. Bahkan, beberapa prajurit maju dan memberanikan diri untuk mengangkat Panglima TNI dan memanggul Beliau keluar dari Rubb Hall menuju mobil di-iringi nyanyian Mars Pasukan Garuda oleh seluruh prajurit.

Selanjutnya, melalui jalan darat Panglima TNI menuju ke Base Camp Kompi Mekanis-B/Ajax di UN Posn 8-33 Markabe. Di tempat ini, Beliau berkesempatan melihat langsung Makam Sheikh Abbad, yang terkenal karena selain berbatasan langsung dengan Israel yang menjadikannya salah satu Hot Spot di wilayah operasi UNIFIL, juga karena bentuk makamnya yang terbelah dua secara harfiah, yaitu separuh makam masuk wilayah Israel dan separuh lainnya masuk wilayah Lebanon. Entah kebetulan atau tidak, pasukan Israel yang biasanya tidak pernah terlihat di Pos-nya tiba-tiba saja muncul lengkap dengan senjata perorangan dan 2 kendaraan Humvee-nya. Pemandangan yang agak langka ini kontan menarik perhatian Panglima TNI dan rombongan.

Mengakhiri keseluruhan acara kunjungannya, Jenderal TNI Djoko Santoso menyatakan kepuasan dan terima kasih terhadap pelaksanaan tugas prajurit-prajurit Garuda XXIII B selama ini. Tepat pukul 18.30, Beliau meninggalkan Area Operasi Konga XXIII B dengan menggunakan Helikopter yang sama dari Helipad PB Mar.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Abi Ismarrahman Abi ISMARRAHMAN Began to establish his own personal blog at http://ismarrahman.blogspot.com, then decided to join as correspondent, as he began embarking to his field assignment in West Timor under the World Food Programme (WFP) – Indonesia. Prior his assignment ini West Timor,...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago