Correspondent Tri Ambar NUGROHO
Total 6 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 118 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Kursus Civil Military oleh PUSPEN TNI
Safe Driving & Mobile Phones >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Meski masih terbilang cukup lama berselang, saya masih ingat saat kedua kaki ini datang menginjakkan kaki di Liberia, banyak sudah yang telah saya pelajari dari ragam kehidupan disini. Dari karakter orang setempat, makanan-nya, para expatriates yang tinggal dan bekerja di Liberia, termasuk mereka yang tergabung sebagai staff misi dan yang tidak luput dari pengamatan kedua mata ini adalah: Juragan kos-kosan dan lagu-lagu Lebanese itu.
Mengapa yang terakhir disebut diatas menjadi dirasa cukup spesial? karena selain saya sudah pasti bertemu dengannya setiap akhir bulan, yaitu memberi uang sewa rumah kontrakan, yang sepertinya masih lebih mending/keren ruangan jaman masih pendidikan dasar di AKMIL dulu deh ketimbang kontrakan di Liberia ini… selain itu bertatap-muka untuk komplain saat listrik dikontrakan itu padam atau air pada keran kamar mandi atau dapur yang berhenti mengucur!
Nah itulah yang membuatnya menjadi spesial..
Ohya, satu lagi… musik arab, dengan ketepak-ketepuk rebana macam irama gambus atau qasidah-an, serta alunan penyanyi berbahasa arab yang melengking persis seperti orang meraung-raung sakit gigi – itu terdengar jelas hingga masuk ke kamar tidur ini. Kacau deh!
Rumah kontrakan kami, persis berada diatas sebuah restauran khas Lebanon, yang menyediakan berbagai macam masakan ala Lebanon, entah nama-namanya apa saja. Bisalah diterima perut ini, meski adalah bukan favorit makanan buat kita-kita dari tanah air ini. Namun untuk ukuran Monrovia, Liberia – si restoran ini adalah termasuk papan atas dan ramai dikunjungi banyak orang untuk makan siang dan malam, selain orang lokal, dan staff UNMIL, juga terlihat banyak bule-bule personil LSM asing yang beroperasi di Liberia bersantap lahap disana.
“*Ya.. habibi.. ya Habibi…. oweeee..oweeek….
Sya..lalala…lalaaaaa… ya habibi… ya habibi.. *”
Hampir semua lagu yang terdengar di restoran itu mesti ada tersebut namanya (Habibi… Habibi..), siapakah konon Habibi ini sebenarnya di Lebanon itu?
Begitulah saban malam, lagu-lagu lebanese itu menjerit, ngerti sih kalau alunan musik khas itu bertujuan untuk menambah atmosfir yang kondusif menemani santap, namun tidaklah semua telinga cocok untuk dijejali musik ‘ngak-ngek-ngok’, apalagi disaat hati ini sedang merindu akan sang terkasih di kampung halaman… wah spaneng bener nih, perpaduan antara rindu-membiru dengan dentuman rebana dan tarikan suara biduan pilu itu..
Turunlah akhirnya diri ini dari kamar menuju restoran bergegas untuk menemui sang manajer restoran. Dengan masih terdengar lantangnya si musik, pekak kuping ini dibuatnya, berikut skrip percakapan yang sudah diterjemahkan, berikut :
Mba.. mba, coba tolong panggil manager-mu, saya mau bicara.
Ehe? Wha’.. (si waiter orang Liberia itu sambil ternganga-memble)
(Bercakap lebih perlahan dengan mata bolotot) – Aku.. mau.. ketemu.. ama .. managermu..
Bergegaslah dia mencari sang manager.. yang tidak lain dan tidak bukan adalah kerabat dari sang juragan kontrakan kita. Dari dapur terlihat ia berjalan keluar, dengan serbet dapur yang bertengger dipundaknya dan keringat bercucur dari dahinya.
Habibi,.. hey, what’s up.. want to order Lebanese pizza? – katanya lantang sambil senyumnya menyeringai.
No, not right now.. BUT – please lower the volume, it is too loud!
What? I can’t hear you (sambil tangannya memanjangkan daun telinganya)
Number one, my name is not Habibi, and two – please… lower.. the.. volume.. of.. the.. music.. – it’s too loud!
Oouw!, Sorry Habibi… Sorry! Too loud, hee?
Yes, too loud… and My name is Ambar, not Habibi…
Of course, Habibi.. nice tyo meet you – disalaminyalah tangan saya dan ia kemudian melengos kembali ke dapurnya.
Keesokan harinya, saya baru mengerti kalau habibi itu dalam bahasa arabnya berarti : My dear friend atau sebangsanyalah…
Meski keesokan harinya lagu habibi itu terus mengalun, namun tidaklah terlalu nyaring macam tempo hari. Terlepas dari sekilas _musik si habibi _(Maksudnya: lagu2 arab) itu hampir mirip seperti suara orang yang meraung karena sakit gigi – kalau ditilik lebih dalam, enak juga kok… :D
Apalagi kalau sedang pelesir berakhir pekan dengan kawan-kawan seperti pantai gini..gak papalah musik-musik lebanese si habibi itu dipasang keras-keras. :-)

Ya habibi (owee..owee..). Kapan lagi beli korma di Dubai?
Mas Ambar Apa kabar nih, sejak pulang ke tanah air dah ngak ada kabar nya lagi, sibuk mulu ya. Btw, foto nya keren lho…
hyahahaha…habibi? semua orang di sana mungkin namanya habibi ya, mas? hihihi…
Waktu pulkam kemaren saya bawalah kaset irama Padang Pasir yg saya beli di toko kaset kepunyaan seorang Lebanese di Harper, sebuah kota di perbatasan Liberia-Pantai Gading - tempat saya bertugas. Orang tua tua bilang bagaimana kalau kita putar di Surau kaset irama Qasidah tersebut. Saya bilang gak usahlah, Masak kaset yang isinya cinta cintaan, sayang sayangan mau diputar di Surau kata saya dalam hati. Habibiiii habibiii
Kok aku kayaknya kenal sama cah ndeso dan katrok satu ini yo … hihihi. Piye om kabare?
Sama seperti Romi, Sepertinya saya juga kenal dg peacekeeper yg satu ini.
« Kursus Civil Military oleh PUSPEN TNI Safe Driving & Mobile Phones »