Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Muhammad IRAWADI

Latihan Akhir "Stand By Military Observers" Di Cibubur

18 April 2008, 23:00 , by Muhammad IRAWADI

 

Sebuah Team patroli yang terdiri dari perwira manca negara, disandera oleh kolonel Rondurl Hougbe, saat sedang melakukan observasi daerah perbatasan. Disebuah misi PBB yang merupakan daerah konflik yang keras dan sulit diramalkan, mengakibatkan 6 orang military observers tersebut, disandera dibawah todongan pistol dan senjata oleh salah satu kelompok faksi yang bertikai. Dengan negosiasi yang alot dan sulit akhirnya mereka dibebaskan setelah selama 7 jam disandera.

Kisah tersebut merupakan urutan latihan dalam rangka latihan akhir untuk memberikan pengalaman kepada para perwira TNI yang akan bertugas sebagai Military Observer. Hal diatas juga untuk memberikan gambaran sesungguhnya tentang penugasan dilapangan. Skenario tersebut dibuat oleh tim Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI untuk menguji dan melatih para personel pengamat militer TNI yang dalam waktu dekat akan berangkat keberbagai misi PBB yang ada didunia.

Kepala PMPP, Brigjen Zahari Siregar menyampaikan bahwa pemberian latihan akhir di perkemahan Cibubur adalah untuk implementasi dan memberikan nuansa sesungguhnya tentang situasi dimedan tugas. Selama dua hari, tanggal 16 dan 17 April 2008, para perwira yang telah terseleksi oleh TNI diberikan persoalan-persoalan yang akan dihadapi seorang military observer dilapangan. Negosiasi, Hostage survival, Patroli, Dealing with Media dsb, diberikan untuk memperkaya pengetahuan dan kesiapan mereka.

Medan perkemahan Cibubur dipilih selain lahannya cukup luas juga untuk mendekatkan dengan situasi sesungguhnya. Penggunaan GPS dalam patroli melalui pemberian koordinat untuk dicari dan ditemukan oleh para military observer juga salah satu latihan. Demikian halnya penggunaan mobil patroli dimodifikasi sehingga mobil tersebut seperti layaknya mobil yang digunakan untuk berpatroli dimisi sesungguhnya. Selama latihan akhir tersebut, komunikasi dan laporan menggunakan radio dan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi.

Letkol Indaryanto, perancang latihan tersebut menyampaikan bahwa, hasil yang ingin dicapai dari latihan akhir bagi Stand By Military Observer adalah sebagai bekal kepercayaan dan keyakinan atas materi pelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Karena misi PBB, meskipun merupakan misi perdamaian namun tidak menutup kemungkinan terjadi insiden seperti diatas. Sehingga diharapkan saat berada di misi PBB sesungguhnya akan menjadikan pedoman dan modal awal bagi mereka dalam bertugas, ujar mantan perwira pasukan katak tersebut.

Muhammad IRAWADI Muhammad Irawadi Let Col. Muhammad Irawadi, has been supporting the Indonesian Battalion named as Kontingen Garuda/KONGA XXIII-A at United Nations Interim force in Lebanon (UNIFIL) since its deployment in early December 2006. Armed with hands-on experience during his first assignment as...

Detail Profile »

4  Comments

by Luigi Pralangga at 19 April 2008, 08:51

It is indeed that peacekeeping operations is as hazardous as real-war where threat is imminent and the danger is real. I am confident that this training will provide Indonesian Milobs to become better prepared in the field later.

Also, It is recommended that the candidate (prior deplyment) completes the on-line Basic and Advanced Security in the Field Trainings using the following links: <http://dss.un.org/ASITF> and<http://dss.un.org/ASITF>.

Kind regards from Liberia, West Africa.

by Usamah at 19 April 2008, 15:54

Eunak ya…keluar negeri terus :)

by silly at 22 April 2008, 21:43

hmmm, baca tulian ini… cuma satu ada dalam benak saya… KAGUM… Luar biasa deh pokoknya. Saya suka sekali baca ttg perjalanan pasukan penjaga perdamaian seperti anda semua, membantu mewujudkan dunia yang aman dan nyaman untuk dihuni dengan damai.

Peace on earth, salam takzim
silly

by Imeza Saraswaty at 23 April 2008, 14:37

It is indeed very important to get all the necessary information and exercises before the deployment. Heard a lot about a good friend experiences while he was on the mission as a MILOB. Kinda scarry thou but still, it´s an honour as Indonesian MILOBs to serve on a mission. Get prepared and be safe, God bless!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

542 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hilman HADI Hilman Hadi Let. Col. Hilman Hadi recently arrived in Liberia in late 2006, embarking to his second UN Peacekeeping Mission assignment at the United Nations Mission in Liberia (UNMIL), as team leader of the Indonesian KONGA XXI-4. He is nothing new to...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 9 hours ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 13 hours ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 1 day ago

Tim COE inspeksi kesiapan operasional Satgas POM TNI
Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon. Tim Inspeksi COE (Contingent Owned Equipment) dipimpin oleh Mr. Charles Nhlamba mengadakan inspeksi kedua tentang kesiapan operasional Satgas POM TNI... »
Muhammad Dahlan , 1 day ago

TNI lanjutkan pembangunan jalan di Kongo
(Kongo, Afrika, 9 Maret 2010). Setelah hampir dua bulan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan Dungu – Faradje di Kongo berhenti karena faktor gangguan keamanan yang dilakukan... »
Agus Hermansyah , 1 day ago

 

Recent Comments

Nurul Fitri Lubis commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa oh Kinshasa...
a few seconds ago


Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


YudhaPH commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Nina commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com