Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 8 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 440 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Status "Siaga Kuning" berlaku di UNIFIL
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Kalau boleh ditelaah lebih lanjut, akar dari kebanyakan konflik kekerasan, atau konflik bersenjata yang terjadi di belahan bumi di benua afrika ini adalah buruknya kepemerintahan, atau istilah keren-nya “bad governance”, dimana saat kefrustrasian memuncak dari banyak kalangan gerakan pemberontakan pun mulai menjalar, meluas.. dan akhirnya wong cilik, anak-anak dan wanita-lah yang elemen pertama merasakan dampak negatif dengan hebat-nya.
Beberapa hari belakangan ini sedang banyak diulas di media masa tentang Charles Taylor, mantan pemimpin Liberia pasca 1997-2003 yang menolak hadir dalam persidangan yang digelar oleh Badan Peradilan Internasional (International Court of Justice) atas dakwaan kejahatan perang di The Hague, Belanda. Ia didakwa dengan dakwaan melakukan kejahatan atas kemanusiaan pada saat ia masih menjabat sebagai Penguasa Liberia. Terlepas dari argumen masing2 pihak, ada satu hal yang harus kita pelajari, bahwa pada saat kita diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai tokoh dan/atau memimpin suatu komunitas, atau bahkan dalam lingkup yang lebih besar lagi seperti negara, rakyat dan sejarah akan mencatat serta mengingat apa-apa saja janji yang diucapkan dan pemenuhan janji-janji tsb.
Kalau boleh ditelaah lebih lanjut, akar dari konflik kekerasan dan bersenjata yang terjadi di benua permata afrika barat ini adalah buruknya pemerintahan yang istilah kerennya “Bad Governance”. Disaat kefrustrasian rakyat memuncak dan dari berbagai kalangan muncul pemberontakan2 yang menjalar dan meluas….bisa dipastikan pada akhirnya, wong cilik, anak-anak dan wanitalah yang pertama2 merasakan dampak negatif dari konflik ini. Dan inilah yang selalu dilihat dan masuk ke dalam memori si Kampret saat sedang tugas lapangan. Akibat dari konflik kekerasan dan bersenjata yang berkepanjangan adalah kesengsaraan hidup yang sepertinya tak ada habisnya.
Dibawah ini ada jepretan2 dari berbagai sumber yang si kampret berhasil kumpulkan untuk memperlihatkan secara garis besar betapa ngerinya dan perihnya harga yang harus dibayar untuk suatu konflik kekerasan dan bersenjata. Semoga jepretan-jepretan ini dapat menyadarkan kita betapa indahnya untuk hidup dalam suatu kedamaian….
Setiap hari, si kampret ini selama bertugas di lapangan, khazanah pandangan mata yang mengisi penuh otak ini, menambah memori ingatan di kepala ini, adalah gambaran kesengsaraan hidup dari akibat konflik kekerasan/bersenjata yang berkepanjangan.
« Status "Siaga Kuning" berlaku di UNIFIL Legenda Sungai Nil »