Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Oleh-oleh dari Greenville

17 August 2008, 12:50 , by Luigi PRALANGGA

 

Suatu siang, si boss datang menghampiri si kampret ini dan dengan kalem berseru:

You are to represent us from Procurement on the next DMS (Director of Mission Support) visit to the region..”

When is this gonna be?”

This Thursday and don’t be late..”

Aye..aye, Ma’am!”

Memang, layaknya kunjungan pejabat tinggi pihak administration dari Misi Pemulihan Perdamaian PBB di Liberia (UNMIL) mesti didampingi oleh pejabat terkait masing-masing seksi unsur pendukung operasional. Wakil-wakil staff dari kantor seksi mission support seperti Procurement Section, Supply & Joint Logictics Section, Air Operations, Engineering Section dan lain sebagainya mesti mengirimkan wakil-wakilnya dalam rombongan DMS berkunjung ke pedalaman Liberia, dimana batalion peacekeepers dan kantor-kantor regional UNMIL berada.

Peninjauan reguler ini sebenarnya setiap minggu dilaksanakan, kebetulan giliran si kampret ini yang jatuh pilihannya untuk terbang ke pedalaman sana. Mendengar nama “Greenville” – rasanya – bagi mereka yang belum tau dan pernah berkunjung ke Liberia, pasti benaknya menggambarkan sebuah daerah yang hijau, indah seperti di pedalaman midwest Amerika atau pelosok Eropa.

Pukul 7AM sudah tiba di Bandara Domestik, James Spriggs-Payne Airfield di bilangan Congo Town – Monrovia. Bendera PBB berkibar perkasa bersanding dengan bendera Liberia. Beberapa helikopter UNMIL pun sedang diutak-ituk oleh para teknisinya sebelum terbang ke berbagai penjuru.

Bah!, lupakan saja gambaran itu ..dan kenyamanan terbang dengan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737-400 dan sejenisnya. Kita terbang dengan pesawat capung, sodara-sodara!. Ya, pesawat capung! – dikasih tau kok nggak percaya sih?. Perkenalkan UN-151, penerbangan VIP dengan menggunakan pesawat Bombardier’s DCH-7 atau yang dikenal dengan istilah akrabnya: Dash-7. Pesawat bertenaga turboprop dengan 2 mesin bertenaga ampuh pada tiap sisi sayapnya. Mampu terbang tinggi dan lepas landas/mendarat pada landasan pendek dengan permukaan apapun.

15 Orang total rombongan diangkutnya melintas hutan tropis Liberia. Tanpa ada suguhan makan selama penerbangan 1,5 jam, jadi si kampret ini sudah tahu benar bahwa harus mengisi tangki perut ini sebelum terbang pagi. Meski si cabin crew, sering mondar-mandir hanya melihat apakah kampret-kampret penumpangnya mengenakan sabuk pengaman dengan baik dan benar.

Goncangan di udara bukan main kuat dan sering, meski si kampret ini sudah tidak begitu takut lagi naik roller coaster , namun hentakan diudara ini jelas berbeda dengan kereta luncur itu, dimana sekali anjlok, si jantung ini berasa seperti sudah jatuh di lantai.. Eduun, man!.

Mendarat di Greenville Air Strip, memang sebuah pengalaman baru.. meski menurutcerita kawan-kawan military observer yang sudah pernah berkunjung ke sana, mereka bercerita kalau si landasan baru saja diperbaiki oleh Batalion Engineering dari Kontingen Pakistan dengan berbagai alat-alat berat, namun karena hujan yang turun bertubi-tubi mengguyur sebagian besar Liberia, si landasan itu tidaklah berbeda dengan lapangan yang gemar dibuat main sepakbola oleh bocah-bocah dikampung saat hujan itu. Begitu si roda-roda pendarat menyentuh permukaan, terasa benar dia (si pesawat) agak mbelesek masuk..untungnya tidak ada gangguan apapun.

Bak kunjungan kerajaan saja, tidak jauh dari tarmac sudah berjejer para staff senior militer dan staff senior admin regional Greenville memunggu kedatangan kita. Berjalan keluar dari pesawat, terik matahari sudah banyak membuat kita melelehkan keringat. Rombongan VIP ini kemudian langsung diantar menuju Regional HQ.

Are you Mr. Pralangga?” – tanya seorang perwira militer dari Bangladesh sembari melihat pada secarik kertas, yaitu list of VIP Guest.

Yes, you are right..”

This way, sir.. I am (Sebutlah dia namanya) Major Maksudul Hayamdugul – your escort during this visit and we are taking the car number 5 over there,sir.”

Nampaklah disana sederet kendaraan Nissan Patrol anyar sekitar 8 kendaraan – semuanya lebih bagus dari kendaraan kantor yang saya gunakan di Monrovia, dan yang lebih membuat kita berasa benar-benar VIP adalah pengamanan ekstra dari pengawalan pasukan bersenjata di depan dan dibelakang urutan konvoi itu.

Meninjau beberapa lokasi pembangunan sarana pendukung bagi kontingen avaiasi Ukraine yang menempatkan 4 unit heli tempurnya disana, yang melakukan patroli udara reguler hingga perbatasan Liberia – Ivory Coast, kita juga meninjau beberapa fasilitas pendukung operasional UNMIL,yaitu Greenville Seaport yang menjadi lini utama jalur re-supply pasukan PBB di Greenville – Liberia

Selain berkunjung menemui para staff dan mendengarkan laporan, serta keluhan mereka, perihal kelancaran operasional dan kesejahteraaan staff (Welfare), pihak administration juga menyediakan fasilitas gym/fitness center bagi para staff, baik staff lokal dan internasional agar bisa menikmati fasilitas pusat kebugaran lepas bekerja. Fasilitas akomodasi/rumah tinggal para prajurit dari batalion Ethiopia yang bertugas disana juga termasuk dalam agenda inspeksi. Lepas berdialog dengan para staff regional, kemudian kita melanjutkan penerbangan dengan menggunakan helikopter ke Barclayville, sebuah kampung dimana pasukan Ethiopia lainya bertugas menjaga stabilitas keamanan disana.

Terasa benar bedanya, terbang dengan pesawat jenis “fixed-wing” dengan “Rotary” macam si heli MI-8Tv ini. Jelas lebih nyaman terbang dengan pesawat bersayap ketimbang yang berbaling-baling raksasa ini. Karena selain bisingnya minta ampuuun, kedua telinga ini kudu disumbat oleh “sumpal budek-budekan” – kata sayah mah, agar melindungi dari kebisingan selama penerbangan. Kedua, getaran baling-baling heli itu bukan main hebatnya, persis seperti duduk disebelah generator raksasa.

Bahkan lepas mendarat dan keluar dari penerbangan heli selama 1 jam itu, sepertinya pantat ini perasaannya bergetar terus: “Deeerrrrrrddddddd” gitu deh – kebayang pulangnya harus bergetar selama 1 jam lagi – kacau!. Namun demikian kunjungan ke pedalaman Liberia itu sungguh perjalanan yang seru dan banyak sekali berbincang-bincang dengan para prajurit penjaga perdamaian PBB itu.

Mungkin ceritanya sedikit berbeda dengan kawan-kawan Indonesian Peacekeepers yang tergabung pada Kontingen Garuda XXIII-B di Lebanon dan Kontingen Garuda XXE di Dem. Republic of Congo, bolehlah cerita-cerita. Namun demikian, hormat salut banget si kampret ini atas semangat serta perjuangan mereka berada di tempat terpencil itu.. beberapa foto-foto selama kunjungan itu bisa ditengok di photo gallery.

Saat melongok pada satu barak, saya bertemu dengan seorang tentara Ethiopia yang sedang menggengam secarik kertas, yaitu sebuah surat yang diterimanya dari sanak familinya. Meski ia tidak lancar berbahasa Inggris menjawab pertanyaan saya, namun dari rawut wajahnya dia nampak gembira menerima khabar dari kampung halaman-nya.

Guys, have you ever talked to your our friends serving in the military, whose assigned in remote areas?. If yet, write them a letter.. you may never imagine how a piece of letter with your heart-felt writings can make someone’s day a sudden bright-sunny one despite the fact that it is cluody and gloomy at his end. Please share your story..

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

530 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rane HAFIED Radio Broadcasting has been his hobby and work for almost 15 years, way back to his college time in Indonesia. For the past 9 years, Rane or also known as JaF has been working at a radio station in Singapore...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Love to life
I would never regret to mark this day as one of most beautiful and important mile stone in my life. I fall in love again this very day. Never thought... »
Joe Juferdy , 1 day ago

Polisi Militer PBB study banding ke Satgas POM TNI
Sebanyak 7 orang peserta Kursus Instruktur Polisi Militer PBB (UNMILPOC) mengadakan study banding ke Markas Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL di UN Posn 7-3 Blat, Lebanon, Rabu (03 Februari... »
Muhammad Dahlan , 5 days ago

Mayor CPM Johny paul Johannes Pelupessy: Komandan upacara sertijab Komandan UNIFIL
Mayor Cpm Johny Paul Johannes Pelupessy , Pasi Log Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL mendapatkan kepercayaan menjadi Komandan Upacara pada Upacara Serah Terima Jabatan Komandan UNIFIL ( United Nations Interim... »
Muhammad Dahlan , 8 days ago

Akhir sebuah cerita
Kukatupkan kedua telapak tangan ini kewajah sambil menarik nafas sedalam-dalamnya. Kutekan sekuat mungkin dengan harapan kejadian yang sedang kualami ini bisa berubah menjadi sebuah mimpi, mengharapkan ku terbangun dari mimpi... »
Ehabel , 8 days ago

Masyarakat Miskin Lebanon bersama Indobatt
Maryam hanyalah salah seorang gadis miskin yang terlahir lumpuh dari desa Deir Siriane di Lebanon Selatan. Kondisi ini telah dideritanya sejak lahir. Suatu kebahagiaan dialaminya ketika Dansatgas... »
Sanra Michiko Moningkey , 11 days ago

 

Recent Comments

Shevonne Sinclair- Lowe commented on Volunteering Gives You an Opportunity to Change People's Lives, Including Your Own
a few seconds ago


hussein heykal commented on Aid Necessities Transporter (A.N.T.) Part 4
a few seconds ago


Foto Unik commented on Polisi Militer PBB study banding ke Satgas POM TNI
a few seconds ago


Viking KARWUR commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago


Serka ibrahim commented on Serah Terima Tugas Satgas Konga Lebanon
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com