Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 10 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 621 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< I would welcome you to the peacekeeping world
Staying in sanity - the full effort to survive Liberia >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Kita ketahui bersama bahwa tidak mudah dalam menyiapkan suatu pasukan yang harus dilengkapi dengan peralatan tempur yang baik dan moderen untuk penugasan PBB. Selain komposisi personel, Kontingen Indonesia merupakan perpaduan dari ketiga angkatan (TNI AD, AL dan AU), juga peralatan tempur yang akan dibawa harus memiliki spesifikasi yang khusus.
Jakarta 16/10. Keberangkatan Yonif Mekanis beberapa kali mengalami penundaan untuk menuju Lebanon. Setelah melaksanakan latihan Pratugas yang dibuka oleh Kasum TNI tanggal 29 Agustus s.d tanggal 12 September, hingga saat ini (16/10) sudah mengalami tiga kali penundaan. Penundaan yang terjadi adalah bukan kesalahan dari Mabes TNI, hal ini terbukti dari awal penyusunan jadual keberangkatan pasukan ini oleh PBB, adalah karena pembuatan tanggal keberangkatan tersebut disampaikan masih bersifat tentatif. Artinya PBB di New York belum bisa memberikan tanggal yang pasti hingga didapat konfirmasi dari Unifil (United Nation Interim Force In Lebanon), untuk kesiapannya dalam menerima kontingen dari negara-negara yang akan mengirimkan pasukannya ke Lebanon.
Kita ketahui bersama bahwa tidak mudah dalam menyiapkan suatu pasukan yang harus dilengkapi dengan peralatan tempur yang baik dan moderen untuk penugasan PBB. Selain komposisi personel, Kontingen Indonesia merupakan perpaduan dari ketiga angkatan (TNI AD, AL dan AU), juga peralatan tempur yang akan dibawa harus memiliki spesifikasi yang khusus. PBB mensyaratkan kendaraan tempur yang dibawa harus sesuai keinginan PBB dan prioritas utama menggunakan Ranpur (kendaraan tempur) yang beroda ban (panser). Artinya kendaraan tempur tersebut digunakan untuk tugas seperti; kegiatan pengawalan, patroli pengamanan, memelihara Buffer Zone, observasi dsb. Selain itu satuan tersebut juga memiliki daya kemampuan untuk mempertahankan diri bila terpaksa melakukan self defence atau enforcement action sesuai mandat PBB. Meskipun kita ketahui Negara Prancis tetap membawa kendaraan Tank (roda rantai) ke Lebanon.
Berdasarkan direktif Presiden kepada Panglima TNI untuk menyiapkan pasukan perdamaian ke Timur Tengah, maka Kontingen Indonesia disiapkan. Mabes TNI secara proaktif, dengan menyusun komposisi pasukan sesuai keinginan PBB. Penyusunan ini berjalan cukup singkat dimana jumlah personel yang di butuhkan adalah berjumlah 850 orang murni sebagai pasukan Mekanis. Namun ketika melengkapi personel dengan meteriil, disaat yang bersamaan terjadi perkembangan situasi di Lebanon. Kehancuran yang luar biasa atas serangan Israel terhadap Lebanon, sehingga negeri tersebut membutuhkan bantuan untuk membangun infra strukturnya lagi. Sehingga kontingen Indonesia perlu dilengkapi 1 kompi zeni yang akan bertugas melakukan rehabilitasi nantinya. Lalu jumlah personel berkembang menjadi menjadi 990 orang. Negosiasi yang dilakukan Mabes TNI dengan PBB di New York untuk menyiapkan kontingen sebanyak 990 orang tidak tercapai kesepakatan karena berkaitan dengan reimbursement (pembayaran kembali dari PBB). Dengan memberikan referensi (panduan) untuk penyiapan personel dan meteriil kontingen yang harus dibawa, dengan jumlah personel sebanyak 850 orang.
« I would welcome you to the peacekeeping world Staying in sanity - the full effort to survive Liberia »