Correspondent Dody WIBOWO
Total 5 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 336 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< India Mengakui Kemampuan Pasukan Indonesia
Disiplin, On-Time, Clean, Loyal >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Memenuhi permintaan Mas Viking mengenai wisata bawah laut di Pulau Weh, saya mau berbagi cerita perjalanan kerja (sekaligus jalan-jalan saya hehehe…) ke Pulau Rubiah nih…
Hanya berselang seminggu usai pulang dari Takengon, Aceh Tengah, saya dan teman satu tim bekerjasama dengan salah satu organisasi lokal dan sebuah komite yang terdiri dari siswa-siswi SMA di Banda Aceh mengadakan Kemah Damai Remaja Kedua di Pulau Rubiah.
Kemah Damai Remaja Kedua ini diikuti oleh siswa-siswi SMA dan sekolah sederajat dari Banda Aceh dan Kota Sabang. Tujuan dari kegiatan yang diadakan di masa liburan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai arti penting perdamaian dan membekali mereka dengan pengetahuan dasar yang berkaitan dengan perdamaian.
Kemah ini diadakan di sebuah pulau kecil bernama Rubiah yang letaknya cukup jauh dari Banda Aceh. Untuk mencapai pulau ini, kita perlu menyeberang terlebih dahulu dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan di Pulau Weh. Perjalanan ke Pulau Weh bisa ditempuh menggunakan dua jenis kapal. Kapal lambat yang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan, atau kapal cepat yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam.

Dari Pelabuhan Balohan, kita masih harus naik kendaraan umum menuju Desa Iboih yang berbatasan langsung dengan Pulau Rubiah. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Pelabuhan Balohan menuju Desa Iboih.
Pemandangan di Desa Iboih cukup indah. Di pinggir pantai, saya sempat melihat beberapa orang sedang membersihkan ikan yang akan dimasak dan dijual di warung-warung yang banyak terdapat di pinggir pantai. Kalau kita ingin menginap di Desa Iboih, disini banyak terdapat bungalow yang bisa disewa.




Perjalanan dari Desa Iboih menuju Pulau Rubiah yang letaknya tepat di depan pantai Desa Iboih hanya memakan waktu lima belas menit dengan menggunakan kapal boat kecil. Pulau Rubiah hanya dihuni oleh sebuah keluarga yang mengelola beberapa bungalow yang terdapat di pulau tersebut.
Areal masuk ke Pulau Rubiah tidak berhadapan langsung dengan Desa Iboih, sehingga memberi suasana yang lebih tenang. Keluarga Pak Yahya yang mengelola bungalow-bungalow di Pulau Rubiah tinggal di rumah utama yang juga menyediakan makanan yang bisa kita pesan. Di samping rumah Pak Yahya terdapat lapangan bola voli yang cukup luas dengan pohon-pohon kelapa di sekelilingnya. Sedangkan di depan rumah Pak Yahya yang berhadapan langsung dengan laut, terdapat amben dan juga tempat tidur gantung yang bisa kita pakai untuk bermalas-malasan. Tapi ada hal yang perlu diingat, listrik di Pulau Rubiah hanya mengandalkan dari genset yang dimilik Pak Yahya, dan dinyalakan dari jam 7 malam sampai jam 1 dinihari.



Di pantai di depan Pulau Rubiah, kita bisa melakukan snorkeling. Tapi tanpa melakukan snorkeling-pun, kita sudah bisa melihat keindahan bawah laut Pulau Rubiah secara langsung. Diantara karang-karang yang ada di Pulau Rubiah, kia bisa melihat ikan-ikan berbagai warna sedang berenang.


Pulau Rubiah ternyata juga menyimpan cerita sejarah. Pulau Rubiah dulu pernah dipakai sebagai benteng pertahanan oleh pasukan Belanda dan Jepang pada Perang Dunia Kedua. Kalau kita berjalan memasuki hutan yang ada di belakang rumah Pak Yahya, kita masih bisa melihat reruntuhan bangunan-bangunan benteng tersebut.


Dan dari benteng ini, di kejauhan kita bisa melihat Pulau Seulako yang juga dikenal sebagai tempat menyelam. Sekitaran Pulau Rubiah dan Pulau Seulako memang sudah ditetapkan sebagai Taman Laut oleh Pemerintah Indonesia.

Tiada lagi lelah ketika sampai di Pulau Rubiah…
Thanks Mas Dody… Kapan-kapan saya mo jalan-jalan ke Aceh (ke Pulau We) dan juga mo jalan-jalan ke Irian seperti Mas Dody… Ha3x… Ada foto-foto underwater nya ?
Ulasan geografis yang cukup mendalam, trims untuk sharingnya.. memang alam Indonesia itu kaya dan beragam, hanya tinggal di kembangkan dan dikemas sedemikan rupa agar menarik wisatawan lokal dan manca negara.. :-)
Foto2 sang jagoan-nya mana nih? ada nggak yang sedang ‘nyebur’ di laut itu? :D
Wah..Indahnya Indonesia :D.
andaikata aku punya kesempatan jalan2 kaya mas Luigi. :D
@ mas viking: kok tadi aku selintas bacanya foto2 underwear yah? hahaha… maap… ini mata suka salah baca hahaha… di papua belom sempet ke pantai mas… lagian sekarang kan aku tinggal di wamena… di gunung hehehe…
@ mas luigi: jagoannya malu difoto… :p hehehe… disini kan bukan tempat buat narsis hehehe…
Memang Indah Indonesiaku.
Lagu Rayuan Pulau Kelapa, memang perlu lebih banyak di perdengarkan lagi. Biar lebih dalam cintanya anak negeri ini.
Salam Merah Putih.
« India Mengakui Kemampuan Pasukan Indonesia Disiplin, On-Time, Clean, Loyal »