Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

vonny-ferdinandus

Minyak kayu Putih : Andalanku!

26 March 2008, 14:26 , by Vonny Ferdinandus

 

Setiap bulan-nya, kita-kita dari Finance Section selalu mengirimkan sekitar 3 orang staffnya untuk terbang ke regions (Baca: Pedalaman Liberia) yang berbeda, dimana 1 orang staff terbang mengunjungi 2 lokasi di pedalaman Liberia untuk bawa/antar uang gaji para staff (Salary) – baik untuk National staff, MILOBS (Military Observer), International staff, dan UNV Staff.

Nah kebetulan kemaren itu giliran aku untuk yang pertama kali dan saya terbang ke Tubmanburg and Voinjama.

Saat mendengar khabar kalo aku bakal dikirim terbang ke region sempat nervous juga. Satu: karena bakal ngekeli (baca: bawa) uang gaji orang dalam jumlah lumayan besar. Kedua: seperti apa sih terbang dengan menggunakan helikopter itu? apakah getaran-nya sama dengan gegibrig bajaj itu?

Senin, 24 Maret, jam 7.45AM, aku sudah bersiap di Cashier’s Office (1 jam sebelum keberangkatan) dan sekitar pukul 8.15AM, Seorang staff dari UNMIL Security Section datang menjemput, ditambah lagi 1 orang lagi dari UNMIL Security – Close Protection.

Mereka datang dengan kendaraan khusus dengan jendela anti peluru yang untuk membuka dan mengayunkan tutup pintunya saja sudah berat minta ampun. Dikawal ketat menuju James Sprigs-Payne Airport, sebuah airport domestik di Monrovia, dimana semua penerbangan domestik UNMIL civilian & military operations berawal disana.

Sekitar jam 9.05AM, akhirnya kita terbang berangkat menuju Tubmanburg pake Chopper buatan Rusia Mi-8Tv yang biasanya mengangkut 24 penumpang, tetapi kemaren itu – karena penerbangan kita adalah penerbangan khusus (Maksudnya: khusus mbawa duit gaji) jadi hanya diisi 3 orang yaitu: saya dan ditemani – lebih pasnya sih di kawal ketat oleh 2 orang staff dari Security Section – lengkap dengan senjatanya.

Perjalanan udara dengan helikopter Russia itu dari Monrovia menuju Tubmanburg hanya ditempuh dalam 25 menit saja. Begitu tiba dan mendarat disana, kita sudah langsung dijemput oleh personil security UNMIL setempat dan sudah barang tentu dikawal ketat oleh 1 mobil lainnya dari Pakistan Military Contingent.

Sesaat sampai di UNMIL Office – Tubnmanburg, diserahkannya si uang gaji kiriman itu kepada staff regional Adminsitrative Officer yang berwenang dengan tetap dikawal 2 security officers itu.

Karena jumlah uang yang besar, sudah pasti kita harus memakai mesin penghitung uang otomatis, gak mungkin di hitung pake jari dan menjilat ludah dlsb (bisa gempor ini lidah dan jari-jari), namun demikian cobaan selalu aja datang menghampiri, si mesinnya itu pake acara _ngadat-ngadat _begitu deh!

Dengan kesabaran ngutak-ngutik dan berdoa, akhirnya selesai juga… perasaan agak lega pun mulai terasa namun belum bisa lepas dari hawatir, karena kita masih harus terbang lagi ke region yang lain lagi.

Kemana aku pergi tas yang biru itu harus kutenteng dan beratnya minta ampun, lantaran karena uang gaji yang ada didalam itu tanggungjawabku.

Coba bermimpi sejenak kalau punya uang sebanyak itu untuk dipake belanja dan pelesir.. hmm, sudah jalan-jalan keliling dunia dan shopping sampai cape, kali !!

Penerbangan selanjutnya, kita berangkat menuju Voinjama, dan sebelum mengudara, sang Pilotpun berkata bahwa kita hanya boleh menghabiskan waktu 1jam 10 menit saja!.

Mungkin karena perjalanan kali ini lebih lama, dag-dig-dug rasanya hati ini dan aku mulai terasa mual lantaran karena bau minyak avtur si choppernya mulai terasa sangit masuk ke kabin!.

Untungnya kemana aku pergi, si minyak kayu putih dalam kemasan botol plastik kecil itu selalu kubawa. Lumayanlah… jadi agak tertolong dan nggak harus pake jackpot in the air! (Maksudnya: Mabuk udara). Malu dong!

Tiba di Voinjama persis jam 11.50AM, dan disana sudah langsung dijemput oleh personil security setempat, dikawal 1 mobil lainnya dari Pakistan Military Contingent dengan persenjataan lengkap untuk diantar ke UNMIL – Voinjama Administrative Office.

Serah terima uang kali ini membuat hati ini terasa legaaaa banget, karena tugasku selesai dengan sukses. Masih punya sedikit waktu kita putuskan untuk makan siang di Markas Pakistan Military Camp.

