Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Melancong di Banda Aceh

8 June 2009, 11:05 , by Dody Wibowo

 

Ini cerita di tahun 2007. Sebelum saya meninggalkan Banda Aceh untuk sementara waktu dan berpindah tugas ke Wamena, saya sempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat di Banda Aceh yang dulu belum pernah saya kunjungi atau perhatikan dengan baik.

Hari Sabtu, 11 Agustus 2007, saya dan teman saya mulai perjalanan keliling Banda Aceh dengan naik sepeda motor. Setelah mampir mengambil tiket untuk perjalanan liburan kami tanggal 17 Agustus, kami lalu mencari sarapan… sarapan a la Jawa kali ini… Mie Ayam… Selepas kenyang dengan sarapan, kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di Lapangan Blang Padang. Di Lapangan Blang Padang ini terdapat replika pesawat Dakota RI-001 Seulawah, cikal bakal pesawat angkut pertama yang dimiliki oleh Indonesia.

Rakyat Aceh dulu dengan sukarela memberikan sumbangan untuk membeli pesawat ini pada tahun 1948. Pesawat ini kemudian digunakan untuk membantu perjuangan Indonesia. Seulawah, nama yang diberikan kepada pesawat ini mempunyai arti Gunung Emas. Yup, karena sumbangan rakyat Aceh yang diberikan untuk membeli pesawat ini, menurut sejarahnya, adalah berupa emas.

Tidak jauh dari Lapangan Blang Padang, tepatnya di seberang pekuburan Belanda, terdapat sebuah bangunan indah berwarna putih bersih dalam sebuah kompleks. Bangunan itu adalah Tamansari.

Memasuki areal Tamansari itu kami ditemani oleh seorang pemandu yang menceritakan sejarah Tamansari. Dalam kompleks Tamansari terdapat tiga bangunan penting, yang pertama adalah tempat untuk mencuci rambut, kemudian Gunongan, dan terakhir adalah bangunan makam.

Menurut keterangan yang ada di depan kompleks Tamansari, Tamansari didirikan sebagai tempat bersenang-senang bagi Putri Pahang, Putri Sultan Johor yang kemudian menjadi Permaisuri Sultan Iskandar Muda. Ada bangunan yang menjulang tinggi dengan bentuk seperti kelopak bunga, bangunan itu disebut sebagai Gunongan. Dari bagian atas Gunongan, kita bisa melihat areal sekeliling dengan leluasa.

Bangunan ketiga yang dinamakan Kandang adalah sebuah bangunan seperti benteng berbentuk seiempat yang didalamnya terdapat sebuah makam, yaitu makam Sultan Iskandar Tsani, menantu Sultan Iskandar Muda.

Selesai berpanas-panas di kompleks Tamansari, kami menuju Museum Aceh yang letaknya juga tidak begitu jauh dari kompleks Tamansari. Ketika kami masuk ke halaman Museum Aceh, saat itu jam menunjukkan pukul 12 siang, dan kami membaca keterangan bahwa Museum tutup di saat istirahat selama satu jam.

Sebelum meninggalkan Museum untuk kemudian kembali lagi, kami sempat melihat replika Rumah Aceh dari luar dan juga Lonceng Cakra Donya.

Lonceng Cakra Donya menurut sejarahnya merupakan hadiah dari Kerajaan Cina untuk Sultan Aceh. Lonceng ini dibawa oleh Laksamana Ceng Ho, laksamana yang namanya juga sering kita dengar dalam sejarah Klenteng Sam Poo Kong di Semarang. Nama Cakra Donya sendiri sebenarnya adalah nama kapal milik Kerajaan Aceh, dan di kapal inilah lonceng itu ditempatkan. Lonceng Cakra Donya kemudian juga ditempatkan di dalam kompleks istana Sultan dan dibunyikan untuk mengumpulkan penghuni istana ketika Sultan ingin menyampaikan pengumuman.

Setelah lewat jam istirahat, kami kembali ke Museum Aceh untuk melihat-lihat apa saja sih isi Museum Aceh. Ketika kami pergi ke bagian informasi dan mau bertanya ini itu, sang penjaganya berkata bahwa Museum Aceh tutup.

Oh… ternyata hari itu hari libur nasional merayakan Isra Miraj, dan kami lupa itu…

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

2  Comments

by kus at 9 June 2009, 14:44

bagus , ternyata di Atjeh banyak juga tempat yang menarik untuk di kunjungi :)

by .dodie. at 10 June 2009, 09:24

buanyakkk cak… :D
makanya, maen2lah kemari… :D

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Octavianus Marthin Oktavianus MARTHIN Super Intendent (Lieutenant Colonel) Oktavianus MARTHIN, SIk., was born in Jakarta, October 25, 1970. After finishing senior high school in Jakarta in 1989, then became a cadet of Indonesian Police Academy in Semarang. Graduated from that Academy in the year...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago