Hari itu, hari Kamis, ditengah usainya kegiatan patroli oleh Milobs teamsite Kakata, telepon ini berdering:
“Kang, nanti Jum’at usahakeun atuh turun-gunung.. ada undangan dari Kontingen Filipina nih..”
“Ohya?, Filipina?… wah itu kontingen banyak tentara-tentara wanitanya itu, bukan?”
“Nah, bener..! Itu dia.. jadi kita dateng barengan aja deh..”
“Oh, siap.. kita ketemu nanti yah..”
Wah, boleh juga nih, pikir sayah.. (kedua alis ini ikut naik!) Setelah koordinasi dengan rekan-rekan, kebetulan jadwal sebagai duty officer (baca: Penjaga kantor) tidak jatuh pada giliran sayah, baguslah dengan demikian sayah bisa ngacir ke Monrovia lusa nanti.
Hari “H” sudah tiba, beberapa dari kita ada yang tinggal di teamsite dan bagi mereka yang dijadwalkan boleh berangkat ke Monrovia, sudah terlihat sibuk berkemas-kemas. Akhir pekan di kota adalah salah satu terapi buat kita-kita, Milobs di UNMIL agar senantiasa bisa sehat mental.
Hujan teu ereun-ereun (Baca: Nggak berhenti-berhenti) ternyata tidak membuat surut sayah menghadiri undangan perayaan hari kemerdekaan yang diselenggarakan oleh Philippines Contingent. Tidak percuma memang nyetir jauh-jauh dari Kakata, selain memang sudah saatnya sayah “turun gunung” kembali ke kota (Monrovia) untuk berakhir pekan, ditambahlagi ada acara hiburan yaitu pagelaran pentas seni dalam rangka perayaan hari kemerdekaan filipina yang sebelumnya dikumandangkan melalui Lotus Notes Broadcast kepada seluruh staff UNMIL – klop deh!.

Perjalanan melalui darat dari Kakata, Marghibi County ke Mornovia, ibukota Liberia yang berada di Montserrado County memakan waktu 1,5 jam dengan kondisi jalan aspal namun penuh lubang dan berkelok-kelok. paling tidak akhir pekan ini sayah bisa melaluinya dengan suguhan hiburan ketimbang biasanya suara jangkrik dan deras curahan air hujan.
“Hallo…, Kang, masih di jembatan nih.. kira-kira 20 menit lagi deh..”
“Buruan, ini acara makan-makan sudah dimulai.. dan sudah banyak sekali undangan yang datang.. nanti nyusul aja langsung…” – begitulah kata Kang Luigi. Beliau kebetulan didaulat sebagai fotografer resmi acara tersebut.
Benar ternyata, sayah memang telat datang, kendaraan para tamu sudah penuh parkir di pelataran UNMIL Staff Officer’s Accomodation dimana kompound Philippine’s Battalion tinggal. Dari tempat sayah parkir, sudah terdengar jelas suara keramaian disana. Disambut masuk oleh para wanita dengan dandanan ala bidadari itu, hampir saja tidak mengenali mereka, para staff sipil asal Filipina yang sering berjumpa berpapasan saat berkunjung ke Logistics Base. Kok mereka jadi kelihatan tambah cantik ya?.

Sambil berjalan masuk menuju pusat kegiatan acara, pengunjung diberi suguhan berupa display/peragaan informasi bergambar, bak anjungan wisata tentang alam dan sejarah Filipina, dan yangtidak kalah menariknya adalah anjungan cinderamata yang dipandu oleh seorang anggota Philcoy (Philippines Company), Sersan… sersan siapa ya namanya – kok jadi lupa begini sih?


Acara ini adalah perayaan ke – 111 kemerdekaan Republik Filipina, selain itu adalah juga bertepatan dengan penganugerahan tanda jasa medali (UN Medal Award) peacekeepers – United Nations bagi seluruh personil anggota Philcoy yang bertugas di UNMIL.
Antrian panjang para tamu, yang notabene adalah para staff UNMIL hadir disana, dari mulai SRSG (Special Representative), FC (Force Commander), CMPAO (Chief Military Personnel Administration Officer), DMS (Director of Mision Support) dan lain-nya terlihat menikmati sajian masakan khas Filipina, dari mulai hidangan yang disajikan pad anjungan-anjungan macam dibanyak resepsi kawinan di tanah air itu, sampai ke hidangan ala prasmanan.


Tidak kalah seru-nya adalah hidangan babi guling utuh dengan gigiyang terlihat nyengir terhadap para hadirin itu yang menghiasi meja hidangan ditengah. (Eduun, men!).

Cukuplah bicara soal hidangan, kini sayah mau cerita soal sajian acara berupa operette/drama yang dipersembahkan oleh prajurit-prajurit dari Kontingen Filipina tersebut. Lapangan basket yang terletak disebelah dapur barak mereka disulap menjadi set dekor yang manis dengan beberapa lembar papan gedhek/billik bambu maka jadilah gapura. Dibalik gapura itu segenap pemain sendratma/sandirawa sibuk dengan peran, kostum dan pemain pendukung lain-nya. Mereka mementaskan drama tentang sejarah Filipina ditemani dengan alunan musik pendukung dan penjelasan (voice over) dari narator yang berada di sisi panggung. Ibarat sajian khas 17 Agustus begitulah. Sayah jadi rindu sekali dan ingin sekali rasanya bisa menggelar pagelaran serupa dari melihat ini.
Tepuk tangan meriah bergantian terdengar bersama sorak-sorai para hadirin malam itu, belum lagi kilat cahaya dari blitz berbagai kamera para hadirin ramai blingsatan memecah suasana malam. Lepas acara operette/sandiwara itu, ini dia yang ditunggu-tunggu, yaitu atraksi dansa dari para prajurit peacekeepers wanita Filipina. Sayah kemudian memutuskan untuk menggeser kursi pindah ke posisi yang lebih strategis. Atraksi yang satu ini memang butuh konsentrasi yang baik untuk dapat mengerti benar lemah gemulai dan hentakan kaki pada dansa itu.



Acara pentas seni dan kebudayaan oleh para kontingen peacekeepers ini adalah ajang yang bsia dikatakan hiburan paling hebring buat kita-kita yang bekerja di misi pemulihan perdamaian PBB, baik di Liberia dan tentunya serupa dengan misi-misi lain-nya. Sudah pasti kelar acara tersebut, rekan-rekan militer itu berlomba-lomba untuk bisa berfoto bersama dengan para peacekeepers wanita kontingen Filipina itu.. pada awalnya sayah sih agak gengsi untuk meminta foto bersama dengan mereka.. namun melihat teman-teman peacekeepers dari Kontingen Nigeria yang tiada segan, yang malah ikut-ikut menyalip saat giliran saya berpose dengan mereka.. walhasil sudah hilang deh rasa gengsi dan jual mahal ini.
“Oh, your traditional dress is so lvoely, may I have a photo snap with you..” – sambil celingak-celinguk mencari kemana ini si Kang Luigi – sang fotografer.
“Wooi, kang… belah sini.. ayo fotoin – keburu modelnya disamber orang lagi nih!”



Ternyata tidak percumalah nyetir jauh-jauh dari kampung (Kakata) ke Mornovia, apalagi dengan melihat hasil jepretan malam itu.. lumayanlah daripada lumanyun. Tapi mereka semua siapa aja yah namanya?? Lupa tuh!.
Sayah melihat acara seperti ini, bagi staff UN warga negara Filipina dan staff kontingen mereka adalah juga ajang bersilaturahim, mempererat tali persaudaraan selagi berada di penugasan dan jauh dari tanah air.
eling kang … pamajikan di imah …
Makasih mas kirimannya…
Insya’Allah nanti saya juga akan sumbang cerita ke rekan2 semua dari Naqoura Lebanon ya….
Salam hangat dari kami di Naqoura….
Budhi A. Chaniago
Kang Deden, eta pose-na meuni merem-melek kitu :D
Wah…si Deden kayaknya pengen extend di misi nih…Bener yah Den?
Have fun (jangan) go mad :D
Oia, ngomong2 babi gulingnya mengingatkan saya sama babi guling dalam cerita asterix yang tampak lezat hmmm ;D