About This Post

Muhammad IRAWADI

Correspondent Muhammad IRAWADI

Total 3 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 580 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Munim: Perjalanan Sang Diplomat

Pengalaman yang sudah dilaluinya membuatnya menjadi matang. Saat berkomunikasi dengan Liason Officer dari tentara Lebanon, bahasa Arab sangat fasih keluar dari mulut Munim.

21 tahun sudah bergabung dalam jajaran pegawai Departemen Luar Negeri, bukanlah waktu yang singkat. Mulai tahun 1985 sudah melalui pendidikan awal hingga pendidikan akhir untuk tataran jabatan diplomat sudah dilalui. Bapak 3 orang anak, yang sudah melalang buana di daerah arab, memiliki kesempatan untuk mengisi hidupnya diluar keahliannya.

Tidak pernah terbayang, putra asal sumatra utara ini, untuk menyandang pangkat Letnan Kolonel Tituler. Munim Ritongga, sangat bangga menggenakan pangkat tersebut. Kepercayaan ini diberikan pemerintah karena keikutsertaannya bergabung dengan Kontingen Garuda XXIII A ke Lebanon. Bahasa Arab merupakan kemahirannya yang diperoleh saat direkrut oleh Departemen Luar Negeri. Sedangkan saat ini jabatannya adalah bidang Ipoleksosbud untuk negara Tunisia, Maroko dan Aljazair. Bertugas di Arab Saudi 3 tahun, Sudan 2 tahun dan di India selama 1 tahun. Ditambah pendidikan Sesparlu dan Sespim II, tentunya pengalaman ini sudah pantas buat Munim saat ini menduduki jabatan setingkat Dirjen atau duta besar.

Pada saat diperintah untuk bergabung dengan kontingen Indonesia, dengan bangga Munim menyanggupi. Kesempatan tidak akan terulang dua kali, meskipun harus bergabung dalam sisi kehidupan militer. Bangun dan tidur bersama dengan para prajurit militer merupakan hal yang benar-benar baru. Tata cara hirarki menjadi panduan utama di militer. Dengan pangkat Letnan Kolonel, secara hirarkis Munim merupakan pejabat senior di lingkungan kontingen Indonesia, setelah komandan Satgas dan Wadan Satgas.

by Luigi at 4 December 2006, 08:38
Dear Pak Ritonga,

Semoga dengan sumbangsih bapak pada KONGA XXIII-A, kontingen kita bisa berhasil mengemban tugasnya dan menjadikan harum nama bangsa dan menyejajarkan putra bangsa berdiri tegak dengan para peacekeepers negara anggota kontingen UNIFIL lainya.

Doa dari kami, peacekeepers di Liberia, Afrika Barat selalu menyertai.
by rouf at 5 December 2006, 13:21
Wah, sukses deh semuanya buat sodara2 kita Indonesia yg sedang menunaikan tugas di negara2 sahabat! :)

Om Luigi, yoi deh pokoke! ;-)
by mbakDos at 6 December 2006, 04:15
gimana kalo dibalik?! karena pak munim tampaknya lebih tepat menyandangnya: usual become unusual... maksutnya, dari yang biasa jadi tidak biasa (baca: luar biasa!)
*halah... terjemahan harafiah gini ;p