Sebagai pasukan dalam penugasan pada “hostile area” seperti Darfur, selalu dibutuhkan kesiap – siagaan dalam menghadapi setiap ancaman, tercatat beberapa kali pasukan UN di Darfur mendapat “ambush” dalam melaksanankan tugasnya, yang terparah terjadi di team site Heskenita, Darfur Selatan, dimana pasukan Nigeria Batalion diserang pada suatu sore oleh ratusan milisi bersenjata, tercatat 10 orang pasukan tewas, seperti saya pernah tulis disini .

Bentuk latihan yang dilaksanakan adalah tentu saja latihan “kontra ambush”, sehingga anggota FPU Indonesia selalu aware dengan kondisi apabila tiba – tiba di “ambush” oleh pihak tertentu. Prinsip suatu latihan adalah kontiunitas, sehingga setiap anggota paham secara luar kepala apa yang harus dilakukan, tentunya dalam berbagai skenario yang diperkirakan mungkin terjadi…..

Dalam latihan ini anggota FPU Indonesia sudah memakai “gears” yang terbaru, seperti “Body Vest”, “Arm and Leg Protector” , yang disesuaikan dengan warna gurun, sebelumnya kami memakai warna hitam yang kurang baik buat kamuflase, bahkan menjadikan gampang dibidik… bagaikan “lesan (target) berjalan”.. karena warnanya yang sangat kontras dengan lingkungan sekitar.

Namun perlu dicatat, kedatangan kami bukanlah untuk membawa masalah, namun memberikan yang terbaik untuk penyelesaian konflik di Darfur, tentunya sesuai “motto” dari Korps Brigade Mobil : “Jiwa ragaku untuk kemanusiaan …!”, nantikan kabar kami selanjutnya dari Darfur.
Bang, tetep hati-hati yah.. semoga Garuda Bhayangkara I/UNAMID bisa sukses dan nggak ada kekurangan sesuatu apapun.
PS: Saya simpenin yah 1 (Satu) set “gears” ukuran M, maksudnya —-> Melar! :D
Wah gagah banget ya FPU, Siapa Dulu Komandan dan WaKanya hehehhehe kita Beda konon dengar dari rekan-rekan FPU Garuda bhayangkara I T O P da
semangat terus pantang mundur
Waduufhh…cenengnya, finally I can see my beloved husband, event just from pict.
Take care ya Pa2 Herweennn n dont 4get 2 pray…
Semangat, Semangat, Semangat!!