Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tri Ambar NUGROHO

Kunjungan sang Ratu ke Markas besar di New York

12 August 2010, 08:51 , by Tri Ambar NUGROHO

 

Meski baru saja berlalu, saya masih ingat benar ketika itu hari Selasa, tanggal 6 July 2010, Her Majesty Ratu Inggris Raya Queen Elizabeth II berkunjung untuk kedua kalinya ke Markas Besar PBB di New York, dan menyampaikan sambutan/pidatonya pada sesi siding Majelis Raya PBB ke -64 (the 64th session of the General Assembly) dimana disana hadir Secretary-General BAN Ki-moon. Kunjungan Ratu Inggris ini pertama kali dilakukan pada tahun 1957; saat beliau berusia 31 tahun dan saatitu adalah tahun ke 12 umur organisasi (PBB) ini sejak tanggal lahirnya.

Final Phase Digital

Final Phase Digital

Final Phase Digital

Mengutip pidatonya sbb:

When I was first here there were just three United Nations operations overseas. Now over 120,000 men and women are deployed in 26 missions across the world. You have helped reduce conflict; you have offered humanitarian assistance to millions of people, affected by natural disasters and other emergencies, and you have been deeply committed to tackling the effects of poverty in many parts of the world,” sambut Ratu Inggris atas prestasi yang telah dicapai PBB dan target pencapaian-nya untuk masa depan.

Menimbang acara perhelatan besar ini, sudah pasti banyak sekali staff markas besar PBB (termasuk saya ini) dan para staff magangnya, menyimpan baik-baik tiket masuk special tersebut untuk hadir pada siding dimana sang ratu akan menyampaikan pidatonya.. barulah merasakan bagaimana spesialnya cara tersebut pada saat sang Ratu masuk ke ruangan the General Assembly dan disitulah saya faham bahwa ini adalah sebuah kunjungan tamu PBB yang luar biasa.

Hadir ruang the General Assembly semua termasuk itu; UN staff members, perwakilan dari Negara anggota (Representatives of Member States), wakil dari badan LSM Internasional (Representatives of non-governmental organizations), termasuk para pensiunan staff PBB (retirees), affiliates dan Staff magang (Interns).

GA pm

Bagi beberapa yang hadir disana, mengatakan bahwa ini adalah kesempatan pertama mereka dalam hidup melihat Sang Ratu; Queen Elizabeth II, secara langsung dari dekat, yang biasanya hanya melalui sajian acara ditelevisi – ungkapnya.

GA pm

Para hadirin terdiam saat Queen Elizabeth berjalan memasuki ruangan melalui pintugerbang tengah the General Assembly Hall. Seorang kolega saya, asal dari Karibia ini berbisik: “It was elegant, she was very impressive and right to the point,” katanya.

Satu hal yang saya ingat benar dari pidatonya adalah saat beliau mengingatkan bahwa setiap staff PBB sedianya faham dan menjalani the core values behind the UN.

GA

Meski demikian, pidatonya tidak terlalu panjang, kok.. kunjungannya pada siding majelis akbar (the General Assembly session) tidak lebih dari setengah jam saja, sisanya diluangkan bersama pada delegasi, staff dan staff magang.

Reception wreath laying ceremony
Special Event Special Event
Harus diakui, bahwa selama bekerja di markas besar PBB ini, saya melihat secara langsung lebih banyak tokoh-tokoh internasional, pemimpin besar negara anggota dan para selebritis lainnya dengan mata-kepala sendiri dari sebelumnya hanya sebatas tayangan televisi.

Welcome to the United Nations: It’s your world, too!

Tri Ambar NUGROHO Tri Ambar Nugroho Major Tri Ambar Nugroho, began his international assignment as U.N. Military Observer with UNMIL in Liberia as the team member of KONGA XXI-4 arrived in Monrovia in late 2006. Have been extensively patroling various regions of Liberia, which to include...

Detail Profile »

1  Comment

by Adrianus Prima at 14 August 2010, 12:56

wah,,,mantap pengalamannya pak tri….

salam

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Agus Mewal Agus Mewal is nothing new to the United Nations System and in Humanitarian Relief Mission. Born in 18 August 1970, concluded his study in linguistics in 1990 at STIBA-LPI and UUS in 1994 further chose his career in Air Operations...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago