Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Mabuhay to Barrio Festival: Perayaan hari kemerdekaan ke-111 oleh Philcoy

14 June 2009, 00:05 , by Deden Lukman

 

Hari itu, hari Kamis, ditengah usainya kegiatan patroli oleh Milobs teamsite Kakata, telepon ini berdering:

Kang, nanti Jum’at usahakeun atuh turun-gunung.. ada undangan dari Kontingen Filipina nih..”

Ohya?, Filipina?… wah itu kontingen banyak tentara-tentara wanitanya itu, bukan?”

Nah, bener..! Itu dia.. jadi kita dateng barengan aja deh..”

Oh, siap.. kita ketemu nanti yah..”

Wah, boleh juga nih, pikir sayah.. (kedua alis ini ikut naik!) Setelah koordinasi dengan rekan-rekan, kebetulan jadwal sebagai duty officer (baca: Penjaga kantor) tidak jatuh pada giliran sayah, baguslah dengan demikian sayah bisa ngacir ke Monrovia lusa nanti.

Hari “H” sudah tiba, beberapa dari kita ada yang tinggal di teamsite dan bagi mereka yang dijadwalkan boleh berangkat ke Monrovia, sudah terlihat sibuk berkemas-kemas. Akhir pekan di kota adalah salah satu terapi buat kita-kita, Milobs di UNMIL agar senantiasa bisa sehat mental.

Hujan teu ereun-ereun (Baca: Nggak berhenti-berhenti) ternyata tidak membuat surut sayah menghadiri undangan perayaan hari kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Philippines Contingent. Tidak percuma memang nyetir jauh-jauh dari Kakata, selain memang sudah saatnya sayah “turun gunung” kembali ke kota (Monrovia) untuk berakhir pekan, ditambahlagi ada acara hiburan yaitu pagelaran pentas seni dalam rangka perayaan hari kemerdekaan filipina yang sebelumnya dikumandangkan melalui Lotus Notes Broadcast kepada seluruh staff UNMILklop deh!.

Perjalanan melalui darat dari Kakata, Marghibi County ke Mornovia, ibukota Liberia yang berada di Montserrado County memakan waktu 1,5 jam dengan kondisi jalan aspal namun penuh lubang dan berkelok-kelok. paling tidak akhir pekan ini sayah bisa melaluinya dengan suguhan hiburan ketimbang biasanya suara jangkrik dan deras curahan air hujan.

Hallo…, Kang, masih di jembatan nih.. kira-kira 20 menit lagi deh..”

Buruan, ini acara makan-makan sudah dimulai.. dan sudah banyak sekali undangan yang datang.. nanti nyusul aja langsung…” – begitulah kata Kang Luigi. Beliau kebetulan didaulat sebagai fotografer resmi acara tersebut.

Benar ternyata, sayah memang telat datang, kendaraan para tamu sudah penuh parkir di pelataran UNMIL Staff Officer’s Accomodation dimana kompound Philippine’s Battalion tinggal. Dari tempat sayah parkir, sudah terdengar jelas suara keramaian disana. Disambut masuk oleh para wanita dengan dandanan ala bidadari itu, hampir saja tidak mengenali mereka, para staff sipil asal Filipina yang sering berjumpa berpapasan saat berkunjung ke Logistics Base. Kok mereka jadi kelihatan tambah cantik ya?.

Sambil berjalan masuk menuju pusat kegiatan acara, pengunjung diberi suguhan berupa display/peragaan informasi bergambar, bak anjungan wisata tentang alam dan sejarah Filipina, dan yangtidak kalah menariknya adalah anjungan cinderamata yang dipandu oleh seorang anggota Philcoy (Philippines Company), Sersan… sersan siapa ya namanya – kok jadi lupa begini sih?

Acara ini adalah perayaan ke – 111 kemerdekaan Republik Filipina, selain itu adalah juga bertepatan dengan penganugerahan tanda jasa medali (UN Medal Award) peacekeepers – United Nations bagi seluruh personil anggota Philcoy yang bertugas di UNMIL.

Antrian panjang para tamu, yang notabene adalah para staff UNMIL hadir disana, dari mulai SRSG (Special Representative), FC (Force Commander), CMPAO (Chief Military Personnel Administration Officer), DMS (Director of Mision Support) dan lain-nya terlihat menikmati sajian masakan khas Filipina, dari mulai hidangan yang disajikan pad anjungan-anjungan macam dibanyak resepsi kawinan di tanah air itu, sampai ke hidangan ala prasmanan.

Tidak kalah seru-nya adalah hidangan babi guling utuh dengan gigiyang terlihat nyengir terhadap para hadirin itu yang menghiasi meja hidangan ditengah. (Eduun, men!).

Cukuplah bicara soal hidangan, kini sayah mau cerita soal sajian acara berupa operette/drama yang dipersembahkan oleh prajurit-prajurit dari Kontingen Filipina tersebut. Lapangan basket yang terletak disebelah dapur barak mereka disulap menjadi set dekor yang manis dengan beberapa lembar papan gedhek/billik bambu maka jadilah gapura. Dibalik gapura itu segenap pemain sendratma/sandirawa sibuk dengan peran, kostum dan pemain pendukung lain-nya. Mereka mementaskan drama tentang sejarah Filipina ditemani dengan alunan musik pendukung dan penjelasan (voice over) dari narator yang berada di sisi panggung. Ibarat sajian khas 17 Agustus begitulah. Sayah jadi rindu sekali dan ingin sekali rasanya bisa menggelar pagelaran serupa dari melihat ini.

Tepuk tangan meriah bergantian terdengar bersama sorak-sorai para hadirin malam itu, belum lagi kilat cahaya dari blitz berbagai kamera para hadirin ramai blingsatan memecah suasana malam. Lepas acara operette/sandiwara itu, ini dia yang ditunggu-tunggu, yaitu atraksi dansa dari para prajurit peacekeepers wanita Filipina. Sayah kemudian memutuskan untuk menggeser kursi pindah ke posisi yang lebih strategis. Atraksi yang satu ini memang butuh konsentrasi yang baik untuk dapat mengerti benar lemah gemulai dan hentakan kaki pada dansa itu.

Acara pentas seni dan kebudayaan oleh para kontingen peacekeepers ini adalah ajang yang bsia dikatakan hiburan paling hebring buat kita-kita yang bekerja di misi pemulihan perdamaian PBB, baik di Liberia dan tentunya serupa dengan misi-misi lain-nya. Sudah pasti kelar acara tersebut, rekan-rekan militer itu berlomba-lomba untuk bisa berfoto bersama dengan para peacekeepers wanita kontingen Filipina itu.. pada awalnya sayah sih agak gengsi untuk meminta foto bersama dengan mereka.. namun melihat teman-teman peacekeepers dari Kontingen Nigeria yang tiada segan, yang malah ikut-ikut menyalip saat giliran saya berpose dengan mereka.. walhasil sudah hilang deh rasa gengsi dan jual mahal ini.

Oh, your traditional dress is so lvoely, may I have a photo snap with you..” – sambil celingak-celinguk mencari kemana ini si Kang Luigi – sang fotografer.

Wooi, kang… belah sini.. ayo fotoin – keburu modelnya disamber orang lagi nih!”

Ternyata tidak percumalah nyetir jauh-jauh dari kampung (Kakata) ke Mornovia, apalagi dengan melihat hasil jepretan malam itu.. lumayanlah daripada lumanyun. Tapi mereka semua siapa aja yah namanya?? Lupa tuh!.

Sayah melihat acara seperti ini, bagi staff UN warga negara Filipina dan staff kontingen mereka adalah juga ajang bersilaturahim, mempererat tali persaudaraan selagi berada di penugasan dan jauh dari tanah air.

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

5  Comments

by gembul at 14 June 2009, 06:50

eling kang … pamajikan di imah …

by Budhi A. Chaniago at 15 June 2009, 03:01

Makasih mas kirimannya…
Insya’Allah nanti saya juga akan sumbang cerita ke rekan2 semua dari Naqoura Lebanon ya….
Salam hangat dari kami di Naqoura….
Budhi A. Chaniago

by Luigi at 15 June 2009, 03:16

Kang Deden, eta pose-na meuni merem-melek kitu :D

by Agoeng MKS at 16 June 2009, 11:26

Wah…si Deden kayaknya pengen extend di misi nih…Bener yah Den?

by dewi at 27 June 2009, 13:45

Have fun (jangan) go mad :D
Oia, ngomong2 babi gulingnya mengingatkan saya sama babi guling dalam cerita asterix yang tampak lezat hmmm ;D

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Lettu Elvisyach Putra Elvisyah PUTRA Elvisyah Putra, 1st LT Ordnance Corps. Graduated from Indonesian Military Academy in 2004 and continued Basic Corps Course in 2005. Further assignment posted at Paldam XVII/Cenderawasih as a chief of weapons warehouse for 3 years which later lands him another...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago