Belajar bahasa Korea?
Pergi ke Korea?
Tidak pernah terpikir oleh saya tentang itu sebelumnya. Tetapi, 2 (dua) pertanyaan itu malah akhirnya saya jalani. Pada kurun waktu awal bulan April sampai dengan akhir bulan Juni 2010, saya mendapat kesempatan mengikuti kursus bahasa Korea di negeri Korea Selatan.
Tentunya ini bukan kemauan saya semata. Awalnya adalah diterimanya undangan dari Kepolisian Korea Selatan (Korea National Police Agency = KNPA), pada sekitar bulan Maret 2010, kepada Mabes Polri untuk mengirimkan Perwiranya untuk mengikuti kursus bahasa Korea dan pengenalan sistem kepolisian Korea Selatan. Kegiatan itu bernama “The 2nd International Police Training Program of KNPA”. Kegiatan ini tentunya adalah buah dari akrabnya hubungan antarlembaga kepolisian Indonesia dan Korea Selatan yang telah lama terbina.
Inisiatif kepolisian Korea Selatan ini dilatarbelakangi dengan kepentingan Korea Selatan sendiri atas keselamatan, keamanan warga negaranya yang berada di Indonesia.
Tidak hanya Indonesia yang diundang, tetapi juga beberapa Negara lain yang memiliki jumlah warga Negara Korea Selatan yang cukup signifikan. Negara lain itu adalah China, Cambodia, Fiji, Guatemala, Mongolia, Thailand dan Vietnam. Masing-masing Negara mengirimkan satu perwira polisinya, namun entah dengan alasan apa, Indonesia ternyata mengirimkan 2 (dua) perwiranya.
Setelah mengalami proses seleksi berupa wawancara dengan LO (Liasion Officer) kepolisian Korea Selatan di Indonesia, kami diberangkatkan ke Seoul pada tanggal 31 Maret 2010, dengan menggunakan Korean Air. Sebelum berangkat kami diberitahu untuk tidak usah membawa pakaian tebal atau berlengan panjang, mengingat Seoul telah memasuki musim panas. Ternyata cuaca, iklim yang dimaksud berbeda dengan persepsi saya. Begitu tiba di bandara Incheon, Seoul, dan keluar menuju bis yang menjemput kami, udara dingin masih terasa menusuk tulang.
Saya merasa seperti telah tertipu. Kenyataannya orang-orang yang saya temui pun masih menggunakan jas atau sweaternya. “Wah, ini namanya saltum, salah kostum”. Walhasil, selama 2 (dua) bulan pertama saya tersiksa sekali. Masih untung saya masih membawa jaket demi menghindari dingin di atas pesawat.
Selama 10 minggu saya mengikuti kursus bahasa Korea di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS).
Awalnya saya pikir akan dikursuskan bahasa Korea di lembaga kursus, seperti di Indonesia. Ternyata kami dikursuskan di salah satu universitas yang cukup terkenal untuk kursus bahasa asingnya.
Kami mendapat kelas tersendiri, tidak bercampur dengan mahasiswa lain. Sebelum mendapat kelas, kami semua, 9 orang, mengikuti proses penempatan kelas (Replacement Test). Wah, kertas ujian yang kami terima isinya adalah huruf yang tidak kami mengerti sama sekali. Nah, baru sampai beberapa hari yang lalu, kok. Apalagi tanpa persiapan bahasa Korea sebelumnya di mana-mana. Saya pun menyerahkan kembali kertas ujian itu dengan tanpa isi sama sekali. Para guru pun tersenyum kecut.
Hari-hari mengikuti kegiatan kuliah saya isi dengan serba kedinginan. Untuk menghindari kebosanan para peserta, KNPA telah menyiapkan acara city tour untuk kami setiap hari Senin, Rabu dan Jumat selesai melaksanakan kuliah. Hari Senin dan Rabu kami diajak wisata ke tempat-tempat budaya, mall/pasar tradisional, lokasi shooting film drama Korea dan kampung tradisional.
Untuk hari Rabu adalah tur mengunjungi kantor-kantor atau lembaga kepolisian. Setelah program pengajaran bahasa selesai dilanjutkan dengan jadwal ujian. Lho??
Kami semua cukup kaget. Karena tidak menyangka keberadaan di universitas ini harus diakhiri dengan kelulusan. Awalnya semua berpikir bahwa kursus bahasa ini hanya untuk pengenalan saja. Sudah jelas tidak ada yang bisa di-lobi untuk masalah nilai nantinya. Namun, Alhamdulillah, ternyata para guru kami masih bermurah hati dengan memberikan kelulusan kepada kami semua, dengan alasan bahwa kami bukanlah peserta kuliah reguler. Mirip di Indonesia juga ya?
Selesai kursus kegiatan kami adalah wisata ke salah satu tujuan wisata terkenal Pulau Jeju (Jeju do = Jeju Island).
Selesai wisata ke Jeju Island, dilanjutkan kembali ke dalam kelas, yaitu kelas pengenalan sistem kepolisian Korea Selatan bertempat di Korea Police Training Institute (KPTI), Asan City, Chungnam. Institut ini adalah lembaga kepolisian yang mendidik para polisi Korea dalam fungsi-fungsi kepolisiannya. Kampus ini masih terbilang baru, dengan segala fasilitasnya. Ada stadion sepakbola, kolam renang, lapangan tenis, sauna dan sarana transportasi dalam kampus, berupa sepeda. Sungguh nikmat dan mengasyikkan, dibandingkan dengan 10 minggu di kampus dan asrama kampus yang membosankan. Sayangnya, di kampus ini kami hanya menghabiskan 5 (lima) hari saja. Institut ini cukup jauh dari kota Seoul, sekitar 4 jam perjalanan menggunakan tour bus.
Akhirnya, pengalaman 3 (tiga) bulan di Korea Selatan berakhir pada tanggal 29 Juni 2010. Kembali ke tanah air dengan segala bawaan. Alhasil, begitu penimbangan bagasi, saya harus membayar 60 000 won untuk kelebihan bagasi, tetapi puas karena tidak perlu membuang barang yang sudah saya beli sebagai kenang-kenangan.
Satu hal yang menarik selama di Korea adalah pengalaman ikut nobar (nonton bareng) pertandingan piala dunia antara Korea Selatan melawan Uruguay, di kawasan City Hall (alun-alunnya Seoul). Sayangnya, harus diselingi dengan hujan, sehingga begitu peluit istirahat berbunyi banyak penonton yang meninggalkan lapangan. Hal ini kelak yang membuat pikiran saya teringat Seoul kalau mendengar theme song nya piala dunia sepakbola yang lalu.
Satu hal yang cukup sulit buat saya selama di Korea adalah masalah makan. Apalagi dengan mayoritas makanan yang serba menggunakan daging yang diharamkan dalam Islam. Sehingga saya harus hati-hati dan cenderung untuk makan hanya yang serba sayuran.
Tentunya banyak hal menarik lain yang saya alami, terutama dalam berburu souvenir. Karena sudah kebiasaan saya untuk selalu mencari souvenir khas suatu tempat di mana saya berkunjung.
Mudah-mudahan cerita saya ini bisa dapat mendeskripsikan pengalaman saya kepada teman-teman semua.
















Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago