Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Nairobi: Suster Guest House dan bau kelek itu

28 August 2008, 15:19 , by Martha Yuni Artharini

 

NAIROBI, JUNE 05, 2008 pada 12.35
Akhirnya nyampe juga di Nairobi (setelah delay 2 hari), urus sana urus sini..siap meluncur ke guest house.. walah..semua gelap2 euy..hihii.. mana rada2 bau lagi..uurrgg Guest House…dan yang sangat mengejutkan adalah ternyata Nairobi itu dingin buangettt…kaya’ di Lembang, Bandung. Ga’ percaya kalau gue ada di Africa.. padahal katanya ini belum winter.. walah..!

14.30
Nyampe di Hotel Holiday Inn, diseberangnya maksudnya, hehehe.. Ivrea Sisters GUEST HOUSE, tempatnya enak banget, kok – yang ngurus suster2.. dan kamar tidurnya nyaman, bersih, en yang sangat menghibur adalah ada fasilitas air hangatnya.. Enak banget deh pokoknya.. namun demikian, uniknya disini, aturannya lumayan ketat, dinner mulai jam 7, breakfast jam 7, dan jam10 malem sudah harus dalam kamar, ga’ boleh bawa tamu masuk kamar, kalau pergi2 kunci ga’ boleh dbawa..waduh..

19.00
Kringgggg! – bunyi apaan tuh, kok kayak bel sekolah..??!!!
Lima belas menit kemudian:
tok..tok..tok..! – dari baunya dah ketauan, pasti itu housemaid nya GUEST HOUSE ini, heheh..

yes..mam??
it’s dinner time now..
ok..asante (=makasih)

sampe di ruang makan; if u heard a ring bell, the sound like door bell, it means dinner time, and u have to come up here quickly.

ok..i c..im sorry sister.. (hihihi..kaya’ di asrama)

Pas liat menu..wahh..ada nasi…senengnya.. tapi temen2nya nasi waktu itu rasanya aneh!.. berhubung suster2nya dari Roma, otomatis citarasa masakannya semua ala Italiano.. masa’ makan nasi pake pasta en makaroni.. tapi rasanya eemm…nyammy…whuhehehe..laper sih gua..!!

20.00
Berhubung masih jetlag, baru juga jam 8 dah rasanya ngantuk banget,.. kalau di Indonesia mestinya sudah jam 12 malem.. makin malem makin dingin, sudah pake selimut 4 lapis, baju 2 lapis plus jaket, ga’ ketinggalan kaos kaki.. mana tidurnya pake acara nyungsep dalam selimut lagi.. waduh..bener2 salah info nih tentang Nairobi..

04.00 besok paginya
Wah..masih gelap..tapi nih mata dah melek.. mana masih dingin, masa’ mandi jam segini..bbrrr.. gile aje! (dan ini terjadi selama 1 minggu pertama, tidur kecepetan, bangunnya juga kecepetan..)

Yiihaa…those was my 1st day…in Africa. More stories to follow..

Martha Yuli Artharini A civil engineer by academics, among other things, Martha loves traveling as well as shopping. Having been working at an engineering consultancy firm based in Banda Aceh, Martha then decided to embark to a bold-new-decision, helping the world to fight...

Detail Profile »

2  Comments

by didut at 29 August 2008, 09:06

haha~ iya bener kayak asrama … tp kalo di tambah foto tambah afdol nih postingannya :D
komen yg riwil

by Yoyo at 2 September 2008, 18:02

wah, selamat menunaikan ibadah Shaum Kang, meskipun di negara lain, tetap jalankan kewajiban dan tugas negara, keep sumaged,……. :)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Tito Sigilipoe Tito Sigilipoe, was born in Salatiga. Indonesia. has been with greatest interest towards illustration and sketching since early and have been learning towards drawing independently ever since. Graduated from the Faculty of Veterinary Science in 2005 and further survive to...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago