Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia

23 July 2008, 03:04 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 15/6) Seorang warga Lebanon, Hisham Gamir Ghossain, 36 tahun, meninggal dunia dan seorang lainnya yang berasal dari Syiria, Turki Ahmad El Houssain, 33 tahun, menderita luka ringan saat terkena ledakan benda yang diduga ranjau tank saat sedang bekerja di lahan milik Hisham yang terletak di desa Al Qantarah, hanya berjarak sekitar 1 Km dari Markas Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Bunyi ledakan tersebut sangat keras. Getarannya terasa hingga ke seluruh penjuru “Soekarno Base” _. Pratu (Marinir) _Maret Gunawan yang sedang melaksanakan Dinas Jaga Pos Pengamat bahkan sampai terhentak dari posisi berdirinya. “Keras sekali, Pak…seakan-akan meledak persis di depan saya”, ucap Pratu Maret ketika dimintai komentarnya.

Pukul 09.15 waktu setempat, tepat 5 menit setelah bunyi ledakan, 1 Regu Patroli dengan menggunakan 2 Panser VAB dari Kompi Mekanis “D” Kontingen Garuda XXIII B berkekuatan 10 orang dipimpin oleh Lettu Inf Ahmad Zaky telah sampai di lokasi untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Pada waktu bersamaan, beberapa warga Lebanon membawa 2 orang yang diduga berada di tempat kejadian pada saat terjadi ledakan. Seperti disebutkan sebelumnya, mereka berdua ialah Hisham dan Turki yang merupakan korban dari ledakan tersebut. Warga langsung membawa mereka ke Rumah Sakit Level-1 milik Kontingen Indonesia. Namun malang tak dapat ditolak, Hisham meninggal dunia saat masih berada di perjalanan. Sementara Turki, hanya mengalami luka ringan pada bagian perut dan kepala sehingga masih dapat ditangani dan diberikan pertolongan medis oleh Tim Kesehatan Kontingen Garuda XXIII B.

Dr. Dedi Achmad Zaelani SpB selaku Dokter Satgas sekaligus Ketua Tim Medis menyatakan bahwa kematian Hisham terutama disebabkan oleh Primary Blast Injury. Artinya, efek ledakan yang sangat keras dan seketika itulah yang menjadi penyebab kematiannya karena dari observasi terhadap fisik korban, tidak ditemukan luka akibat pecahan atau serpihan benda yang dapat menyebabkan kematian. Kendati demikian memang terdapat beberapa bagian tubuh (tulang) yang patah serta luka terbuka pada tubuh korban. Setelah ditelusuri, kondisi tersebut disebabkan karena korban terpental dan terjatuh sebagai akibat hentakan ledakan. Selesai dilakukan pertolongan medis awal, pada pukul 10:00 mereka selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum di Nabatiyeh menggunakan ambulans dari Palang Merah Lebanon.

Hasil penyelidikan awal oleh Regu Patroli, ditemukan fakta bahwa Hisham dan Turki saat kejadian sedang berada di lahan milik Hisham. Saat itu, Hisham sedang mengendarai traktor (buldozer) untuk membuka dan mengolah lahan, sementara Turki berdiri tidak jauh dari traktor. Kemungkinan saat Hisham mengoperasikan traktor, salah satu bagian traktor mengenai/ menyentuh benda yang diduga ranjau anti tank sehingga langsung mengaktifkan benda tersebut sehingga terjadi ledakan dahsyat. Akibatnya, traktor yang sedang dikendarai Hisham terpental dan rusak berat seketika. Bagian tengah traktor (pengemudi) hancur, sedangkan atapnya terbang hingga berjarak 8 meter dari tempat kejadian. Selain itu, 1 buah ban sebelah kanan traktor terlepas dan hilang tak berbekas.

Pada pukul 12.00, Tim dari Lebanon Armed Forces (LAF), Kepolisian Lebanon dan Tim Civil Guard Judicial Police _serta Tim Penjinak Bom dari Komando Sektor Timur UNIFIL tiba di lokasi. Mereka melakukan penyelidikan intensif selama 2 jam. Dari hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa kemungkinan ledakan disebabkan oleh ranjau anti tank atau TNT dengan komposisi “B” dimana keduanya termasuk _“High explosive”. Hal ini dibuktikan dari bekas ledakan yang berdiameter 6 meter dengan kedalaman lubang sekitar 1,5 meter. Selesai penyelidikan, Kepolisian setempat memasang “Police Line” mengelilingi lokasi kejadian dengan radius 30 meter dari bekas ledakan.

Lebanon Selatan merupakan wilayah yang berbahaya karena masih dipenuhi oleh berbagai macam bahan peledak (UXO, Unexploded Ordnance) seperti ranjau, roket, granat, mortir dan lain-lain yang merupakan sisa perang antara Milisi Bersenjata Lebanon dengan Israel yang terjadi pada tahun 2006 lalu. Pada saat perang yang dikenal dengan sebutan “Perang 34 hari” itu, pihak-pihak yang bertikai menyebarkan atau menanam berbagai bahan peledak di wilayah ini sebanyak mungkin untuk melumpuhkan lawan. Namun saat perang berakhir, bahan-bahan peledak tersebut masih tertinggal. Apabila benda-benda maut ini tidak segera ditemukan, dihancurkan atau dibersihkan, akibatnya selain dapat membahayakan nyawa rakyat sipil, tentunya dapat mengganggu pertanian, pembangunan, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan, rumah, sistem pengairan serta sistem distribusi listrik.

Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B sendiri sampai dengan saat ini telah berhasil menemukan sebanyak 114 UXO dari berbagai jenis. Sebagian besar penemuan ini berkat adanya laporan masyarakat sedangkan sisanya ditemukan pada saat melakukan patroli, baik dengan berkendaraan maupun jalan kaki. Penemuan ratusan “benda pencabut nyawa” ini merupakan prestasi tersendiri mengingat sampai dengan saat ini tidak ada satu pun Kontingen PBB dari Negara lain yang dapat menyamainya. Selain itu, dengan banyaknya laporan masyarakat Lebanon Selatan kepada pasukan TNI akan adanya UXO di wilayah tempat tinggalnya tentu merupakan pengakuan terhadap eksistensi dan kehadiran Konga XXIII-B yang telah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

5  Comments

by Hendrawan at 23 July 2008, 10:40

aduh.. TNI di luar negeri, semoga balik dengan selamat semua, AMIN..

by Michael at 23 July 2008, 11:05

What a relieve to know that the indo peace-keepers are all safe. But it is also sad to see the victims. I hope all of the land mines will be cleaned out from that place.
Indo peace-keepers please be safe, ganbarreyo minna!!!

by Jingga at 24 July 2008, 08:08

Iai, kunjungan balik nih. kalo gk kunjung2 ke sini, aku gk bakalan tau kalo ada blog yg upload crita2 peacekeeping journey, especially the one concerns to our army. I’m very proud your visiting. I will make link to this site :) . Semoga kembali ke Indonesia dgn selamat.

by mascayo at 26 July 2008, 14:19

wah ternyata ada juga blog TNI. hebat lagi! aku turut bangga. Selamat bertugas pak. Semoga Sehat Selalu dan Selamat sampai kembali ke Indonesia. saya pasang linknya di blog saya ya..

by Yunita Dwiana at 27 July 2008, 09:51

Saya hanya berharap tidak akan ada terjadi lagi seperti hal ini. Baik bagi rakyat Lebanon maupun para anggota Peace Keepers lainnya. Semoga semua selalu berhati-hati dan tidak lengah pada saat bertugas sehari-hari.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Robertho Pardede Born and grew up in Jakarta, joined the Indonesian National Police in 1996 as a Cadet of Indonesian Police Academy and graduated in 1999. As the member of Mobile Brigade (Brimob) the Armed Police Force basic training and some courses...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago