About This Post

Correspondent Luigi PRALANGGA

Total 2 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 340 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Mission Accomplished : For our motherland and our ladies whose waiting back home

Beruntunglah saya bisa diundang kawan untuk menghadiri upacara penganugerahan medali United Nations bagi kontingen aviasi Ukraina. Ukraine Helicopter Aviation Contingent, yang memperkuat tulang-punggung misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia, UNMIL.

Memang sejak awal bulan Agustus ini, hujantidak berhenti mendera tanah Liberia, membuat banyak jalan semakin renjul, berlubang dan buat mereka yang bertugas di pedalaman, sudah pasti tiada hari tanpa sengsara mendorong atau menarik kendaraan dinas yang terjebak dalam kubangan lumpur akibat kondisi jalan tanah yang memburuk.

Begitulah perasaan para anggota pasukan yang sudah berbaris rapi, mengikuti susuan acara sembari melirik ke atas awan yang makin kemari kian kelabu. Selepas protokoler resmi usai dan penyematan medali penghargaan PBB usai, tibalah giliran acara yang lebih menarik, dimana keceriaan itu banyak dicurahkan dalam bentuk santap dan salute-toasting tiada akhir.

Keberuntungan kedua bagi saya adalah, si kawan yang punya hajat senantiasa selalu mendampingi dalam setiap alur acara, terutama membantu dalam hal menterjemahkan apa yang disebut dalam pidato resmi sampai ke perihal obrolan santai… jadi bisa dikatakan, cukuplah faham apa yang membuat mereka tertawa dan tertawa pada obrolan dan sambutan jamuan makan siang itu.

Bagi para anggota kontingen penyumbang pasukan [Military Contributing Contiongent], penganugerahan medali adalah sebuah simbol purna bhakti yang gemilang dan sebuah kebanggaan tersendiri.

Ditelinga ini, bahasa Ukraina terdengar banyak sebutan berakhiran: “..Sushi, ..Suski, ..Mov… Lov…, krinyitsi.. dan skaska.. skusku.. begitulah pokoknya. Dalam bahasa yang sudah diterjemahkan susah payah, saya coba menyimak apa yang dikatakan oleh.. sebut sajalah dia – Valeriy Jebarjeburin: Luigi, kamuski tahuska kalauski medaliski United Nationski iniska jadisku kebanggaanski keluarganov dirumahski, you know?

Saya hanya bisa senyum dan mengangguk setuju, sambil ikut menaik-kan salute minuman.

Mendukung misi dalam perihal logistics, procurement dan contracts, sudah pasti banyak berurusan dengan banyak kampret-kampret para anggota misi, dari bagian militer sampai ke bagian atau divisi sipil lainya.. dan mereka kesemuanya itu adalah sahabat yang selalu bertemu.

Lepas jamuan makan siang, maka diajaklah saya ke barak dan ruangan istirahat mereka. Dalam satu barak sebesar 2unit kontainer ablution yang dijadikan satu, ruangan tidur yang cukup lumayan nyaman, ukuran 4 × 4 meter persegi itu, di isi oleh 4 dipan-lipat dilengkapi dengan kelambu anti-nyamuk dan meja makan kecil ditengahnya.

Disana ada Oleg Dodorensku, Serhiy Dodolipretko, Valeriy Jebarjeburin, dan Marko Dudanenko. Mereka tampak senang sekali hari itu, selain itu juga banyak tampang-tampang mereka saat upacara tadi yang dijepret oleh kamera si kampretski ini :-). Ngobrol-lah kita ber-lima dibarak mereka sambil menceritakan tentang keluarga masing-masing yang secara susah payah diterjemahkan oleh si Valeriy.

Semua persediaan makanan yang ada di kolong tempat tidur mereka akhirnya pun tumpah-ruah diatas meja itu, semua mau menawarkan saya dari mulai sosis dingin [yang masih beku] sampai ke biskuit, kacang rebus dan camilan lain-nya.

Kamuski cobasku tengoksi fotosku ituski, istrisku danski anaksi pertamasku, krinyitski? – kata si mas Dodorensku Baik Serhiy, Marko dan Oleg.. semuanya berusaha membuat kehadiran saya nyaman di barak mereka, sembari memberikan copy-file dari foto2 mereka, sebagai oleh-oleh dari saya – maka uang lembaran 50 ribu rupiah lawas inilah menjadi rejeki milik si Marko, yang kalau dia berbicara selalu diakhiri dengan kata: “Krinyitski”. Entah apa itu artinya :-)

Sebuah sesi pertukaran budaya dan pengalaman. Itulah yang banyak saya dapat, selain cerita-cerita lucu yang pernah mereka alamai saat pertama kali tiba menginjakkan kaki di Liberia.

Tidak saja cukup dijamu di barak mereka, sang komandan regu-pun akhirnya menculik saya untuk bergabung ikut jamuan makan siang lanjuta di barak para komandan. Nah, disinilah mulai si kampret ini persis duduk seperti kambing congek yang nggakngerti sama sekali apa yang di obrolin, selain hanya terus senyum, melanjutkan makan ikan mackerel asap yang ueeenak sekali, serta paprika kukus dengan butiran nasi bercampur pasta tomat didalamnya, roti dan makanan laut lainya.. sisanya adalah hidangan khas ukraina yang rasanya nggak jelas di tenggorokan ini.

Diantara serangkaian pidato sambutan, satu hal yang diterjemahkan oleh sang komandan kontingen – mungkin karena dia mulai sadar kalau ada ‘kampret-nyasar’ yang tidak fasih bahasa kebanyakan peserta jamuan itu. Sembari mengangkat gelas-gelas sloki kecil yang sudah penuh dengan Vodka khas Ukraina, maka berserulah dia: Mission accomplished! – here’s to our motherland and our ladies whose waiting for us back home!!

PS: Turut berduka atas musibah gempa yang terjadi di Bengkulu, semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, dan bagi para korban yang terkena musibah agar dimudahkan dalam melalui cobaan ini.

by h3rn4 at 18 September 2007, 09:34

Nice article, Om Lui __

Sebuah sharing yang menarik, satu dari sekian banyak pengalaman pertukaran kebudayaan yang pastinya seringkali dijalani oleh seorang UN Staff dan peacekeepers yang lain juga tentunya.. Bisa saja menggugah inspirasi bagi siapa saja yang membacanya…

Ngomong-ngomong bisa nitip salam buat mister Dodolipretko, Dodorensku, Jebarjeburin, dan juga Dudanenko ??? :D

salam hangat dari Surabaya

by Winta Pahlevi at 18 September 2007, 18:38

menarski sekalski hidskup sodarska Lui ini … penskuh pengalaman dan petualangan … kadsdang-kadsdang sukska irski jugska jadski nya … Selamat berbuka puasa anyway ya booo’