Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Melepas Lelah di Pulau Rubiah

18 May 2009, 08:44 , by Dody Wibowo

 

Hanya berselang seminggu usai pulang dari Takengon, Aceh Tengah, saya dan teman satu tim bekerjasama dengan salah satu organisasi lokal dan sebuah komite yang terdiri dari siswa-siswi SMA di Banda Aceh mengadakan Kemah Damai Remaja Kedua di Pulau Rubiah.

Kemah Damai Remaja Kedua ini diikuti oleh siswa-siswi SMA dan sekolah sederajat dari Banda Aceh dan Kota Sabang. Tujuan dari kegiatan yang diadakan di masa liburan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai arti penting perdamaian dan membekali mereka dengan pengetahuan dasar yang berkaitan dengan perdamaian.

Kemah ini diadakan di sebuah pulau kecil bernama Rubiah yang letaknya cukup jauh dari Banda Aceh. Untuk mencapai pulau ini, kita perlu menyeberang terlebih dahulu dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan di Pulau Weh. Perjalanan ke Pulau Weh bisa ditempuh menggunakan dua jenis kapal. Kapal lambat yang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan, atau kapal cepat yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam.

Dari Pelabuhan Balohan, kita masih harus naik kendaraan umum menuju Desa Iboih yang berbatasan langsung dengan Pulau Rubiah. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Pelabuhan Balohan menuju Desa Iboih.

Pemandangan di Desa Iboih cukup indah. Di pinggir pantai, saya sempat melihat beberapa orang sedang membersihkan ikan yang akan dimasak dan dijual di warung-warung yang banyak terdapat di pinggir pantai. Kalau kita ingin menginap di Desa Iboih, disini banyak terdapat bungalow yang bisa disewa.

Perjalanan dari Desa Iboih menuju Pulau Rubiah yang letaknya tepat di depan pantai Desa Iboih hanya memakan waktu lima belas menit dengan menggunakan kapal boat kecil. Pulau Rubiah hanya dihuni oleh sebuah keluarga yang mengelola beberapa bungalow yang terdapat di pulau tersebut.

Areal masuk ke Pulau Rubiah tidak berhadapan langsung dengan Desa Iboih, sehingga memberi suasana yang lebih tenang. Keluarga Pak Yahya yang mengelola bungalow-bungalow di Pulau Rubiah tinggal di rumah utama yang juga menyediakan makanan yang bisa kita pesan. Di samping rumah Pak Yahya terdapat lapangan bola voli yang cukup luas dengan pohon-pohon kelapa di sekelilingnya. Sedangkan di depan rumah Pak Yahya yang berhadapan langsung dengan laut, terdapat amben dan juga tempat tidur gantung yang bisa kita pakai untuk bermalas-malasan. Tapi ada hal yang perlu diingat, listrik di Pulau Rubiah hanya mengandalkan dari genset yang dimiliki Pak Yahya, dan dinyalakan dari jam 7 malam sampai jam 1 dinihari.

Di pantai di depan Pulau Rubiah, kita bisa melakukan snorkeling. Tapi tanpa melakukan snorkeling-pun, kita sudah bisa melihat keindahan bawah laut Pulau Rubiah secara langsung. Diantara karang-karang yang ada di Pulau Rubiah, kia bisa melihat ikan-ikan berbagai warna sedang berenang.

Pulau Rubiah ternyata juga menyimpan cerita sejarah. Pulau Rubiah dulu pernah dipakai sebagai benteng pertahanan oleh pasukan Belanda dan Jepang pada Perang Dunia Kedua. Kalau kita berjalan memasuki hutan yang ada di belakang rumah Pak Yahya, kita masih bisa melihat reruntuhan bangunan-bangunan benteng tersebut.

Dan dari benteng ini, di kejauhan kita bisa melihat Pulau Seulako yang juga dikenal sebagai tempat menyelam. Sekitaran Pulau Rubiah dan Pulau Seulako memang sudah ditetapkan sebagai Taman Laut oleh Pemerintah Indonesia.

Tiada lagi lelah ketika sampai di Pulau Rubiah…

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

4  Comments

by Luigi Pralangga at 18 May 2009, 19:25

Memang, Dod.. alam itu memebrikan penyegaran tersendiri pada jiwa… pasti dengan jalan2 ke Pulau Rubiah ini bener2 bikin seger yah..

by kus at 20 May 2009, 17:57

bagus banget, sampeyan cocok jadi pemandu berbincang jalan :)

yang lain juga dong , ceritakan keadan alam dan culture wilayah setempat :) , bisa jadi rujukan tempat liburan yang menarik.

by .dodie. at 8 June 2009, 12:52

@ mas igi: suegeeeerrrr :D

@ mas kus: tunggu berita selanjutnya ya :D

by Londoner at 11 June 2009, 04:28

Bagi sebagian turis asing mereka mengatakan ini surga…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nilawaty Bahar Nilawaty BAHAR Having 9 years experience in HR functions: Human Resource Information System Development & Implementation, Personnel Administration Management, HR Development project with multinational companies, Nilawaty Bahar began her initial mission assignment under the United Nations Mission in Nepal (UNMIN) and absed...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago