Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa

13 September 2008, 18:38 , by Erfan Ahmad Piliang

 

Madagascar dengan ibukotanya Antananarivo dengan populasi 18,6 juta jiwa kita kenal sebagai sebuah negeri bekas koloni Perancis, yang berdaulat pada tahun 1947 atau lebih tepat kita katakan sebuah Kemerdekaan Hadiah, bukan sebuah kemenangan revolusi.

Tetapi dalam proses/perjalanan konstitusi dan referendum Negara baru secara penuh ditetapkan tanggal 26 Juni 1960 sebagai Hari Kemerdekaan Madagascar. Nama Antananarivo sendiri bermakna TANAH 1000 pejuang, terukir melalui relief di gedung museum sejarah mereka ada 1000 pejuang yang tewas ketika mempertahankan kota dalam memperjuangkan kemerdekaan yang mereka tuntut pada masa itu.

Negeri yang dalam cerita lama lebih kita kenal melalui film RIN TINTIN cerita seekor anjing yang pintar (pada zaman TV masih B&W) sebagai pulau buangan para hukuman dengan luas pantainya sebesar 5000 km, cukup terkenal dengan kekayaan alamnya berupa batu permata, minyak-bumi, uranium.

Dari sinilah para pedagang dunia dari Eropa, Thailand, China, Sri-lanka, Malaysia dan Indonesia mengambil batu mulia sejenis Syafir Ruby & Emerald serta fosil kerang panca-warna berusia jutaan tahun yang bagi masyarakat China Hongkong rela membayar mahal dan selalu dikantongi sebagai pembawa rezeki & keberuntungan.

Sejarah mengukir pada zaman abad ke VII SM, Madagascar menjadi pulau tujuan dan persinggahan bahari nenek moyang pelaut Indonesia selain wilayah pesisir yang dihuni oleh kaum kulit hitam yang tidak jelas asal usulnya, sebagian menyebutnya dari Mozambique, sebuah pulau yang hanya terpisah sejarak benang tipis saja.

Inilah awal sejarah mengapa orang Madagascar lebih senang disebut bangsa Malagassy daripada bangsa Africa. Memang kalau kita melihat mereka tidak ada bedanya dengan orang Indonesia, warna kulit yang sawo matang, rambut yang ikal (tidak ngerungkel) seperti Africa pada umumnya dan postur badan Indonesia yang sedang-sedang saja dengan sorot mata khas Indonesia yang aduhai friendly.

Anda bisa lihat photo President Madagascar Marc Ravalomanana sama persis postur & bentuk wajahnya dengan orang Indonesia pada umumnya.

Siapa Marc, yang dalam kepiawaiannya digelanggang politik melalui pemilu 2002, Marc berkiblat dibawah panji Amerika yang memberi dukungan penuh ketika mengambil-alih kekuasaan sosialis dari penguasa lama, dan dia membawa perubahan demokrasi secara perlahan serta pemikiran yang maju untuk mencerdaskan rakyatnya. Dibawah kebijakannya pula dalam 10 tahun terakhir ini Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran bahasa wajib dalam kurikulum pendidikan.

Secara resmi ada 2 bahasa official, bahasa Perancis mereka pakai sebagai bahasa kedua dan bahasa nasional mereka disebut Bahasa Merina dengan dialek Malagasy (campuran bahasa Melayu Indonesia). Awalnya Marc hanyalah seorang pengusaha trading/distribution consumer goods yang mengawali karirnya sebagai Walikota Tananarive dan sampai detik ini gurita bisnis sang presiden mulai mendominasi pangsa pasar consumer goods dari hulu sampai hilir.

Kembali kita ke awal cerita …
Dan memang dalam catatan sejarah Madagascar, mereka mengakui bahwa para leluhur mereka memang datang dari kepulauan Indonesia (Indonesia Timur dan Pulau Jawa). Sejarah ini juga tertulis di KBRI kita di Antananarivo.

Kalau melihat sejarah kelautan Madagascar dengan kehidupan budaya nelayannya ada dugaan suku BUGIS atau Makasar dan suku JAWA yang pertama menemukan kepulauan ini pada abad ke VII SM tersebut.

