Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tri Ambar NUGROHO

Nama saya bukan habibi..!

9 March 2008, 00:56 , by Tri Ambar NUGROHO

 

Meski masih terbilang cukup lama berselang, saya masih ingat saat kedua kaki ini datang menginjakkan kaki di Liberia, banyak sudah yang telah saya pelajari dari ragam kehidupan disini. Dari karakter orang setempat, makanan-nya, para expatriates yang tinggal dan bekerja di Liberia, termasuk mereka yang tergabung sebagai staff misi dan yang tidak luput dari pengamatan kedua mata ini adalah: Juragan kos-kosan dan lagu-lagu Lebanese itu.

Mengapa yang terakhir disebut diatas menjadi dirasa cukup spesial? karena selain saya sudah pasti bertemu dengannya setiap akhir bulan, yaitu memberi uang sewa rumah kontrakan, yang sepertinya masih lebih mending/keren ruangan jaman masih pendidikan dasar di AKMIL dulu deh ketimbang kontrakan di Liberia ini… selain itu bertatap-muka untuk komplain saat listrik dikontrakan itu padam atau air pada keran kamar mandi atau dapur yang berhenti mengucur!
Nah itulah yang membuatnya menjadi spesial..

Ohya, satu lagi… musik arab, dengan ketepak-ketepuk rebana macam irama gambus atau qasidah-an, serta alunan penyanyi berbahasa arab yang melengking persis seperti orang meraung-raung sakit gigi – itu terdengar jelas hingga masuk ke kamar tidur ini. Kacau deh!

Rumah kontrakan kami, persis berada diatas sebuah restauran khas Lebanon, yang menyediakan berbagai macam masakan ala Lebanon, entah nama-namanya apa saja. Bisalah diterima perut ini, meski adalah bukan favorit makanan buat kita-kita dari tanah air ini. Namun untuk ukuran Monrovia, Liberia – si restoran ini adalah termasuk papan atas dan ramai dikunjungi banyak orang untuk makan siang dan malam, selain orang lokal, dan staff UNMIL, juga terlihat banyak bule-bule personil LSM asing yang beroperasi di Liberia bersantap lahap disana.

*Ya.. habibi.. ya Habibi…. oweeee..oweeek….
Sya..lalala…lalaaaaa… ya habibi… ya habibi.. *”

Hampir semua lagu yang terdengar di restoran itu mesti ada tersebut namanya (Habibi… Habibi..), siapakah konon Habibi ini sebenarnya di Lebanon itu?

Begitulah saban malam, lagu-lagu lebanese itu menjerit, ngerti sih kalau alunan musik khas itu bertujuan untuk menambah atmosfir yang kondusif menemani santap, namun tidaklah semua telinga cocok untuk dijejali musik ‘ngak-ngek-ngok’, apalagi disaat hati ini sedang merindu akan sang terkasih di kampung halaman… wah spaneng bener nih, perpaduan antara rindu-membiru dengan dentuman rebana dan tarikan suara biduan pilu itu..

Turunlah akhirnya diri ini dari kamar menuju restoran bergegas untuk menemui sang manajer restoran. Dengan masih terdengar lantangnya si musik, pekak kuping ini dibuatnya, berikut skrip percakapan yang sudah diterjemahkan, berikut :

Mba.. mba, coba tolong panggil manager-mu, saya mau bicara.
Ehe? Wha’.. (si waiter orang Liberia itu sambil ternganga-memble)
(Bercakap lebih perlahan dengan mata bolotot) – Aku.. mau.. ketemu.. ama .. managermu..

Bergegaslah dia mencari sang manager.. yang tidak lain dan tidak bukan adalah kerabat dari sang juragan kontrakan kita. Dari dapur terlihat ia berjalan keluar, dengan serbet dapur yang bertengger dipundaknya dan keringat bercucur dari dahinya.

Habibi,.. hey, what’s up.. want to order Lebanese pizza? – katanya lantang sambil senyumnya menyeringai.
No, not right now.. BUT – please lower the volume, it is too loud!
What? I can’t hear you (sambil tangannya memanjangkan daun telinganya)
Number one, my name is not Habibi, and two – please… lower.. the.. volume.. of.. the.. music.. – it’s too loud!
Oouw!, Sorry Habibi… Sorry! Too loud, hee?
Yes, too loud… and My name is Ambar, not Habibi…
Of course, Habibi.. nice tyo meet you – disalaminyalah tangan saya dan ia kemudian melengos kembali ke dapurnya.

Keesokan harinya, saya baru mengerti kalau habibi itu dalam bahasa arabnya berarti : My dear friend atau sebangsanyalah…

Meski keesokan harinya lagu habibi itu terus mengalun, namun tidaklah terlalu nyaring macam tempo hari. Terlepas dari sekilas _musik si habibi _(Maksudnya: lagu2 arab) itu hampir mirip seperti suara orang yang meraung karena sakit gigi – kalau ditilik lebih dalam, enak juga kok… :D

Apalagi kalau sedang pelesir berakhir pekan dengan kawan-kawan seperti pantai gini..gak papalah musik-musik lebanese si habibi itu dipasang keras-keras. :-)

Tri Ambar NUGROHO Tri Ambar Nugroho Major Tri Ambar Nugroho, began his international assignment as U.N. Military Observer with UNMIL in Liberia as the team member of KONGA XXI-4 arrived in Monrovia in late 2006. Have been extensively patroling various regions of Liberia, which to include...

Detail Profile »

6  Comments

by baldi at 10 March 2008, 00:42

Ya habibi (owee..owee..). Kapan lagi beli korma di Dubai?

by Nanny (Canada) at 10 March 2008, 03:50

Mas Ambar Apa kabar nih, sejak pulang ke tanah air dah ngak ada kabar nya lagi, sibuk mulu ya. Btw, foto nya keren lho…

by venus at 10 March 2008, 12:25

hyahahaha…habibi? semua orang di sana mungkin namanya habibi ya, mas? hihihi…

by Donasion at 10 March 2008, 17:34

Waktu pulkam kemaren saya bawalah kaset irama Padang Pasir yg saya beli di toko kaset kepunyaan seorang Lebanese di Harper, sebuah kota di perbatasan Liberia-Pantai Gading - tempat saya bertugas. Orang tua tua bilang bagaimana kalau kita putar di Surau kaset irama Qasidah tersebut. Saya bilang gak usahlah, Masak kaset yang isinya cinta cintaan, sayang sayangan mau diputar di Surau kata saya dalam hati. Habibiiii habibiii

by Romi Satria Wahono at 16 March 2008, 17:05

Kok aku kayaknya kenal sama cah ndeso dan katrok satu ini yo … hihihi. Piye om kabare?

by Suhardi Ms at 17 March 2008, 18:20

Sama seperti Romi, Sepertinya saya juga kenal dg peacekeeper yg satu ini.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Muhammad Soleh Presently holding a first Lieutenant from Indonesia’s Air Force, Muhammad Soleh is now serving Garuda Contingent XXV-A, Indonesia’s Military Police Contingent (INDO-MP) under United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) since November 2008 as Contingent’s Public Information Officer. A traveling...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago