About This Post

Donasion

Correspondent Donasion

Total 23 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 17 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 7.7/10(3 votes cast)

Articles

Mas, Agent-nya siapa sih?

Bener seperti yang dikatakan oleh Vonny, bahwa nggak kerasa ya kita sudah hampir mau setahun nancep di negeri si bau kelek ini (meminjam istilah kawan kita yang satu ini). Saya masih ingat benar saat kita berdua terbang dari Jakarta, lalu hinggap di Bangkok dan terus mampir ke Nairobi, dan akhirnya mendarat di Monrovia, Liberia.

Sudah 1 kali semenjak keberangkatan awal saya terbang mudik, yang namanya rindu kampung halaman ternyata bergelora semakin hebat, berbanding lurus dengan jarak antara si awak ini dengan kampuang (yang jauh benar di mato ni).

Dalam perjalanan mudik tempo hari, di dalam pesawat selama mengudara dan saat transit menunggu penerbangan selanjutnya, sering kali bertemu dengan para saudara sebangsa setanah air, dimana mereka juga adalah pejuang devisa, sekaligus merangkap sebagai duta bangsa seperti halnya kawan-kawan staff UNMIL asal Indonesia lainya dan saya.

Hal yang unik saat bercakap-cakap dengan mereka [Para TKI], adalah kurangnya informasi/pengetahuan mereka akan bagian bumi Afrika, ya mulai dari nama negara apa saja yang terletak di benua ini dan banyak lagi perihal lainnya. Itu semua jelas kentara dari bagaimana rawut wajah mereka saat saya merespon pertanyaan-pertanyaan itu.

Sebelum saya cerita tentang pertanyaan-pertanyaan [yang mereka lontarkan] itu, nampaknya harus diakui bahwa meski tampang saya yang mirip dengan sederet wajah artis sinetron itu, tidak membuat mereka yakin benar kalau saya itu TIDAK kerja di Pabrik atau restoran dan mulai kumat STB-nya [Baca: Sok Tau Banget!]. Dengan logat khas renyah ke-jawa-baratan-nya, mulailah si neng geulis [Baca: Nona Cantik] disebelah saya itu bertanya;

“Mas, mas.. Agent-nya siapa sih?”
“Agent? – Agent apa ya, Mba?”
“Yee.. masak nggak tau? Ya Agent.. yang nyariin lowongan dulu dari kampung siapa? Ya itu agent-namanya..!”

Belum selesai saya mengangguk, buru-burulah dia nyeletuk lagi..

“Jangan Mba’ dong nyebutnya… panggilnya.. Teteh aja deh.. saya dari asli dari Garut! – Tau Garut dimana?”
“Ooh Garut… di Jawa Barat itu?.. Saya tau Garut ya dari Domba-dombanya.. besar-besar dan enak sekali dibuat Sate..”
“Trus, Agent-nya siapa?…Ngerjain apa sih di tempat si Mas-nya?, Pabrik Semen, bukan kerjanya? udah gitu dikasih berapa sebulan..?”

Dalam hati: “Ini dia nih.. pertanyaan tipikal TKI

Lantaran sesi pemutaran film dilayar monitor itu sedang ada jeda, dan semua majalah di kantong depan kursi itu habis saya baca, jadilah akhirnya saya jelasin deh pertanyaan “Pabrik Semen” si Teteh disebelah ini.

Lucunya, lepas dijelasin eh, malah terus aja nanya-nanya lainya, bak anak SD yang sedang mengikuti pelajaran geografi. (Cape deh!).

“Haa…!!!, Liberia…?? Afrika??? Jauh amat kerjanya, Mas?.. Afrika khan tempatnya orang-orang item itu khan? – apa nggak takut?”

Akhirnya sembari menunggu sesi hidangan di pesawat, sedikit demi sedikit mencoba menjelaskan tentang Liberia dan bagaimana dari Indonesia rute perjalanan udara-nya hingga sampai disana.

Harper, Maryland County adalah lokasi dimana saya bekerja, bukanlah di Ibukota Liberia, Monrovia. Melainkan masih terus ke pedalaman, dimana bila ditempuh dengan jalan darat, dengan kondisi jalan saat ini, mungkin memerlukan 4-5 hari. Lihat saja dari foto-foto dibawah ini, pasti terbayang seperti apa buruk kondisi jalan disana. Tidak heran banyak dijumpai kendaraan yang harus menginap menunggu pertolongan orang lain yang lewat untuk menderek atau memindahkan barang angkutan itu, tidak ada tempat peristirahatan dan/atau warung, kecuali berjalan kaki 2-3 jam sampai menemukan kampung berikut.

Kota kecil yang sepi sekali, jauh sekali perbandingan-nya bila ingin disamakan dengan Pekan Baru atau kota-kota disekitarnya. Berikut beberapa foto yang menggambarkan suasana pusat kota.

Nah, pusatnya saja seperti ini, terbayang seperti apa gambaran-nya bila sedikit bergeser keluar.

Mengurusi pengaturan/manajemen bahan bakar adalah bidang yang saya geluti. Sebuah tanggungjawab yang bukan kepalang pentingnya (serta pusingnya). Mengatur permintaan logistik dan distribusinya kepada pengguna, yaitu kendaraan operasional UNMIL, patroli reguler para Military Observer serta kebutuhan BBM kendaraan tempur dari batalion Senegal yang bertugas menjaga keamanan di Harper serta kebutuhan BBM generator yang menerangi kantor UNMIL dan gedung Headquarters-nya di Harper.

Untungnya, sebagai staff UNMIL yang bekerja di daerah pelosok, kita mempunyai dukungan transportasi udara yang solid dan reguler. Penerbangan dengan helikopter secara reguler melayani kegiatan rotasi personil, baik itu mengantar anggota military peacekeepers dan staff sipil, serta mengangkut barang-barang re-supply kebutuhan pasukan. Semua ditempuh melalui jalan udara selama 2 jam. Kontingen Aviasi dari Republik Ukraina dan Kontraktor Aviasi dari Russia adalah penunjang kebutuhan transportasi udara UNMIL.

Terbang dengan helikopter, jenis Mi-8Tv ini, tidaklah senyaman seperti bepergian dengan menggunakan pesawat jet. Getaran mesin baling-baling dan rotornya itu kencang dan kuat sekali, persis seperti duduk disebelah mesin generator raksasa!. Kalau tidak menggunakan headphone pelindung telinga, bisa-bisa saat mendarat menjadi “Budi” [Baca: Budek Dikit]. Saat kali pertama terbang dengan helikopter ini, pas diberikan sepasang headset ini, saya pikir akan terdengar suara musik atau hiburan audio macam seperti di pesawat komersil itu.. saya tanyalah kepada kawan penumpang yang duduk disebelah:

“Hey, mas.. mas.. ini kok nggak ada musiknya sih?”

Dia hanya tertawa-geli saja.. kemudian barulah mengerti bahwa ini [si Headphone] hanya untuk melindungi polusi suara dari gemuruhnya mesin/baling-baling.

by Luigi Pralangga at 4 August 2008, 20:14

Mas Donasion,

Seru memang mbaca ceritanya.. saya juga pernah berkunjung ke Harper pada 2005 & 2006, memang sepi sekali kota-nya tapi tenang sekali cocoklah sekalian piknik. :D

Kebayang yah, kalau weekend acaranya kemana aja? Ada shopping mall nggak disana? (heheheh – kabuur!). Ohya, dengar-dengar mau pulang kampung ya? – boleh dong titip bawakan oleh2 sampai ke Bandara Cengkareng yah? :D

by bowbee at 5 August 2008, 08:21

Waaahh… kotanya sepi sekali… Tapi salut buat anda yang bisa bertahan disana… Siapa tahu anda bisa memajukan kota? gimana caranya?

by bangsari at 5 August 2008, 10:08

“nampaknya harus diakui bahwa meski tampang saya yang mirip dengan sederet wajah artis sinetron itu,”

hahaha. klelegen dondong

itu jalanan menuju kota ndesit banget. seperti kampungku jaman aku masih kecil. jalanan lebih mirip kubangan kerbau daripada jalan raya. setelah banjir, kita bisa mancing belut di tengah jalan. beneran ini.

tapi apa iya di afrika ada belut?

by ri at 5 August 2008, 10:51

dear sir…salut akan tanggung jawab nya..cerita yang sangat menarik dan mengundang senyum.Kebayang bagaimana expresi anda ketika menjawab pertanyaan2 dari si teteh itu.hehehe..Tapi ri yakin si teteh tidak menyadari bahwa dia baru saja bertemu dengan orang yang boleh di bilang “Low Profil High Profit” cieee.
Seorang dengan intelektualitas diatas rata2 yang memiliki kemuliaan hati untuk mendukung perdamaian dunia…wow..hebat tenan lho kui….( Plus rela n tahan banting menahan rindu…hehehe)
Oke tetap semangat n di tunggu cerita seru lainnya.Btw foto nya bagus banget..

by Yunita Dwianay at 5 August 2008, 11:44

Wah mas , saya kagum deh dengan dedikasi dan tanggung jawab mas pada pekerjaan ya, sanggup tinggalkan keluarga di Indo dan kerja di luar negeri yang sangat jauh jaraknya. Juga mengingat pentingnya pekerjaan yang diemban membuat saya juga jadi speechless karena cuma bisa bilang saluuut .Apalagi kalau melihat foto-foto tentang daerah dan beratnya medan tempat mas bertugas ini. Tapi ceritanya seru banget.

by juansuandi at 5 August 2008, 12:52

wah seru kali ya perjalanannya mas? saya pernah tugas sebagai PNS di flores. disana juga sepi. tapi mungkin lebih sepi afrikanya. hehehe nice blog sir… salam kenal.

by Aulia at 5 August 2008, 18:54

SALUT BUAT PAK DON!!! TERUSKAN 2 PERJUANGAN MULIA YAITU UNTUK MERUBAH KEHIDUPAN KELUARGA YANG LEBIH BAIK KE DEPAN DAN MENJAGA PERDAMAIAN DI LIBERIA.

by rere at 6 August 2008, 01:56

Ha ha ha, sebenarnya ngga beda banyak kok sama si teteh itu

sama sama jadi TKI

by sunardi at 6 August 2008, 19:14

Hehehehe… Sama kalau saya pulang kampung juga bingung mau njelasin kerjaan saya apa.

Salut dan tetap semangat Da yo. Bilo ka baliak kampuang ko Da. Basuo awak di Pekanbaru yo Da yo. Bacarito-carito lamak awak ndak?
Hehehe…

by putiresi at 6 August 2008, 21:37

wuahh…so interesting….salut sama kerjaannya dan cita-citanya, we all have our own little role to play in making this world a better place to live in….mampir2 lagi yah ke blog gue..:)

by wawan at 6 August 2008, 23:04

weleh…weleh…ku juuga mau ikutan jadi peacekeeping neh… jangan jauh-jauh kalo bisa…(Pengantin Baru)
setelah umur 30 deh…ku ikut jejak pak don keliling dunia sesuai hobi dan mendapat uang…hehe23x….

by Dhani at 6 August 2008, 23:18

Dear Pak Don,

Saya bangga dengan Pak Don, sebagai teman di satu payung sejak di IFRC dan BRCS, eee sekarang di UN cuma beda negara dan misi aja pak ya.
terus terang pak, artikel bapak ini hampir sama dengan cerita saya waktu saya masuk di BRCS Teunom – Aceh Jaya. dan itu adalah pengalaman pertama saya meninggalkan Istri dan Keluarga. (inget g pak) yang saya sms waktu mau numpang tidur di kamar bapak.

dan sekilas suasana nya persis kaya teunom ya pak, bedanya mungkin dari bentuk bangunan nya yang teramat klasik, jadi ingat batavia taun 10’an ya hehehhee….
apalagi foto yang dari mobil, itu mah persis banget kayak Pasi Teube – Teunom. yang kalo ujan gede emang udah teblokir aja di atas sana, dan sialnya lagi saya sempat ngerasain 2 bulan sendirian di perkampungan….fuiiiihhh……..kebayang ga ya.

hehehe… tapi pak, dengan menulis artikel seperti ini bisa jadi media penghilang stres s dan home sick ya. bisa curhat2an disini…

anyway Sir, good luck for your career.
always be a powerful man and be a lovely dad
please let me know one time you’re in Indonesia, who knows you will have journey to Medan or Aceh.

Keep aware and safety ya

Wassalam…

by Laittri at 7 August 2008, 17:57

Wah pak Don, its such an incredible story, membuka mata dan pandangan baru tentang kehidupan dibelahan dunia lain, Harper, Maryland County.
Saya merasa bangga sekali, selaku eks asistannya pak Don, klo teman-teman bilang dulu “anaknya pak Don” hehehehehe..
Pesan saya cuma satu pak, JANGAN BERHENTI MENULIS yaah.
Saya menantikan cerita-cerita menarik lainnya.
Tetap berjuang yah pak… All de best

by Deddy at 8 August 2008, 17:40

Salut Pak, salut banget bisa mengemban tugas kayak gini…Salam dr Flores, thanks udh mampir at my home…

by nothing at 9 August 2008, 13:33

kerja sampeyan mulia banget.. dan pastinya pengalaman yang tak terbayar…
jos tenan… pengen aku,…mlaku mlaku tok, lek kerjo nang kono ya embuh hehe,
jawa masih enak, murah meriah, ceweknya ayu ayu…
kalao balik ke endonesa ..boleh kok ngasih oleh oleh.. hehe

by wku at 9 August 2008, 20:55

iya mas… ngaku aja… agent-nya siapa sih? saya kan juga pengen ke sana… haha…

by Jauhari at 11 August 2008, 04:42

Foto fotonya membuat saya kepingin bersua dinegeri lain mas… menengok apa yang terjadi di dunia sana :)

by Artana at 11 August 2008, 06:33

Ternyata dibelahan bumi yang lain juga terdapat kehidupan yang tidak berbeda dengan kita di negeri ini (dari foto2nya)…..

Senang bisa bisa mampir ke blog Mas yang bagi saya luar biasa, teruslah semangat, sebarkan perdamaian keseluruh dunia….

by avartara at 11 August 2008, 10:48

salam Pak,… kunjungan perdana yang begitu menggoda, ceritanya membawa saya seakan berada disana,… tetap semangat Pak,…. salam dari Padang

by iman354 at 12 August 2008, 16:40

wow….kunjungan perdana yg mengesankan….. mantaaaab

by mantan kyai at 14 August 2008, 08:50

negeri bau kelek. keleknya sapa seh kang ???? :D

by Caroline at 15 August 2008, 13:31

alloo, pak…
hehehe, baru tau ada negara yang bau kelek. langsung ilang deh nafsu makan saya begitu membayangkan aromanya. huhuhu…
blognya membawa wawasan baru buat saya. seneng bisa kenal sama bapak.

by ocha at 18 August 2008, 08:19

huahh.. afrika.

gak beda ma tempat saya di Papua pak.
salut ma kerjaannya.
saya juga pengen kayak gitu, tapi di Papua aja deh.
doakan ya pak.
Sukses selalu disana.

(aih malu saya, baru tau monrovia itu apa dan dimana)
jedot2 pala

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help