Kata Makasar dipakai untuk sebutan bagi para seniman, pelukis dan pemahat – juru photo. Penulis belum menemukan apakah kata Madagascar berasal dari kata Makasar yang kemudian berubah karena pengaruh bahasa koloni Perancis. Dari sisi bahasa bisa pula ditelusuri banyak ditemukan kosa kata indonesia dan dialek daerah yang sama seperti (Joko/Jaka Rondo/janda-mambunuh-murah-salam-manjahit-minakan = dibaca makan-tai (maaf)=tai, bolo=dibaca bulu dll) untuk bilangan hitungan sama dengan bahasa jawa > Sidji – Loro – Telu – opat – limo dan seterusnya.

Berkaitan dengan bahasa ini, seorang Missionaris WNI dari Vatican Imprimerie Chatolic Romo Dosmen D. Marbun, telah menerbitkan sebuah buku percakapan pada 2006 lalu yang diakui KBRI & Kementerian Pendidikan & Budaya Madagascar, sebagai pembuktian Sejarah & Budaya. Bahwa Indonesia & Madagascar memang terkait erat, hubungan ini sampai saat ini terus berkesinabungan melalui pentas budaya, pendidikan beasiswa D1-S1 dan S2 yang tersebar di PTN di Jawa & SESKO AD.

Tercatat juga ada 2 Jendral dari Angkatan Bersenjata Madagascar yang merupakan Alumni Sesko-AD, Bandung dan 1 orang scholar Master di bidang agama Islam yang saat ini bekerja sebagai staff local di KBRI Antananarivo.

Dalam perjalanannya, KBRI kita juga membuka kursus Bahasa Indonesia dengan biaya relative murah dan cukup diminati generasi muda Malagasy. Kursus ini dibina dengan sangat baik oleh Drs. Adi Roagaswara, seorang alumni dari Universitas Pakuan Bogor. Uniknya di Mada (Maksudnya: Madagascar) berlaku 2 pemisahan asal, kita bisa melihat sebuah kondisi adanya 2 kasta yang berbeda, untuk Malagasy keturunan Indonesia dengan warna kulit yang sawo matang mereka sebut dirinya orang Tananarive (orang Kota), sedangkan orang Malagasy hitam dari keturunan Africa disebut orang pantai.

Dan untuk di pemerintahan pada umumnya didominasi orang Tananarive, orang pesisir pada umumnya banyak yang bekerja sebagai pedagang/kuli kasar dan comunitas mereka dalam catur pemerintahan/politik selalu di nomor-dua-kan oleh kaum berkuasa orang Tananarive.

Kesenjangan social memang cukup terlihat antara kaum Tananarive dan kaum pesisir. Sebuah celah dan potensi mudahnya membakar mereka yang dimanfaatkan oleh para pemain/konseptor catur politik dunia “AMERIKA“ karena kesenjangan inilah orang pantai membentuk aliansi politik sebagai partai oposisi.

Adalagi yang menarik dari orang Malagasy, banyak diantara orang Tananarive yang menikah dengan orang perancis dan keturunan mereka disebut Malagasy Methys, wajahnya sangat rupawan menawan dan umumnya diantara mereka banyak yang sukses dalam karir Business & Politik.

Namun demikian Madagascar masih tercatat dalam urutan ke-25 sebagai negara termiskin se-Africa yang beresiko tinggi untuk menjalin mitra business bagi investasi asing (Data survey 2005 African News).

DIEGO SUAREZ & SAINTE MARIE, adalah 2 pulau wisata yang sangat indah dan menawan atau dikenal juga dikalangan masyarakat Eropa sebagai pulau BALI-nya Madagascar.

Kedua pulau ini memberikan kontribusi bagi devisa negara dari kunjungan wisatawan dari manca negara … untuk sampai kesana via udara + – 1jam perjalanan atau 10 jam perjalanan via darat dari Antananarivo atau tepatnya kota wisata ini berada 3 jam perjalanan darat via Tamatave.

Jika kita berkunjung ke Diego Suarez ada pemandangan yang terasa janggal bagi kita dimana mana kita akan melihat PRIA TUA ber-usia 40 s/d 50 tahunan yang bergandengan tangan dengan dara dara muda belia seusia 15 tahunan … sesungguhnya mereka adalah pasangan suami istri .

Disini ada tradisi yang sudah mengakar para lelakinya selalu kawin dalam usia tua dengan gadis gadis muda yang masih begitu ranum & mengkal (emangnya mangga muda eeehhh).

Memang ada Alkisahnya kata yang empunya cerita … bahwa para pria di Diego Suarez termakan oleh kutukan para leluhurnya (di Mada kepercayaan Animisme/traditional masih mendominasi 50 % dari kepercayaan yang ada/Islam hanya 10 % dan 40% Kristen & Katolik ) dan sampai saat ini kehidupan SEX bebas masih menjadi tradisi umum yang dianggap sebagai hal biasa biasa saja dan kondisi ini jugalah yang menyebabkan AIDS tumbuh laksana jamur, adalah hal yang biasa anak dara seusia 12 tahunan sudah bukan perawan lagi.

Sementara untuk di SAINTE MARIE sendiri … dalam setiap bulan Sept s/d Des selalu dikunjungi wisatawan, ada yang unik disini… kalau di Indonesia kita tidak diperbolehkan untuk melihat ORANG KAWIN yang sedang berhubungan intim, maka di Saint Marie kita bisa melihat banyak IKAN PAUS yang sedang bercinta di dalam air (tanpa busana lagi eeehhh) jadi setiap 3 bulan dalam setahun ikan paus memasuki perairan Saint Marie untuk melakukan prosesi KAWIN MASSAL sesama paus betina, dan adegan ini bisa disaksikan para wisatawan dalam jarak 50 meter dari atas palka kapal wisata mungkin ada rasa malu diantara mereka kalau mereka kawin kita saksikan dalam jarak yang terlalu dekat, budaya paus-kawin ini tidak memerlukan tuan Kadhi eeehhh, cukup kesaksian para penonton.

Mempelajari kebiasan mereka (Ikan Paus-Kawin) yang selalu mudik untuk kawin ke Sainte Marie mungkin bagi mereka perairan ini begitu indahnya laksana sebuah peraduan pelaminan pengantin baru para selebritis.

Disini juga ada sebuah Hotel Terapung yang berada ditengah danau dangkal dan jika kita menginap disana kita harus berjalan di air sedalam 30 s/d 50 cm sembari menjunjung kopor , jadi bisa dibayangkan juga seandainya ada Tsunami disana bisa bisa kita terbawa harus kembali ke Ancol …siapa tauuuuuuuu. (ketika terjadi Tsunami di Indonesia, Madagascar tepatnya di Tamatave juga mengalami hal yang sama tetapi hanya tercatat beberapa orang saja korban dari kaum nelayan).

Bagi wisatawan yang berkantong tipis ada alternatif lain untuk menginap ditempat yang relatif lebih terjangkau seperti menginap di pondok pinggir pantai dibelahan sudut lain Sainte Marie yang disekeliling nya bertumbuhan pohon kelapa dan kalau lagi apes bisa bisa ketimpa buah kelapa tua yang jatuh diatap pondok penginapan . Tidaklah mengherankan setiap wisatawan yang datang dan menginap di pondok yang disampingnya ada pohon kelapa, sang receptionist selalu mengingatkan ketika ketika bercinta, jangan membuat gempa terlalu kuat agar kelapanya tidak jatuh berguguran (eeehhh ada ada aja mas.. ayoooo mas, siapa yang pingin bermain main dibawah pohon kelapa?).

Pernah pula sebuah kejadian lucu saya alami, dimana kebetulan hobby saya bercocok tanam bunga dan saya meminta pembantu saya waktu itu yang notabene masih anak dara tersebut untuk menanamnya, saya katakan: “tolong tanamkan bibit ini…” Dia pun mengerjakannya sambil tersipu-sipu malu, saya antara bingung dan ingin tau ada apa rupanya, akhirnya dia jelaskan kalau pengertian “BIBIT” adalah sebutan buat “PUSAKA” warisan ayah.

Jadi anda bisa bayangkan kalaulah ada Diplomat Indonesia yang bertugas di KBRI Madagascar dengan nama BIBIT JOKO WALUYO maka pasti orang tersebut akan menjadi sumber lelucon bagi orang Malagassy. (Bibit = kemaluan lelaki + Joko = jejaka ) alahhhhhhhh mak…!

Di lain kisah …. anda pasti mengenal Nirina Zubir sang presenter & artis yang lagi meroket saat ini menuju jenjang DIPA Indonesia.

Bagi Nirina Zubir, kota Antananarivo tidak akan pernah terlupakan, karena disinilah dia dilahirkan, ketika ayahnya bertugas sebagai Diplomat KBRI Madagascar. Nirina sendiri bermakna: Putri Cantik Pemalu.

Dari temuan literatur sejarah Bahari ada sekelumit noktah indah yang berharga bahwa :

Untuk mengenang sejarah Samudra Bahari Indonesia yang telah diukir para leluhur kita para PELAUT muda Indonesia melakukan Napak Tilas Samudra dari Indonesia ke Madagascar dengan perahu layar :

1. Ekspedisi kapal layar SARIMANOK pada tahun 1985
2. Ekspedisi kapal layar AMANAGAPPA pada tahun 1991
3. Ekspedisi kapal layar SAMUDERA RAKSA BOROBUDUR pada tahun 2003

Anda bisa bayangkan Napak Tilas Samudera hanya dengan perahu layar sebuah perjalanan membosankan & melelahkan dengan resiko tinggi. Memang Tuhan melindungi perjalanan ini terukir sukses sesuai harapan para pelaut kita. Untuk Ekspedisi ke-3 Samudera Raksa Borobudur ini disambut langsung oleh Dubes Indonesia & President Marc Ravalomanana beserta Menteri Kebudayaan Republik Madagascar sebagai suatu kehormatan.

Kalau di Indonesia kita memiliki sebuah Pohon Nasional “Beringin“ yang dulu kita kenal sebagai sebuah symbol Partai Sangat Berkuasa demikian juga bagi suku Mayan di Guatemala yang sangat memuja pohon nasional mereka “Ceiba Tree“ maka rakyat Madagascar juga memiliki Pohon Nasional yang mereka lindungi “Bao Bao“ pohon ini sejenis palm bisa tumbuh dan bertahan puluhan tahun bentuknya menjulang tinggi dengan ranting & daun yang sedikit…cukup unik. Dan jangan heran berbagai jenis bunga yang popular di Indonesia dengan harga puluhan juta rupiah banyak berserak dipinggir jalan pegunungan batu Madagascar disepanjang jalan menuju Tamatave (Saya hanya bisa tertawa getir menyaksikan istri membayar mahal satu pot bunga gelombang cinta) yang di Mada sendiri terlihat tumbuh liar dipinggir jalan.

Ada satu jenis lagi sebuah pohon hias dengan duri dan getah putih yang banyak cukup popular di Jakarta, padahal pohon ini di Mada ditanam didepan pagar yang diyakini mereka sebagai penangkal setan & guna-guna.

Demikianlah sekelumit cerita dari saya sebagai santapan mata anda dikala senggang dan mohon maaf jika ada torehan pena yang salah. Karena memang dituntaskan dari sebuah komputer Pentium III-tua yang sudah usang. Salam setepak sirih sejuta pesan – dari Bumi Kinshasa Congo : Erfan Ahmad Piliang.

Catatan: Beberapa photo sebagai ilustrasi diambil dari banyak sumber di Internet

Erfan Ahmad Piliang Erfan Ahmad Piliang is not new comer to Africa. Currently responsible to support Indonesia’s Sinar Antjol markets existence in the Democratic Republic of Congo (DRC). Previously serving in various eastern african regions, like Angola, Eritrea – Ethiopia, Comoros Island, Madagascar...

Detail Profile »

15  Comments

by anbhar at 14 September 2008, 08:53

cerita yg sangat menarik dan informatif. Jadi tau klo di sana ada negara serumpun kita :D

by tituk at 15 September 2008, 12:10

WOooooooOW…bagus banget pic nya.

by Djeeto at 15 September 2008, 17:59

Jadi pingin ke Madagascar … Kapan ya bisa kesana?

by nadia febina at 16 September 2008, 01:45

wah mas, ini yg namanya madagascar udah ada di dalam list tujuan travel saya lho. Semoga punya kesempatan untuk mampir… hmmm, kapan yaaaa??? :)
ini lengkap banget mas, tulisannya, belajar dulu pasti ya! :D
keren….!!

Salam,
nadia.

by Luigi Pralangga at 16 September 2008, 02:47

Mas Erfan,

Bolehlah sekali-kali travelling bareng – backpacking lah ..secara udah kenal bener dengan daerahnya.. kapan nih!?? Ohya, ngoomong-ngomong rute penerbangan-nya dari manayah lalu naik maskapai apa ya? :D

by didut at 16 September 2008, 07:47

mantabh ceritanya maknyus pohon kelapanya :D

by Iswanto Budiman at 18 September 2008, 07:39

wah asik ceritanya, jadi ngiler juga pak Erfan

by Rian Poncowati at 18 September 2008, 08:34

ceritanya lucu…kesian yaa yg namanya Bibit mesti ganti nama dulu nieee…..btw mukanya muka Indonesia bangedd yeee mirip2 harmoko..hehehe

by Erfan Achmad at 18 September 2008, 14:58

ass,kalau ingin ke Madagascar dari Liberia biasanya Mas Via Ethiopia – Kenya direct Madagascar,kgk tau juga kalau ada Liberia direct kenya yaa pasti lsg tuh ke Madagascar,biar hemat naik Kenya Air aja… gt lho mas,dan hotel di Madagascar kgk mahal sekitar usd 25 sdh lumayan bagus,yang agak lumayan bagus sekitar usd 50 Hotel Tana Plaza,demikian juga makanan tdk bgt mahal.
Kalau ingin beli batu mulya bisa belanja ke pasar Androvoangy tempat khusus menjual batu/stone Oval,pasar ini usahakan jgn dilewati.
Khusus buat adinda Febina kalau mmg mau ke Madagascar sy akan contack team saya yg disana utk membantu,ojo khawatir dik.

salam jabat erat EA

by Puguh at 19 September 2008, 00:22

Wah menarik sekali ya mas jadi pengen berkunjung ne ikutan Madagascar 2 hehhehe. selamat bertugas ya

by Dee at 19 September 2008, 18:38

Benar- benar santapan mata yang sangat menyegarkan. Jadi pengen menengok keindahan negeri ini … kapan yaa??? hehehe

by Harriansyah at 28 September 2008, 09:27

pantainya bagus, ky dipoto2 :D pak

by khaidar at 25 August 2010, 09:52

salama tofko….tsara be tantara ti,..manao ngoma zahoo.
jadi kangen madagaskar,…
7 tahun saya tinggal di mahajanga atau majunga.
dimana sekarang pak sondakh?
apa pak taufik masih di kbri?

by yanti at 7 October 2011, 07:18

wah ternyata madagascar masih serumpun dgn kita ya..pantas saja teman kuliahku dr mdagascar cerita kalo di negaranya banyak orang jawa timur, saya ga begitu nanggepin, saya pikir paling dia bohongin saya..eh tapi ternyata bener ya..jd pengen kesana deh

by Sangulosquaw at 7 October 2011, 22:40

Benar-benar sekelumit cerita yang berbobot, informatif & nikmat sebagai santapan bacaan saya diwaktu senggang… seperti saat ini nih, “quiet friday” :-) two-thumbs up

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nurul Rochayati Nurul is currently resides in Kyoto, Japan and is pursuing her masters degree in International Relations at Ritsumeikan University Japan. She is nothing new to non-governmental organization line of work, as she has been working for various research organizations during...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago