About This Post

Correspondent Sandy M. PRAKASA

Total 5 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 30 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia

(Adshit Al Qusayr, 15/6) Seorang warga Lebanon, Hisham Gamir Ghossain, 36 tahun, meninggal dunia dan seorang lainnya yang berasal dari Syiria, Turki Ahmad El Houssain, 33 tahun, menderita luka ringan saat terkena ledakan benda yang diduga ranjau tank saat sedang bekerja di lahan milik Hisham yang terletak di desa Al Qantarah, hanya berjarak sekitar 1 Km dari Markas Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B di Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Bunyi ledakan tersebut sangat keras. Getarannya terasa hingga ke seluruh penjuru “Soekarno Base” _. Pratu (Marinir) _Maret Gunawan yang sedang melaksanakan Dinas Jaga Pos Pengamat bahkan sampai terhentak dari posisi berdirinya. “Keras sekali, Pak…seakan-akan meledak persis di depan saya”, ucap Pratu Maret ketika dimintai komentarnya.

Pukul 09.15 waktu setempat, tepat 5 menit setelah bunyi ledakan, 1 Regu Patroli dengan menggunakan 2 Panser VAB dari Kompi Mekanis “D” Kontingen Garuda XXIII B berkekuatan 10 orang dipimpin oleh Lettu Inf Ahmad Zaky telah sampai di lokasi untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Pada waktu bersamaan, beberapa warga Lebanon membawa 2 orang yang diduga berada di tempat kejadian pada saat terjadi ledakan. Seperti disebutkan sebelumnya, mereka berdua ialah Hisham dan Turki yang merupakan korban dari ledakan tersebut. Warga langsung membawa mereka ke Rumah Sakit Level-1 milik Kontingen Indonesia. Namun malang tak dapat ditolak, Hisham meninggal dunia saat masih berada di perjalanan. Sementara Turki, hanya mengalami luka ringan pada bagian perut dan kepala sehingga masih dapat ditangani dan diberikan pertolongan medis oleh Tim Kesehatan Kontingen Garuda XXIII B.

Dr. Dedi Achmad Zaelani SpB selaku Dokter Satgas sekaligus Ketua Tim Medis menyatakan bahwa kematian Hisham terutama disebabkan oleh Primary Blast Injury. Artinya, efek ledakan yang sangat keras dan seketika itulah yang menjadi penyebab kematiannya karena dari observasi terhadap fisik korban, tidak ditemukan luka akibat pecahan atau serpihan benda yang dapat menyebabkan kematian. Kendati demikian memang terdapat beberapa bagian tubuh (tulang) yang patah serta luka terbuka pada tubuh korban. Setelah ditelusuri, kondisi tersebut disebabkan karena korban terpental dan terjatuh sebagai akibat hentakan ledakan. Selesai dilakukan pertolongan medis awal, pada pukul 10:00 mereka selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum di Nabatiyeh menggunakan ambulans dari Palang Merah Lebanon.

Hasil penyelidikan awal oleh Regu Patroli, ditemukan fakta bahwa Hisham dan Turki saat kejadian sedang berada di lahan milik Hisham. Saat itu, Hisham sedang mengendarai traktor (buldozer) untuk membuka dan mengolah lahan, sementara Turki berdiri tidak jauh dari traktor. Kemungkinan saat Hisham mengoperasikan traktor, salah satu bagian traktor mengenai/ menyentuh benda yang diduga ranjau anti tank sehingga langsung mengaktifkan benda tersebut sehingga terjadi ledakan dahsyat. Akibatnya, traktor yang sedang dikendarai Hisham terpental dan rusak berat seketika. Bagian tengah traktor (pengemudi) hancur, sedangkan atapnya terbang hingga berjarak 8 meter dari tempat kejadian. Selain itu, 1 buah ban sebelah kanan traktor terlepas dan hilang tak berbekas.

Pada pukul 12.00, Tim dari Lebanon Armed Forces (LAF), Kepolisian Lebanon dan Tim Civil Guard Judicial Police _serta Tim Penjinak Bom dari Komando Sektor Timur UNIFIL tiba di lokasi. Mereka melakukan penyelidikan intensif selama 2 jam. Dari hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa kemungkinan ledakan disebabkan oleh ranjau anti tank atau TNT dengan komposisi “B” dimana keduanya termasuk _“High explosive”. Hal ini dibuktikan dari bekas ledakan yang berdiameter 6 meter dengan kedalaman lubang sekitar 1,5 meter. Selesai penyelidikan, Kepolisian setempat memasang “Police Line” mengelilingi lokasi kejadian dengan radius 30 meter dari bekas ledakan.

Lebanon Selatan merupakan wilayah yang berbahaya karena masih dipenuhi oleh berbagai macam bahan peledak (UXO, Unexploded Ordnance) seperti ranjau, roket, granat, mortir dan lain-lain yang merupakan sisa perang antara Milisi Bersenjata Lebanon dengan Israel yang terjadi pada tahun 2006 lalu. Pada saat perang yang dikenal dengan sebutan “Perang 34 hari” itu, pihak-pihak yang bertikai menyebarkan atau menanam berbagai bahan peledak di wilayah ini sebanyak mungkin untuk melumpuhkan lawan. Namun saat perang berakhir, bahan-bahan peledak tersebut masih tertinggal. Apabila benda-benda maut ini tidak segera ditemukan, dihancurkan atau dibersihkan, akibatnya selain dapat membahayakan nyawa rakyat sipil, tentunya dapat mengganggu pertanian, pembangunan, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan, rumah, sistem pengairan serta sistem distribusi listrik.

Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B sendiri sampai dengan saat ini telah berhasil menemukan sebanyak 114 UXO dari berbagai jenis. Sebagian besar penemuan ini berkat adanya laporan masyarakat sedangkan sisanya ditemukan pada saat melakukan patroli, baik dengan berkendaraan maupun jalan kaki. Penemuan ratusan “benda pencabut nyawa” ini merupakan prestasi tersendiri mengingat sampai dengan saat ini tidak ada satu pun Kontingen PBB dari Negara lain yang dapat menyamainya. Selain itu, dengan banyaknya laporan masyarakat Lebanon Selatan kepada pasukan TNI akan adanya UXO di wilayah tempat tinggalnya tentu merupakan pengakuan terhadap eksistensi dan kehadiran Konga XXIII-B yang telah diterima dengan baik oleh masyarakat setempat

by Hendrawan at 23 July 2008, 11:40

aduh.. TNI di luar negeri, semoga balik dengan selamat semua, AMIN..

by Michael at 23 July 2008, 12:05

What a relieve to know that the indo peace-keepers are all safe. But it is also sad to see the victims. I hope all of the land mines will be cleaned out from that place.
Indo peace-keepers please be safe, ganbarreyo minna!!!

by Jingga at 24 July 2008, 09:08

Iai, kunjungan balik nih. kalo gk kunjung2 ke sini, aku gk bakalan tau kalo ada blog yg upload crita2 peacekeeping journey, especially the one concerns to our army. I’m very proud your visiting. I will make link to this site :) . Semoga kembali ke Indonesia dgn selamat.

by mascayo at 26 July 2008, 15:19

wah ternyata ada juga blog TNI. hebat lagi! aku turut bangga. Selamat bertugas pak. Semoga Sehat Selalu dan Selamat sampai kembali ke Indonesia. saya pasang linknya di blog saya ya..

by Yunita Dwiana at 27 July 2008, 10:51

Saya hanya berharap tidak akan ada terjadi lagi seperti hal ini. Baik bagi rakyat Lebanon maupun para anggota Peace Keepers lainnya. Semoga semua selalu berhati-hati dan tidak lengah pada saat bertugas sehari-hari.

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help