About This Post

Correspondent Luigi PRALANGGA

Total 8 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 440 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Lembaran muram Konflik Kekerasan di Liberia

Kalau boleh ditelaah lebih lanjut, akar dari kebanyakan konflik kekerasan, atau konflik bersenjata yang terjadi di belahan bumi di benua afrika ini adalah buruknya kepemerintahan, atau istilah keren-nya “bad governance”, dimana saat kefrustrasian memuncak dari banyak kalangan gerakan pemberontakan pun mulai menjalar, meluas.. dan akhirnya wong cilik, anak-anak dan wanita-lah yang elemen pertama merasakan dampak negatif dengan hebat-nya.

Beberapa hari belakangan ini sedang banyak diulas di media masa tentang Charles Taylor, mantan pemimpin Liberia pasca 1997-2003 yang menolak hadir dalam persidangan yang digelar oleh Badan Peradilan Internasional (International Court of Justice) atas dakwaan kejahatan perang di The Hague, Belanda. Ia didakwa dengan dakwaan melakukan kejahatan atas kemanusiaan pada saat ia masih menjabat sebagai Penguasa Liberia. Terlepas dari argumen masing2 pihak, ada satu hal yang harus kita pelajari, bahwa pada saat kita diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai tokoh dan/atau memimpin suatu komunitas, atau bahkan dalam lingkup yang lebih besar lagi seperti negara, rakyat dan sejarah akan mencatat serta mengingat apa-apa saja janji yang diucapkan dan pemenuhan janji-janji tsb.

Kalau boleh ditelaah lebih lanjut, akar dari konflik kekerasan dan bersenjata yang terjadi di benua permata afrika barat ini adalah buruknya pemerintahan yang istilah kerennya “Bad Governance”. Disaat kefrustrasian rakyat memuncak dan dari berbagai kalangan muncul pemberontakan2 yang menjalar dan meluas….bisa dipastikan pada akhirnya, wong cilik, anak-anak dan wanitalah yang pertama2 merasakan dampak negatif dari konflik ini. Dan inilah yang selalu dilihat dan masuk ke dalam memori si Kampret saat sedang tugas lapangan. Akibat dari konflik kekerasan dan bersenjata yang berkepanjangan adalah kesengsaraan hidup yang sepertinya tak ada habisnya.

Dibawah ini ada jepretan2 dari berbagai sumber yang si kampret berhasil kumpulkan untuk memperlihatkan secara garis besar betapa ngerinya dan perihnya harga yang harus dibayar untuk suatu konflik kekerasan dan bersenjata. Semoga jepretan-jepretan ini dapat menyadarkan kita betapa indahnya untuk hidup dalam suatu kedamaian….

Setiap hari, si kampret ini selama bertugas di lapangan, khazanah pandangan mata yang mengisi penuh otak ini, menambah memori ingatan di kepala ini, adalah gambaran kesengsaraan hidup dari akibat konflik kekerasan/bersenjata yang berkepanjangan.

by Nancy at 11 June 2007, 22:38
Hi Mas Luigi:)
Salam kenal:)
Postingan-postingan Mas Luigi mengenai kehidupan di Africa, khususnya di Liberia...sungguh sangat menyentuh hati dan hati nurani saya. Semoga Cahaya & Kasih Allah YME menyentuh dan memenuhi hati mereka semua agar semuanya dapat merasakan ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan sejati dalam hati mereka...Amin.


by hume at 13 June 2007, 05:48
aduh ... kasihan bener korban2 konflik , dia harus menanggung akibat dari konflik yang terjadi, makanya bagi kita selaku manusia yang memiliki hati nurani di manapun dan kapanpun wajib untuk selalu cinta damai, hindarkan konflik .
by novrina at 13 June 2007, 19:47
ngenes euy ngeliat anak2 itu.... kebayang deh pasti akang kangen banget sama buah hati di tanah air....
by Wijaya at 14 June 2007, 00:31
Bad governance nggak harus karena peperangan. Korban ketidak adilan pemerintah dengan masyarakat juga terjadi di negara kita. Semoga, pemerintah kita juga mau belajar dari kejadian-kejadian yang menimpa negara-negara lain. Dan semoga hal-hal ini tidak terjadi di negara kita ynag tercinta, walaupun pemerintah tidak "mencintai"kita...:)))
by Wijaya at 14 June 2007, 00:31
Bad governance nggak harus karena peperangan. Korban ketidak adilan pemerintah dengan masyarakat juga terjadi di negara kita. Semoga, pemerintah kita juga mau belajar dari kejadian-kejadian yang menimpa negara-negara lain. Dan semoga hal-hal ini tidak terjadi di negara kita yang tercinta, walaupun pemerintah tidak "mencintai"kita...:)))
by Qky at 14 June 2007, 15:05
Butuh cinta dan kasih, apalagi kalo jadi pemimpin... tul, nggak, Oom? *weleh, malah nanya?*

btw, mudah-mudahan para pemimpin negeri tercinta kita, bisa banyak belajar dari kesalahan sejarah, "Dibutuhkan kejujuran dan tanggung-jawab 1000% (cukup,nggak?) untuk menghantarkan rakyat kepada kesejahteraan-manusiawi yang dilandaskan atas keadilan dan keberadaban juga CINTA" tentunya.

Dan yang terpenting, mudah-mudahan mereka baca blog ini ;-)
by nino at 15 June 2007, 16:51
Selama ini mungkin melihat hanya lewat berita... namun dimanapun itu daerah konflik slalu ada penderitaan dan kesengsaraan...

jadi inget lagu jhon lennon...

Imagine there's no countries, it isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace...

by Ririn Rajagukguk at 20 June 2007, 04:31
Hmmpfff..lihat photo2nya kok ngenes banget yah...
Dimana-mana konflik kekerasan lebih banyak membawa kerusakan daripada kebaikan.

Setidaknya dgn membaca blog ini kita bisa mensyukuri 'kenyamanan' yang kita miliki di negeri ini..