*Ah, ternyata masakan/makanan Pakistan itu uenakkkk tenan…! *

Dengan hanya membayar US$2.00 kita bisa makan-makan sepuasnya… sembari ditemani makan siang bersama para perwira militer Pakistan. Pengalaman pertama aku makan makanan Pakistan itu untungnya menyenangkan dan cocok dengan citarasa lidah ini.

Saking lezatnya itu masakan Pakistan sampai-sampai berniat untuk beli tambahan-nya sebagai take-away dibawa pulang ke rumah. Sayangnya mereka tidak punya kotak pembungkus makanan… padahal benak dan lidah ini sudah membayangkan makan malam dengan menu yang sama itu.. jadinya batal deh…

Lepas kelar makan siang, kita dikawal langsung ke airport, yang tidak lebih dari lapangan tanah merah yang diperkeras. Disana aku sempatin untuk berfoto-ria dengan Pilot and Pakistan Military Officers yang bertugas di airport.

Perjalanan terbang pulang ke Monrovia menempuh waktu 1 jam 30 menit. Waktu menunjukkan 16.15 begitu tiba di _UNMIL Headquarters, Pan African Plaza building. _

Akhirnya selesai juga tugasku hari itu, agak melelahkan namun ternyata terbang mengantar uang gaji para staff ke pedalaman Liberia itu mengasyikkan lho!

Sebuah pengalaman baru dan dengan begitu, aku bisa faham seperti apa dan bagai mana sih perasan-nya bila menjadi seorang selebritis atau seorang pejabat penting (VIP) yang terus kemanapun selalu dikawal. :-)

vonny-ferdinandus Vonny FERDINANDUS Recently joined UNMIL in September 2007. Initially embarked to peacekeeping field since 2003 in Dili, Timor – Leste under the World Food Programme (WFP). Though this would be the first african-based mission, post-conflict assignment is nothing new to her, as...

Detail Profile »

8  Comments

by Luigi Pralangga at 26 March 2008, 14:42

Wah serunya..! lain kali kita di oleh-olehin masakan pakistan itu yah? setahu saya sih biasa aja.. meski rada2 mirip semilir bau kelek gitu deh, berarti yang diVoinjama itu pake aroma kelek Pakistan spesial dong :D

by wijaya at 26 March 2008, 18:19

jadi inget pertama kali naik helicopter di Timor Leste sewaktu baru kerja dengan Skylink, mabuk udara bo! he..he… walaupun tidak ampe teler tetap aja rasa mual masih kerasa ampe beberapa jam.

by Agus Sapardi at 26 March 2008, 21:50

Saya sempat dikunjungi sepupu yang nikah sama bulek, pas summer lagi dia pakai minyak kayu putih, terus ikut tour ke Maine bulek2 muda mikir nih cewek cantik bau bengay(kayu putih) mereka bilang dasar bawa nenek2 jadi bau bengay – saya senyum22 aja padahal fungsinya banyak kan-maju terus Luigi kapan ngudang saya ke mission? mau juga nih.

by R. Bonny at 28 March 2008, 00:22

Wah asik juga tuh bawa $ naik helikopter, itu rutin ya setiap bulan ? Pastinya pengawalan ketat seperti Bushhh mendarat, hehehe…

Pantesin bau minyak avturnya masuk kedalam cabin, helicopternya jadul …. Besok2 minta seri chopper terbaru, jadi nga perlu lama2 fly in the air…hehe..

Oke, c u and take care

salam ;)

by cempluk at 28 March 2008, 14:09

bagi donk duit nya mba'…upss…maaf maaf..ntar dosa kali ya.hihihi

by Puguh Pamungkas at 2 April 2008, 09:17

Wah seingat saya memang ini lah Matutu(Angkotnya) buat UN ya liat aja cara duduknya dan semua bagasi yang kadang ditumpukin ditengah2, jadi ingat ne ngurusin ni matutu wah mana banyak minumnya trus kebayang ga waktu dia starting engine pasti da badan ikut goyang gt, banyak Pax saya bilang abis naik ini badan pada pegal2 sih tapi inilah the best Air carrier yang sangat mendukung misi kita di UNHAS Indonesia ……..

by Fenty at 3 April 2008, 07:28

Akhirnya kebagian juga yah kak, bawa duit ke region…stress banget pastinya…untung ada minyak kayu putih penangkal “bala” yah..hhehehe.. kenapa tambah kurus tuh badan? apa karna harus jilatin uang tiap hari yah…sampe stress ngitung uang orang hehehehe

by Wijaya at 3 April 2008, 11:53

Sorry nambahin lagi;
Minyak Kayu Putih juga andalannya Yuanita tuh! Nit; lu punya saingan.
Mas Puguh kapan ke Sudan? kita udah exciting banget nih

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rico Sirait He graduated from Norwich Military College of Vermont – USA and majoring Computer Information System. Following his commisioned as Field Artillery Officer, he got opportunity to attend various peacekeeping courses either in Indonesia or overseas. His mission in...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago