Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Menu Ramadhan di Liberia: Roti perancis dengan sedikit air hujan

2 September 2008, 05:57 , by Luigi PRALANGGA

 

Bunda, hari pertama puasa saya disini.. seperti memang terasa berat, terutama bangun lebih awal dari subuh dan masih harus masak makanan untuk sarapan sahur. Dengan mata yang sebelah masih tertutup rapat, maka jadilah telor ceplok itu.. si nasi memang sudah matang karena dimasak sejak semalam sebelumnya. Menu sahur perdana adalah: nasi hangat ditemani telur ceplok mata sapi, dan sambel botol ala beijing.

Iya, bun.. sambel botol yang diberikan kawan serumah saya, Wang, namanya.. asli dari Beijing, begitu pula sambal goreng yang diberikannya pada saya, ada tulisan dengan huruf latin yang bisa terbaca oleh saya, tersebut disana “beijing” sisanya huruf cacing-cina itu nggak ngerti bacanya gimana, namun rasanya persis sambel goreng terasi khas Indonesia dimana didalamnya ramai ada terdapat kacang hitam lunak, sebesar butiran tai kambing bundar-bundar begitulah.


Black Beans sebesar tai kambing itu ada didalam sambal toples ini

Bunda, sedih memang melalui bulan puasa tanpa kehadiran kamu dan anak-anak.. dimana Ramadhan ini adalah kali kedua saya menjalaninya di Liberia. Suap demi-suap maka habislah sepiring nasi hangat dengan telor ceplok dan sambal beijing itu.. pada suapan terakhir, mendadak lidah ini kok mengecap rasa kecut entah darimana.. sepertinya ada biji asam pada sambal beijing itu tergigit, runyam sudah rasanya.. buru-burulah saya reguk jus apel itu langsung dari kemasan-nya.. ya, benar dari kemasannya tanpa basa-basi dituang dulu kedalam gelas. Hilang memang table-manner saya saat sahur itu, lagipula kalau ada kamera yang memotretnya sudah pasti orang akan tertawa.. makan sahur sembari sebelah mata masih terutup. Andaikan saya ada disana bersama kamu dan anak-anak, pasti kedua mata ini terbuka lebar dan lebih bahagia menyantap sahur didampingi orang-orang terkasih.

Namun demikian, esensi dari menjalankan ibadah puasa bukanlah terletak pada apa yang menjadi hidangan santap sahur dan berbuka, melainkan keihklasan kita menjalankannya – disitulah pahala ramadhan berlimpah diberikan Alloh SWT.

Bagaimana dengan kawan-kawan serumah mu itu?
Siapa?.. Oh, si Wang ini.. jelaslah masih terlelap, dia pulang malam sekali dari kantor.. saya hanya mendengar derap langkah sepatunya saat memasuki rumah. tidaklah dia berpuasa.. apalagi untuk bangun sahur di pagi buta dan deras sekali hujan malam hingga subuh itu, dimana cocok sudah buat banyak kampret untuk berlindung dibalik selimut, dan bisa jadi deras iler itu meleleh dibantal.

Lepas kelar sarapan sahur, maka bergegaslah saya pergi cuci-muka, menyambut adzan subuh.

Mas, udah sahur belom? – Sudah jawabnya. Dia adalah kawan sejawat dan setanah air, Mas tusih panggilannya.

Hanya kita berdua yang tinggal di Monrovia, meski saya berada di ujung barat, sedangkan dia diujung timur ibukota Liberia ini.
Imsaknya jam 5.25 ya.., begitu katanya. Memang saya waktu itu tidak dibekali dengan jadwal imsakiyah ramadhan, itulah mengapa ponsel ini memanggilnya.

Sejak kelar sholat Subuh, mata ini terpejam sejenak dan kemudian ponsel itu menjerit pas pukul 7, alarm standard yang setiap pagi berkicau dan memang sengaja ditaruh jauh dari tempat tidur, lalu dimana?

Ya, saya taruh di atas lemari pakaian agar si alarm tidak mudah untuk di jangkau tangan ini kemudian mematikan jeritannya lalu kembali kepala ini menghilang dibawah bantal. Jadi mau nggak mau ya harus bangun dan bersiap siap untuk berangkat kerja.

Bun, harus diakui bahwa hati pertama puasa, selama jam kerja di kantor, saya ngantuuuk sekali.. sepertinya kurang instirahat.

Ah, bukan itu.. sepertinya cape karena banyak energi psikis ini tercurah karena rindu sekali akan kalian.. apalagi saat badan ini tidak bekerja dan hari menjelang senja, otomatis pikiran ini kembali terbayang akan kalian.
Hari ini, sibuk sekali dengan berbagai urusan sakit kepala, yang benar-benar penat sekali dibuatnya, ditambah rasa kantuk yang bukan kepalang..andai kalian berada disini.. mungkin saya bisa lebih besemangat.

Beberapa hal muncul saat jam terakhir, yang kemudian menyebabkan diri mesti tinggal di kantor barang sejam lebih lama, walhasil saat berkendara pulang sedikit terburu, berupaya mencari supermarket yang masih buka. Mereka biasanya tutup persis pukul 7. Seingat pagi tadi, tidaklah tersisa masakan sahur itu, jadi setibanya dirumah bila mendekati waktu berbuka puasa.. nihil-lah makanan tersaji hangat, mungkin yang ada hanya sekarton susu dingin dan makanan beku itu. jauhlah rasa nikmatnya dengan hidangan dirumah dimana kalian berada..

Bun, hingga akhir Oktober, Monrovia masih terus dilanda hujan gludug, kamu masih ingat bukan saat tahun lalu berkunjung kesini… terbayang khan betapa derasnya saat hujan turun di Liberia ini. Nah, begitulah adanya saat saya berkendara pulang dari kantor, dengan perut yang terasa benar keroncong-nya, kibasan wiper jendela mobil ini tidak cukupkuasa menepis derasnya air hujan. Kurang dari 10 menit saya tiba di sebuah supermarket, disana terlihat memang beberapa orang yang berbelanja, namun sang penjaga toko serta kasihnya sudah seperti panas bujur gelisah karena ingin segera pulang.

Tiadalah barang yang cukup berarti mengisi keranjang belanjaan saya saat itu, bun.. entah kenapa, kok rasanya nggak ada semangat nih.. beberapa karton jus buah, susu cair, serta sayuran beku dan sepenggal roti perancis. Mereka menyebutnya roti baguette, roti khas orang perancis yang panjangnya hampir 1 meter. Supermarket itu sudah berada di ambang tutup, dan hanya 1 roti baguette tersisa, dan gosong pula, bun!. Terpaksalah saya ambil saja, mengingat waktu berbuka puasa sudah kurang dari 15 menit lagi.. nampaknya roti keras ala perancis itulah yang akan berhadapan dengan saya saat waktu berbuka puasa tiba.

Lepas membayar belanjaan dan membawanya kedalam kendaraan.. perlahan kemudian memasuki jalan utama, UN Drive – jalanutama di Monrovia yang panjang membentang dari pelabuhan laut hingga terus mendekati UNMIL Logistics Base. Derasnya hujanhanya membiaskan cahaya lampu belakang kendaraan yang macet mengantri didepan. Melirik jam dimobil menujukkan waktu 2 menit lagi saatnya maghrib. Sembari menyetir, tangan sebelah kiripun kemudian meraba tas plastik belanjaan yang ditaruh dibelakang jok kursi dan akhirnya dapat juga. Persis pukul 7:00 waktu berbuka tiba, mereguk beberapa kali air mineral yang duduk dibangku penumpang depan itu, kemudian membaca doa berbuka puasa, akhirnya dibukalah kertas pembungkus roti baguette itu.

Dia memang panjang, bun!..

Sepanjang ujung jemari ini hingga terus ke bahu, ukuran si roti perancis ini… dimana jenis roti ini adalah bukan kesukaan saya sejak dulu. katakanlah saya tidak romantis lantaran membenci roti makam yang begini. Hanya satu alasannya, roti macam begini itu keras. mengucap: “bismillah” maka disantaplah potongan roti ini, dan memang benar, keras sekali kulit luar-nya, yang saat itu pikiran ini berseru:

Roti macam begini mestinya yang gigit itu kuda!

Karena rahang dan gigi-giginya lebih besar dan lebih kuat, namun apa daya, jarak kemacetan sore dengan rumah masihlah terlampau jauh, belum lagi kendaraan itu berjalan amat perlahan sekali karena tidak terlihat lubang2 dijalan tertutup air hujan yang menggenang.

Pegal sekali rasanya rahang ini mengunyah roti perancis itu.. meski harus diakui saat itu bahwa bagian tengah/dalamnya terasa nikmat sekali. Ya!, roti baguette gosong yang kerasnya luar biasa, yang akhirnya saya memutuskan untuk membuka jendela sedikit agar potongan roti keras ini bisa tersiram air hujan agar dia melunak sedikit saat masuk mulut. Dan memang benar, bunda.. saat si roti itu basah terkena air hujan, dia sedikit lebih besahabat saat di kunyah, dimana tangan kanan ini sibuk bergantian memegangi setir dan tongkat perseneling, kemudian mengoyak roti yang tersiram air hujan itu untuk dikunyah.

Itulah menu pembuka puasa saya hari pertama ini, bun.. tidaklah se-enak hidangan yang ada dimeja makan kalian. Namun saya tidak menyesalinya.. semoga Alloh melimpahkan pahala puasa kita semua.

Ini dia sisa roti baguette gosong itu.. gigi saya sudah bosan mengunyahnya.. saya tunjukkan kepadamu, bunda.. semisal dirimu ingin mencoba rasanya.. Saya rindu sekali akan kalian bertiga dan senantiasa mendoakan agar kita bisa segera bersama-sama dalam satu atap, dan saya akan tunjukkan bagaimana rasanya .. roti perancis dengan sedikit rasa air hujan.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

46  Comments

by nitnit at 2 September 2008, 13:04

Semangat Kang Luigi, tinggal 28 hari lagi!! ~p

by mpokb at 2 September 2008, 14:06

terbayang rasanya terpisah berbulan2 dari orang2 terkasih. apa nanti hari raya bisa pulang, bung? btw, kok bisa ya, orang prancis romantis, rotinya keras kayak gitu? lho..?!

by Donasion at 2 September 2008, 16:37

Kang,,,roti perancis yang satu meter itu kok habis juga?
Saya mau ke Monrovia nich,,kita berbuka puasa bersama ya. Ajak Mas Tusih dan Vonny.
Trus tanggal 7 Sept pagi saya terbang ke Accra (Ghana) – Dubai – Jakarta – Pekanbaru. Untuk apa? Ya,,,mau menunaikan ibadah puasa bersama Keluarga.
Tetap semangat ya Kang.

by Mr.K at 2 September 2008, 19:06

bun, eh maksudnya mas luigi, mudah2an shaum kali ini lbh bermakna ya..walaupun jauuuuuh dari orang-orang tersayang..tapi IA tak kan pernah jauh, jika kita ingat Ia pun mengingat kita..so ingat-ingat aja terus..dzikrullah..thx udah mampir…

K

by Yunita Dwiana P at 2 September 2008, 23:03

Kang Luigi,
Memang sangat berat berpuasa di negara orang dan juga jauh dari keluarga di rumah tapi tetap harus sssabbaaaarrr dan juga tawakal Akang. Salam saya juga untuk Wang ya, lumayan juga itu sambelnya buat nemenin sahur kan, jadi agak terasa dekat rumah karena ada rasa yang tidak asing lagi walau ditemani telor ceplok.

by Novira at 2 September 2008, 23:57

halo mas luigi, saya selama ini cuma tau nama aja, cerita2nya selalu menarik..ceritain juga dong gimana sholat taraweh disana..thanks.

by Lili at 3 September 2008, 06:37

Bagi orang Indonesiah, puasa pertama buka di rumah itu adalah sebuah tradisi. Dan pastinya kangen banget yaa kang…duh bisa deh ngarasain. Bukan soal menunya yaa, tapi orang2 tercintah dan senyumannya saat meneguk air berbuka..Subhanallaah,semoga perjuangan kang Lui gak sia2 yaa, aamiin

by danie at 3 September 2008, 06:52

Salam, ayah Luigi, berat pasti jauh dari orang yang dikasihi, yakin akang sudah niatkan shaum ramadhan hanya untuk ibadah kepada Allah, maka akang akan melalui dengan senang. Undangan berbuka kalau tidak pentiiiing banget, memang lebih enak kumpul bersama keluarga, setahun sekali bisa kumpul full team dijam yang sudah pasti, jam sahur dan jam buka tentunya (kalau anak-anak tidak ada kegiatan sosial ‘sahur peduli’ atau buka puasa peduli). Selamat menikmati shaum ramadhan untuk raih berkah, ampunan dan rahmat-Nya, Amiin.

by Agus Mewal at 3 September 2008, 09:25

Sedih juga ya mas baca ceritanya, semoga dengan segala kesusahan mas selama bulan Ramadhan di sana mendapat berkah yg luar biasa dari sang maha pencipta ok mas. Salam dari CGK

by diana s.nugroho at 3 September 2008, 10:08

Hehehehe……selamat pagi. Banyak juga ya mang UI makannya ? Buktinya cuma tersisa sebogem. Ha ha jadi inget kemaren. Aku, si romusha ini tetap giat bekerja AmPm walau di bulan puasa. Iya lah, masa gara-gara puasa jadi letoy ? Nah, ..seperti biasa tetamu dari negeri Sakura selalu membawa oleh-oleh jika datang berkunjung ke kantor. Biasanya oleh-2 tersebut langsung kami sikat asalkan halal. Karena sedang puasa, oleh-oleh yang biasanya.. segera ludes dalam sekejap itu tidak ada yang menyentuh. Kali ini ada oleh-oleh dari profesor univ. di Jepang ..kami sudah mengamati buah tangan itu selama 8 jam. Bentuknya cantik, berwarna warni. Besarnya seujung kuku. Ada satu kantong. Tampak seperti permen. Lumayanlah,… buat buka di jalan. Ketika bel pembebasan romusha berbunyi kami pun pulang. Di tengah jalan ketika adzan terdengar, sibuklah jemari ini menggerayangi isi tas. Sambil mengucap doa berbuka, aku mengambil sebutir. Ternyata berwarna cantik. Pink. Mulut pun siap mencaplok. Hap. Bletuk… buset… keras beeng… persis batu yang terasa agak manis. Seperti gula batu.. tapi ini lebih keras. Tidak mudah meleleh di mulut. Akhirnya,…batu manis itu cukup awet hingga aku sampai di tujuan.

by adek alma at 3 September 2008, 11:26

hallo Luigi, lama ga jumpa ya…

by escoret at 3 September 2008, 12:18

jadi inget lagi PKL di cirebon…udah panas….dan berdebu….
dan anehnya,putaran jam seakan lambat banget.

semangat om…

by Yeyet Ruiter at 3 September 2008, 12:22

aku juga sediiiihhhh banget puasa kali ini walaupun tahun lalu sempet ngerasain sebentar cuma yang sekarang rasanya jauh lebih berat, disini buka hampir jam 8.30 malem.
but senengnya ibadah jadi lebih khusu, biasanya sholatnya bolong2 sekarang ga lagi, alhamdulillah.
aih jadi jadi curhat, salam kenal ya mas en nice artikel.

by Hotibul Umam at 3 September 2008, 16:31

Ya… akhi, hakekat puasa bukan terletak dengan menu yg kita makan, tapi keikhlasan kita dlm berpuasa, moga pahala tetap mengalir pada kita yg senantiasa ikhlas dlm berpuasa

Best Regards
Hotibul Umam

by Eriek Aditya at 3 September 2008, 16:33

Apa kabar Om ????
Dah lama neh kita tidak ber imel ria…. ;-))

Yang sabar ya om….
Mungkin ini ujian terberat kedua setelah ramadhan lalu juga om
merasakannya…. ;-))

Tetap semangat ya om…
KArena Allah SWT akan selalu melimpahkan rahmatnya kepada orang2 yang kuat
dalam menghadapi cobaan….
Semoga kita termasuk dalam orang2 yang akan diterima di sisi-Nya…
Amin…

__
Eriek Aditiya

by Rina Chaniago at 3 September 2008, 16:34

Marhaban ya Ramadhan
Mohon maaf lahir batin
Selamat menjalankan ibadah puasa

by Andrie at 3 September 2008, 16:37

Ass.wr.wb kang igi,

wah abis baca artikel roti perancis nya, hmm… no comment d, cuma bisa salut aja sama si akang ini. smoga cpt kumpul lg sm kluarga yah. :)
gmn kbr kerjaan, smoga smuanhya lancar ya. dan puasa berikutnya jg selalu lancar ya. amin
btw, idul fitri pulang ke jkt kah kang?

saya disini lagi ngurusin program talkshow live stripping senin-jumat dan off air di jumatnya untuk taping 2 episode. —’ puasa juga alhamdulillah lancar aja karena juga saya mah udah keseringan gak makan siang atau telat makannya di hari non-ramadhan. cuma yang lg di pikirin sih tentang kesehatan aja, udah dari 2 minggu yg lalu mau check up ke dokter tapi blm jadi terus, perut ini rasanya agak aneh, beberapa kali (malah keseringan) setiap habis makan rasanya sakit perut trus mau pupup, trus klo di sore hari suka agak anget badannya, ya udah diputuskan lah untuk check up yang belum jadi2 ini. hehe, smoga week end ini bisa jalan plan ini.
sgitu dulu ya, nanti saya update lagi mas, smoga kang igi, si bunda dan anak2 yang saya lupa namanya, dan saya juga tetap dalam lindungan Allah swt, :) amin.

wassalam,
Andrie

by Beni Sutrisno at 3 September 2008, 16:39

Waahhh…. bang… menyentuh sekali tulisan abang..

Terima kasih tak terhingga untuk itu semua.

Ternyata yang selama ini saya alami selama 2 hari puasa ini adalah berkah yang luar biasa, yang tanpa tulisan abang, bisa jadi akan saya anggap biasa dan tanpa kesan.

Saya bangun dengan sangat berat ketika sahur, tatkala semua sudah matang dan siap diatas meja makan.

Saya akan makan sekenyang-kenyangnya, minum sebanyak-banyaknya, dan bertahan hingga adzan subuh. Sejenak setelah shalat subuh, saya akan langsung tidur lagi dan bangun nanti sesaat akan berangkat kerja jam 7.30 pagi…

Begitu pula saat berbuka… Ketika saya sampai dr kantor, hidangan full spec sudah siap diatas meja dibawah tudung saji….
Dan yang lebih membahagiakan lagi, semua itu saya lakukan bersama keluarga tercinta..

Have a great Ramadhan bang…

Salam,

Beni SutRisno
“happiness is an option. you can live in it every day”

by cip at 3 September 2008, 16:50

aduh kita dong buka puasanya pake kepiting lada hitam, kerang goreng kering, dan ice lemon tea..hehe pamer tanpa perikemanusiaan. Yang tabah ya Sep!

by wiwin at 3 September 2008, 17:11

minal aidin wal faidzin ya kang, walopun telat ngucapin..hehehe, met puasa, semoga puasanya di lancarkan selama disana. Disini alhamdulillah masih lancar2 aja puasanya, walopun hampir 16 jam waktu puasa, tp cuaca kebetulan lagi mendukung karena udh lewat waktu summer..huhuy..btw disini juga ada sambel cina kek gitu, tp saya ngga suka, mending makan telor ceplok sama sambel thailand dah..hehehe..

salam hangat dari koeln yg udh mulai berangin…brrr….

by dee at 3 September 2008, 19:36

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Kang … telat gak apa2 aya daripada tidak sama sekali. Yang sabarr ya Kang, secara puasa jauh dari keluarga. Ngomong-ngomong tuh Roti Perancis yg panjang abis juga tinggal segitu doank …. wakakakakkkk. Dicelup pake teh manis enak kaleeee yaaa???? huehehehe
Peace yooo !!!

by Rini at 4 September 2008, 00:43

Halo mas Luigi,

Saya cuma mau mengucapkan

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA UNTUK SEMUA TEMAN2 PEACEKEEPER YANG MENJALANKAN & MOHON MAAF LAHIR BATIN”.

Salam hangat dari Kuala Lumpur.

by Doel at 4 September 2008, 07:40

Wah roti sepanjang itu hampir habis, berarti macetnya melebihi Jakarta ya? Tapi semangat puasanya semoga tidak luntur. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan jika perlu tips masak 5 menit langsung jadi yg enak, bisa kirim email ke saya ;-)

by Ozzan at 4 September 2008, 08:25

Seeemaaaanngaaaattt Kaaangg.. walo puasa di negeri Kampret lebih berat.. tapi insya Alloh pahalanya jg lebih besar asal kita ikhlas dan sabar..
Doa dari kami buat kang Luigi disana.
Met puasa ya :)

by spedaman at 5 September 2008, 10:23

Wuih Om Luigi puasanya benar2 perjuangan ya,, tetep semangat om!
Semakin berat cobaannya, Insya Allah semakin banyak pahalanya
amin…

Semoga tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan lancar :)

by Sangulosquaw at 5 September 2008, 15:35

Hi Luigi, meskipun telat ngucapinnya, cuma pengen bilang selamat menunaikan ibadah puasa sampai hari akhir buat Luigi & teman2 correspondents yang lagi merantau bertugas disana. Bentaar… (25 hari lagi saja kok) pasti kuat. Bunda & anak2 di Jakarta juga puasa kan? Nah, Ayahnya kudu kuat lah sebagai Imam. Ocreh? Gpp cuma roti baguette gosong sebagai menu buka puasa (dan sedikit air hujan), duh, ngenes juga siy… Anggap aja “Surabi Imut Bandung tea’pan”… Ayo, Luigi! Semangat! Btw, ntar ngabuburit dimana kang? =)) hehehee…

by Eriezz at 5 September 2008, 17:18

Assatgfirullah mas makan roti gituan yah…Yg panjang buangett,tp pengen nyoba soalnya sk liat d film2 barat tp gak kebayang ternyata kerasnya tuh..Sabar mas..Emang sedih puasa sendirian dmana hrs menyiapkan makanan sendiri,emang mas aja yg sendiri,eris jg puasa pertama sendirian di kosan makan mie n telur ceplok jg,minum susu g suka,tp yg penting kan niatnya..D bulan ramadhan ini emang kta d uji ma yg d atas,barang siapa yg tahan ujiannya maka akan d bayar berpuluh2 kali lipat pahala…Sabar aja ya mas..

by Ngatiman Santoso at 6 September 2008, 23:24

Kang Luigi,

Kumaha damang, roti Prancis yang di Monrovia itu palsu..jadi keras dan gosong, coba kalau nyebrang sedikit ke Abidjan( Pantai Gading ) banyak sekali dan asli, empuk, gurih, legit dan wangi and so on, karena kalau di Super-super market di Abidjan mereka langsung baked ( masuk didalam oven) tentunya sangat fresh seperti di New York City hanya yang berjualan yah…si hitam yang bau kelek yang sepet sampai pahit…ha..ha. Memang kalau hujan, didaerah kita sedang musimnya, tapi yah jangan pakai air hujan kitu…nanti bisa kesambar Toxic, saya sudah belasan tahun tidak pernah kumpul keluarga diwaktu Puasa ataupun Lebaran jadi nanti ini nih, 28/09/2008 insya’Allah saya akan cuti ke US dan bertemu istri and kedua putra saya yang satunya sedang deployment di Iraq (2tahun). Kita harus selalu berbesar hati, boleh curhat tapi jangan terlalu malancholic..bisa-bisa stress malahan jadi tidak kerasan nanti. Jangan sering-sering makan sambel china, ingat mungkin pakai formalin atau pengawet (Tahun 2007 banyak permen (candies) buatan China dibredel di Indonesia, sampai bernilai millions of dollars.
Yah..kalau ada waktu untuk ORB ataupun anual leave coba main ke Abidjan (pakai UN Flights). Berbuka Puasa pakai kolag pisang/labu kunimg ditambah bubuk cacao (cokelade) asyik dong…pisang, singkong, ubi jalar(ketela) dan tales disini banyak, sayur kangkung, sawi chia, popchoi juga ada. Soal makanan Abidjan tidak bermasalah. Just let me know in advanse bring some friends and sleeping bags, karena saya hanya 1 bed room apartment but, I have a big leaving-room somehow will accomodated, saya akan merasa senang menerima anda.
Nuhun….

santoso n.

by Aida Gorkink at 7 September 2008, 05:01

Kang Luigi,

Alhamdulillah kabar disini baik-baik saja,
Aduh jadi isin setelah baca postingannya, usum puasa disini saya merasa paling olo-olo dan menderita tetapi ternyata kang Luigi lebih merana lagi dari saya, eta roti parancis teh sakingku teuas, zigana gogog oge gagaikan mun digebugan ku eta roti :-D (kwkwkw.. obat leuleus seuri we meueuesan). Tapi Insya Allah kang Luigi dikasih kekuatan, amin.

Sekarang sim kuring, si dodol garut teh tos gaduh orok, 0.5 taun usiana alhamdulillah sehat nenen oge rewog, malah tadi di tram basa ka dayeuh ka Utrecht bersebelahan dengan euceu-euceu yang bawa orok juga, saya tanya “sabarah yuswa tuang putra ?”. Si euceu menjawab “ 0.5 tahun”. Beu eta budak meni petit masih ngarengkol dina maxi cosi, si dodol langsung asa beukah irung tah budakna bohono, tos teu ngarengkol deui, tapi tos tiasa calik dina kareta dorong heheheh…. bergigi pula budak teh meski belum ranggeteng.

Ok atuh segitu dulu, kami doakan dari sini semoga puasa kita semua lancar dan selalu diberi kekuatan ada dalam lindungan Allah SWT.

wass.
Aida-Rochus-baby Sanne

by Agus T. Kombang at 7 September 2008, 10:05

Yaa Alloh yaa Robbiul dunya……
Saat ku berjalan dalam teriknya matahari…..tenggorokanku kering menahan haus…….
Perut keroncongan menahan rasa lapar…….
Tenagaku lunglai tak berdaya………………….
Duhai Sang Perkasa yang tak pernah kantuk dan TIDUR…..
Haus bku sirna……laparku tiada………tenagaku kau pulihkan menjadi kuat……………………
Karena Kau telah berikan kepadaku Air Iman untuk melepas dahagaku………..
Dan Kau berikan Roti dan Madu Taqwa untuk melepaskan laparku………
Dan Kau berikan pula vitamin SABAR untuk mengembalikan tenaga ku…………………..
Allhamdulillah ya Robbi yaa Ghafurrur Rochim……………

Marhaban y7aa Ramadhan………….Selamat tunaikan ibadah puasa Mas, semoga ditambahkan Taqwa kepada Allah swt.
Salam untuk keluarga kembali….
Salam

Agus.

by Azura at 8 September 2008, 12:12

WAh2 berat pisannya puasa di negeri buketek teh,
yang pasti bayak yang bisa dibayar dari pengalaman ini adalah hikmahnya pasti itu ok. mas.
Om dodi jadi inget lg disuruh om hari ambil mobilnya yang dikirim dari kaltim di priok, sonder kASIH adfis and piti order langsung kusabet gitu, pas disana kendaraan yang penuh dengan barang, hanya terisa satu jok sopir, mogok acinya drop maklum 2 mgu udah didlm container
alhasil aku dorong disiang bolong,and puasa , halabhabnya kaya di sono kali ui. ok deh salam ya lebaran ketemu kan?

by bangsari at 9 September 2008, 15:10

waduh, menyedihkan sekali cerita bujang geografis ini. :(

by avartara at 10 September 2008, 20:29

memang bener Pak,… Puasa tidak dilihat dari apa yg kita makan saat sahur maupun berbuka,.. tap kadar keikhlasan dalam menjalankannya,… moga selalu ikhlas sehingga pahalanya pun berlipat ganda,…. tetap semangat Pak,.. :)

by BoWo at 11 September 2008, 07:54

waduh om jauhnya itu lho wew…. semoga puasanya lancar saja deh, dan jangan sekali” dengerin bisikan syaiton ya om sambil clinguk`an

salam kenal dari dewata island hehe.. sukses om..!!!

by anbhar at 11 September 2008, 23:46

semangat om :D

by tata at 12 September 2008, 06:17

Rasanya saya harus lebih bersyukur berpuasa di tengah rawa2…masih bisa merasakan hangatnya teh manis saat berbuka nanti. Mas luigi … ceritanya benar2 memberikan inspirasi…Tak forward ke temen2 yo mas… Tetap semangat semoga nanti saat lebaran ada sepiring rendang, semangkuk sambal goreng hati menunggu di rumah mas.

by Dieta at 12 September 2008, 10:37

Tetap semangat ya…

by harriansyah at 14 September 2008, 00:32

roti dgn air hujan, kombinasi yg tidak biasa ya kang. tp yang penting esensinya, selamat berpuasa

salam hangat dari tanah air kang

by faisol at 15 September 2008, 09:55

terima kasih sharing info/ilmunya…
selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah…? untuk itu saya membuat tulisan tentang
“Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

silakan berkunjung ke:

achmadfaisol.blogspo…

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

salam,
achmad faisol
achmadfaisol.blogspo…

by tituk at 15 September 2008, 11:45

mudah2an puasa kali ini pahala kamu lebiiiiiiih dari sebelumnya

by ahead at 15 September 2008, 14:21

ahaha!!!
jadi inget waktu saya dulu ngekos di bali, ga ada orang jualan waktu sahur, akhirnya saya beli roti baguette di toko 24 jam dicolekin di garlic cheese…. sampe abis saya gigitin sambil nonton komeng di tipi…. tapi semangat aja om, lebih banyak tantangan lebih banyak pahala, ya ga…

by YNa at 17 September 2008, 23:16

alo om luigi, met puasa ya.. tetap semangat sahurnya hehe.. btw, tampilan blognya makin cihuy nih! hedop ngeblog! :D

by shelly at 18 September 2008, 08:38

selamat menjalankan ibadah puasa mas…

semoga dilimpahkannya kebahagian :D

by hakim at 19 September 2008, 19:57

wow, saya sendiri pernah ngalami kesulitan cari makanan yang halal di negeri orang. Yang penting mah harus tabah, dan kuat iman, plus sedikit kreatif. Moga sukses deh di negeri sebrang :)

by Dinda at 19 September 2008, 21:26

maturnuwun mas sharing ceritanya….smoga sehat2 aja disana.
Dinda yakin, pahala mas lebih besar dr saya he he ehe yg merasakan gampang dan penuhnya maem di meja makan dengan menu indonesia,sayur asem, sambel lalap dan ayam goreng kalasan…

Semoga barokah disana ya mas.. Met menjalankan ibadah ramadhan

Take care….
wassalam:
Dinda- Balikpapan

by Diah at 23 September 2008, 00:11

Mas Luigi, satu minggu lagi lebaran…..di sana ada jual kastengel ga?hehe…tetep berjuang menuntaskan puasa n tetep menikmati tiap keunikan yg ada.

Oya met jumpa lagi (saya pernah email mas kira2 mgkn 7 th lalu n baru skrg email lg). Yg penting sabar n ikhlas ya mas….salam hangat utk keluarga di tanah air…

wass,
diah

 

Commenting is closed for this article.

Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

442 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

View All ...»

 

Partner

pralangga.blogspot.com
 

Recent Stories

Monuc tinjau pekerjaan PBB
Deputy Force Commander Monuc – Mayor Jenderal Andrian Foster melihat dari dekat pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian PBB di Dungu-Negara Republik Demokratis Kongo hari Kamis (2/7). Kunjungan... »
Leo Sugandi , 10 hours ago

Indobatt resmikan Taman Masyarakat di Lebanon
Sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia, pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL atau sering disebut dengan Indobatt ( Indonesian Battalion ) di Lebanon... »
Hari Mulyanto , 3 days ago

Jenderal Martinez tinjau KESIAPAN OPERASI INDOBATT
Komandan Sektor Timur UNIFIL ( United Nations Interim Force In Lebanon ) – Brigadir Jenderal Prieto Martinez meninjau langsung kesiapan operasi Batalyon Indonesia (Indobatt)/ Konga XXIII-C yang... »
Hari Mulyanto , 3 days ago

All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission
Memang pada pagi hari itu, si kampret ini tidak sempat menyisir dan mebaca email-email yang masuk. Sudah ad sekitar 50-an lebih masih berstatuskan unread dengan tulisan cetak tebal, beberapa diantaranya... »
Luigi PRALANGGA , 4 days ago

2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon kembali menunjukkan prestasinya dalam lomba menembak antar kontingen se UNIFIL ( United Nations Interim Force In Lebanon ) yang diselenggarakan oleh... »
Hari Mulyanto , 7 days ago

 

Recent Comments

hera sri m commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


dewi commented on Indobatt resmikan Taman Masyarakat di Lebanon
a few seconds ago


budhie commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


Edison Simanjuntak commented on 2 prajurit TNI terpilih sebagai Petembak Terbaik
a few seconds ago


Yudha PH commented on All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission
a few seconds ago