About This Post

vonny-ferdinandus

Correspondent Vonny FERDINANDUS

Total 8 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 148 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 7.0/10(2 votes cast)

Articles

Minyak kayu Putih : Andalanku!

Setiap bulan-nya, kita-kita dari Finance Section selalu mengirimkan sekitar 3 orang staffnya untuk terbang ke regions (Baca: Pedalaman Liberia) yang berbeda, dimana 1 orang staff terbang mengunjungi 2 lokasi di pedalaman Liberia untuk bawa/antar uang gaji para staff (Salary) – baik untuk National staff, MILOBS (Military Observer), International staff, dan UNV Staff.

Nah kebetulan kemaren itu giliran aku untuk yang pertama kali dan saya terbang ke Tubmanburg and Voinjama.

Saat mendengar khabar kalo aku bakal dikirim terbang ke region sempat nervous juga. Satu: karena bakal ngekeli (baca: bawa) uang gaji orang dalam jumlah lumayan besar. Kedua: seperti apa sih terbang dengan menggunakan helikopter itu? apakah getaran-nya sama dengan gegibrig bajaj itu?

Senin, 24 Maret, jam 7.45AM, aku sudah bersiap di Cashier’s Office (1 jam sebelum keberangkatan) dan sekitar pukul 8.15AM, Seorang staff dari UNMIL Security Section datang menjemput, ditambah lagi 1 orang lagi dari UNMIL Security – Close Protection.

Mereka datang dengan kendaraan khusus dengan jendela anti peluru yang untuk membuka dan mengayunkan tutup pintunya saja sudah berat minta ampun. Dikawal ketat menuju James Sprigs-Payne Airport, sebuah airport domestik di Monrovia, dimana semua penerbangan domestik UNMIL civilian & military operations berawal disana.

Sekitar jam 9.05AM, akhirnya kita terbang berangkat menuju Tubmanburg pake Chopper buatan Rusia Mi-8Tv yang biasanya mengangkut 24 penumpang, tetapi kemaren itu – karena penerbangan kita adalah penerbangan khusus (Maksudnya: khusus mbawa duit gaji) jadi hanya diisi 3 orang yaitu: saya dan ditemani – lebih pasnya sih di kawal ketat oleh 2 orang staff dari Security Section – lengkap dengan senjatanya.

Perjalanan udara dengan helikopter Russia itu dari Monrovia menuju Tubmanburg hanya ditempuh dalam 25 menit saja. Begitu tiba dan mendarat disana, kita sudah langsung dijemput oleh personil security UNMIL setempat dan sudah barang tentu dikawal ketat oleh 1 mobil lainnya dari Pakistan Military Contingent.

Sesaat sampai di UNMIL Office – Tubnmanburg, diserahkannya si uang gaji kiriman itu kepada staff regional Adminsitrative Officer yang berwenang dengan tetap dikawal 2 security officers itu.

Karena jumlah uang yang besar, sudah pasti kita harus memakai mesin penghitung uang otomatis, gak mungkin di hitung pake jari dan menjilat ludah dlsb (bisa gempor ini lidah dan jari-jari), namun demikian cobaan selalu aja datang menghampiri, si mesinnya itu pake acara _ngadat-ngadat _begitu deh!

Dengan kesabaran ngutak-ngutik dan berdoa, akhirnya selesai juga… perasaan agak lega pun mulai terasa namun belum bisa lepas dari hawatir, karena kita masih harus terbang lagi ke region yang lain lagi.

Kemana aku pergi tas yang biru itu harus kutenteng dan beratnya minta ampun, lantaran karena uang gaji yang ada didalam itu tanggungjawabku.

Coba bermimpi sejenak kalau punya uang sebanyak itu untuk dipake belanja dan pelesir.. hmm, sudah jalan-jalan keliling dunia dan shopping sampai cape, kali !!

Penerbangan selanjutnya, kita berangkat menuju Voinjama, dan sebelum mengudara, sang Pilotpun berkata bahwa kita hanya boleh menghabiskan waktu 1jam 10 menit saja!.

Mungkin karena perjalanan kali ini lebih lama, dag-dig-dug rasanya hati ini dan aku mulai terasa mual lantaran karena bau minyak avtur si choppernya mulai terasa sangit masuk ke kabin!.

Untungnya kemana aku pergi, si minyak kayu putih dalam kemasan botol plastik kecil itu selalu kubawa. Lumayanlah… jadi agak tertolong dan nggak harus pake jackpot in the air! (Maksudnya: Mabuk udara). Malu dong!

Tiba di Voinjama persis jam 11.50AM, dan disana sudah langsung dijemput oleh personil security setempat, dikawal 1 mobil lainnya dari Pakistan Military Contingent dengan persenjataan lengkap untuk diantar ke UNMIL – Voinjama Administrative Office.

Serah terima uang kali ini membuat hati ini terasa legaaaa banget, karena tugasku selesai dengan sukses. Masih punya sedikit waktu kita putuskan untuk makan siang di Markas Pakistan Military Camp.

*Ah, ternyata masakan/makanan Pakistan itu uenakkkk tenan…! *

Dengan hanya membayar US$2.00 kita bisa makan-makan sepuasnya… sembari ditemani makan siang bersama para perwira militer Pakistan. Pengalaman pertama aku makan makanan Pakistan itu untungnya menyenangkan dan cocok dengan citarasa lidah ini.

Saking lezatnya itu masakan Pakistan sampai-sampai berniat untuk beli tambahan-nya sebagai take-away dibawa pulang ke rumah. Sayangnya mereka tidak punya kotak pembungkus makanan… padahal benak dan lidah ini sudah membayangkan makan malam dengan menu yang sama itu.. jadinya batal deh…

Lepas kelar makan siang, kita dikawal langsung ke airport, yang tidak lebih dari lapangan tanah merah yang diperkeras. Disana aku sempatin untuk berfoto-ria dengan Pilot and Pakistan Military Officers yang bertugas di airport.

Perjalanan terbang pulang ke Monrovia menempuh waktu 1 jam 30 menit. Waktu menunjukkan 16.15 begitu tiba di _UNMIL Headquarters, Pan African Plaza building. _

Akhirnya selesai juga tugasku hari itu, agak melelahkan namun ternyata terbang mengantar uang gaji para staff ke pedalaman Liberia itu mengasyikkan lho!

Sebuah pengalaman baru dan dengan begitu, aku bisa faham seperti apa dan bagai mana sih perasan-nya bila menjadi seorang selebritis atau seorang pejabat penting (VIP) yang terus kemanapun selalu dikawal. :-)

by Luigi Pralangga at 26 March 2008, 15:42

Wah serunya..! lain kali kita di oleh-olehin masakan pakistan itu yah? setahu saya sih biasa aja.. meski rada2 mirip semilir bau kelek gitu deh, berarti yang diVoinjama itu pake aroma kelek Pakistan spesial dong :D

by wijaya at 26 March 2008, 19:19

jadi inget pertama kali naik helicopter di Timor Leste sewaktu baru kerja dengan Skylink, mabuk udara bo! he..he… walaupun tidak ampe teler tetap aja rasa mual masih kerasa ampe beberapa jam.

by Agus Sapardi at 26 March 2008, 22:50

Saya sempat dikunjungi sepupu yang nikah sama bulek, pas summer lagi dia pakai minyak kayu putih, terus ikut tour ke Maine bulek2 muda mikir nih cewek cantik bau bengay(kayu putih) mereka bilang dasar bawa nenek2 jadi bau bengay – saya senyum22 aja padahal fungsinya banyak kan-maju terus Luigi kapan ngudang saya ke mission? mau juga nih.

by R. Bonny at 28 March 2008, 01:22

Wah asik juga tuh bawa $ naik helikopter, itu rutin ya setiap bulan ? Pastinya pengawalan ketat seperti Bushhh mendarat, hehehe…

Pantesin bau minyak avturnya masuk kedalam cabin, helicopternya jadul …. Besok2 minta seri chopper terbaru, jadi nga perlu lama2 fly in the air…hehe..

Oke, c u and take care

salam ;)

by cempluk at 28 March 2008, 15:09

bagi donk duit nya mba'…upss…maaf maaf..ntar dosa kali ya.hihihi

by Puguh Pamungkas at 2 April 2008, 10:17

Wah seingat saya memang ini lah Matutu(Angkotnya) buat UN ya liat aja cara duduknya dan semua bagasi yang kadang ditumpukin ditengah2, jadi ingat ne ngurusin ni matutu wah mana banyak minumnya trus kebayang ga waktu dia starting engine pasti da badan ikut goyang gt, banyak Pax saya bilang abis naik ini badan pada pegal2 sih tapi inilah the best Air carrier yang sangat mendukung misi kita di UNHAS Indonesia ……..

by Fenty at 3 April 2008, 08:28

Akhirnya kebagian juga yah kak, bawa duit ke region…stress banget pastinya…untung ada minyak kayu putih penangkal “bala” yah..hhehehe.. kenapa tambah kurus tuh badan? apa karna harus jilatin uang tiap hari yah…sampe stress ngitung uang orang hehehehe

by Wijaya at 3 April 2008, 12:53

Sorry nambahin lagi;
Minyak Kayu Putih juga andalannya Yuanita tuh! Nit; lu punya saingan.
Mas Puguh kapan ke Sudan? kita udah exciting banget nih