Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

“MAK NYUUS !” : Wisata Kuliner ala Kontingen Garuda XXIII B di Lebanon

7 May 2008, 09:37 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 27/4) “Wisata Kuliner” di tengah-tengah daerah konflik perang Lebanon-Israel? Yang benar saja! Mungkin itu pertanyaan yang terlintas begitu membaca judul di atas. Tapi, demikianlah kreativitas yang dilakukan oleh prajurit Kontingen Garuda (Konga) XXIII B di Lebanon Selatan saat mengisi waktu liburan week end (26/4) musim semi bagi masyarakat setempat di daerah Bani Hayyan.

Acara “Wisata Kuliner” yang dimaksud tentunya tidak persis sama seperti yang dilakukan di Tanah Air. Apalagi, kali ini yang ber-“wisata” bukanlah warga atau prajurit Indonesia, melainkan masyarakat Lebanon yang diperkenalkan tentang bagaimana memasak masakan dan minuman khas Indonesia dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di Lebanon.

Bertempat di halaman depan Elementary School Bani Hayyan Lebanon Selatan, para prajurit Garuda beraksi bak seorang Chef (Koki) profesional mendemontrasikan cara memasak masakan dan minuman khas Indonesia di hadapan sekitar 70-an warga lokal yang sebagian besar adalah ibu-ibu, remaja putri dan sebagian kecil bapak-bapak serta anak-anak. Acara demo memasak yang ditampilkan di hadapan masyarakat Lebanon tersebut bagi mereka ternyata merupakan pengalaman yang benar-benar baru dan sungguh mengasyikkan.

Hebatnya, tidak tanggung-tanggung para “Koki” ini dikomandoi langsung oleh Komandan Kompi Mekanis-B/ Ajax Kapten Inf Mahbub Junaidi, dibantu oleh Kapten Kav Mujahidin, Praka Didi S. dan Pratu Rohim sebagai juru masak. Ini merupakan suatu hal yang langka dimana seorang Komandan pasukan memiliki kemahiran dalam mengolah masakan dan langsung mempraktekkannya di depan masyarakat umum.

Aneka masakan yang didemokan diantaranya bakso, sup ayam, perkedel kentang, nasi putih, dadar gulung dan es buah kopyor berlangsung meriah karena warga sangat antusias mengikuti tahap demi tahap pengolahan masakan tersebut. Selain itu kemeriahan juga timbul karena kepiawaian Kapten Mahbub, yang dibantu oleh Interpreter lokal Mohammad Farhad, saat mengomentari demo memasak tersebut sehingga mudah dimengerti oleh warga dan oleh karenanya tidak sulit bagi Kapten Mahbub meminta perwakilan warga untuk mencicipi masakan yang sedang diolah. Tak dinyana, mereka menyukai “taste” atau rasa masakan Indonesia. Terbukti dari raut wajah puas sambil mengacungkan jempol seraya berkata “good” berulang-ulang. Pada saat inilah improvisasi Kapten Mahbub muncul. Saat warga mengucapkan kata-kata “good”, ia meminta mereka mengganti kata-kata itu menjadi “mak nyuuus”. Kontan serentak mereka mengucapkan kata-kata yang amat populer di Indonesia itu : “Mak nyuuus !!!” sambil bertepuk tangan.

Acara ini diprakarsai dan dilaksanakan sepenuhnya oleh prajurit Konga XXIII-B, khususnya dari Kompi Mekanis-B/Ajax dalam rangka menyambut pergantian musim dari musim semi ke musim panas di mana sebagian besar masyarakat Lebanon yang merantau kembali pulang ke daerahnya masing-masing untuk berlibur. Kesempatan inilah yang digunakan oleh Konga XXIII B untuk berinteraksi lebih dekat lagi dengan masyarakat Lebanon tersebut. Tokoh masyarakat Bani Hayyan yang hadir saat itu, Mochtar (tokoh agama) Salah Jabbar dan Mayor (kepala wilayah) Mohammad Shihab memuji kreativitas yang dilakukan oleh pasukan Indobatt (sebutan bagi Konga XXIII B). Menurutnya selama UNIFIL berdiri sejak tahun 1978, baru kali inilah ada tentara dari negara lain yang mengenalkan dan mengajarkan cara memasak masakan khas dari negara asal tentara itu, namun dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai di Lebanon. Ke-2 tokoh ini berharap, prajurit Indobatt secara kontinyu menyelenggarakan acara “wisata kuliner” tersebut sehingga dapat memperkaya khazanah masakan dan budaya ke-2 negara, terutama bagi masyarakat Lebanon Selatan sendiri.

Acara yang dihadiri juga Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL Letkol Inf AM Putranto, S.Sos ditutup dengan jamuan makan dengan menu masakan yang sama persis dengan yang telah didemokan. Sambutan warga yang menikmati hidangan amat positip. Mereka memuji cita rasa masakan Indonesia yang disebutnya “sungguh mengundang selera”. Ini terlihat dari animo sebagian besar yang hadir untuk menambah porsi makanannya. Bagi warga yang berminat untuk mencobanya di rumah, disiapkan juga buku resep masakan dalam 2 (dua) bahasa, Inggris dan Arab sehingga memudahkan mereka saat mencari bahan dan mengolahnya.

Diplomasi dalam rangka mewujudkan misi Perdamaian PBB di daerah konflik, khususnya di wilayah Lebanon Selatan yang berlangsung puluhan tahun tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Resolusi DK PBB No. 1701 yang kemudian diperbaharui dengan Resolusi No. 1773 hanyalah merupakan pedoman dasar bagi setiap pasukan yang sedang bertugas.

Namun dalam implementasinya memerlukan pendekatan yang unik agar dapat diterima oleh pihak-pihak yang bertikai. Untuk itu, Kontingen Garuda XXIII B selama ini terus berupaya melakukan inovasi-inovasi baru agar dapat meredam potensi konflik yang mungkin terjadi dengan harapan terwujudnya perdamaian permanen di wilayah Lebanon Selatan. Sejauh ini, tanggapan yang diterima baik dari masyarakat Lebanon sendiri maupun dari Markas Besar UNIFIL menunjukkan respon positip terhadap kinerja prajurit Konga XXIII B.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

10  Comments

by Imeza Saraswaty at 8 May 2008, 17:05

Thumbs up Capt!
Ide yang patut ditiru oleh pasukan2 KONGA yang lain nih :)
Memperkenalkan masakan kita ke masyarakat setempat,… mempererat hubungan, … Gimana kalo disisipi acara budaya juga? Tarian atau pencak silat kek,… whaaa…. lama2 KONGA jadi bawa misi perdamaian, kebudayaan dan diplomatis….Thumbs up Capt!

Mak nyusssssssssss!!!

by ri at 9 May 2008, 11:10

Ari lasso bilang “Sentuh lah dia tepat di hati nya.Dia kan jadi milikmu selamanya….Tapi kapten Inf Mahbub bilang “ Sentuhlah dia tepat di perut nya….Hehehe…Ternyata tidak hanya piawai angkat senjata tapi piawai angkat spatula juga ya…Salut n bravo.

by Kapten Kav Ossy Dermawan, BS at 9 May 2008, 17:49

Salut untuk seluruh prajurit Kontingen Garuda XXIII-B/Unifil, semoga segala usaha dan upaya yang telah dilakukan akan terus mendapatkan simpati dari masyarakat sekitar. Kalau ada peluang untuk buka restoran Padang, tolong kabar-kabari bang, ada banyak yang mau invest. Mungkin di sekitar bundaran Et-Taibee..:)
Salam hormat untuk seluruh pralangga-ers terutama Kang Luigi.

by Luigi Pralangga at 9 May 2008, 19:35

Dari mata turun ke hati – jadilah cinta.. nah kalau yang ini dari mata, lalu ke hidung, terus masuk mulut, kunyah-kunyah sembari mata kekanan-kekiri dan.. aaah! enak sekali!.

Buat Mas2 yang masak itu ada nggak yang kemudian dilamar sama nona2 Lebanese itu..?? (karena jago masak!)

Sebab pernah jaman saya masih tinggal dna kerja di New York – UN Headquartres, ikut semacam demo masak begini, salah satu nona muda bilang gini:

“You’ve cooked so nice.. would you marry me!???”

…Hehehehee, sebelum saya njawab apa-apa, buru2 aja bilang..

“Let me cook you something else, then you are to ask me the same question again…” – trus kabur! :D
————————-

Keep up the great work there! we are proud of you and remember that each one of us is an ambassador of one.

PS: Buat Kapt. Ossy Dermawan – Great to have you back! – Any updates? :D

by Silly at 11 May 2008, 13:20

Kata Ibu saya, untuk mengambil hati orang itu gampang… Letaknya cuma SEJENGKAL DIATAS PUSER dan SEJENGKAL lagi yaaa dibawahnya, hehehe…

Well, saya hanya akan menekankan yang SEJENGKAL diatas puser itu yaitu PERUT… Aha… perut kenyang… hatipun senang… jadi pendekatan yang memanjakan perut itu memang SELALU berhasil untuk tujuan apapun, termasuk menjaga keamanan dunia. Duhhh, briliant Idea dech… :)

Anyway, salut juga sama Komandan Kompi Mekanis-B/ Ajax Kapten Inf Mahbub Junaidi, dibantu oleh Kapten Kav Mujahidin, Praka Didi S. dan Pratu Rohim sebagai juru masak, kalian semua TWO thumps Up!!!… pinter masak, gak cuma pinter “perang” :D

Sukses buat semuanya. And keep the spirit up guys.

salam hangat,
silly

by et at 13 May 2008, 14:41

Wah … para tamu pasti senang dan bangga ya di masakin dan dilayani oleh prajurit dan Komandannya…. ‘import’ lagi !

Jadi inget waktu di undang pembukaan hotel bintang 5 di BEJ….. para hadirin sangat tersanjung dan bangga loh di layani oleh para chef ‘import’…. Siapa sih yang nggak senang di manja ?

Btw, mau dong nyicipi masakannya ….?

by Fannie at 15 May 2008, 08:54

Wow kreatif sekali…Untung pada jago masak ya hehehe. Bakso dengan bahan Lebanon kayak gimana ya..hmm….

by Rafli L Sato at 15 May 2008, 10:37

Great deal experiences next time should record in the book of journey. Dari Mak Nyuss sampai Icip Icip bisa ikutan Culinary Advanture kalau gitu nanti. Sukses buat Kontingen Garuda. Salam

by dee at 18 May 2008, 10:52

Two thumbs for u all (KONGA) …. Salut deh ternyata gak cuma Bondan Winarno di Indonesia yg bisa bikin masakan MAK NYUUSSS tapi juga para prajurit Our Peacekeeper outhere.
Mau dunk nyicipin masakannya … pasti lebih enak daripada masakan saya … wakakakakakkk
Peace yoo !!

by Wijaya at 19 May 2008, 19:21

Mau dong…. wah jadi pengen ikutan makan nih! Kangen ama bakso denagn sambal pedesnya! (nih nulis komen ampe ileran he..he..)
Tuh resep bisa di publish juga nggak? Kang Luigi ayo dong; kan lumayan buat kita-kita yang ada di Peace Keeping kayak gini.. masak makanan kaleng m’lulu! (ntar saingan ama si manis kucing tetangga)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Surya Aslim Surya Aslim has been working in the development field since April 2004. The Aceh Tsunami brought major change to his career. Within a fortnight, he was involved in the Tsunami humanitarian response operation at that time with British NGO Islamic...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago