Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti latihan bersama dalam kerangka misi perdamaian di Bangladesh, sangatlah menarik dan bermanfaat. Hasil kemajuan yang telah dicapai negara Bangladesh dalam berkontribusi di penugasan PBB terbilang cukup baik. Kita ketahui bahwa Bangladesh adalah negara yang merdeka secara resmi tahun 1971. Negara ini memisahkan diri dari Pakistan dengan perjuangan bersenjata. Hal ini dapat terlihat kepatriotisan bangsa tersebut dengan banyaknya monumen pahlawan yang ada di ibukotanya, Dhaka. Secara budaya, kondisi keislaman sangat mewarnai kehidupan sehari-hari. Namun disisi lain, kebudayaan yang hampir sama seperti dinamisnya tarian yang dimiliki, tidak berbeda jauh dengan India.
Layaknya sebuah ibukota lainnya didunia, Dhaka memiliki keruwetan dan masalah sosial tersendiri. Lapangan pekerjaan yang sulit dan seringnya bencana alam di negara ini, menjadikan Bangladesh terbelakang. Namun dibalik itu, penataan institusi militer dan polisi dibuat demikian apik dan harmonis. Akomodasi disiapkan oleh pemerintah untuk personel militer yang bertugas di Dhaka (ibukota) dan didaerah-daerah. Personel militer tidak kesulitan memperoleh perumahan untuk tempat tinggal dan mereka menyebutnya Cantonment (seperti apartemen).
Pendapatan perkapita negara ini dibawah Indonesia. Sumber daya alamnya juga sangat terbatas. Banyak sekali ketergantungannya terhadap India, termasuk dalam media masa (televisi) dan internet menggunakan siaran dan domain dari India. Secara bahasa memang berbeda dengan India karena bahasa nasional Bangladesh adalah Bangla, namun secara sekilas, jenis tulisannya serupa dengan Sansekerta. Sedangkan bahasa kedua Bangladesh adalah bahasa Inggris, serupa dengan India, Pakistan dan Malaysia. Sehingga kosa kata Inggris banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Mulai tahun 2008, Bangladesh telah melangkah dalam partisipasi kegiatan dunia dalam Operasi Pemeliharaan Perdamaian (Peace Support Operation) selama dua puluh satu tahun. Pada tahun 1988, pemeliharaan perdamaian dilakukan secara kondisi ”coba-coba” namun menunjukan keberhasilan negara ini. Saat ini Bangladesh mengirimkan pasukannya dalam 14 misi yang tergelar diseluruh dunia oleh PBB. Sehingga saat ini Bangladesh merupakan negara pengirim pasukan (Toops Contributing Countries) terbesar kedua dalam PBB setelah Pakistan. Berdasarkan data UN-DPKO (United Nations Departement Peace Keeping Operation), jumlah tentara Bangladesh di misi PBB per 30 Juni 2008 berjumlah 9.136 orang.
Bangladesh memberikan pelatihan kepada perwira dan pasukannya sebelum mengirim mereka di daerah penugasan PBB. Sebuah Peace Keeping Operation Training Center (PKOCT) didirikan pada tanggal 24 Juni 1999. Pusat latihan ini selanjutnya ditingkatkan menjadi institut dengan nama BIPSOT (Bangladesh Institute of Peace Support Operation Training) pada tanggal 17 Januari 2002.

Bangladesh dalam misi dunia
Bangladesh memulai misi PBB pertamanya dalam perang Irak-Iran (UNIIMOG) tahun 1988 dengan mengirim pengamat militer (Military Observer) . Setelah itu di Nambia tahun 1989 dan baru tahun 1990, mengirimkan kontingen setingkat batalyon di Kuwait. Sehingga dengan pertimbangan ini Bangladesh menganggap sangat penting untuk mendirikan sebuah badan khusus untuk mengelola pengiriman pasukannya ke dunia.


Sebuah institut yang berdiri dilahan seluah 50 hektar memainkan peran yang sangat penting bagi negara ini untuk meningkatkan kemampuan personel militernya. Tujuan institut (Bipsot) adalah memberikan pemahaman tingkatan taktis dan operasional dalam kepelatihan pemeliharaan perdamaian kepada personel yang pontensial sebagai pemelihara perdamaian dan juga mengembangkan sebuah fakultas penelitian pada kajian perdamaian dan konflik. Layaknya sebuah lembaga pendidikan tinggi, sarana dan prasarana yang terdapat di institut tersebut adalah sesuai standard internasional. Laboratorium bahasa, laboratorium komputer dan perpustakaan tersedia dengan kondisi cukup modern.
Simulator kendaraan untuk latihan mengemudi terdapat dengan kemudi kiri dan kanan. Hal ini untuk mengantisipasi penggunaan kendaraan yang ada di misi yang ada di dunia. Sedangkan untuk memudahkan komunikasi, internet tersedia dengan menggunakan VSAT link secara wireless . Sehingga setiap peserta didik dapat menggunakan internet dengan mudah.

Kegiatan latihan yang dilaksanakan di Bangladesh dengan nama Shanti Doot 2, terdiri dua jenis yaitu Command Post Exercise (CPX/Geladi Posko) dan Field Training Exercise (FTX/Geladi Lapangan). Kedua jenis latihan ini dilaksanakan di Bangladesh pada tanggal 1-20 April 2008. Kondisi secara infrastuktur dan suprastruktur Bipsot telah memiliki kemampuan untuk melatih materi sesuai standard PBB. Sebelum kegiatan sebuah kursus dimulai, Bipsot terlebih dahulu menerima materi dan jadual yang telah disetujui oleh PBB (UN-DPKO).
Materi pelajaran seperti Pemeriksaan Check Point, Patroli, mengamankan titik distribusi, Convoy, Cordon and Research serta Disarmament merupakan materi yang dilatihan kepada satuan/unit militer yang akan bertugas dimisi PBB.
Latihan Shanti Doot dijembatani oleh GPOI _ untuk memelihara dan meningkatkan kesiapan antar negara yang akan dan sedang mempersiapkan pasukannya dalam Peace Keeping mission. Salah seorang pengawas latihan tersebut adalah _Letjen (purn) Mongomery, saat penutupan latihan CPX menyampaikan apresiasinya atas hasil dan kerjasama yang telah ditunjukan oleh peserta latihan dalam mengatasi persoalan dan permasalahan yang diberikan. Kecepatan dan koordinasi antar staf sangat luar biasa. Lebih lanjut jendral Amerika Serikat yang pernah memimpin operasi di Somalia tahun 1995 melanjutkan bahwa selama 3 kali latihan serupa yang digelar di Nepal dan Mongolia, baru kali ini mekanisme operasional berjalan sangat baik.
Kesiapan Indonesia tahun 2009
Pada saat latihan di Bangladesh tanggal 1-20 April 2008, pengamat dari tiap negara hadir sebagai perwakilan untuk menyaksikan kegiatan latihan tersebut. Kepala PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI, Brigjen Zahari Siregar saat ditanya tentang persiapan dan langkah yang harus dimatangkan untuk Indonesia, karena pada tahun 2009, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dari latihan yang sama. Penyiapan personel harus dimulai untuk stuktur organisasi latihan karena dalam pelaksanaan latihan Multi national, bahasa Inggris merupakan keharusan yang digunakan dalam misi PBB.
Sehingga pemilihan perwira yang memiliki pengalaman tugas dalam misi pemeliharan perdamaian harus mutlak. Selanjutnya penyiapan materi yang akan diterapkan tahun depan adalah sesuai dengan pengalamman dan ketrampilan Indonesia yang telah mengirimkan pasukannya perdamaian PBB sejak tahun 1957. Sehingga bila dilihat kualitas dan kuantitas Indonesia tidaklah kalah dibandingkan Bangladesh.
Sedangkan latihan pendahuluan, sangat penting untuk menunjukan kemampuan Indonesia dalam kegiatan yang akan dihadiri lebih dari 16 negara. Tentunya nama bangsa sebagai pertaruhannya dalam menyiapkan infrastruktur dan piranti lainnya.
Hal yang sedana di sampaikan oleh Kolonel Tobing yang saat itu juga hadir. Indonesia akan menunjukkan kesejajaran dengan negara lain dalam Peace Keeping. Sehingga kemampuan dan bukti nyata atas kehandalan pasukan Indonesia selama bertugas diforum PBB terbukti, meskipun badan PMPP TNI baru terbentuk tahun 2007 . Saat ini personel Indonesia yang bertugas dalam misi PBB berjumlah 1.078 orang dan berada dalam nomur urut ke-21 sebagai Troops Contributing Country (TCC).
Hal ini akan menunjukan bahwa saat ini permintaan pasukan Indonesia untuk di Lebanon telah mendesak. Selain batalyon mekanis yang telah ada, atas permintaan UNIFIL _ untuk menyiapkan 1 kompi Polisi Militer dan 1 unit pasukan reaksi cepat (FPU/Force Protection Unit). Permintaan ini disampaikan oleh Dubes Indonesia di Lebanon, Bagas Harsono saat bertemu Panglima TNI di Mabes TNI tanggal 9 April 2008. Hal yang senada juga disampaikan oleh _Panglima Komando Pasifik Amerika Serikat, Laksamana Timothy Keating saat bertemu Panglima TNI di Cilangkap tanggal 10 April 2008. Sehingga diharapkan jumlah pasukan Indonesia akan menjadi 1.288 orang bila kedua satgas diatas dipenuhi oleh Indonesia.

Hal tersebut diatas, menunjukan kinerja dan dedikasi personel TNI yang bertugas di misi PBB tidak meragukan. Dengan telah dibentuknya PMPP TNI maka kriteria dan kemampuan penyiapan TNI akan semakin sempurna. Sehingga tidak menjadi hambatan dan kendala bagi TNI untuk menjadi tuan rumah latihan multinasional dalam rangka Peace Keeping Operation. Latihan multinasional tersebut akan digelar di Bandung Indonesia awal tahun 2009 dengan nama sandi Garuda Shield.




Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam serta pada latihan bersama, seperti yang baru lalu dilaksanakan di Bangladesh, niscaya PMPP/TNI dapat mampu mencetak kontingen yang andal dan mampu mengemban mandat.
Seneng bisa mendapat updatenya lagi, semoga bisa lancar berbagi informasinya kedepan. Salam hangat dari afrika barat!
:-)
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau apa saja yang dilakukan Kontingen Penjaga Perdamaian dari Indonesia , apa yang dilakukan mereka selama pendidikan hingga apa yang akan direncanakana TNI dimasa depan dalam ikut serta menjaga perdamaian dunia.
Semoga Indonesia siap menjadi tuan rumah dalam latihan Peace Keeping Operation mendatang di awal tahun depan.
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” sana, saat mengikuti kegiatan STM for UN Peacekeepers (Standardized Training Modules) di tahun 2006.
Sudah saatnya Indonesia juga memiliki Badan seperti itu, negara2 tetangga kita sudah punya….
Salut untuk rekan2 TNI yang sudah mulai aktif bergabung disana untuk penyiapan personel TNI yang akan berangkat ke mission area.
Salam,
Ary Laksmana W, Jakarta.
Ex Dan Kontingen Polri di UNMIS Sudan.
hallaaa itu lagunya james bond banget….. SMS Kang Lui sangat inspiratif sekali, jadi bangga deh sbg wni. Semoga 17-an kemarin menambah semangat pasukan Indonesia di sana, khususnya buat peace keeper spt Kang Lui dan teman2… Merdeka!!
semangat…. :P
Bang,
Setahu saya (dapetnya juga dari abang juga) TNI dah sangat serius nih mo bikin Institusi ini jadi nyata. Jadi PMPP mau pake lokasi yang mana nih. Kalo jauh dari peradaban weleh-weleh tenan dong mosok personilnya musti pisah keluarga. Kalo iya ya musti jelas perhitungannya dong, biar enggak pada keleleran itu.
Semoga kita benar-benar professional SEGERA.
Salam dari Selapaif
wah penjaga perdamaian di lebanon barusan dapat medali penghargaan yakz? selamat :)
sukses buat peacekeepers Indonesia :D