About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 4 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 77 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Latihan Akhir "Stand By Military Observers" Di Cibubur

Sebuah Team patroli yang terdiri dari perwira manca negara, disandera oleh kolonel Rondurl Hougbe, saat sedang melakukan observasi daerah perbatasan. Disebuah misi PBB yang merupakan daerah konflik yang keras dan sulit diramalkan, mengakibatkan 6 orang military observers tersebut, disandera dibawah todongan pistol dan senjata oleh salah satu kelompok faksi yang bertikai. Dengan negosiasi yang alot dan sulit akhirnya mereka dibebaskan setelah selama 7 jam disandera.

Kisah tersebut merupakan urutan latihan dalam rangka latihan akhir untuk memberikan pengalaman kepada para perwira TNI yang akan bertugas sebagai Military Observer. Hal diatas juga untuk memberikan gambaran sesungguhnya tentang penugasan dilapangan. Skenario tersebut dibuat oleh tim Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI untuk menguji dan melatih para personel pengamat militer TNI yang dalam waktu dekat akan berangkat keberbagai misi PBB yang ada didunia.

Kepala PMPP, Brigjen Zahari Siregar menyampaikan bahwa pemberian latihan akhir di perkemahan Cibubur adalah untuk implementasi dan memberikan nuansa sesungguhnya tentang situasi dimedan tugas. Selama dua hari, tanggal 16 dan 17 April 2008, para perwira yang telah terseleksi oleh TNI diberikan persoalan-persoalan yang akan dihadapi seorang military observer dilapangan. Negosiasi, Hostage survival, Patroli, Dealing with Media dsb, diberikan untuk memperkaya pengetahuan dan kesiapan mereka.

Medan perkemahan Cibubur dipilih selain lahannya cukup luas juga untuk mendekatkan dengan situasi sesungguhnya. Penggunaan GPS dalam patroli melalui pemberian koordinat untuk dicari dan ditemukan oleh para military observer juga salah satu latihan. Demikian halnya penggunaan mobil patroli dimodifikasi sehingga mobil tersebut seperti layaknya mobil yang digunakan untuk berpatroli dimisi sesungguhnya. Selama latihan akhir tersebut, komunikasi dan laporan menggunakan radio dan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi.

Letkol Indaryanto, perancang latihan tersebut menyampaikan bahwa, hasil yang ingin dicapai dari latihan akhir bagi Stand By Military Observer adalah sebagai bekal kepercayaan dan keyakinan atas materi pelajaran yang telah diberikan sebelumnya. Karena misi PBB, meskipun merupakan misi perdamaian namun tidak menutup kemungkinan terjadi insiden seperti diatas. Sehingga diharapkan saat berada di misi PBB sesungguhnya akan menjadikan pedoman dan modal awal bagi mereka dalam bertugas, ujar mantan perwira pasukan katak tersebut.

by Luigi Pralangga at 19 April 2008, 20:51

It is indeed that peacekeeping operations is as hazardous as real-war where threat is imminent and the danger is real. I am confident that this training will provide Indonesian Milobs to become better prepared in the field later.

Also, It is recommended that the candidate (prior deplyment) completes the on-line Basic and Advanced Security in the Field Trainings using the following links: <http://dss.un.org/ASITF> and<http://dss.un.org/ASITF>.

Kind regards from Liberia, West Africa.

by Usamah at 20 April 2008, 03:54

Eunak ya…keluar negeri terus :)

by silly at 23 April 2008, 09:43

hmmm, baca tulian ini… cuma satu ada dalam benak saya… KAGUM… Luar biasa deh pokoknya. Saya suka sekali baca ttg perjalanan pasukan penjaga perdamaian seperti anda semua, membantu mewujudkan dunia yang aman dan nyaman untuk dihuni dengan damai.

Peace on earth, salam takzim
silly

by Imeza Saraswaty at 24 April 2008, 02:37

It is indeed very important to get all the necessary information and exercises before the deployment. Heard a lot about a good friend experiences while he was on the mission as a MILOB. Kinda scarry thou but still, it´s an honour as Indonesian MILOBs to serve on a mission. Get prepared and be safe, God bless!