Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 10 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 59 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Belajar Dari Teman Di Angola
Perdamaian: Sebuah janji (yang sulit) diwujudkan >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
(Adshit Al Qusayr, 27/4) “Wisata Kuliner” di tengah-tengah daerah konflik perang Lebanon-Israel? Yang benar saja! Mungkin itu pertanyaan yang terlintas begitu membaca judul di atas. Tapi, demikianlah kreativitas yang dilakukan oleh prajurit Kontingen Garuda (Konga) XXIII B di Lebanon Selatan saat mengisi waktu liburan week end (26/4) musim semi bagi masyarakat setempat di daerah Bani Hayyan.
Acara “Wisata Kuliner” yang dimaksud tentunya tidak persis sama seperti yang dilakukan di Tanah Air. Apalagi, kali ini yang ber-“wisata” bukanlah warga atau prajurit Indonesia, melainkan masyarakat Lebanon yang diperkenalkan tentang bagaimana memasak masakan dan minuman khas Indonesia dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di Lebanon.

Bertempat di halaman depan Elementary School Bani Hayyan Lebanon Selatan, para prajurit Garuda beraksi bak seorang Chef (Koki) profesional mendemontrasikan cara memasak masakan dan minuman khas Indonesia di hadapan sekitar 70-an warga lokal yang sebagian besar adalah ibu-ibu, remaja putri dan sebagian kecil bapak-bapak serta anak-anak. Acara demo memasak yang ditampilkan di hadapan masyarakat Lebanon tersebut bagi mereka ternyata merupakan pengalaman yang benar-benar baru dan sungguh mengasyikkan.

Hebatnya, tidak tanggung-tanggung para “Koki” ini dikomandoi langsung oleh Komandan Kompi Mekanis-B/ Ajax Kapten Inf Mahbub Junaidi, dibantu oleh Kapten Kav Mujahidin, Praka Didi S. dan Pratu Rohim sebagai juru masak. Ini merupakan suatu hal yang langka dimana seorang Komandan pasukan memiliki kemahiran dalam mengolah masakan dan langsung mempraktekkannya di depan masyarakat umum.

Aneka masakan yang didemokan diantaranya bakso, sup ayam, perkedel kentang, nasi putih, dadar gulung dan es buah kopyor berlangsung meriah karena warga sangat antusias mengikuti tahap demi tahap pengolahan masakan tersebut. Selain itu kemeriahan juga timbul karena kepiawaian Kapten Mahbub, yang dibantu oleh Interpreter lokal Mohammad Farhad, saat mengomentari demo memasak tersebut sehingga mudah dimengerti oleh warga dan oleh karenanya tidak sulit bagi Kapten Mahbub meminta perwakilan warga untuk mencicipi masakan yang sedang diolah. Tak dinyana, mereka menyukai “taste” atau rasa masakan Indonesia. Terbukti dari raut wajah puas sambil mengacungkan jempol seraya berkata “good” berulang-ulang. Pada saat inilah improvisasi Kapten Mahbub muncul. Saat warga mengucapkan kata-kata “good”, ia meminta mereka mengganti kata-kata itu menjadi “mak nyuuus”. Kontan serentak mereka mengucapkan kata-kata yang amat populer di Indonesia itu : “Mak nyuuus !!!” sambil bertepuk tangan.

Acara ini diprakarsai dan dilaksanakan sepenuhnya oleh prajurit Konga XXIII-B, khususnya dari Kompi Mekanis-B/Ajax dalam rangka menyambut pergantian musim dari musim semi ke musim panas di mana sebagian besar masyarakat Lebanon yang merantau kembali pulang ke daerahnya masing-masing untuk berlibur. Kesempatan inilah yang digunakan oleh Konga XXIII B untuk berinteraksi lebih dekat lagi dengan masyarakat Lebanon tersebut. Tokoh masyarakat Bani Hayyan yang hadir saat itu, Mochtar (tokoh agama) Salah Jabbar dan Mayor (kepala wilayah) Mohammad Shihab memuji kreativitas yang dilakukan oleh pasukan Indobatt (sebutan bagi Konga XXIII B). Menurutnya selama UNIFIL berdiri sejak tahun 1978, baru kali inilah ada tentara dari negara lain yang mengenalkan dan mengajarkan cara memasak masakan khas dari negara asal tentara itu, namun dengan bahan-bahan yang mudah dijumpai di Lebanon. Ke-2 tokoh ini berharap, prajurit Indobatt secara kontinyu menyelenggarakan acara “wisata kuliner” tersebut sehingga dapat memperkaya khazanah masakan dan budaya ke-2 negara, terutama bagi masyarakat Lebanon Selatan sendiri.
Acara yang dihadiri juga Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL Letkol Inf AM Putranto, S.Sos ditutup dengan jamuan makan dengan menu masakan yang sama persis dengan yang telah didemokan. Sambutan warga yang menikmati hidangan amat positip. Mereka memuji cita rasa masakan Indonesia yang disebutnya “sungguh mengundang selera”. Ini terlihat dari animo sebagian besar yang hadir untuk menambah porsi makanannya. Bagi warga yang berminat untuk mencobanya di rumah, disiapkan juga buku resep masakan dalam 2 (dua) bahasa, Inggris dan Arab sehingga memudahkan mereka saat mencari bahan dan mengolahnya.

Diplomasi dalam rangka mewujudkan misi Perdamaian PBB di daerah konflik, khususnya di wilayah Lebanon Selatan yang berlangsung puluhan tahun tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Resolusi DK PBB No. 1701 yang kemudian diperbaharui dengan Resolusi No. 1773 hanyalah merupakan pedoman dasar bagi setiap pasukan yang sedang bertugas.
Namun dalam implementasinya memerlukan pendekatan yang unik agar dapat diterima oleh pihak-pihak yang bertikai. Untuk itu, Kontingen Garuda XXIII B selama ini terus berupaya melakukan inovasi-inovasi baru agar dapat meredam potensi konflik yang mungkin terjadi dengan harapan terwujudnya perdamaian permanen di wilayah Lebanon Selatan. Sejauh ini, tanggapan yang diterima baik dari masyarakat Lebanon sendiri maupun dari Markas Besar UNIFIL menunjukkan respon positip terhadap kinerja prajurit Konga XXIII B.
Thumbs up Capt!
Ide yang patut ditiru oleh pasukan2 KONGA yang lain nih :)
Memperkenalkan masakan kita ke masyarakat setempat,… mempererat hubungan, … Gimana kalo disisipi acara budaya juga? Tarian atau pencak silat kek,… whaaa…. lama2 KONGA jadi bawa misi perdamaian, kebudayaan dan diplomatis….Thumbs up Capt!
Mak nyusssssssssss!!!
Ari lasso bilang “Sentuh lah dia tepat di hati nya.Dia kan jadi milikmu selamanya….Tapi kapten Inf Mahbub bilang “ Sentuhlah dia tepat di perut nya….Hehehe…Ternyata tidak hanya piawai angkat senjata tapi piawai angkat spatula juga ya…Salut n bravo.
Salut untuk seluruh prajurit Kontingen Garuda XXIII-B/Unifil, semoga segala usaha dan upaya yang telah dilakukan akan terus mendapatkan simpati dari masyarakat sekitar. Kalau ada peluang untuk buka restoran Padang, tolong kabar-kabari bang, ada banyak yang mau invest. Mungkin di sekitar bundaran Et-Taibee..:)
Salam hormat untuk seluruh pralangga-ers terutama Kang Luigi.
Dari mata turun ke hati – jadilah cinta.. nah kalau yang ini dari mata, lalu ke hidung, terus masuk mulut, kunyah-kunyah sembari mata kekanan-kekiri dan.. aaah! enak sekali!.
Buat Mas2 yang masak itu ada nggak yang kemudian dilamar sama nona2 Lebanese itu..?? (karena jago masak!)
Sebab pernah jaman saya masih tinggal dna kerja di New York – UN Headquartres, ikut semacam demo masak begini, salah satu nona muda bilang gini:
“You’ve cooked so nice.. would you marry me!???”
…Hehehehee, sebelum saya njawab apa-apa, buru2 aja bilang..
“Let me cook you something else, then you are to ask me the same question again…” – trus kabur! :D
————————-
Keep up the great work there! we are proud of you and remember that each one of us is an ambassador of one.
PS: Buat Kapt. Ossy Dermawan – Great to have you back! – Any updates? :D
Kata Ibu saya, untuk mengambil hati orang itu gampang… Letaknya cuma SEJENGKAL DIATAS PUSER dan SEJENGKAL lagi yaaa dibawahnya, hehehe…
Well, saya hanya akan menekankan yang SEJENGKAL diatas puser itu yaitu PERUT… Aha… perut kenyang… hatipun senang… jadi pendekatan yang memanjakan perut itu memang SELALU berhasil untuk tujuan apapun, termasuk menjaga keamanan dunia. Duhhh, briliant Idea dech… :)
Anyway, salut juga sama Komandan Kompi Mekanis-B/ Ajax Kapten Inf Mahbub Junaidi, dibantu oleh Kapten Kav Mujahidin, Praka Didi S. dan Pratu Rohim sebagai juru masak, kalian semua TWO thumps Up!!!… pinter masak, gak cuma pinter “perang” :D
Sukses buat semuanya. And keep the spirit up guys.
salam hangat,
silly
Wah … para tamu pasti senang dan bangga ya di masakin dan dilayani oleh prajurit dan Komandannya…. ‘import’ lagi !
Jadi inget waktu di undang pembukaan hotel bintang 5 di BEJ….. para hadirin sangat tersanjung dan bangga loh di layani oleh para chef ‘import’…. Siapa sih yang nggak senang di manja ?
Btw, mau dong nyicipi masakannya ….?
Wow kreatif sekali…Untung pada jago masak ya hehehe. Bakso dengan bahan Lebanon kayak gimana ya..hmm….
Great deal experiences next time should record in the book of journey. Dari Mak Nyuss sampai Icip Icip bisa ikutan Culinary Advanture kalau gitu nanti. Sukses buat Kontingen Garuda. Salam
Two thumbs for u all (KONGA) …. Salut deh ternyata gak cuma Bondan Winarno di Indonesia yg bisa bikin masakan MAK NYUUSSS tapi juga para prajurit Our Peacekeeper outhere.
Mau dunk nyicipin masakannya … pasti lebih enak daripada masakan saya … wakakakakakkk
Peace yoo !!
Mau dong…. wah jadi pengen ikutan makan nih! Kangen ama bakso denagn sambal pedesnya! (nih nulis komen ampe ileran he..he..)
Tuh resep bisa di publish juga nggak? Kang Luigi ayo dong; kan lumayan buat kita-kita yang ada di Peace Keeping kayak gini.. masak makanan kaleng m’lulu! (ntar saingan ama si manis kucing tetangga)
« Belajar Dari Teman Di Angola Perdamaian: Sebuah janji (yang sulit) diwujudkan »