Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 20 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 73 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Combating malaria and staying in good health while on mission >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
(Adshit Al Qusayr, 5/6) Prajurit bertempur, itu hal yang biasa. Tapi prajurit yang bertani? Mungkin cuma prajurit Indonesia yang melakukannya. Apalagi kalau aktivitas ini dilakukan di dalam misi Perdamaian PBB, tentunya luar biasa! Namun itulah yang terjadi saat prajurit-prajurit Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B diminta bantuannya oleh masyarakat Lebanon untuk ikut memanen gandum di ladang miliknya.
Cerita berawal saat Fadllalah Jaber, 71 tahun, warga desa Bani Hayyan Lebanon Selatan memiliki kesulitan untuk memanen gandum di lahan miliknya seluas 1500 m2. Hal ini karena ia sudah tua renta dan sakit-sakitan serta tak sanggup lagi bekerja keras seperti halnya saat menabur benih pada awal musim semi bulan Maret yang lalu. Sementara ia hanya hidup berdua saja dengan Raqiyeh Nassar, istri tercinta yang umurnya hanya terpaut 2 tahun dibawahnya. Jaber dan Raqiyeh tidak memiliki anak. Tambahan lagi, tak seorang pun kerabatnya yang tinggal di dekat desa itu. Lengkaplah sudah kesusahan Jaber. Ia hanya mampu memandangi ladang gandumnya yang semakin hari semakin mengering dengan tatapan kosong.
Hingga pada hari Rabu (4/6), ia berjumpa dengan Mohammad Sallah Jabbar yaitu Mayor (Kepala Wilayah) Bani Hayyan. Kepada Sallah Jabbar inilah kemudian Jaber berkeluh kesah. Sallah Jabbar pun tercenung mendengar penuturan warganya ini. Ia ingin membantu tetapi untuk memanen ladang seluas itu, tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan traktor atau paling tidak tenaga manusia dalam jumlah cukup banyak untuk mengerjakannya. Entah dari mana awalnya tiba-tiba Jaber mengutarakan keinginannya pada Sallah Jabbar, bagaimana kalau meminta bantuan kepada tentara Indonesia? Karena selama ini hubungan tentara Indonesia dengan masyarakat Bani Hayyan sangat baik, bahkan sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Sontak, Sallah Jabbar tersenyum. Ia seperti mendapatkan solusi atas permasalahan warganya. Mengakhiri pembicaraan, ia pun berjanji akan meneruskan keinginan Jaber kepada tentara Indonesia khususnya kepada Kapten Inf Mahbub Junaedi Komandan Kompi (Danki) Mekanis “B” Konga XXIII-B yang selama ini telah dikenalnya dengan baik.
Tak seberapa lama Sallah Jabbar kemudian menghubungi Danki “B” Kapten Inf Mahbub Junaedi via telepon. Kepada perwira alumni Akmil tahun 1998 ini, Sallah Jabbar menyampaikan permohonan agar sudi kiranya tentara Indonesia membantu menolong salah seorang warganya yang sedang didera kesulitan. Setelah mendengarkan duduk persoalannya dengan seksama, selanjutnya Kapten Mahbub melaporkan hal tersebut kepada Dansatgas Konga XXIII B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Dansatgas menyetujui permohonan tersebut dan memerintahkan Danki “B” agar melaksanakan kegiatan panen itu seoptimal mungkin tanpa mengganggu tugas pokok dan kegiatan taktis lainnya .
Hari Kamis (5/6) panen gandum pun dilaksanakan. Tidak tanggung-tanggung, 1 peleton prajurit Garuda XXIII B dikerahkan untuk melaksanakan tugas “unik” ini. Mereka dipimpin oleh Letda Inf MS. Soulissa, perwira lajang alumni Akmil 2005. Bagi Soulissa dan juga bagi 28 orang anak buah yang dipimpinnya, tentu ini merupakan pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan. Terutama karena inilah pertama kalinya dalam hidup mereka melakukan panen gandum dan di negeri orang pula!



Walaupun demikian, mereka tidak canggung mengayunkan sabit untuk memotong gandum yang siap panen. Bahkan tanpa ragu mereka mencabuti gandum-gandum itu dengan tangan kosong sebab mereka sudah terbiasa bahkan “terlatih” melakukannya pada saat berada di Tanah Air. Terutama bagi prajurit-prajurit yang berasal dari Brigif Linud 3/Kostrad – Kariango. Di markasnya yang terletak dekat dengan Kota Makasar, mereka memiliki lahan pertanian yang sampai saat ini masih produktif dan masih terus dikelola oleh para prajurit yang tinggal di asrama. Bedanya, yang ditanam tentu saja bukan gandum melainkan tanaman “Dewi Sri” alias padi. Berbekal pengalaman sebagai “petani padi” itulah maka prajurit-prajurit Garuda XXIII-B asal Kariango ini terlihat sungguh piawai dalam memanen ladang gandum milik masyarakat Lebanon.


Panen dilakukan hingga sore hari dan hasil yang didapatkan ternyata cukup lumayan yaitu sekitar 125 Kg. Jaber yang pada saat itu juga berada di ladang menyatakan terima kasih banyak kepada Letkol Chk Sambas, SH yang datang mewakili Dansatgas Konga XXIII B atas kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang ditunjukkan oleh prajurit-prajurit Indonesia. Ia dan istrinya juga berjanji akan terus mendoakan seluruh prajurit Indonesia yang bertugas di Lebanon agar senantiasa mendapatkan perlindungan ALLAH Yang Maha Kuasa.
Misi Perdamaian PBB di Lebanon atau yang dikenal dengan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) saat ini terdiri dari 12.341 personel militer dari 29 negara kontingen, yang didislokasikan secara tersebar di wilayah Lebanon Selatan. Organisasinya secara garis besar terdiri dari Markas Besar (Headquarters) yang terletak di Naqoura, Komando Sektor Barat (Sector West) di Tibnin dan Komando Sektor Timur (Sector East) di Marjayoun dimana Kontingen Indonesia termasuk di dalamnya.
Legitimasi operasional pasukan UNIFIL saat ini berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006. Dalam penjabarannya masing-masing kontingen berlomba-lomba untuk mengimplementasikan resolusi tersebut dengan berbagai cara. Sejak bertugas mulai Nopember 2007 silam, Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B terus melakukan berbagai kreasi dan inovasi baru agar dapat meredam potensi konflik dengan harapan terwujudnya perdamaian permanen di antara pihak-pihak yang bertikai yaitu Israel dengan Milisi Bersenjata di Lebanon. Menilik hasil observasi selama ini, pada kenyataannya masyarakat Lebanon maupun Markas Besar UNIFIL berulang kali memberikan apresiasi positip dan pujian terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh prajurit-prajurit Indonesia guna mewujudkan tujuan mulia tersebut.
Selamat buat manunggalnya Konga XXIIIB dengan masyarakat sekitar (beneficiaries), pencitraan positif adalah salah satu pendekatan strategis dalam mendukung proses perdamaian di UNIFIL. Semoga kegiatan CIMIC seperti ini, bisa terus lancar dan senantiasa dikembangkan lebih baik lagi..
Salam hangat dari Afrika Barat, dari kita-kita di Konga XXI5 – Liberia.
bahagia sekali melihat bagian dari bangsa ini ikut berkiprah demi perdamaian di negeri lain. lanjutkan terus perjuangan, mantap…
panen yuk panen.. salam dari Khartoum-Sudan
Pasukan kontingen Garuda mengingatkan akan Bapakku…krn dulu beliau berulang kali ikut kontingen Garuda untuk Kongo, Vietnam, terus apa lagi yah aku lupa krn masih kecil sekitar thn 70an….mangkanya suka ditinggal tingal….kalau liat laki laki di jalan pake seragam militer selalu teriak teriak manggil Bapak, hiikkksssss jd kangen sama Bapak di Jakarta.
Salut.. buat Konga XXIII-B.. yg membawa citra positif untuk negeri tercinta ini.. :)
Btw..sebelumnya saya sudah baca dari Koran Jawa Pos tentang Konga XXIII-B panen gandum ini..:)
Salam hangat dari Semarang – Indonesia :)
Bravo,….TNI semoga niat baik mereka mendapat balasan dari yang Maha Kuasa di negeri nun jauh sana,……..
