Meski baru saja berlalu, saya masih ingat benar ketika itu hari Selasa, tanggal 6 July 2010, Her Majesty Ratu Inggris Raya Queen Elizabeth II berkunjung untuk kedua kalinya ke Markas Besar PBB di New York, dan menyampaikan sambutan/pidatonya pada sesi siding Majelis Raya PBB ke -64 (the 64th session of the General Assembly) dimana disana hadir Secretary-General BAN Ki-moon. Kunjungan Ratu Inggris ini pertama kali dilakukan pada tahun 1957; saat beliau berusia 31 tahun dan saatitu adalah tahun ke 12 umur organisasi (PBB) ini sejak tanggal lahirnya.
Mengutip pidatonya sbb:
“When I was first here there were just three United Nations operations overseas. Now over 120,000 men and women are deployed in 26 missions across the world. You have helped reduce conflict; you have offered humanitarian assistance to millions of people, affected by natural disasters and other emergencies, and you have been deeply committed to tackling the effects of poverty in many parts of the world,” sambut Ratu Inggris atas prestasi yang telah dicapai PBB dan target pencapaian-nya untuk masa depan.
Menimbang acara perhelatan besar ini, sudah pasti banyak sekali staff markas besar PBB (termasuk saya ini) dan para staff magangnya, menyimpan baik-baik tiket masuk special tersebut untuk hadir pada siding dimana sang ratu akan menyampaikan pidatonya.. barulah merasakan bagaimana spesialnya cara tersebut pada saat sang Ratu masuk ke ruangan the General Assembly dan disitulah saya faham bahwa ini adalah sebuah kunjungan tamu PBB yang luar biasa.
Hadir ruang the General Assembly semua termasuk itu; UN staff members, perwakilan dari Negara anggota (Representatives of Member States), wakil dari badan LSM Internasional (Representatives of non-governmental organizations), termasuk para pensiunan staff PBB (retirees), affiliates dan Staff magang (Interns).
Bagi beberapa yang hadir disana, mengatakan bahwa ini adalah kesempatan pertama mereka dalam hidup melihat Sang Ratu; Queen Elizabeth II, secara langsung dari dekat, yang biasanya hanya melalui sajian acara ditelevisi – ungkapnya.
Para hadirin terdiam saat Queen Elizabeth berjalan memasuki ruangan melalui pintugerbang tengah the General Assembly Hall. Seorang kolega saya, asal dari Karibia ini berbisik: “It was elegant, she was very impressive and right to the point,” katanya.
Satu hal yang saya ingat benar dari pidatonya adalah saat beliau mengingatkan bahwa setiap staff PBB sedianya faham dan menjalani the core values behind the UN.
Meski demikian, pidatonya tidak terlalu panjang, kok.. kunjungannya pada siding majelis akbar (the General Assembly session) tidak lebih dari setengah jam saja, sisanya diluangkan bersama pada delegasi, staff dan staff magang.


Harus diakui, bahwa selama bekerja di markas besar PBB ini, saya melihat secara langsung lebih banyak tokoh-tokoh internasional, pemimpin besar negara anggota dan para selebritis lainnya dengan mata-kepala sendiri dari sebelumnya hanya sebatas tayangan televisi.
Welcome to the United Nations: It’s your world, too!






wah,,,mantap pengalamannya pak tri….
salam