Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 41 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 427 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Kursus Bahasa Inggris bagi penduduk lokal
Child Labour: Jangan pulang sebelum [semua] dagangan laku! >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Andai kau mengerti bagaimana keras saya berusaha untuk dari hari ke selanjutnya berupaya agar bisa lebih dekat denganmu.. melalui perbincangan ditelepon itu, melalui cerita-cerita keseharianmu.. mendengar rengek-tangisanmu dan ketulusan harap yang kau ucapkan.. sekaligus adalah pecutan bathin agar diri ini senantiasa berupaya lebih keras lagi, menggapaimu dan membahagiakanmu sepanjang nafas ini terus berhembus….
Sejak dirimu lahir, persis 30 July 2002 – saya tahu persis bahwa kehadiranmu melengkapi kebahagiaan dalam hidup kita. Memang, harus diakui bahwa dirimu sekarang telah tumbuh besar dan alhamdulillah, Allah SWT memberikanmu kesehatan, keriangan dan menjadi pencerahan buat kita, adalah sebuah kebanggan tersendiri bagi saya khususnya.
Ikal rambutmu, kerling alis dan bulu matamu, dan kuat-nyaringnya tangismu – kesemuanya itu – meski penat dan lelah seharian bekerja, tiada perduli dan dirimu hanya mau terlelap hanya dalam pangkuan dan peluk hangat kedua tangan ini.. meski udah kesemutan sangat kedua tangan ini memeluk-gendong berat tubuhmu.
Sejak dirimu lahir, hari-hari diri ini menjadi sangat berbeda dari sebelumnya. .. musim panas, berganti gugurnya dedaunan, kemudian salju pun menjenguk dan disusul bersemi-nya bunga tulip didepan rumah kita di Secaucus, New Jersey, kita lalui bersama masa-masa indah itu.. dimana kemudian tugas memanggil saya untuk berangkat ke negeri seribu satu malam.
Demi panggilan tugas dan masa depan kita semua – ku harus relakan berjauhan denganmu.. dan kalian bertiga.
Tiada hari dan malam kulalui tanpa teringat akan dirimu, dan bagaimana dirimu tumbuh dan besar dari hari ke selanjutnya. Saat pecah perang meletus di Iraq, diungsikannya saya ke Larnaka, Cyprus – setiap melihat berita tentang perang yang berkecamuk disana, tayangan bergambar yang melukiskan korban anak perempuan kecil, teringat angan ini akan dirimu, tidak sedikit genangan air mata ini kemudian meluncur seiring ciut rasa hati ini membayangkan bilamana itu terjadi pada dirimu.
Satu dari sekian ratus pertanyaan yang terucap saat bertelepon dengan kampung halaman, satu pertanyaan yang tak pernah terlewatkan:
..bagaimana dengan Abigail hari ini?
« Kursus Bahasa Inggris bagi penduduk lokal Child Labour: Jangan pulang sebelum [semua] dagangan laku! »