Tapi alangkah sedihnya kenapa TNI berbeda action dan pendekatannya di aceh yang notabenenya saudara kandungnya sendiri, sehingga keluar “statement” yang tidak mengenakkan ; beretugas di Aceh dengan strategi “MATI atau KAYA”, yah sambil bertugas sambil memperkaya diri gitu,…
Bravo untuk semua personnel Garuda XXIIIB, bangga mendengarnya apalagi buat saya sebagai seorang yang pernah bertugas di UNIFIL sebagai Field Service Officer, keep it up bro.
cangkul..cangkul..cangkul yang dalam…ternyata Konga tidak melepaskan semangat kebersatuan dan melupakan ciri khas negara kita yang agraris. Tidak cuma diIndo aja ABRI ada program AMD ternyata di libanon mereka juga program yg serupa. menyatu dengan rakyat dan membantu tanpa pamrih.
keep on your spirit Guys!!
Semoga usaha ini dapat membuahkan hasil ya……demi perdamaian dunia. Maaf karena saya orang awam apalagi masalah konflik dunia atau apapun mengenai PBB dan misinya, yang saya tau cuma sekilas berita mengenai peran PBB untuk negara yg mengalami konflik. Klo boleh tau Liberia itu bagian mana Afrika ya?
Oh iya salam juga buat teman2 yang ada disana khususnya orang Indonesia.
Salam,
Santy – Jakarta , Indonesia
meuni keren juga, klo di indo manennya pake truck atau mobil pick up. itu difoto hasil panennya bakal diangkut pake tank gituh pak? :-D
Bapakku pasti senyum baca berita ini. Teringat AMD, Abri Masuk Desa jaman dulu dia berdinas.
Salut untuk seluruh anggota pasukan Garuda yang bertugas di Lebanon yang juga ikut serta bertugas menjaga perdamaian disana dengan penuh dedikasi semoga Tuhan selalu melindungi mereka semuanya. Dan juga salut dengan apa yang telah dikerjakan untukmembantu masyarakat yang membutuhkan, karena sebagai manusia wajib untuk saling membantu dan menghargai.
Capt! Crita2mu slalu bikin aku senyum bacanya… :)
Kebayang KONGA ikutan panen di negri orang, … crita2 UNIFIL mu ini,…. kesan yg aku dapat, KONGA disana memang sudah dianggap bagian kluarga masyarakat Bani Bayyan :)
Hhmm… hati2 Capt, jangan2 nanti anggota KONGA tertahan disana dijadikan mantu semua :P
Keep up the good work ya…. Bravo!
Wah, gak heran nanti kalau ada yang segera diambil mantu sama juragan gandum ini.. Capt, coba kasih tau anggota2mu supaya fasih berbahasa arab, habibi!
Syukran!
Assalamualaikum………
lumayan dr biasa panen padi jd panen gandum….
kami bangga + salut bgt sama seluruh anggota pasukan garuda di sana…….. semoga kalian semua + disayang Allah……..tebarkan harum bunga melati ibu pertiwi disana……….KEEP FIGHTING !!!!
Wahhh … jadi inget AMD alias ABRI Masuk Desa … Tapi yang ini prajuritnya bukan panen padi tapi panen gandum, secara di negeri orang gitu lohh … hihihi
Two thumbs for u guys !! Great job …
Jangn-jangan diminta sekalian bersihin ranjau…
wooww bangga banget sama pasukan garuda kita yang mengemban misi perdamaian dunia yang gak ada cape2nya buat terjun langsung ke ladang gandum…bangganya buat semua bangsa indonesia karena di bawah bendera merah putih kita bisa tunjukan ke bangsa lain bahwa masih ada yg bisa kita di banggakan.
chayo…..!
ternyata program AMD (abri masuk desa) bisa dijalankan juga di negara lain. salut!!!!!
bangga membaca sepak terjang peacekeeper dari Indonesia.
bener klo markas kostrad di Kariango itu dikeliling sawah, dan jangan heran klo mereka terampil manen. apalagi sekarang di kariango sana, diadakan pembibitan pohon dan juga ternak sapi yang semuanya ditangani prajurit kariango. Beberapa waktu lalu malah menteri kehutanan (atau pertanian yah?) datang ke sana meninjau langsung hasil pembibitan prajurit kariango.
« 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation Combating malaria and staying in good health while on mission »