About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 1 comment

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 118 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Kursus Civil Military oleh PUSPEN TNI

Kerjasama yang selama ini berlangsung antara TNI dan Amerika berlangsung dengan baik. Indikator tersebut terbukti dengan banyaknya kesempatan yang diberikan kepada perwira TNI untuk menimba ilmu dan mengembangkan pengetahuan. Kegiatan pendidikan dan latihan yang digelar baik secara bilateral maupun multilateral dilakukan kedua negara dalam kerangka Peace Keeping dan Peace Support Operation. Civil Military Liasion Course adalah salah satu kursus yang dilaksanakan untuk memberikan materi dan pemahaman tentang kerjasama sipil dan militer. Kerjasama antar sipil militer tentunya untuk mengoptimalkan tujuan dan sasaran didalam misi.

Melalui program _Global Peace Operation Initiative (GPOI), _kursus Civil Military Liasion Officers berlangsung selama dua minggu. Dalam pembukaannya Asisten Operasi Panglima TNI tanggal 3 Maret 2008 menyampaikan: kerjasama antara sipil dan militer dalam operasi pemeliharaan perdamaian harus memiliki standard bagaimana hubungan tersebut dilakukan dan dikoordinasikan. Hasil saling menguntungkan dan mendukung tugas. Berdasarkan evaluasi dari latihan yang dilakukan sebelumnya, seperti Multinasional exercise di Mongolia, Peace Support Operation di Jakarta, menunjukan peningkatan kemampuan dari perwira TNI yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dalam pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Brigjen Zahari Siregar.


(Penyampaian materi oleh Instruktur)

Materi yang diberikan sesuai dengan Standard Training Generic Module (STGM) PBB. Sedangkan instrukturnya merupakan personel yang professional, yang sudah berpengalaman dibidangnya masing-masing. 2 orang dari Amerika, 1 orang India dan 1 orang Kanada menyampaikan materi secara lugas dan gamblang. Kursus yang diselingi pemberian persoalan kepada para peserta, dengan mengasumsikan situasi dan kondisi di penugasan PBB. Hal ini menuntut peserta kursus harus mampu menjawabnya sesuai dengan teori dan materi pelajaran yang telah diberikan. Direncanakan kursus tersebut akan berakhir pada tanggal 13 Maret 2008.


(Pemberian Study Kasus oleh Instruktur)

35 orang perwira TNI yang mengikuti kursus tersebut, 32 orang tersebut direncanakan akan dipersiapkan untuk bertugas sebagai military observer dalam misi Peace Keeping Operation. Sedangkan sisanya merupakan perwakilan dari Puspen TNI 1 orang, Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) 1 orang dan perwakilan dari Departemen Luar Negri. Saat ini Indonesia mengirim Kontingen Garudanya di 6 misi PBB yaitu Nepal, Georgia, Sudan, Congo, Liberia dan Lebanon.


(Paparan jawaban Study Kasus oleh peserta kursus)

by Agoeng MKS at 27 March 2008, 03:06

Selamat dan salut buat Mabes TNI dan PMPP atas terselenggaranya kursus ini. Hal ini sanagat berguna bagi calon personil PBB yang akan ke Misi untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam membangun hubungan dan komunikasi antar bagian di PBB dan institusi di misi guna pencapaian misi. dan juga akan membangun pemahaman tentang pentingnya semua pihak yang terlibat dalam pencapaian tugas. “PBB hanya membantu dan mendampingi mereka untuk dapat keluar dari masalahnya, mereka sendirilah yang harus dan dapat memecahkan masalahnya”