About This Post

A. SETIAWAN

Correspondent A. SETIAWAN

Total 1 comment

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 324 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 6.0/10(2 votes cast)

Articles

Pasar Seni Futungo

Adakah benda-benda seni di Angola? Itu mungkin pertanyaan yang seakan tidak pernah terpikir bila kita membayangkan Angola. Imej Angola adalah negara yang baru selesai berperang dan masih penuh dendam antar sesamanya. Tetapi sesungguhnya, kesenian dan kebudayaan sudah mengakar bagi rakyat Angola.

Bahkan Presiden pertama Angola, dokter Agostinho Neto, adalah seorang penyair yang produktif menulis puisi yang sering berisi kegetiran rakyat kecil Angola dalam jajahan Portugis. Sebuah kombinasi yang unik, dokter profesional didikan Portugis, penyair sekaligus politisi dan pemimpin negara yang sekarang menjadi pahlawan nasional Angola.

Untuk mencari souvenir dan barang seni di Luanda agak lebih mudah, karena masih jarang tempat penjualannya. Ada sebuah toko di downtown Luanda dekat marginal yang menjual barang-barang souvenir. Tetapi yang lebih seru adalah Pasar Seni Futungo, yang terletak di bagian selatan Luanda (Luanda Sul). Pasar Futungo ini juga dekat dengan Belas Shopping Mall, sebuah shopping center besar yang baru dibuka di Luanda.

Lokasi Pasar Seni Futungo ini juga cukup strategis, karena terletak di dekat pantai yang banyak dikunjungi orang Angola di akhir pekan. Tidak heran, pasar ini hanya buka pada hari minggu saja.

Semula saya agak enggan pergi ke pasar tersebut karena masih parno dengan kondisi keamanan di Luanda yang dikabarkan banyak penjahat, bandit yang tegaan. Sampai akhirnya saya harus mengantarkan pejabat KBRI dari Windhoek yang sedang berkunjung ke Luanda. Jadilah saya memberanikan diri untuk mengantarkan mereka, padahal saya sendiri belum pernah ke sana, meski pun sudah tahu tempatnya karena terletak di pinggir jalan raya di sebelah selatan Luanda.

Begitu menjejakkan kaki di Pasar Seni Futungo, salah satu yang mengesankan adalah banyaknya lukisan-lukisan kanvas yang dipajang berderet-deret. Lukisan ini kebanyakan bertema tentang Angola, seperti gambar orang, ibu-ibu penjaja di pasar, pohon imbondeiro dan palanca. Memang lukisan cat minyak seperti ini terlihat pasaran, karena beberapa mempunyai corak yang kurang lebih sama. Mungkin hampir sama dengan lukisan dari pelukis Sokaraja di tepi kota Purwokerto yang sekarang sudah hampir punah.

Selain dari pajangan lukisan, juga terdapat pasar suvenir yang lumayan menarik. Salah satu souvenir seni yang cukup mencolok adalah pelbagai perhiasan dari gading. Baik berupa gelang, cincin, kalung atau pun aksesori lainnya. Harganya pun cukup bersaing, karena perhiasan gading cukup susah dicari.

Di samping perhiasan gading juga terdapat berbagai souvenir dari kulit dan kayu yang cukup menarik. Di Pasar Futungo ini juga kita bisa melakukan negosiasi tawar-menawar. Kadang-kadang bahkan kita bisa menawar separuh dari harga yang ditawarkan. Karena kendala bahasa, semua tawar menawar dilakukan dengan menggunakan kalkulator.

by ambar at 4 October 2007, 19:40

weh weh weh …. yang paling menarik tuh tawar menawarnya itu mas. Coba ada fotonya yg lagi tawar-menawar … pasti tambah seru neh … he he he